Kunjungi kantor pusat CHAGEE di Shanghai, Yosia yodan dan Sandiaga uno dorong inovasi bisnis anak muda Bengkulu

Foto: Yosia Yodan (kiri) bersama Sandiaga Uno (tengah) dan Anggawira (kanan) berfoto di depan kantor pusat CHAGEE di Shanghai, China. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari strategi inovasi bisnis berbasis produk tradisi lokal agar dapat diterapkan oleh pengusaha muda di Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)

news-raflesia-indonesi, Shaghai – Pengusaha muda Yosia Yodan bersama Sandiaga Uno dan Anggawira melakukan kunjungan bisnis ke kantor pusat CHAGEE di Shanghai, China.

Kunjungan internasional ini bertujuan untuk mempelajari perkembangan pesat merek minuman teh asal China tersebut.

Selain melihat inovasi produk, rombongan juga menggali strategi bisnis yang relevan untuk diterapkan pada pelaku usaha di Indonesia.

CHAGEE dinilai sukses mengembangkan produk berbasis tradisi lokal menjadi merek minuman berskala internasional.

Sandiaga Uno menyebut keberhasilan CHAGEE tak lepas dari kemampuannya menghormati budaya lokal yang dipadukan dengan teknologi modern.

Menurut Yosia Yodan, strategi tersebut sangat relevan bagi pengusaha di daerah, termasuk anak-anak muda di Bengkulu.

Potensi bahan baku lokal dan cerita kekhasan daerah dinilai bisa menjadi keunggulan utama dalam membangun merek.

Sementara itu, pemanfaatan teknologi dapat membantu memperbaiki tata kelola pelayanan serta memperluas jangkauan pasar.

Didirikan oleh Junjie Zhang pada 2017 di Yunnan, CHAGEE terinspirasi dari sejarah jalur perdagangan teh kuno.

Kini, merek yang memadukan teh dan susu ini telah berkembang pesat hingga memiliki ribuan gerai.

Pada April 2025, CHAGEE bahkan resmi melantai di bursa saham Nasdaq Amerika Serikat dengan kode CHA.

Per Juni 2026, jaringan gerai CHAGEE dilaporkan telah mencapai 7.639 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah.

Yosia Yodan menegaskan bahwa kunci sukses ekspansi bisnis seperti CHAGEE terletak pada konsistensi mutu produk dan sistem yang matang.

Ia berharap pengalaman dari kunjungan internasional ini dapat memicu motivasi dan kepercayaan diri pengusaha muda di Bengkulu.

“Berasal dari daerah bukan penghalang untuk memiliki cita-cita besar,” ujar Yosia Yodan menyemangati anak muda Bengkulu.

Ia mengajak putra-putri daerah untuk berani memulai usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka.

Pentingnya jejaring, kolaborasi, dan kemauan belajar juga menjadi fokus utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Diharapkan semakin banyak lahir pengusaha muda dari Bengkulu yang mampu membuka lapangan kerja dan memajukan ekonomi daerah.

Pewarta: Man