banner 1000x350

Redaksi

905 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Hasil Konferprov: Marsal abadi pimpin PWI Bengkulu periode 2026–2031

Foto: Suasana Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Provinsi Bengkulu Tahun 2026 yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026). Agenda ini berhasil menetapkan Marsal Abadi sebagai Ketua PWI Provinsi Bengkulu dan Sukatno sebagai Ketua Dewan Kehormatan untuk periode 2026-2031.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu Tahun 2026 resmi menetapkan Marsal Abadi sebagai Ketua PWI Provinsi Bengkulu periode 2026–2031.

Dalam agenda yang digelar pada Sabtu (18/7/2026) tersebut, Sukatno juga terpilih untuk mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Bengkulu untuk periode yang sama.

Konferprov PWI Bengkulu tahun ini mengusung tema “Satu Visi, Satu Misi: Memperkuat Kualitas, Soliditas dan Solidaritas Wartawan PWI Provinsi Bengkulu.”

Visi Misi Marsal Abadi untuk PWI Bengkulu

Dalam sambutannya usai terpilih, Marsal Abadi menegaskan bahwa kemenangan yang diraih ini bukan merupakan kemenangan individu, melainkan momentum bersama bagi seluruh anggota PWI Bengkulu.

“Kemenangan ini adalah kemenangan kita semua. Artinya, kita akan bersama-sama dengan seluruh rekan untuk membangun PWI ke depan menjadi lebih baik,” ujar Marsal.

Ia berkomitmen bahwa kepengurusan yang baru akan langsung bergerak cepat untuk fokus merealisasikan visi dan misi yang telah disampaikan selama proses Konferprov.

“Ke depan kita akan bersama-sama mewujudkan program-program yang telah disusun demi kemajuan organisasi,” tambahnya.

Tantangan PWI Bengkulu di Era Digital

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Bengkulu terpilih, Sukatno, menyoroti tantangan besar yang saat ini sedang dihadapi oleh dunia pers di era digital. Menurutnya, organisasi profesi wartawan harus mampu beradaptasi sekaligus memperkuat perannya dalam menjaga eksistensi media.

“Saat ini kita berada di era digital, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri media. Karena itu, kita harus bekerja lebih keras,” ungkap Sukatno.

Sukatno menambahkan, PWI sebagai organisasi besar memiliki tanggung jawab untuk merangkul seluruh anggota. Bukan hanya membenahi internal organisasi, tetapi juga memastikan media massa lokal tetap mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan perubahan yang terjadi begitu cepat, kita melihat banyak media yang tidak lagi mampu bertahan. Oleh karena itu, tugas kita menjaga keberlangsungan dan kelestarian media agar tetap hidup dan berkembang,” jelasnya.

Melalui kepemimpinan baru periode 2026–2031 ini, PWI Provinsi Bengkulu diharapkan semakin solid dalam meningkatkan kualitas wartawan, memperkuat profesionalisme, serta menjaga pers yang independen dalam menjawab tantangan zaman.

pewarta: Man

Reses di Bumi ayu, Wakil ketua I DPRD Bengkulu Teuku zulkarnain tampung keluhan banjir hingga listrik

Foto: Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain usai melaksakan reses di Bumi ayu Bengkulu

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan dasar mencuat dalam reses masa sidang II Tahun 2026 Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Jumat (17/7/2026) malam. Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan mulai dari banjir, minimnya penerangan jalan, krisis air bersih, hingga tegangan listrik rendah yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan segera ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan warga ini merupakan kebutuhan dasar yang sudah seharusnya dipenuhi pemerintah. Ini bukan soal proyek berskala besar, melainkan menyangkut pelayanan publik yang hingga kini belum maksimal,” ujar Teuku.

Langkah Konkret Penyelesaian Masalah Warga

Untuk memastikan keluhan warga tidak sekadar menjadi catatan, Teuku memaparkan beberapa langkah taktis yang akan segera diambil:

  • Persoalan Tegangan Listrik Rendah: Pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan PLN untuk melakukan perbaikan jaringan.

  • Penanganan Banjir: Akan diproses setelah adanya usulan resmi dari ketua RT dan RW yang diketahui lurah sebagai dasar tindak lanjut.

  • Minimnya Penerangan Jalan: Keluhan mengenai lampu penerangan jalan juga akan segera diinventarisasi. Jika bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bengkulu, usulan tersebut akan diteruskan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu.

  • Fasilitas Keselamatan Jalan: DPRD juga akan mengakomodasi permintaan pemasangan polisi tidur di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan, khususnya di kawasan yang dilalui para pelajar.

Soroti Keterbatasan Fasilitas Pendidikan

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyoroti keterbatasan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kampung Melayu yang memiliki jumlah penduduk cukup besar. Saat ini, kawasan tersebut hanya memiliki tiga SMA.

Untuk mengantisipasi lonjakan penerimaan peserta didik pada tahun ajaran mendatang, DPRD bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mendorong penambahan ruang kelas sebagai solusi jangka pendek, sembari mengkaji pembangunan sekolah baru sesuai kebutuhan dan ketersediaan lahan.

Kaesang Pangarep hadiri rakorwil PSI Bengkulu, Minta kader rajin turun ke warga

Foto: Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep (tengah rombongan baju putih) saat tiba dan disambut antusias oleh pengurus serta kader dalam agenda Rakorwil DPW PSI Provinsi Bengkulu di Hotel Mercure Bengkulu

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Provinsi Bengkulu di Hotel Mercure Bengkulu, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai menjelang verifikasi faktual dan persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Ketua DPW PSI Bengkulu, Medio Yulistio, S.E., mengatakan Rakorwil difokuskan pada penguatan struktur internal partai, konsolidasi kader, serta penyusunan strategi agar PSI semakin berkembang di tingkat nasional maupun di Provinsi Bengkulu.

Menurut Medio, target utama saat ini adalah memastikan seluruh persyaratan verifikasi faktual terpenuhi melalui penguatan kepengurusan dan kader di seluruh tingkatan.

Dalam Rakorwil tersebut, DPW PSI juga melantik pengurus definitif DPW dan DPD PSI se-Provinsi Bengkulu. Seluruh kepengurusan di sembilan kabupaten dan satu kota telah menerima Surat Keputusan (SK) definitif dari DPP PSI.

Selain itu, pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan hampir rampung. Dari total 129 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), sebanyak 124 DPC telah terbentuk dan diverifikasi DPP PSI.

“Masih ada lima kecamatan yang akan kami lengkapi. Bukan karena tidak ada kader, tetapi ada pergantian kepengurusan,” ujar Medio.

Ia menambahkan, pembentukan kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan juga terus dipercepat. Saat ini sekitar 40 persen kepengurusan ranting telah terbentuk dan ditargetkan terus bertambah dalam waktu dekat.

Menghadapi Pemilu 2029, Medio menegaskan PSI Bengkulu menargetkan peningkatan kekuatan politik melalui penguatan organisasi.

“Kursi adalah bonus dari kerja dan penguatan struktur. Target kami bisa meraih unsur pimpinan di DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota, serta memperoleh satu kursi DPR RI dari Bengkulu. Setelah itu kami siap melangkah ke kontestasi kepala daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh kader dan pengurus PSI Bengkulu yang dinilai mampu mempercepat pembentukan struktur partai di daerah.

Meski demikian, Kaesang mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Ia meminta konsolidasi terus dilakukan hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di desa dan kelurahan, bahkan sampai membentuk koordinator di tingkat Rukun Tetangga (RT).

“Struktur partai adalah modal utama kita. Saya meminta seluruh kader, pengurus, dan simpatisan untuk terus turun ke tengah-tengah masyarakat. Kita harus menjadi partai yang hadir langsung dan mendengar masyarakat,” tegas Kaesang.

Kaesang juga mengapresiasi kepengurusan PSI Bengkulu yang didominasi generasi muda. Menurutnya, semangat dan inovasi anak muda menjadi modal penting untuk memperkuat partai sekaligus menghadapi kontestasi politik mendatang.

Seragam kebanyakan dan buku mahal, Edison simbolon tampung jeritan wali murid

Foto: Anggota komisi IV DPRD provinsi Bengkulu, H. Edison Simbolon, S.Sos., M.Si (tengah), berfoto bersama warga saat setelah menggelar jaring aspirasi (reses) di Hotel Adeeva, Kota Bengkulu 16 juli 2026

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu dari Fraksi Partai Demokrat, Edison Simbolon, sukses menggelar agenda reses guna menjaring aspirasi konstituen. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Adeeva, Kota Bengkulu, Kamis, (16/7)  ini dihadiri oleh ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Bengkulu.

Di hadapan para awak media usai dialog interaktif, Edison menyampaikan bahwa salah satu keluhan mendesak yang paling banyak disuarakan oleh warga adalah terkait kebijakan di sektor pendidikan. ” Masyarakat mengeluhkan beban berat aturan sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bengkulu yang menerapkan sistem enam hari kerja serta kewajiban kepemilikan pakaian seragam hingga mencapai 8 stel.

Menurut Edison, ” kebijakan jumlah seragam yang terlalu banyak tersebut sangat memberatkan karena tingkat kemampuan ekonomi setiap orang tua siswa tidak sama. Bagi keluarga dari kalangan mampu tentu hal ini tidak menjadi persoalan, namun bagi masyarakat kurang mampu, aturan ini menjadi beban ekonomi baru yang sangat berat di awal tahun ajaran.

Selain seragam, masalah pengadaan buku paket sekolah juga menjadi sorotan tajam dalam reses tersebut. Edison menyayangkan adanya larangan penggunaan buku hasil fotokopi bagi siswa, padahal secara isi materi di dalamnya sama persis. Kebijakan wajib membeli buku asli ini dinilai tidak berpihak pada keadilan sosial, karena mayoritas siswa yang memfotokopi buku melakukannya semata-mata akibat ketidakmampuan membeli buku cetak yang asli.

Lebih lanjut, legislator Demokrat ini juga mencatat keluhan warga mengenai sistem pengurusan Jamsostek yang dinilai masih berbelit-belit dan memerlukan sosialisasi lebih Secara luas ke tingkat bawah. Tak hanya itu, sektor infrastruktur perkotaan seperti masalah jalanan di Kota Bengkulu yang kerap tergenang air saat hujan turun akibat buruknya sistem drainase serta ukuran gorong-gorong yang terlalu kecil juga menjadi Catatan Penting yang disampaikan warga.

Edison menegaskan bahwa seluruh poin penting dari aspirasi masyarakat ini akan segera diteruskan dan diperjuangkan kepada pihak eksekutif, khususnya Pemerintah Provinsi Bengkulu, agar bisa diakomodir pada pembahasan APBD. Sementara itu, untuk persoalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bengkulu, pihaknya berkomitmen untuk segera menyampaikannya secara resmi kepada instansi terkait agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Pewarta: Man

Reses di Padang serai, Ketua fraksi Gerindra DPRD provinsi Bengkulu Suharto salurkan sembako dan serap aspirasi

Foto: Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, H. Suharto, SE, MBA saat menghadiri agenda Reses Masa Persidangan Ke-II tahun sidang 2026 di kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu (16/7/2026)

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Kegiatan reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, H. Suharto, SE, MBA, di Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, berlangsung sukses pada Kamis, (16/7) Agenda berkala ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan penjaringan aspirasi konstituen secara langsung di lapangan.

Menariknya, pertemuan tatap muka yang digelar oleh legislator senior dari Partai Gerindra ini tidak hanya menjadi wadah formal untuk menyerap berbagai keluhan dan usulan masyarakat setempat. Momentum tersebut juga dimanfaatkan secara optimal untuk menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan yang langsung dirasakan oleh warga.

Dalam kesempatan emas itu, Suharto secara spontan menunjukkan kepedulian sosialnya yang tinggi terhadap kondisi riil warganya. Beliau menyalurkan langsung bantuan paket sembako beserta sejumlah uang tunai kepada warga di Kelurahan Padang Serai yang dinilai paling layak dan membutuhkan intervensi bantuan.

Penyerahan bantuan paket bahan pokok dan santunan tunai tersebut diserahkan secara simbolis dan langsung sesaat setelah sesi dialog interaktif bersama masyarakat selesai dilaksanakan. Suasana haru dan penuh rasa kekeluargaan tampak jelas menyelimuti lokasi acara saat prosesi pembagian bantuan berlangsung.

Meskipun secara nominal nilai dari bantuan materiil yang diberikan tersebut diakui tidak terlalu besar, Suharto memiliki harapan mendalam atas aksi sosialnya. Beliau berharap bantuan stimulan itu setidaknya dapat sedikit meringankan beban pengeluaran pemenuhan kebutuhan dapur sehari-hari bagi keluarga penerima manfaat.

“Bantuan yang kami bagikan hari ini mungkin nilainya tidak seberapa jika diukur dengan materi, tetapi saya berharap ini bisa benar-benar bermanfaat. Ini murni merupakan bentuk ikatan batin dan kepedulian nyata kami kepada masyarakat yang sedang membutuhkan,” kata Suharto saat diwawancarai awak media.

Dalam sesi dialog reses yang berlangsung komunikatif tersebut, warga Kelurahan Padang Serai tampak sangat antusias menyampaikan berbagai macam usulan strategis. Ragam usulan yang mencuat di antaranya didominasi oleh program pemberdayaan ekonomi mikro, permohonan fasilitas pelatihan kerja, hingga usulan infrastruktur pembangunan lingkungan pemukiman.

Mendengar rentetan masukan penting tersebut, Suharto dengan tegas menyatakan komitmen politiknya di hadapan forum warga. Beliau menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi yang telah dicatat secara resmi akan menjadi bahan perjuangan prioritas di meja pembahasan DPRD Provinsi Bengkulu.

“Saya sangat ingin melihat masyarakat di Kecamatan Kampung Melayu ini terus memiliki semangat yang tinggi dalam berusaha. Kalau ada inisiatif kreatif dari warga untuk membangun ekonomi mandiri, tentu hal itu harus kita dukung secara bersama-sama agar usahanya bisa terus berkembang maju,” ujarnya memotivasi.

Pewarta: Man

Kasus dugaan penipuan jual beli mobil Tri cahyono: Kuasa hukum sebut murni Wanprestasi perdata

Foto: Suasana sidang kedua kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual-beli mobil dengan terdakwa Tri Cahyono yang digelar di ruang sidang Pengadilan Tinggi Bengkulu

News-raflesia-indonesia, Bengkulu – Sidang kedua kasus dugaan penipuan dan penggelapan dalam transaksi jual-beli mobil yang menjerat Tri Cahyono resmi digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu pada Rabu, (15/7). Persidangan ini menjadi perhatian publik setelah pihak penasihat hukum terdakwa angkat bicara mengenai duduk perkara yang sebenarnya.

Kuasa hukum Tri Cahyono, Ida Elif Nurmalia, S.H., menyatakan bahwa pihaknya secara sengaja tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Menurut Ida, permasalahan yang menjerat kliennya tersebut pada dasarnya merupakan masalah murni wanprestasi perdata. Oleh sebab itu, tim kuasa hukum memilih untuk langsung melakukan upaya pembantahan pada pokok perkara demi meluruskan fakta di persidangan.

Lebih lanjut, Ida menilai bahwa orang yang mengaku sebagai korban dalam perkara ini sebenarnya tidak mengalami kerugian materiil apa pun. Harapan tim kuasa hukum melalui berjalannya proses hukum ini adalah agar pokok perkara dapat dibedah secara terang benderang sesuai fakta yang ada di lapangan. Mereka ingin memastikan hak-hak kliennya dapat terpenuhi dan dilindungi dengan baik selama proses persidangan.

Ida juga menegaskan bahwa timnya tidak akan ragu untuk menghadirkan bukti-bukti yang kuat dan sebenarnya dalam persidangan mendatang agar kasus ini terungkap secara objektif. Ia juga menyampaikan Untuk agenda sidang berikutnya pada hari Rabu minggu depan, pihak kuasa hukum telah menjadwalkan kehadiran saksi-saksi meringankan. Bersamaan dengan itu, mereka akan melampirkan alat-alat bukti yang kebenarannya sudah kami buktikan dan segera didaftarkan ke majelis hakim.

Di sisi lain, Shinta Damayanti, S.H., selaku kuasa hukum Tri Cahyono lainnya, mengungkapkan sejumlah fakta penting yang berhasil terungkap dalam persidangan hari ini. Shinta memaparkan bahwa hubungan hukum yang lahir antara Fajran Awali dengan terdakwa Tri Cahyono sepenuhnya adalah hubungan keperdataan yang semerta-merta dimasukkan ke ranah pidana. Seluruh bukti transaksi tersebut sejatinya sudah dibeberkan secara transparan di dalam ruang persidangan.

Lebih lanjut Shinta menjelaskan, Berdasarkan fakta persidangan, terdapat transaksi tukar tambah kendaraan berupa mobil CRV dengan Fortuner antara Tri Cahyono dan Fajran Awali. Kedua belah pihak sebelumnya telah menyepakati harga kendaraan, mekanisme pembayaran nilai tukar tambah, uang muka “DP”, hingga proses pelunasan melalui pembiayaan, leasing yang seluruhnya ditanggung oleh Tri Cahyono. Keterangan saksi di persidangan juga menambahkan bahwa proses variasi kendaraan Fortuner tersebut dibiayai atas kepentingan bersama oleh kedua belah pihak.

Shinta juga mengatakan Keterlibatan perusahaan pembiayaan dalam proses pengalihan kendaraan ini menegaskan bahwa perkara tersebut murni bersumber dari transaksi keperdataan, ditambah tidak terbuktinya unsur niat jahat, mens rea dari Tri Cahyono. Atas dasar fakta-fakta kuat ini, tim penasihat hukum berencana mengajukan permohonan penangguhan penahanan menjadi tahanan kota bagi terdakwa.

Sebagai penutup, Shinta menegaskan di hadapan awak media bahwa hukum pidana seharusnya menjadi upaya terakhir, ultimum remedium yang hanya digunakan apabila unsur pidana benar-benar telah terpenuhi.

Pewarta: Man

 

 

error: Content is protected !!