Raih gelar S3 usia 27 Tahun, Ahmadianto saputro jadi doktor termuda asal Bengkulu Selatan

DOKTOR MUDA ASAL BENGKULU: Dr. Ahmadianto Saputro, S.H., M.Kn. menunjukkan ijazah kelulusannya saat wisuda di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Pemuda berusia 27 tahun asal Manna, Bengkulu Selatan ini berhasil menuntaskan studi S3 Ilmu Hukum dan siap mengabdikan ilmunya untuk masyarakat serta dunia pendidikan Indonesia.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu Selatan – Ahmadianto Saputro menorehkan prestasi membanggakan bagi dunia pendidikan Bengkulu setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S3 Ilmu Hukum.

Putra Manna, Bengkulu Selatan ini berhasil meraih gelar Doktor pada usia 27 tahun di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Capaian akademik dari putra pasangan H. Suminto dan Hj. Ijariah ini menjadikannya salah satu doktor muda potensial di Indonesia pada tahun 2026.

Anak ketiga dari tiga bersaudara ini mengaku keberhasilannya tidak lepas dari doa orang tua serta ikhtiar maksimal selama menempuh studi.

Perjalanan akademiknya dimulai dari TK Pertiwi II, SDN 5, SMPN 2, hingga menamatkan pendidikan menengah di SMAN 2 Bengkulu Selatan.

Ahmad kemudian melanjutkan kuliah S1 Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan berhasil lulus pada tahun 2022.

Semangat belajarnya berlanjut ke jenjang Magister Kenotariatan (S2) di Unissula Semarang yang diselesaikannya hanya dalam waktu dua tahun.

Tak berhenti di situ, ia langsung menempuh program Doktoral (S3) Ilmu Hukum di kampus yang sama hingga resmi diwisuda pada 2026.

Selama berkuliah, Ahmad mengukir prestasi sebagai Lulusan Terbaik II predikat Cumlaude serta menjuarai lomba pembuatan akta notaris dan PPAT.

Ia juga memperkuat kompetensi hukumnya dengan mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) PERADI Semarang pada tahun 2025.

Selain fokus di bidang akademik, Ahmad aktif di berbagai kegiatan seperti POPDA, pelatihan BPS, hingga sertifikasi juri kuis dan kicau mania.

Bagi Ahmad, gelar S3 yang diraihnya di usia muda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk memberikan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Ke depan, ia bercita-cita berkarier di dunia pendidikan sebagai dosen dan peneliti, serta menargetkan pencapaian gelar Guru Besar.

Ia juga membuka peluang berkontribusi sebagai praktisi, konsultan hukum, konsultan kebijakan publik, hingga saksi ahli di pengadilan.

Ahmad memiliki komitmen untuk rajin menulis buku serta legal opinion guna mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu hukum terbaru.

Dalam jangka panjang, ia ingin mendirikan pusat studi dan riset hukum independen yang berkolaborasi dengan lembaga internasional.

Ilmu hukum yang diperolehnya akan didedikasikan melalui penyuluhan, advokasi, serta bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kisah sukses pemuda asal Bengkulu Selatan ini menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda untuk terus berani bermimpi dan berprestasi.

pewarta: Man