Harmoni tradisi dan modern: BD Roots hadirkan musik eksperimental Rejang di Bengkulu

Foto: Anggota kelompok musik BD Roots bersama penggagas program dan perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu berfoto bersama usai penampilan live performance diseminasi karya PKKI Dana Indonesiana di Bengkulu.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Sebuah pertunjukan musik inovatif yang memadukan akar kebudayaan lokal dan energi modern resmi mewarnai panggung kesenian di Bengkulu. Kelompok musik BD Roots sukses melangsungkan diseminasi karya akhir dari Program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif (PKKI) Dana Indonesiana Tahun 2025 yang digagas oleh Rino Aprian, S.Sos., pada minggu (25/10) di di Trilogi Coffee & Eatery, Nusa Indah, Kota Bengkulu sebagai bentuk pengenalan hasil eksplorasi musik tradisional Rejang kepada khalayak luas.

Diseminasi yang dikemas menarik melalui live performance dan talkshow ini menjadi momentum penting untuk merilis dua karya musik utama, yaitu “Bumi Rejang” dan “Krilu Patai Joangin”. Kedua karya ini dihadirkan sebagai wujud representasi kekayaan budaya Rejang melalui pendekatan musikal yang inovatif serta kontemporer.

Karya-karya tersebut disebarluaskan secara digital melalui berbagai platform musik digital dan kanal YouTube. Peluncuran ini juga dilengkapi dengan video klip musik yang berfungsi sebagai media dokumentasi sekaligus sarana diseminasi kebudayaan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Melalui program PKKI Dana Indonesiana 2025, gagasan utama yang diusung adalah hibriditas alat musik tradisional Rejang, Krilu, dengan musik folk modern eksperimental. BD Roots berupaya memadukan karakter bunyi tradisi dengan eksplorasi modern tanpa sedikit pun menghilangkan identitas budaya yang menjadi akar penciptaannya.

Penyusunan narasi dalam kedua karya tersebut memiliki makna mendalam. Lagu “Bumi Rejang” menjadikan identitas, alam, serta warisan budaya Rejang sebagai fondasi ekspresi, sedangkan “Krilu Patai Joangin” merajut cerita mitologis sosio-kultural pelindung dalam tradisi Rejang ke dalam imajinasi musik kontemporer.

lebih lanjut ” BD Roots band ini diciptakan untuk melestariakan satu budaya, alat musik tradisional krilu ” ungap Rino seusai acara.

Rino, menegaskan bahwa penciptaan karya ini merupakan langkah nyata menjaga keberlanjutan warisan musik tradisional Rejang. Melalui dokumentasi dan inovasi, instrumen tradisional seperti Krilu diharapkan dapat terus hidup, dikenal, dan berkembang mengikuti perkembangan zaman.

“Memadukan alat musik tradisi dengan musik modern merupakan momen yang langka. Kolaborasi BD Roots ini adalah hal baru di Bengkulu yang menunjukkan bahwa alat musik tradisional seperti Krilu dan Ginggong yang mungkin selama ini kita angap kuno, namun setelah digabungan, menjadi sesuatu yang luar biasa, kedepan berharap akan ada ide-ide kreatif lainnya” ungkap ROIS LEONARD ARIOS, S.Sos., M.Si., yang merupakan Ketua Tim Kerja Pelestarian Nilai Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Bengkulu,

Peluncuran ini bukan sekadar penanda berakhirnya program penciptaan, melainkan awal dari perjalanan panjang BD Roots dalam mengolah kebudayaan lokal. Diharapkan karya ini dapat memperkuat apresiasi masyarakat terhadap tradisi Rejang serta memicu lahirnya kreativitas baru di lingkungan para pelaku seni lainny

Pewarta: Man