Capaian memukau KKI 2026: UMKM Indonesia tembus pasar global hingga cetak penjualan Rp144,2 miliar

Foto: Suasana kunjungan di stand pameran Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bengkulu pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta. (Foto: Dok. KPw BI Provinsi Bengkulu)

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) resmi ditutup oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman. Event tahunan ini mencatatkan performa gemilang dengan total penjualan mencapai Rp144,2 miliar serta kesepakatan business matching senilai Rp169,9 miliar yang melibatkan 192 UMKM dengan 16 negara. Tak hanya itu, penyerapan pembiayaan perbankan ke sektor UMKM juga menembus angka Rp285 miliar. Sebagai bentuk komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, ajang ini melibatkan 560 UMKM secara luring serta 1.860 UMKM pameran secara daring.

Keberhasilan KKI 2026 didukung oleh penguatan ekosistem dari hulu ke hilir serta perluasan akses pasar dan pembiayaan. Dari sisi penawaran (supply), Bank Indonesia memanfaatkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) guna mendorong perbankan meningkatkan pembiayaan UMKM. Sementara dari sisi permintaan (demand), digitalisasi pembayaran melalui QRIS berperan penting dalam membangun rekam jejak keuangan para pelaku usaha. Langkah strategis ini memperkuat kapabilitas UMKM agar semakin tangguh, berdaya saing, dan siap naik kelas.

Kontribusi daerah turut memperkuat geliat ekosistem KKI 2026, seperti yang ditunjukkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Melalui kolaborasi dengan Dekranasda dan Dharma Wanita, partisipasi UMKM asal Bengkulu mencatatkan penjualan online sebesar Rp1,195 miliar dan penjualan offline sebesar Rp49,20 juta. Keberhasilan berlanjut ke panggung internasional melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) pemesanan 500 kg greenbean Kopi Robusta Bengkulu senilai Rp35,5 juta, serta kontrak ekspor 500 pcs camilan Perut Punai milik CV Jaya Rasa senilai USD 1.500 ke pasar Afrika Selatan. Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan produk UMKM daerah sangat layak bersaing di pasar global.

Komitmen KPw BI Provinsi Bengkulu tidak berhenti pada capaian transaksi semata, melainkan berfokus pada keberlanjutan pengembangan usaha lokal. Wahyu Yuwana Hidayat mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme dan sinergi dalam mendampingi pelaku usaha di Bengkulu agar semakin tangguh dan cepat naik kelas. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara korporasi, sektor perbankan, dan pelaku usaha daerah, KPw BI Bengkulu meyakini dapat membangun ekosistem yang memberi ruang besar bagi UMKM untuk tumbuh sekaligus menjadi pilar utama penggerak ekonomi yang inklusif.

Pewarta: Man