Ingat! Jaga nama baik financial, Jangan sembarangan pinjamkan nama

Foto: Talk show akses modal UMKM di Bencoolen Fest 2026 yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan Bank Sinarmas, Minggu (11/10/2026).

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Talk show seru soal akses pinjaman modal buat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sukses diselengara oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Minggu (11/10). Acara yang berlangsung di halaman parkir Bencoolen Indah Mall ini menjadi salah satu rangkaian kemeriahan Bencoolen Fest 2026.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Radila, Okter linus sandi dari Bank Sinarmas, serta Tulus dari Bank Indonesia. Diskusi hangat ini dipandu secara aktif dan responsif oleh Sofia Harianja sebagai moderator.

Dalam paparannya, Tulus menyampaikan kabar baik bagi para pelaku usaha di daerah. Ia menegaskan bahwa akses pembiayaan dan permodalan saat ini sudah sangat terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin berkembang.

Namun, Tulus memberikan peringatan penting terkait penggunaan data pribadi dan nama baik saat mengajukan pinjaman. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak ceroboh meminjamkan identitas kepada orang lain, sekalipun itu kerabat dekat.

“Jangan sampai nama teman-teman dipakai karena itu sangat krusial. Menjaga nama baik itu tanggung jawab masing-masing. Kadang ada pertimbangan saudara, misal adik yang butuh, tapi pemohon dan jaminannya pakai nama kita. Begitu macet, kita yang kena dampaknya. Kita harus benar-benar jaga nama baik kita,” tegas Tulus.

Tulus menambahkan, keberadaan UMKM punya peran vital dalam roda ekonomi masyarakat saat ini. Banyak orang menjadikan UMKM sebagai sumber penghasilan utama maupun usaha sampingan untuk bertahan hidup.

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa pelaku usaha masih dihadapkan pada berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari keterbatasan SDM, pemasaran, bahan baku, tempat usaha, peralatan produksi, hingga urusan perizinan. Penguatan modal pun menjadi salah satu kunci utama untuk memecahkan kendala-kendala tersebut.

Sejalan dengan hal itu, Radil dari Bank Sinarmas turut memberikan pesan penutup yang sangat krusial bagi para pelaku UMKM yang sedang berkembang. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengelola keuangan.

“Untuk teman-teman UMKM yang sedang berkembang, tertiblah finansial, jaga nama baik, jaga riwayat aplikasi kita, dan lengkapi administrasi. Kalau semuanya sudah lengkap dan rapi, pengajuan pinjaman UMKM itu sebenarnya gampang banget didapat,” ungkap Radil.

Pentingnya edukasi finansial ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data BPS yang dipaparkan dalam acara tersebut, Provinsi Bengkulu saat ini memiliki lebih dari 17.000 industri kecil dan UMKM yang berhasil menyerap lebih dari 42.000 tenaga kerja.

Melihat besarnya potensi tersebut, kapasitas para pelaku usaha memang perlu terus ditingkatkan. Pengelolaan keuangan yang sehat, pencatatan transaksi yang rapi, serta perencanaan modal yang matang menjadi fondasi utama agar UMKM di Bengkulu bisa makin naik kelas.

Pewarta: Man