Dari Bengkulu ke Italia: Peran BI dan Pers dorong ekspor kopi daerah

Artikel, news-raflesia-indonesia. Perlahan tercium kehidung wangi harum Kopi Robusta kepahyang, suasana hidup beberapa kelompok wartawan ekonomi Provinsi Bengkulu dengan bergantian, mencium, mencicip, mengiling, meracik dengan espresso, dan menyeduh kopi dengan gaya Latte Art dengan memberikan Kesan, rasa, dan aromah yang lebih kuat (8/9/2026)

Foto: sambuatan pembukaan acara pelatihan wartan oleh kepala BI bengkulu

ini bukan sekadar cara biasa, Pemahaman mendalam mengenai industri kopi, menjadi modal Penting bagi jurnalis untuk mengawal potensi daerah, mulai dari Budidaya dari hulu, pengolaan hasil panen, hingga pemasaran secara digital,  yang kini kian Mulai memperluas jangkauan ke pasar global internasional. Terbukti, komoditas Kopi Kepahiang belum lama ini sukses diberangkatkan dan menembus pasar Italia, sebuah pencapaian spektakuler yang membuktikan bahwa kualitas produk lokal sanggup bersaing di standar internasional.

 

Peran Junalis ekonomi sangat penting Dalam memberi informasi Bauran  Kebijakan  Bank  Indonesia,  guna  mendukung pertumbuhan ekonomi  yang  berkelanjutan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Wartawan tahun  Senin s.d Rabu, 7 s.d. 9 September 2026 di kabupaten Kepahyang kemudian menuju Kabupaten Rejang Lebong.

 

Proses Percepatan pengabungan teknologi digital ke dalam seluruh kegiatan ekonomi terus didorong guna meningkatkan produktivitas serta daya saing daerah.

Langkah ini menjadikan transaksi keuangan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penguatan kapasitas warga, inovasi, serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi pintu utama suksesnya program ini. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, saat membuka forum Casual Talk pada ajang FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (24/9/2026).

 

Pengembangan ekosistem digital di daerah harus disesuaikan dengan kemampuan, kesiapan teknologi, dan potensi lokal masing-masing. Langkah ini penting untuk meratakan kemampuan digital dan pemahaman keuangan masyarakat di seluruh Indonesia, seperti disampaikan dalam siaran resmi Bank Indonesia, Jumat (26/9/2026).

 

Di Bengkulu, Penyatuan ekonomi dan percepatan ini terbukti nyata saat Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu melepas ekspor perdana puluhan ton kopi robusta asal Kepahiang langsung menuju pasar Italia pada Senin (7/9/2026). Pengiriman ini menjadi bukti bahwa komoditas lokal sanggup melompat ke rantai pasok global berkat dukungan tata kelola dan transaksi yang terdigitalisasi secara efisien.

Lompatan Kopi Kepahiang Tembus Pasar Italia

Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia terus memacu komoditas kopi lokal agar makin kokoh bersaing di rantai pasok internasional. Dalam ajang pelepasan ekspor perdana kopi lokal yang berlangsung di Kabupaten Kepahiang pada Senin (7/9/2026), Wakil Gubernur Bengkulu Mian secara tegas menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mengakhiri klaim merek dari wilayah lain dan mewujudkan hak penuh ekspor satu pintu langsung dari Bengkulu.

” hari ini merupakan langkah penting dan bersejarah bagi daerah kita. Pelepasan ekspor perdana ini menjadi bukti nyata bahwa komoditas unggulan Bengkulu memiliki kualitas, potensi, dan nilai strategis di tingkat internasional. Ini sekaligus menepis stigma masa lalu di mana produk berasal dari Bengkulu, tetapi justru nama daerah lain yang terangkat,” ujar Wagub Mian saat membacakan sambutan resmi Gubernur Bengkulu.

Wagub Mian juga mengungkapkan, penguatan sektor hulu telah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian berupa alokasi program pengembangan tanaman kopi seluas 1.300 hektar yang tersebar di Provinsi Bengkulu, mencakup Kabupaten Seluma, Kaur, hingga kawasan dataran tinggi seperti Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong. Upaya intensifikasi lahan ini turut melibatkan pendampingan dari akademisi sekaligus pakar agronomi Universitas Bengkulu, Prof. Alnopri, yang aktif mengedukasi pengembangan kopi di media sosial, serta kolaborasi eksportir seperti PT Alko hingga kemitraan hilirisasi dengan jaringan branding ternama global, Starbucks Coffee.

Pemprov Bengkulu bersama Pelindo mematangkan rencana revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Pembenahan infrastruktur ini bertujuan agar komoditas unggulan, seperti kopi dan CPO, bisa diekspor langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus ketergantungan pengiriman barang dari provinsi tetangga. Ekspor satu pintu dari pelabuhan lokal ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian daerah.

Jaringan global Starbucks turut meramaikan acara melalui sesi edukasi penyeduhan dan pemutuan kopi bersama Bank Indonesia Bengkulu. Kegiatan ini dihadirkan untuk mendampingi UMKM lokal dalam memahami standar kualitas kopi berkelas internasional. Pemprov Bengkulu dan Bank Indonesia terus berupaya mendorong agar produk lokal mampu menembus jajaran menu global. Langkah strategis ini menjadi jalan bagi promosi daerah dengan membawa identitas dan merek “Kopi Bengkulu”.

Rangkaian acara pelepasan ekspor ini disemarakkan oleh bazar UMKM yang menampilkan beragam merek kopi olahan lokal, di antaranya Pasar Coffee, Bermani Coffee, Roda Coffee, Lestari Coffee, Mister Coffee, hingga Air Lanang Coffee. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Pertanian, eksportir PT Aku Sumatera Kopi, pimpinan lembaga perbankan, serta kelompok tani dari berbagai kawasan.

Menutup arahannya, Wagub Mian mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan para pelaku usaha untuk tetap meningkatkan kewaspadaan kesehatan serta menerapkan langkah mitigasi bencana secara disiplin menyikapi perkembangan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang sedang berlangsung.

Foto: Wakil Gubernur Bengkulu Mian bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Haryadi, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Pertanian, pimpinan instansi vertikal, dan para pemangku kepentingan foto bersama saat acara “Pelepasan Ekspor Perdana Kopi Bengkulu dan Bincang Kopi” di Kantor Bupati Kepahiang, Senin (7/9/2026).

Keberhasilan Kabupaten Kepahiang melepas pengiriman kopi ke luar negeri membuktikan tingginya daya saing daerah.

Dukungan ekosistem keuangan yang efisien dan transparan menjadi kunci utama di balik kesuksesan ekspor tersebut.

Penggunaan sistem pembayaran modern terbukti efektif memangkas biaya operasional selama rantai perdagangan.

Sistem ini juga menekan biaya dan mengurangi risiko kerugian barang selama pengiriman.

Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama pemda berkomitmen memperluas jangkauan pendampingan ke wilayah lainnya.

menyimpan potensi komoditas serupa. Pemanfaatan teknologi tepat guna dipastikan menjadi pendorong utama bagi kemandirian ekonomi daerah di era persaingan global yang makin ketat.

Perkembangan Digitalisasi dan Inovasi Sistem Pembayaran

Mengutip siaran pers resmi Bank Indonesia pada Jumat (26/9/2026), perkembangan inovasi sistem pembayaran di tingkat daerah kini memperlihatkan tren pertumbuhan yang makin solid dan merata di berbagai sektor. Berdasarkan data Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 518 dari total 546 pemerintah daerah atau sekitar 94,9 persen telah berhasil masuk dalam kategori Digital. Capaian ini menandakan bahwa proses transaksi keuangan daerah makin transparan, akuntabel, dan efisien. Di sisi lain, instrumen Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Pemerintah juga kian meluas penerapannya untuk memangkas birokrasi belanja barang dan jasa di ratusan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

Kemudahan bertransaksi di ruang publik kini disokong oleh perluasan layanan QRIS, termasuk inovasi QRIS TAP. Inovasi pembayaran nontunai modern ini diterapkan pada berbagai fasilitas dan moda pelayanan masyarakat. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia Bengkulu menggelar lokakarya literasi keuangan khusus jurnalis ekonomi. Program ini dirancang untuk membekali wartawan dengan pemahaman mengenai bahaya kejahatan siber. Selain isu keamanan digital, jurnalis juga mendapat edukasi seputar prosedur penukaran uang Rupiah rusak. Langkah edukasi ini bertujuan memperkuat peran media dalam menyampaikan regulasi keuangan yang tepat. Pers diharapkan dapat menyajikan berita yang berimbang agar kewaspadaan digital masyarakat makin meningkat. Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem keuangan yang aman dan adaptif di era digital.

Sinergi antarlembaga terus diperkuat melalui wadah Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) serta Program Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi P2DD. Forum KATALIS P2DD hadir sebagai sarana peningkatan kapasitas Pemda dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam memaksimalkan potensi pendapatan serta efisiensi belanja nontunai. Kerja sama ini melibatkan jajaran TPID, TP2DD, regulator, hingga pelaku usaha demi menjaga stabilitas harga dan arus barang. Dalam ajang FEKDI 2026, Bank Indonesia memberikan apresiasi tinggi berupa penghargaan Championship P2DD kepada deretan pemerintah daerah yang sukses mencatatkan kinerja digitalisasi pelayanan publik terbaik.

Kehadiran narasumber dari berbagai lintas sektor, seperti Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hingga Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, memperkaya diskusi seputar tantangan digitalisasi daerah. Bank Indonesia sendiri terus memedomani Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 sebagai acuan utama dalam mendorong formalisasi aktivitas ekonomi rakyat. Inovasi layanan pembayaran digital diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan asli daerah sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat luas. Integrasi sistem ini terbukti mempermudah rantai pasok komoditas daerah, mulai dari tingkat petani pengumpul hingga eksportir skala besar.

Edukasi Kewaspadaan Digital dan Prosedur Uang Rusak bagi Jurnalis

Penipuan digital saat ini terus berkembang seiring dengan canggihnya teknologi, dengan modus yang semakin beragam sehingga masyarakat harus selalu waspada. Pemateri Andi Burhanuddin dalam sesi Kebijakan Baru BI Semakin Digital memperingatkan para jurnalis agar tidak langsung percaya saat menerima tautan pembaruan data yang bisa jadi merupakan modus peretasan data pribadi.

Sebagai bentuk perlindungan, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip slogan “Tiga Jangan”:

  1. Jangan klik tautan sembarangan dan selalu pastikan keaslian sumber informasi yang diterima.
  2. Jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak mana pun yang tidak jelas asal-usulnya.
  3. Jangan mudah tergiur atau percaya dengan penawaran yang tidak masuk akal tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Sementara itu, pemateri Farizal dari Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah memaparkan materi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” terkait prosedur penukaran uang rusak di BI. Uang rusak yang fisik hilangnya sebagian masih dapat ditukarkan selama kondisi fisiknya tersisa lebih dari dua pertiga (2/3) bagian. Jika kondisi fisik uang kurang dari dua pertiga, penukaran masih dapat dilakukan asalkan nomor seri masih utuh, dapat disambung, dan dapat diidentifikasi keasliannya. Masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis uang rusak seperti akibat rayap, robek, basah, hingga terbakar tanpa ada pengurangan nilai nominal selama memenuhi syarat resmi.

Kepala BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mendorong komoditas kopi lokal agar makin gencar menembus pasar internasional. BI menegaskan komitmennya untuk mendampingi UMKM serta mengembangkan industri kopi secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Sinergi antara pemda, otoritas moneter, perbankan, dan pelaku usaha menjadi kunci utama menjaga keberlanjutan ekspor. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal.

Wahyu menekankan pentingnya peran media untuk mengenalkan produk unggulan daerah ke masyarakat luas, khususnya kualitas kopi Bengkulu. Ia menjelaskan bahwa kopi untuk komoditas ekspor memerlukan standar kualifikasi, verifikasi, dan proses budidaya yang lebih ketat dibanding konsumsi harian. Pihaknya optimistis volume ekspor kopi Bengkulu akan meningkat dan berharap merek kopi daerah ini semakin dikenal luas oleh konsumen global.

Selain sektor perkebunan, ekonomi Bengkulu dinilai tumbuh positif dengan Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 5,11 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi keempat di Pulau Sumatera. Di samping sesi pemaparan materi, para jurnalis ekonomi Bengkulu juga diajak mengikuti pelatihan barista guna membuka peluang usaha dan kolaborasi baru di bidang UMKM.

Pendampingan Terpadu Hulu-Hilir dan Komitmen Berkelanjutan

Pendampingan intensif yang dilakukan pada sektor perkebunan kopi di Kabupaten Kepahiang merupakan contoh riil penerapan pembinaan ekonomi terpadu dari hulu ke hilir. Petani dibekali teknik penanaman modern, tata cara penanganan pascapanen yang higienis, hingga standar pengemasan produk yang disyaratkan oleh roaster internasional. Cita rasa robusta Kepahiang yang tebal dan khas menjadi daya pikat utama yang membuat pembeli asal Eropa tertarik menjalin kontrak jangka panjang. Sektor perkebunan ini diproyeksikan bakal menjadi mesin penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang lebih inklusif dan ramah investasi.

Sebanyak 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia serentak mengawal digitalisasi agar berdampak ekonomi langsung di daerah. Kolaborasi teknologi menjadi kunci untuk menghubungkan berbagai potensi tersembunyi daerah dengan pasar global. Di Bengkulu, penguatan kelompok tani terus digenjot demi memenuhi permintaan kapasitas produksi ekspor yang membesar. Keberhasilan menembus pasar Italia kini membuka jalan bagi produk pertanian lokal lainnya untuk merambah pasar internasional.

Forum FEKDI x IFSE 2026 yang berlangsung selama tiga hari penuh menyajikan beragam agenda strategis, mulai dari penguatan sinergi nasional, pengembangan talenta digital, hingga konektivitas keuangan antarnegara. Pengunjung dapat mengeksplorasi pameran inovasi teknologi terkini, mengikuti seminar edukatif, serta memanfaatkan sesi jejaring bisnis bersama para pelaku industri fintech global. Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran teknologi, melainkan ruang perjumpaan nyata antara pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan kebutuhan riil masyarakat bawah. Sinergi ini mempercepat proses transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Edukasi mengenai transaksi keuangan nontunai dan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi menjadi fokus penting di tengah pesatnya perkembangan arus teknologi finansial. Kesadaran finansial yang tinggi dari masyarakat akan membentuk benteng pertahanan yang kokoh dalam mendukung ekosistem ekonomi digital yang aman.

Kemitraan antara pemerintah, otoritas moneter, insan pers, dan petani menjadi modal sosial berharga. Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kopi Bengkulu yang kini menembus pasar Eropa menjadi simbol kebangkitan komoditas daerah. Capaian tersebut membuktikan produk lokal mampu bersaing di tengah derasnya modernisasi digital. Melalui komitmen bersama, perubahan ekonomi digital dipastikan tak sekadar menjadi wacana pusat. Langkah nyata ini dihadirkan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat hingga ke pelosok daerah.