“Peresmian HIPMI centre Bengkulu, wadah baru bagi pengusaha muda”

News-raflesia-indonesia.my.id – Pada 15 Februari 2025, Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu resmi membuka HIPMI Centre. Berlokasi di Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, HIPMI Centre diresmikan langsung oleh Koordinator Bina Wilayah Sumatera, Auni Abdul. Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan dari pihak pemerintah, BUMN, perbankan, dan pengusaha-pengusaha. HIPMI Centre diharapkan menjadi wadah dan tempat bagi pengusaha muda Bengkulu untuk berkumpul, berbagi ide, dan memajukan provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu, Murlin Hanizar, mewakili Plt. Gubernur Rosjonsyah, menyampaikan dalam sambutannya bahwa keberhasilan HIPMI saat ini tidak lepas dari kontribusi HIPMI sebelumnya. “Dengan kepemimpinan baru, banyak kegiatan besar yang diadakan. Kami dari pariwisata Provinsi Bengkulu mengurusi ekonomi kreatif, seperti kuliner bisa berkolaborasi. Kami berharap BPC dan BPD HIPMI Bengkulu saling mendukung sehingga potensi Bengkulu yang ada bisa maju. Saya harap HIPMI dapat memajukan pariwisata,” ujarnya.

Murlin juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi sektor pariwisata, seperti masalah kapal pesiar yang tidak bisa loading penumpang dengan cepat. “Aturan imigrasi hanya 6 jam, terbuang 2 jam sudah banyak rugi. Paket wisata yang ingin belanja di UMKM waktunya berkurang dan mengalami kerugian bagi pengusaha UMKM. Marlin juga menyampaikan Pesan pimpinan, semoga HIPMI Bengkulu terus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten di Provinsi Bengkulu.”

Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, juga hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan permohonan maaf dari PJ Walikota yang tidak bisa hadir. “Beliau sangat mendukung kegiatan BPD HIPMI Bengkulu. Kita bangga Ketua BPD HIPMI Bengkulu dari kota Bengkulu. Ini menjadi apresiasi terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Bengkulu. HIPMI Centre merupakan sarana dan prasarana bagi UMKM, yang tetap bertumbuh meskipun saat pandemi,” ungkap Nurlia Dewi.

Nurlia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi seperti HIPMI. “Kami mendukung penuh inisiatif ini dan berharap HIPMI Centre akan menjadi pusat koordinasi serta konsultasi yang bermanfaat bagi UMKM di Kota Bengkulu. Ini adalah langkah besar dalam memperkuat ekonomi daerah,” kata Nurlia Dewi. Ia juga berharap HIPMI Centre dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong UMKM untuk naik kelas.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, mengenang awal karirnya saat Yuan Dagama memasukkannya sebagai ketua bidang II. “Saat ini, saya menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu. Terima kasih atas support dari perbankan Bengkulu, GM Garuda Bobby, GM Angkasa Pura, dan seluruh badan pengurus daerah,” ujar Yosia. Ia juga mengajak teman-teman di daerah untuk bersatu dan berkolaborasi. “Saingan kita bukan hanya sesama pelaku usaha dalam negeri, tetapi juga investor dari luar. Putra-putri Bengkulu harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Periode HIPMI sangat singkat, hanya 3 tahun, jadi berbuatlah semaksimal mungkin.”

Yosia Yodan juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bengkulu. “Jangan lupa memuliakan orang tua kita, karena dengan memuliakan orang tua, kita memuliakan Tuhan,” ungkap Yosia.

Di depan awak media, Yosia menjelaskan bahwa tiga lantai HIPMI Centre akan dipergunakan secara maksimal. Lantai dasar untuk UMKM-UMKM, lantai kedua sebagai sekretariat BPD HIPMI Bengkulu, dan lantai ke tiga untuk podcast dan perpustakaan.

Korwil Sumatera BPP HIPMI, Auni Abduh, menyampaikan salam dari Ketua Umum yang tidak bisa hadir karena undangan dari Presiden Prabowo. Auni mengungkapkan bahwa HIPMI Centre Bengkulu adalah yang pertama di Indonesia dari 38 HIPMI Centre di seluruh Indonesia ada di zaman Ketum BPP hipmi Akbar Himawan Buchari. “BPD HIPMI Bengkulu adalah yang pertama melakukan Diklada dan Rakerda. Dengan adanya HIPMI Centre ini, Bengkulu menjadi barometer BPD HIPMI di daerah lain, menjadi satu-satunya di Indonesia dan satu-satunya di pulau Sumatera ” ujar Auni.

Auni juga menceritakan pertemuannya dengan Yosia Yodan sebelum pencalonan sebagai Ketua Umum HIPMI. “Saya bertanya kepada Yosia apakah sudah mendapat restu dari istri. Yosia datang didampingi oleh Mantum Undang,” kenangnya. Auni juga menekankan pentingnya membuat program kopi dengan label Bengkulu untuk pasar internasional, mengingat Bengkulu memiliki kopi terbaik yang sering dipacking di daerah lain.

Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu, Murlin Hanizar, juga berharap agar HIPMI Centre dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah. HIPMI Centre bukan hanya sekedar gedung, tetapi juga simbol semangat kolaborasi dan inovasi bagi para pengusaha muda di Bengkulu. Keberadaan pusat ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan membantu pengusaha muda dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga ekonomi daerah dapat terus berkembang.

Dengan komitmen kuat dari HIPMI Bengkulu dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan HIPMI Centre dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Pengusaha-pengusaha baru dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk bersama-sama maju. “Harapan kami, dengan kolaborasi, kita dapat membuktikan bahwa Bengkulu dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutup Yosia.

banner 728x250