Seragam kebanyakan dan buku mahal, Edison simbolon tampung jeritan wali murid

Foto: Anggota komisi IV DPRD provinsi Bengkulu, H. Edison Simbolon, S.Sos., M.Si (tengah), berfoto bersama warga saat setelah menggelar jaring aspirasi (reses) di Hotel Adeeva, Kota Bengkulu 16 juli 2026

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu dari Fraksi Partai Demokrat, Edison Simbolon, sukses menggelar agenda reses guna menjaring aspirasi konstituen. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Adeeva, Kota Bengkulu, Kamis, (16/7)  ini dihadiri oleh ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Bengkulu.

Di hadapan para awak media usai dialog interaktif, Edison menyampaikan bahwa salah satu keluhan mendesak yang paling banyak disuarakan oleh warga adalah terkait kebijakan di sektor pendidikan. ” Masyarakat mengeluhkan beban berat aturan sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bengkulu yang menerapkan sistem enam hari kerja serta kewajiban kepemilikan pakaian seragam hingga mencapai 8 stel.

Menurut Edison, ” kebijakan jumlah seragam yang terlalu banyak tersebut sangat memberatkan karena tingkat kemampuan ekonomi setiap orang tua siswa tidak sama. Bagi keluarga dari kalangan mampu tentu hal ini tidak menjadi persoalan, namun bagi masyarakat kurang mampu, aturan ini menjadi beban ekonomi baru yang sangat berat di awal tahun ajaran.

Selain seragam, masalah pengadaan buku paket sekolah juga menjadi sorotan tajam dalam reses tersebut. Edison menyayangkan adanya larangan penggunaan buku hasil fotokopi bagi siswa, padahal secara isi materi di dalamnya sama persis. Kebijakan wajib membeli buku asli ini dinilai tidak berpihak pada keadilan sosial, karena mayoritas siswa yang memfotokopi buku melakukannya semata-mata akibat ketidakmampuan membeli buku cetak yang asli.

Lebih lanjut, legislator Demokrat ini juga mencatat keluhan warga mengenai sistem pengurusan Jamsostek yang dinilai masih berbelit-belit dan memerlukan sosialisasi lebih Secara luas ke tingkat bawah. Tak hanya itu, sektor infrastruktur perkotaan seperti masalah jalanan di Kota Bengkulu yang kerap tergenang air saat hujan turun akibat buruknya sistem drainase serta ukuran gorong-gorong yang terlalu kecil juga menjadi Catatan Penting yang disampaikan warga.

Edison menegaskan bahwa seluruh poin penting dari aspirasi masyarakat ini akan segera diteruskan dan diperjuangkan kepada pihak eksekutif, khususnya Pemerintah Provinsi Bengkulu, agar bisa diakomodir pada pembahasan APBD. Sementara itu, untuk persoalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bengkulu, pihaknya berkomitmen untuk segera menyampaikannya secara resmi kepada instansi terkait agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Pewarta: Man