banner 1000x350

Redaksi

849 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Sinergi BI, OJK, dan BSI Bengkulu: Perkuat perlindungan konsumen dan inovasi perbankan syariah di era digital

Sinergi antara Deputi Bank Indonesia, OJK, dan rea Manager PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Adi Putra Maryono, dalam kegiatan edukasi literasi keuangan syariah. bencolen Mall Koata Bengkulu 26/4/2026

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Ekosistem ekonomi syariah di Provinsi Bengkulu terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara otoritas moneter, regulator jasa keuangan, dan pelaku industri perbankan. Dalam forum diskusi terbaru di Bencolen mall kota Bengkulu (26/4) Rangkaian kegiatan Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) 2026, Muhammad Irfan Octama Deputi Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah merupakan mandat penting dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah. Melalui tiga kebijakan utama, moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, BI terus mendorong digitalisasi transaksi seperti QRIS sebagai alat inklusi keuangan yang hijau dan syariah bagi masyarakat Bumi Rafflesia.

Sejalan dengan transformasi digital, Padli Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menyoroti pentingnya POJK Nomor 21 Tahun 2023 yang memberikan ruang bagi perbankan untuk memperluas kemitraan digital. OJK mendapatkan mandat besar melalui UU P2SK untuk melakukan perlindungan konsumen secara menyeluruh, terutama dalam memastikan keamanan sistem informasi dan ketahanan siber. Hal ini menjadi krusial mengingat kompleksitas bisnis penyedia jasa keuangan yang kini semakin bergantung pada teknologi informasi untuk melayani nasabah.

Tantangan perlindungan konsumen di era digital kian nyata dengan maraknya aktivitas keuangan ilegal. Perwakilan OJK Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk selalu memegang prinsip “Legal dan Logis” sebelum berinvestasi. Berdasarkan data hingga Januari 2026, tercatat ribuan laporan investasi ilegal dan pinjaman online (pinjol) ilegal di tingkat nasional. Di Bengkulu sendiri, terdapat puluhan pengaduan investasi dan pinjol ilegal yang menunjukkan bahwa literasi keamanan digital harus terus ditingkatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam skema money games atau penipuan belanja daring.

Menjawab tantangan tersebut, Area Manager PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Adi Putra Maryono, hadir sebagai pelaksana teknis yang siap mengimplementasikan regulasi pemerintah. BSI yang kini bertransformasi menjadi “Imbara Plus” setelah resmi menjadi Persero dan BUMN, menargetkan aset sebesar Rp500 triliun dan laba Rp9 triliun pada tahun 2025. Dengan basis nasabah yang mencapai 24 juta jiwa, BSI berkomitmen menjadi alternatif pilihan utama bagi masyarakat Indonesia yang mendambakan layanan perbankan berbasis syariah dengan kualitas teknologi setara bank konvensional.

Salah satu inovasi unggulan BSI adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Data Driven Management. Manajer BSI Bengkulu mengungkapkan bahwa mereka tidak lagi sekadar menunggu nasabah, melainkan menggunakan data pintar untuk memetakan kebutuhan masyarakat, mulai dari akademisi hingga profesional. Pendekatan berbasis AI ini memungkinkan BSI memberikan solusi keuangan yang lebih personal dan akurat, sekaligus memastikan efisiensi operasional dalam menjangkau ekosistem ekonomi syariah yang lebih luas.

BSI juga memperkenalkan super-app terbarunya, “Bion”, yang mengusung tiga nilai utama: Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung aktivitas harian masyarakat, mulai dari urusan perbankan hingga kegiatan ibadah. Digitalisasi ini diharapkan mampu mengatasi hambatan akses bagi masyarakat daerah, sehingga layanan keuangan syariah dapat dinikmati semudah menggerakkan jari di layar ponsel, sekaligus mempercepat perputaran ekonomi halal di Bengkulu.

Menariknya, BSI kini memposisikan diri sebagai Bullion Bank atau Bank Emas. Filosofi investasi emas disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sebagai “bantalan” terhadap inflasi. BSI memberikan edukasi bahwa nilai emas jauh lebih stabil dibandingkan mata uang dalam jangka panjang. Melalui kerja sama dengan Antam dan Hartadinata, BSI kini menyediakan produk emas murni 24 karat bersertifikat SNI yang dapat dibeli mulai dari 0,02 gram melalui aplikasi Bion, menjadikannya sangat terjangkau bagi generasi muda.

Dalam hal perlindungan konsumen, BSI telah menyiapkan kanal pengaduan yang responsif seperti tanya “Aisyah” (chatbot), pusat panggilan 14040, hingga manajemen penanganan keluhan yang terintegrasi. BSI menyadari bahwa keamanan nasabah adalah prioritas, terutama saat menghadapi potensi transaksi mencurigakan. Dengan sistem ini, nasabah bank syariah mendapatkan jaminan perlindungan data pribadi dan keamanan transaksi yang sesuai dengan standar ketahanan siber yang ditetapkan oleh OJK.

Kontribusi perbankan syariah di Bengkulu juga mencakup penyediaan produk yang relevan untuk setiap tahapan usia, mulai dari awal karier (usia 23 tahun) hingga masa pensiun (55 tahun). Dengan adanya leveling produk yang jelas, masyarakat dapat merencanakan masa depan finansial mereka dengan lebih tertata. Kehadiran perbankan syariah bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal mengedukasi masyarakat mengenai keberkahan dan keadilan dalam setiap transaksi ekonomi yang dilakukan.

Sebagai penutup, sinergi antara kebijakan moneter BI, pengawasan ketat OJK, dan inovasi layanan BSI diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan syariah yang sehat dan terpercaya. Kepercayaan publik yang kuat akan menjadi modal sosial bagi Bengkulu untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah baru. Dengan literasi yang baik dan perlindungan konsumen yang terjamin, transformasi digital perbankan syariah akan membawa kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

pewarta: Man

Kawal isu kemanusiaan di era digital, Kanwil Kemenkumham dan JMSI Bengkulu gelar seminar perlindungan HAM

Ketua JMSI Bengkulu, Dedy HP, saat memberikan keterangan terkait persiapan seminar "Peran Media Siber dalam Mendorong Perlindungan HAM di Era Digital" yang akan digelar di Hotel Mercure Bengkulu pada Senin mendatang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Kanwil HAM Bengkulu dan JMSI untuk meningkatkan kapasitas insan pers dan ASN Kehumasan.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Menjawab tantangan arus informasi di jagat maya, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Bengkulu bersinergi dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu siap menghelat seminar krusial. Mengangkat tema “Peran Media Siber dalam Mendorong Perlindungan HAM di Era Digital”, kolaborasi ini bertujuan memperkuat fondasi jurnalistik yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Agenda strategis tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 April 2026, di Hotel Mercure Bengkulu.

Seminar ini dirancang sebagai wadah edukasi sekaligus pengawasan terhadap berbagai isu HAM yang kerap bersinggungan dengan teknologi informasi. Dalam pesatnya perkembangan dunia siber, media dituntut tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga ketepatan dalam mengawal hak-hak dasar publik. Melalui forum ini, diharapkan muncul kesamaan pandangan mengenai pentingnya ruang digital yang aman, inklusif, dan bebas dari narasi yang mencederai martabat manusia.

Ketua JMSI Bengkulu, Dedy HP, menekankan bahwa media siber memegang kunci utama sebagai penyampai informasi yang akurat dan berimbang. Menurutnya, perspektif HAM harus menjadi napas dalam setiap karya jurnalistik agar arus informasi tidak menjadi liar dan tetap memiliki tanggung jawab moral. Kecepatan berita di era modern harus diimbangi dengan ketaatan pada kode etik serta kepekaan terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh pemberitaan tersebut.

“Media siber tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam mendorong perlindungan serta pemenuhan HAM. Oleh karena itu, seminar ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas insan pers di Bengkulu,” ujar Dedy dalam keterangan resminya. Ia meyakini bahwa jurnalis yang memiliki pemahaman kuat tentang HAM akan mampu menghasilkan konten yang lebih edukatif bagi masyarakat luas.

Lebih lanjut, kolaborasi antara Kanwil HAM dan JMSI ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan media sebagai pilar keempat demokrasi. Sinergi ini menjadi krusial untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dengan adanya pemahaman yang selaras, potensi pelanggaran HAM di ruang digital, seperti perundungan siber maupun diskriminasi informasi, diharapkan dapat ditekan secara signifikan melalui pemberitaan yang mencerahkan.

Acara ini akan menghadirkan panel narasumber yang kompeten, mulai dari praktisi media kawakan, akademisi, hingga perwakilan pemerintah yang membidangi urusan hukum dan hak asasi. Selain jurnalis, peserta seminar juga menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dari bagian Kehumasan di lingkungan Provinsi Bengkulu. Pelibatan ASN Kehumasan dinilai penting agar informasi publik yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah juga selaras dengan prinsip-prinsip perlindungan HAM dan transparansi informasi.

Melalui seminar di Hotel Mercure ini, Bengkulu berupaya menjadi pelopor dalam mendorong media siber yang berintegritas dan peduli pada isu kemanusiaan. Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk kebijakan redaksional maupun pola komunikasi publik yang lebih humanis. Dengan semangat kebersamaan antara JMSI dan Kanwil HAM, masa depan ruang digital di Bengkulu diproyeksikan akan semakin matang dan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam hal pengawasan hak asasi di dunia siber.

pewarta: Man

Optimisme kemenangan, BPD HIPMI Bengkulu all out kawal Ade jona prasetyo nomor urut 2

BPD HIPMI Bengkulu, bersama jajaran pengurus saat mendampingi Ade Jona Prasetyo dalam acara pengambilan nomor urut Calon Ketua Umum BPP HIPMI 2026-2029 di Jakarta. Ade Jona resmi mendapatkan nomor urut 2, yang disambut sebagai simbol kemenangan oleh seluruh pendukung.

news-raflesia-indonesia, JAKARTA – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu menunjukkan soliditas tanpa batas dalam mengawal Ade Jona Prasetyo menuju kursi Ketua Umum BPP HIPMI masa bakti 2026–2029. Dukungan ini kian nyata saat jajaran pengurus HIPMI Bengkulu hadir langsung mendampingi prosesi pengambilan nomor urut di Jakarta pada Sabtu (25/4/2026). Dalam pengundian tersebut, Ade Jona resmi mendapatkan nomor urut 2, yang seketika disambut gemuruh optimisme oleh para pendukung sebagai simbol kemenangan dan keberlanjutan.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan bahwa nomor urut dua bukan sekadar angka, melainkan simbol sinergi dan keseimbangan yang sangat identik dengan semangat persatuan. Baginya, kehadiran pengurus Bengkulu secara langsung di Jakarta merupakan bukti komitmen “all out” dalam memastikan visi Ade Jona Prasetyo dapat terwujud di level nasional. Soliditas ini menjadi sinyal kuat bahwa Bumi Rafflesia satu suara untuk membawa perubahan positif bagi pengusaha muda di seluruh pelosok Indonesia.

Bagi HIPMI Bengkulu, Ade Jona Prasetyo adalah figur yang memiliki kapasitas mumpuni untuk menjembatani kepentingan pengusaha daerah dengan kebijakan nasional. Karakter kepemimpinan Ade Jona yang dikenal inklusif dan solutif dianggap sangat relevan dengan tantangan ekonomi saat ini. Penyerahan rekomendasi dukungan sebelumnya yang telah melalui mekanisme resmi organisasi kini semakin diperkuat dengan kehadiran fisik pengurus dalam setiap tahapan krusial menuju Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI 2026.

Dukungan yang kian solid dari Bengkulu ini diprediksi akan menjadi motor penggerak bagi daerah-daerah lain di wilayah Sumatera. Yosia Yodan menyebutkan bahwa pergerakan ini didasari oleh keyakinan bahwa di bawah kepemimpinan Ade Jona, HIPMI akan menjadi organisasi yang lebih modern namun tetap memegang teguh nilai kekeluargaan. Momentum pengambilan nomor urut ini dijadikan titik start untuk memperluas konsolidasi dan memperkuat basis massa di berbagai forum koordinasi antar-BPD di seluruh Indonesia.

Selaku Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia juga melihat nomor dua sebagai angka keberuntungan yang melambangkan “Victory” (Kemenangan) serta simbol perdamaian. Ia meyakini nomor ini akan memudahkan proses sosialisasi gagasan Ade Jona kepada pemilik suara di Munas nanti. Strategi komunikasi yang dibangun akan difokuskan pada penguatan ekosistem kewirausahaan yang mandiri, selaras dengan semangat Ade Jona untuk menjadikan HIPMI sebagai garda terdepan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Kehadiran jajaran tokoh penting HIPMI Bengkulu di Jakarta juga menjadi sarana diplomasi organisasi untuk mempererat hubungan antar-daerah. Melalui momentum ini, Bengkulu menegaskan bahwa mereka tidak hanya menjadi penonton dalam kontestasi nasional, tetapi menjadi pemain kunci yang menentukan arah masa depan HIPMI. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan menjadi modal utama bagi Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo untuk terus melaju dengan penuh percaya diri menghadapi Munas yang kian dekat.

Harapan besar kini tertuju pada pelaksanaan Munas HIPMI 2026 agar berjalan dengan demokratis dan melahirkan pemimpin yang mampu membawa aspirasi pengusaha muda dari daerah ke panggung global. Dengan nomor urut 2 di tangan, Ade Jona Prasetyo bersama BPD HIPMI Bengkulu siap mengawal transisi kepemimpinan ini dengan penuh integritas. Kemenangan Ade Jona diharapkan menjadi kemenangan bagi seluruh pengusaha muda Indonesia yang mendambakan sinergitas dan kemajuan ekonomi yang berkeadilan.

pewarta: Man

Disiplin finansial kuat, Hutama Karya cetak laba Rp464 miliar di triwulan I 2026

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyampaikan paparan kinerja laba bersih konsolidasi Triwulan I 2026 dalam forum evaluasi strategis di Jakarta. Hutama Karya berhasil melampaui target laba sebesar 172,49% melalui penguatan segmen jalan tol dan disiplin finansial.

news-raflesia-indonesia, JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) menunjukkan performa kewangan yang sangat memberangsangkan pada awal tahun 2026. Syarikat milik negara (BUMN) ini berjaya membukukan laba bersih konsolidasi sebanyak Rp464 bilion pada Triwulan I 2026. Pencapaian ini melonjak drastik sehingga 172,49 peratus berbanding sasaran asal dalam Rancangan Kerja dan Anggaran Syarikat (RKAP) bagi tempoh yang sama iaitu sebanyak Rp269 bilion.

Kejayaan cemerlang ini diumumkan secara rasmi pada 25 April 2026, berikutan hasil penilaian prestasi dalam Rapat Koordinasi Bulanan yang diadakan pada 21 April di Jakarta. Pertumbuhan positif ini dicapai melalui strategi disiplin kawalan kos yang ketat serta pengukuhan dalam segmen pengoperasian jalan tol. Di tengah dinamika pasaran global yang mencabar, Hutama Karya membuktikan ketahanan model perniagaannya yang semakin matang.

Terdapat dua penyumbang utama di sebalik lonjakan keuntungan ini. Segmen pengoperasian jalan tol mencatatkan Earnings After Tax (EAT) sebanyak Rp333 bilion, manakala anak syarikatnya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), menyumbang sebanyak Rp167 bilion. Gabungan prestasi ini bukan sahaja melepasi sasaran tahunan syarikat, tetapi juga menunjukkan peningkatan yang konsisten berbanding prestasi tempoh yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp448 bilion.

Dari aspek kedudukan kewangan, asas perniagaan Hutama Karya dilihat semakin kukuh dengan jumlah aset konsolidasi mencecah Rp189,84 trilion. Kekuatan ini turut disokong oleh kedudukan ekuiti yang stabil, membolehkan syarikat terus memacu pembangunan infrastruktur strategik di Indonesia. Pengurusan syarikat menegaskan bahawa disiplin kewangan akan terus menjadi tonggak utama dalam mengekalkan momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026.

Sebagai sebahagian daripada Danantara, Hutama Karya kini memfokuskan peranan strategik dalam menyokong visi pembangunan infrastruktur nasional. Dengan kolaborasi bersama enam anak syarikat, termasuk PT Hakaaston (HKA) dan PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), syarikat komited untuk memastikan operasi dan penyelenggaraan jalan tol berjalan pada tahap kecekapan tertinggi bagi memberikan perkhidmatan terbaik kepada masyarakat luas.

Transformasi digital dan inovasi dalam proses konstruksi turut menjadi pemacu di sebalik kecekapan kos yang dicapai oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Langkah ini membolehkan syarikat mengurangkan pembaziran sumber sambil mengekalkan kualiti projek infrastruktur yang sedang dibangunkan. Keupayaan ini menjadi bukti bahawa sinergi antara induk dan anak syarikat berfungsi dengan sangat efektif dalam mencapai sasaran korporat yang telah ditetapkan.

Menuju baki tahun 2026, Hutama Karya optimis dapat mengekalkan prestasi ini dengan memfokuskan kepada penyelesaian projek-projek strategik mengikut jadual. Melalui pengurusan risiko yang teliti dan pengukuhan tadbir urus korporat, syarikat menyasarkan untuk terus memberikan sumbangan signifikan kepada ekonomi negara. Pencapaian di awal tahun ini diharapkan menjadi pemangkin semangat bagi seluruh kakitangan untuk mencapai sasaran akhir tahun yang lebih mencabar.

Dorong ekosistem halal, BI Bengkulu gelar BERKAH x FLEKSI 2026 di Bencoolen mall

penyerahan, wakaf produktif senilai lebih dari Rp100 juta, dan bantuan program sosial dengan nilai yang signifikan, mencapai lebih dari Rp500 juta diserahkan oleh Bank Indonesia Provinsi Bengkulu 24/04/2026

news-raflesia-indonesia, BENGKULU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu resmi membuka gelaran Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) yang disandingkan dengan Festival Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah (FLEKSI) 2026. Acara yang dipusatkan di Atrium Bengkulu Indah Mall (BIM) ini berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2026. Agenda tahunan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Bengkulu dalam peta ekonomi syariah nasional, sekaligus menjadi ajang kurasi bagi UMKM lokal menuju level regional Sumatera.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara instansi vertikal, perbankan, dan pemerintah daerah. Acara ini dihadiri oleh jajaran Muspida, perwakilan Korem 041/Gamas, Lanal Bengkulu, Kejaksaan Tinggi, hingga Pengadilan Tinggi. Hadir pula pimpinan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Ali Sakti, serta Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. Ridwan Nurazi, yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan literasi ekonomi syariah di Bumi Rafflesia.

Wahyu Yuwana menyatakan bahwa BERKAH 2026 bukan sekadar seremoni, melainkan wadah kolaborasi untuk memastikan ekonomi konvensional dan syariah berjalan beriringan guna menjaga stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi. Salah satu fokus utama tahun ini adalah percepatan sertifikasi halal, termasuk pelatihan juru sembelih halal (Juleha) dan fasilitasi sertifikasi untuk komoditas pangan masyarakat. Langkah ini diambil guna menjamin masyarakat mendapatkan akses terhadap konsumsi yang tidak hanya halal, tetapi juga thoyyiban (baik dan berkualitas).

Selain edukasi, perhelatan ini menjadi ajang kompetisi yang kompetitif. Para pemenang perlombaan dalam rangkaian BERKAH 2026 nantinya akan dikirim mewakili Provinsi Bengkulu ke tingkat regional dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera yang akan digelar di Palembang, hingga puncaknya di ajang internasional Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta. Hal ini menjadi motivasi besar bagi para praktisi dan pelaku ekonomi syariah daerah untuk menunjukkan kualitas gagasan dan produk mereka di level yang lebih tinggi.

Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Kabiro Ekonomi,Hendra Gunawan, S.E., M.Si turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Bank Indonesia. Mengingat lebih dari 87 persen penduduk Indonesia adalah Muslim, potensi ekonomi syariah dipandang sebagai modal sosial yang luar biasa besar. Sektor-sektor unggulan seperti makanan dan minuman halal, fashion muslim melalui Talkshow Wastra, hingga pariwisata ramah muslim menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membangun sistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam tinjauan ke area pameran, pengunjung dapat menjumpai berbagai stand dari pesantren binaan Bank Indonesia yang memamerkan produk unggulan seperti hidroponik, air minum dalam kemasan, telur ayam, hingga kopi berkualitas. Tak hanya produk fisik, booth layanan perbankan syariah juga hadir memberikan fasilitasi layanan keuangan dan edukasi langsung kepada masyarakat. Kehadiran pesantren-pesantren ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan agama kini telah bertransformasi menjadi pilar kemandirian ekonomi daerah.

Sisi kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi umat juga nampak melalui kegiatan penyerahan wakaf produktif. Dalam waktu singkat, yakni kurang dari tiga minggu, terkumpul wakaf produktif senilai lebih dari Rp100 juta yang disalurkan kepada tiga pesantren untuk mendukung unit usaha produktif mereka. Selain itu, BI Bengkulu juga menyerahkan bantuan program sosial dengan nilai yang signifikan, mencapai lebih dari Rp500 juta, sebagai bentuk dedikasi nyata dalam membangun ekosistem ekonomi pesantren yang berdaya saing.

Talkshow Wastra Bengkulu yang menjadi rangkaian acara juga menarik perhatian banyak pengunjung dan penggiat industri kreatif. Melalui diskusi ini, pelaku usaha didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai syariah dalam industri fashion lokal tanpa menghilangkan identitas budaya daerah. Kolaborasi antara keindahan wastra tradisional dengan prinsip ekonomi halal diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk UMKM Bengkulu di pasar nasional maupun internasional.

Melalui integrasi program BERKAH dan FLEKSI 2026, Bank Indonesia bersama stakeholder terkait berharap dapat menciptakan halal lifestyle yang masif di tengah masyarakat. Dengan penguatan regulasi, peningkatan literasi, dan dukungan insentif bagi pelaku industri halal, Bengkulu optimis mampu menggali potensi ekonomi baru yang dapat mendatangkan lapangan kerja seluas-luasnya. Penutupan acara pada 26 April mendatang diharapkan meninggalkan dampak jangka panjang bagi penguatan struktur ekonomi daerah yang lebih tangguh.

pewarta: Man

Seleksi ketat business competition 2026: 10 finalis siap beradu gagasan di babak final

10 peserta terbaik resmi terpilih untuk melaju ke babak final, dalam ajang Business Competition 2026 kini telah memasuki babak krusial.

news-raflesia-indonesia, BENGKULU – Persaingan ketat dalam ajang Business Competition 2026 kini telah memasuki babak krusial. Setelah melalui proses kurasi yang sangat mendalam dari tim juri profesional, sebanyak 10 peserta terbaik resmi terpilih untuk melaju ke babak final. Para finalis ini dijadwalkan akan mempresentasikan ide bisnis unggulan mereka dalam tahap penentuan yang akan diselenggarakan pada 22 April 2026, bertempat di Two-K Azana Style Hotel Bengkulu.

Proses seleksi tahun ini dikenal sangat kompetitif mengingat banyaknya inovasi yang masuk ke meja panitia. Tim juri tidak hanya melihat permukaan ide, namun membedah setiap proposal dengan memandang banyak pertimbangan teknis. Beberapa indikator utama yang menjadi penentu kelulusan para finalis meliputi kualitas penulisan proposal, orisinalitas gagasan atau ide bisnis, kelayakan anggaran yang diajukan, hingga sejauh mana potensi keberlanjutan bisnis tersebut di masa depan.

Salah satu tokoh pengusaha muda Bengkulu, Dang Ruli, menyampaikan bahwa ajang ini merupakan kawah candradimuka bagi para calon pengusaha sukses. Menurutnya, sepuluh finalis yang berhasil lolos adalah mereka yang mampu menunjukkan peta jalan bisnis yang jelas dan realistis. Kehadiran figur seperti Dang Ruli dalam memberikan dukungan moral menunjukkan bahwa ekosistem kewirausahaan di Bengkulu terus bertumbuh dengan bimbingan dari para mentor yang berpengalaman.

Panitia menegaskan bahwa pemilihan 10 besar ini dilakukan secara objektif dengan menitikberatkan pada potensi pasar yang luas. Bisnis yang terpilih tidak hanya dituntut untuk kreatif secara konsep, tetapi juga harus memiliki fundament keuangan yang masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan. Kelayakan anggaran menjadi poin krusial agar ide yang dipresentasikan nantinya benar-benar bisa diimplementasikan menjadi unit usaha nyata, bukan sekadar teori di atas kertas.

Harapan besar pun digantungkan kepada para peserta terbaik ini. Ajang Business Competition 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni juara semata, melainkan menjadi jembatan bagi lahirnya pengusaha tangguh. Sepuluh finalis ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang nantinya akan menggali berbagai potensi bisnis baru di daerah. Dengan lahirnya unit usaha baru, otomatis akan tercipta lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Bengkulu dan sekitarnya.

10 peserta terbaik resmi terpilih untuk melaju ke babak final, dalam ajang Business Competition 2026 kini telah memasuki babak krusial.

Menjelang babak final di Two-K Azana Style Hotel, para finalis kini tengah melakukan persiapan intensif untuk memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri. Antusiasme para pengusaha muda ini diharapkan mampu memantik semangat inovasi bagi generasi lainnya. Keberhasilan mereka dalam melewati seleksi ketat ini menjadi bukti bahwa anak muda Bengkulu memiliki kapasitas yang mumpuni untuk bersaing dalam kancah dunia usaha yang kompetitif.

pewarta: Man

error: Content is protected !!