Pelatihan wartawan ekonomi: BI Bengkulu edukasi kewaspadaan digital, Syarat uang rusak, hingga Dorong kopi go internasional

Foto: Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, berfoto bersama para wartawan media cetak, elektronik, dan online peserta Pelatihan Wartawan Ekonomi di Kabupaten Rejang Lebong

news-raflesia-indonesia, Rejang Lebong – Penipuan digital saat ini terus berkembang seiring dengan canggihnya teknologi, dengan modus yang semakin beragam sehingga masyarakat harus selalu waspada.

Pemateri Andi Burhanuddin dalam sesi Kebijakan Baru BI Semakin Digital memperingatkan agar tidak langsung percaya saat menerima tautan pembaruan data yang bisa jadi merupakan modus peretasan data pribadi.

Sebagai bentuk perlindungan, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip slogan “Tiga Jangan”.

Pertama, jangan klik tautan sembarangan dan selalu pastikan keaslian sumber informasi yang diterima.

Kedua, jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak mana pun yang tidak jelas asal-usulnya.

Ketiga, jangan mudah tergiur atau percaya dengan penawaran yang tidak masuk akal tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Sementara itu, pemateri Farizal dari Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah memaparkan materi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” terkait prosedur penukaran uang rusak di BI.

Uang rusak yang fisik hilangnya sebagian masih dapat ditukarkan selama kondisi fisiknya tersisa lebih dari dua pertiga bagian.

Jika kondisi fisik uang kurang dari dua pertiga, penukaran masih dapat dilakukan asalkan nomor seri masih utuh, dapat disambung, dan dapat diidentifikasi keasliannya.

Masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis uang rusak seperti akibat rayap, robek, basah, hingga terbakar tanpa ada pengurangan nilai nominal selama memenuhi syarat resmi.

Selain edukasi keuangannya, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, turut mendorong komoditas kopi lokal Bengkulu agar terus menembus pasar internasional.

Wahyu menekankan pentingnya peran media untuk mengenalkan produk unggulan daerah ke masyarakat luas, khususnya kualitas kopi Bengkulu.

Ia menjelaskan bahwa kopi untuk komoditas ekspor memerlukan standar kualifikasi, verifikasi, dan proses budidaya yang lebih ketat dibanding konsumsi harian.

Pihaknya optimistis volume ekspor kopi Bengkulu akan meningkat dan berharap merek kopi daerah ini semakin dikenal luas oleh konsumen global.

Selain sektor perkebunan, ekonomi Bengkulu dinilai tumbuh positif dengan PDRB mencapai 5,11 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi keempat di Sumatera.

Di samping sesi pemaparan materi, para jurnalis juga diajak mengikuti pelatihan barista guna membuka peluang usaha dan kolaborasi baru di bidang UMKM.

Pewarta: Man