banner 1000x350

Redaksi

1020 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Wujud transparansi zakat: BAZNAS Bengkulu salurkan Rp60 juta dan kawal langsung pembangunan rumah korban kebakaran

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Wujud nyata transparansi penyaluran zakat kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu. Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, H. Yulkamra, S.Pd.I., M.Pd., turun langsung ke lokasi musibah kebakaran di Kelurahan Ujan Mas, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, pada Minggu (1/11). Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan pembangunan kembali rumah warga yang ludes terbakar pada 18 Oktober 2026 lalu.

Bantuan yang disalurkan dalam kegiatan sosial ini ditujukan kepada dua kepala keluarga penerima manfaat, yakni Pak Gatot dan Ibu Ulan. Total dana yang dikucurkan BAZNAS Provinsi Bengkulu mencapai Rp60.000.000 (Enam Puluh Juta Rupiah). Dari jumlah tersebut, masing-masing korban menerima alokasi sebesar Rp30 juta, dengan rincian Rp25 juta dalam bentuk paket bahan bangunan dan Rp5 juta sisanya diserahkan secara tunai untuk membiayai upah para tukang.

Proses penyerahan bantuan dilakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh berbagai unsur pemerintahan serta elemen masyarakat setempat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Lurah Ujan Mas, perangkat desa dan kelurahan, Ketua BPD, Ketua RT, Ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga jajaran BAZNAS dan keluarga korban. Kehadiran para pihak ini menegaskan bahwa setiap rupiah dana zakat dikelola dan disalurkan secara transparan, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik.

Keistimewaan penyaluran bantuan kali ini tidak berhenti pada seremonial penyerahan secara simbolis di lokasi bekas kebakaran semata. Demi memastikan komitmen transparansi dan ketepatan sasaran, Ketua BAZNAS H. Yulkamra bersama Lurah dan perangkat desa melangkah lebih jauh dengan mendampingi langsung Pak Gatot serta Ibu Ulan menuju toko bangunan setempat.

Sesampainya di toko bangunan, Ketua BAZNAS melunasi secara langsung seluruh biaya pembelian material yang dibutuhkan korban, mulai dari semen, pasir, batu bata, besi, hingga bahan bangunan lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan benar-benar terwujud dalam bentuk fisik bangunan tanpa ada potensi penyalahgunaan dana. Dalam sela-sela penyerahan, Yulkamra menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program “Bantu Rakyat” yang diusung Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersumber dari amanah ASN dan muzaki.

Suasana haru dan penuh rasa syukur tak terbendung dari para korban yang menerima bantuan pembangunan rumah tersebut. Pak Gatot, salah satu korban musibah kebakaran, menyampaikan apresiasi mendalam dengan suara bergetar kepada jajaran BAZNAS, Gubernur Bengkulu, serta aparatur pemerintah setempat yang telah peduli dan mendampingi proses pemulihan tempat tinggal mereka dari awal hingga akhir.

Senada dengan Pak Gatot, Ibu Ulan juga mengutarakan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian besar yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Bengkulu beserta seluruh donatur. Bantuan ini menjadi tumpuan harapan besar bagi keluarganya untuk dapat segera bangkit dari masa sulit dan kembali mendiami hunian yang layak, aman, serta nyaman untuk masa depan.

Kisah haru pasutri lansia Ujan Mas: BAZNAS Bengkulu salurkan sembako dan siapkan bantuan medis

KEPAHIANG — Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, H. Yulkamra, S.Pd.I., M.Pd., menyambangi kediaman pasangan suami istri lanjut usia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di Desa Ujan Mas, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, pada Minggu (1/11). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus respons cepat BAZNAS terhadap kondisi warga yang membutuhkan ulur tangan di daerah tersebut.

Pasangan suami istri lansia tersebut adalah Ibu Lili Suryani dan Bapak Rasik yang kini hidup berdua saja di sebuah rumah sederhana. Kondisi kesehatan keduanya sangat memprihatinkan, di mana Ibu Lili Suryani perempuan kelahiran 1971 mengalami kelumpuhan sejak tiga tahun terakhir dan hanya bisa terbaring pasrah di atas kasur tanpa mampu beraktivitas normal.

Sementara itu, Bapak Rasik juga harus berjuang menghadapi keterbatasan fisik akibat penyakit katarak yang diindapnya selama dua tahun terakhir. Tak hanya gangguan penglihatan, ia juga tidak bisa berdiri dengan tegak akibat rasa sakit yang parah pada bagian punggungnya, sehingga aktivitas sehari-hari di rumah menjadi sangat terbatas.

Saat berhadapan langsung dengan Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu di kediamannya, Bapak Rasik menyampaikan permohonan bantuan secara tulus. Ia berharap dapat memperoleh alat bantu jalan berupa tongkat kaki empat untuk menyangga tubuhnya saat berdiri, serta memohon bantuan pengobatan medis agar katarak pada matanya dapat segera ditangani.

Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, H. Yulkamra, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan dalam aksi sosial ini merupakan amanah yang bersumber dari zakat para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta muzaki di wilayah Bengkulu. Ia menyampaikan bahwa BAZNAS bertindak penuh sebagai pengelola yang bertugas menyalurkan zakat tersebut secara tepat sasaran, akuntabel, dan transparan kepada warganya yang berhak.

Sebagai penanganan awal, Yulkamra menyerahkan dua paket sembako dari program BAZNAS Bantu Rakyat untuk memenuhi kebutuhan pokok harian pasutri tersebut. Sementara itu, untuk pengadaan tongkat kaki empat dan fasilitas pengobatan katarak bagi Bapak Rasik, BAZNAS berjanji akan segera memprosesnya sesegera mungkin setelah seluruh kelengkapan administrasi selesai dipenuhi.

Melihat kondisi memprihatinkan yang dialami oleh Ibu Lili Suryani dan Bapak Rasik, BAZNAS Bengkulu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan dermawan untuk turut membuka mata dan mengulurkan bantuan. Harapannya, kepedulian bersama ini dapat meringankan beban hidup serta mempercepat proses pemulihan kesehatan pasangan lansia tersebut.

Satgas Kepolisian operasi damai Cartenz ungkap fakta di balik dua video kekerasan, Masyarakat Diimbau waspadai propaganda KKB

PAPUA, Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial, khususnya konten yang berkaitan dengan situasi keamanan di Papua. Imbauan ini disampaikan menyusul beredarnya dua video kekerasan yang diklaim sebagai peristiwa terbaru oleh kelompok bersenjata, namun berdasarkan hasil penelusuran Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026, kedua rekaman tersebut merupakan dokumentasi kejadian lama yang kembali disebarkan dengan narasi berbeda.

Hasil penelusuran tersebut mengungkap adanya upaya membangun ketakutan di tengah masyarakat melalui penyebaran rekaman kekerasan yang disertai klaim dan ancaman tertentu. Konten tersebut dinilai berpotensi menimbulkan keresahan serta memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.

Video pertama berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap tiga perempuan yang diklaim terjadi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat (30/10/2026). Kelompok TPNPB-OPM menyebut rekaman tersebut sebagai hukuman terhadap orang yang dituduh sebagai intelijen militer sekaligus bentuk balas dendam atas kematian anggota kelompok mereka.

Namun, berdasarkan hasil identifikasi tim Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026, rekaman tersebut diketahui telah lebih dahulu diunggah melalui media sosial Facebook pada Maret 2025. Dengan demikian, klaim yang menyebut kejadian dalam video tersebut berlangsung pada akhir Oktober 2026 tidak sesuai dengan hasil penelusuran kepolisian.

Sementara itu, video kedua berdurasi 31 detik disebarkan oleh kelompok Kodap III Ndugama Derakma dengan narasi pembunuhan seorang sopir lintas Wamena-Nduga yang dituduh membawa pasokan logistik TNI. Peristiwa yang diklaim terjadi pada akhir Maret tersebut juga kembali dikaitkan dengan ancaman terhadap masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), tenaga medis, dan warga pendatang agar meninggalkan wilayah tertentu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T, menjelaskan bahwa kepolisian telah melakukan penelusuran terhadap kedua rekaman tersebut untuk memastikan fakta di balik informasi yang beredar.

“Kedua video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB,” tegas Kasatgas Humas saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).

Lebih lanjut, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi, peristiwa pembunuhan pengemudi yang menjadi materi video kedua sebenarnya terjadi pada 20 April 2026. Korban diketahui bernama Robert Terry alias Sula, bukan Regeny Jems Patty sebagaimana narasi yang disebarkan kelompok tersebut.

Ia menilai penyebaran kembali rekaman lama dengan identitas dan waktu kejadian yang berbeda merupakan bentuk provokasi yang dapat memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Ini adalah bentuk provokasi influencer mereka Sebby Sambom agar masyarakat takut. Tindakan ini murni mencari perhatian dan propaganda murahan,” ujar Kasatgas Humas.

Menurut Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T, penyebaran konten tersebut perlu disikapi secara bijak karena informasi yang tidak terverifikasi dapat memperbesar keresahan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan video yang belum diketahui kebenaran sumber dan waktu kejadiannya.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan Papua tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah pengamanan di lapangan, tetapi juga melalui penelusuran informasi yang berpotensi memicu ketakutan dan keresahan publik.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, menjalankan aktivitas seperti biasa, serta mengutamakan informasi dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila menemukan konten mencurigakan yang berkaitan dengan situasi keamanan, warga diimbau untuk melakukan verifikasi dan melaporkannya kepada aparat berwenang.

Melalui langkah tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang informasi tetap sehat, tidak mudah terprovokasi, dan terus mendukung terciptanya situasi Papua yang aman, damai, serta kondusif. rls

Stafsus Menag Tegaskan Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Belum Berizin, Dukung Penegakan Hukum Transparan

Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah, belum memiliki izin operasional sebagai pondok pesantren dan tidak tercatat dalam sistem pendataan resmi Kemenag.

Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan kepolisian terkait kasus tersebut. Ia menegaskan, proses hukum yang berjalan merupakan upaya penindakan terhadap dugaan tindak pidana, bukan bentuk kriminalisasi terhadap lembaga pendidikan pesantren.

“Kami mendukung penuh proses penegakan hukum yang dilakukan Polri secara profesional, proporsional, dan transparan. Penanganan perkara ini harus dilihat sebagai upaya penegakan hukum, bukan kriminalisasi terhadap pondok pesantren,” ujar Gugun, Minggu (1/11/2026).

Gugun menjelaskan, berdasarkan hasil verifikasi Kemenag, lembaga Hamalatul Qur’an di Sukoharjo belum terdaftar dan tidak memiliki izin operasional pesantren. Sementara itu, lembaga di Karanganyar diketahui berstatus Rumah Qur’an Gratis yang juga belum mengantongi izin operasional pondok pesantren.

Di sisi lain, Gugun menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak-anak yang berada di lokasi menjadi perhatian utama. Kemenag berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk memastikan pendampingan serta pemenuhan hak pendidikan dan kondisi psikologis para santriwati.

“Apapun status lembaganya, hak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan layak serta perlindungan harus tetap menjadi prioritas. Kami memastikan pendampingan dilakukan agar anak-anak dapat kembali kepada keluarga dan melanjutkan pendidikan Al-Qur’an di lembaga resmi,” jelasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang berlangsung sekaligus memastikan anak-anak tidak terdampak persoalan hukum yang melibatkan orang dewasa. rls

Gus Kikin ajak masyarakat jaga Sukoharjo tetap kondusif dan tak terprovokasi

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Sukoharjo – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengajak masyarakat di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi menyusul perkembangan kasus perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah serta penggeledahan sejumlah lokasi yang disebut sebagai Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an.

Gus Kikin mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku tanpa menimbulkan ketegangan maupun perpecahan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai persoalan hukum ini berkembang menjadi ketegangan di tengah masyarakat,” ujar Gus Kikin, Minggu (1/11/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Gus Kikin meminta seluruh pihak mengedepankan dialog dan tidak mengambil tindakan sendiri dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan melalui dialog dan jalan hukum. Tidak boleh ada yang hakim utama sendiri. Kita harus menjaga agar masyarakat tetap rukun, saling menghormati, dan tidak terpecah belah,” tuturnya.

Selain itu, Gus Kikin meminta kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, adil, dan transparan. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus tetap memperhatikan hak-hak warga negara, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan.

“Kalau ada yang melanggar hukum, proses sesuai hukum. Kalau ada tindakan aparat yang dipersoalkan, periksa secara terbuka sesuai prosedur. Semua harus mendapatkan perlakuan yang adil. Jangan sampai ada pihak yang tidak bersalah ikut dirugikan,” jelasnya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Gus Kikin meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo mengumpulkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait guna membangun komunikasi serta mencegah kesalahpahaman.

“Saya minta PCNU Sukoharjo sore ini mengundang para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama. Bangun komunikasi yang baik. Kita ajak semua pihak menahan diri, menjaga suasana tetap sejuk, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula dari pembakaran dan perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada Sabtu (12/9). Warung yang menjual makanan nonhalal tersebut diketahui telah memiliki izin usaha, meskipun sebelumnya mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.

Kepolisian kemudian melakukan penyidikan dan menangkap seorang tersangka pada Senin (19/10). Dalam pengembangan penyidikan, polisi melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar pada Selasa (27/10) yang diduga berkaitan dengan keberadaan seorang buronan.

Gus Kikin berharap seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan perkara berdasarkan fakta dan bukti. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun memberikan stigma terhadap kelompok atau lembaga tertentu.

“Yang kita jaga bukan hanya keamanan hari ini, tapi juga persaudaraan untuk masa depan. Jangan sampai persoalan ini merusak kerukunan yang selama ini sudah terbangun dengan baik,” pungkasnya.

Gebrakan FOKAL IMM Bengkulu: Himpun potensi alumni untuk kemajuan daerah

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Bengkulu resmi dikukuhkan pada Sabtu (31/10/2026). Pengukuhan yang berlangsung di Aula Hasan Din, Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu oleh Ketua Umum FOKAL IMM, Prof. Dr. Ma’mun Murod Al Barbasy, M.Si.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu, Dr. Fazlur Hamidy, MH, Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Susiyanto, M.Si., jajaran pimpinan PWM Bengkulu, unsur Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Bengkulu, mantan Anggota DPD RI, Dr. Eni Khairani, M.Si., serta DPD IMM Bengkulu.

Dalam sambutannya, Prof. Ma’mun Murod menegaskan bahwa FOKAL IMM memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan perjuangan kader dan alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Menurutnya, alumni IMM tidak boleh kehilangan keterhubungan dengan organisasi yang telah menjadi ruang pembentukan intelektual, kepemimpinan, dan pengabdian mereka.

“FOKAL IMM harus menjadi ruang konsolidasi dan silaturahmi alumni, sekaligus wadah untuk mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan IMM dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Alumni harus tetap memiliki kontribusi nyata, baik bagi persyarikatan maupun bagi masyarakat luas,” ujar Ma’mun.

Sementara itu, Ketua FOKAL IMM Bengkulu, Dr. Soemarno Thoib, M.Pd., menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi alumni IMM di Provinsi Bengkulu. Ia berharap FOKAL IMM dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni lintas generasi dan profesi.

“FOKAL IMM Bengkulu harus menjadi wadah yang mampu menyatukan potensi alumni. Kita memiliki banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang, baik pemerintahan, pendidikan, politik, dunia usaha maupun sektor sosial. Potensi ini perlu dihimpun dan diarahkan agar memberikan kontribusi bagi kemajuan Muhammadiyah dan pembangunan daerah,” ungkap Soemarno.

Ketua PWM Bengkulu, Dr. Fazlur Hamidy, MH, menyambut baik pengukuhan FOKAL IMM Bengkulu. Ia berharap keberadaan organisasi alumni ini dapat memperkuat gerakan dakwah dan perjuangan Muhammadiyah di daerah.

“Alumni IMM merupakan bagian penting dari kekuatan sumber daya manusia Muhammadiyah. Kami berharap FOKAL IMM Bengkulu dapat mengambil peran strategis, menjaga semangat perkaderan, memperkuat sinergi dengan persyarikatan, serta memberikan kontribusi pemikiran dan tindakan nyata bagi umat dan masyarakat,” kata Fazlur.

Sementara Rektor UM Bengkulu, Dr. Susiyanto, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan FOKAL IMM Bengkulu di lingkungan kampus UMB. Ia berharap para alumni IMM dapat terus memberikan sumbangsih pemikiran, pengalaman, dan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah serta kemajuan masyarakat Bengkulu.

Pengukuhan kepengurusan ini sekaligus menandai kepemimpinan baru FOKAL IMM Bengkulu di bawah kepemimpinan Dr. Soemarno Thoib, M.Pd yang akan dibantu Sekretaris Riki Susanto, S.Pd dan Bendahara Dr. Dedi Mustika, MM. Sebelumnya, FOKAL IMM Bengkulu dipimpin oleh Dr. Rahiman Dani, MA, Sekretaris Dr. Ahmad Fauzan, MT dan Bendahara Dr. Dedi Mustika, MM.

Sebagai informasi, Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) merupakan wadah komunikasi, silaturahmi, konsolidasi, dan aktualisasi peran para alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Organisasi ini menjadi ruang berhimpun bagi alumni IMM lintas generasi untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan IMM serta berkontribusi bagi Muhammadiyah, umat, bangsa, dan negara.

error: Content is protected !!