Jajaki pasar global: Yosia yodan, Sandiaga uno, dan Anggawira sambangi KJRI Shanghai dorong potensi Kopi Bengkulu

Yosia Yodan, Sandiaga Uno, Anggawira, dan rombongan saat berdiskusi bersama Konsul Jenderal RI Shanghai, Berlianto Situngkir, di ruang rapat KJRI Shanghai untuk membahas peluang masuknya produk daerah ke pasar global.

news-raflesia-indonesia, Shanghai – Yosia Yodan bersama Sandiaga Uno dan Anggawira melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai, China.

Dalam kunjungan tersebut, mereka bertemu langsung dengan Konsul Jenderal RI, Berlianto Situngkir, untuk mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi bisnis.

Pertemuan ini menjadi sarana penting untuk memperluas komunikasi serta menjajaki peluang pasar internasional bagi produk-produk unggulan Indonesia.

Fokus utama perbincangan tersebut adalah memberikan ruang bagi karya putra-putri daerah agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat global.

Sesi foto bersama Yosia Yodan beserta rombongan di depan papan nama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai sebagai penutup agenda kunjungan diplomasi ekonomi.

Keragaman produk dan kreativitas yang dimiliki Indonesia dinilai sebagai modal utama dalam membangun daya saing di pasar luar negeri.

Kekhasan budaya, keterampilan masyarakat, serta gagasan pengusaha muda diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi produk lokal.

Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah menerjemahkan potensi daerah menjadi produk berkualitas konsisten sesuai kebutuhan pasar.

Oleh karena itu, akses terhadap pengetahuan, jaringan bisnis, dan mitra yang tepat menjadi krusial dalam menembus pasar internasional.

Komunikasi antara pelaku usaha dan perwakilan RI di luar negeri diharapkan menjadi titik awal untuk menelaah potensi kerja sama bisnis.

Langkah ini sejalan dengan agenda diplomasi ekonomi KJRI Shanghai tahun 2026 yang berfokus pada perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Salah satu komoditas daerah yang memiliki peluang besar untuk ditembuskan ke pasar China adalah produk kopi asal Bengkulu.

Pengembangan pasar kopi Bengkulu dapat diarahkan untuk mempertemukan produsen lokal dengan importir serta penyangrai kopi di China.

Peluang ekspor ini didukung oleh catatan potensi transaksi kopi senilai 4,5 juta dolar AS yang difasilitasi ITPC Shanghai pada Februari 2025.

Langkah awal bagi pelaku usaha Bengkulu meliputi pemetaan calon pembeli, pengiriman sampel, hingga penyusunan profil produk yang sesuai.

Kesiapan ekspor kopi perlu dibangun sejak rantai produksi awal, termasuk menjaga konsistensi kualitas biji dan ketertelusuran asal produk.

Peluang yang dijajaki mencakup penjualan biji kopi hijau (green beans) maupun produk kopi olahan sesuai permintaan pasar China.

Identitas lokal Bengkulu dapat diperkuat dengan menceritakan kisah para petani serta keunikan proses pengolahan di balik produk kopi tersebut.

Bagi pengusaha muda daerah, jaringan internasional memberikan wawasan luas mengenai cara memasarkan produk secara efektif.

Kesiapan dari segi kualitas kemasan, kapasitas produksi, dan ketepatan pengiriman tetap menjadi fondasi utama yang harus dibangun.

Terbukanya akses jejaring global ini diharapkan memicu rasa percaya diri putra-putri daerah untuk terus mengembangkan usahanya.

Kunjungan Yosia Yodan, Sandiaga Uno, dan Anggawira ini membawa relevansi penting bagi pertumbuhan inspirasi para wirausahawan muda.

Anak muda di Bengkulu dapat mengambil peran strategis dalam branding, pengolahan produk, hingga pemasaran digital secara internasional.

Diharapkan kolaborasi ini membawa dampak positif berkelanjutan bagi perekonomian lokal, petani kopi, serta penyedia jasa pendukung di daerah.

Pewarta: Man