Optimalisasi ekspor CPO, Kpw BI Bengkulu dan Pemprov gelar FGD untuk pastikan pencatatan daerah maksimal

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion/FGD) di Mercure Hotel. Forum ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah strategis dalam mengoptimalkan ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) serta produk turunannya dari Bengkulu.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan bahwa produksi CPO Provinsi Bengkulu memiliki potensi luar biasa yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun. Sebagai langkah peningkatan kualitas dan hasil panen ke depan, Pemprov Bengkulu terus mendorong program peremajaan kebun (replanting) menggunakan bibit unggul di seluruh kabupaten.

Namun, Wagub menegaskan agar setiap aktivitas ekspor komoditas CPO asal Bengkulu wajib tercatat secara resmi atas nama daerah. Pencatatan ekspor yang akurat sangat penting untuk mengoptimalkan penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) CPO bagi Provinsi Bengkulu. Wagub menargetkan penerimaan DBH CPO Bengkulu dapat meningkat signifikan hingga belasan atau puluhan miliar rupiah pada tahun-tahun mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kpw BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menilai bahwa potensi komoditas CPO Bengkulu sangat besar tetapi sebagian hasil ekspornya belum tercatat secara optimal di daerah. Oleh karena itu, BI meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait beserta aparat penegak hukum untuk memperketat pemantauan lalu lintas barang di pelabuhan agar seluruh aktivitas pengiriman komoditas benar-benar terdata.

Kegiatan FGD ini turut dihadiri oleh perwakilan Bea Cukai, Balai Karantina, Pelindo, BPS, Kantor Perbendaharaan Negara, Gapkindo, DPHTP, DPMPTSP, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu.