Deflasi terjadi di Bengkulu februari 2025: dampak diskon tarif listrik dan stabilitas pasokan memperbaiki tekanan Inflasi

Perkembangan Terkini, Outlook, dan Upaya Pengendalian Inflasi Disampaikan oleh Wahyu Yuwana  Hidayat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu High Level Meeting TPID Provinsi Bengkulu 18 Maret 2025 di Balai semarak Bengkulu, Perkembangan Inflasi Bengkulu Februari 2025 Provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2025 tercatat mengalami deflasi, Tekanan inflasi Bengkulu pada 2025 tercatat relatif lebih rendah dibandingkan dengan pola pada 2 tahun sebelumnya, dimana pada bulan Februari 2025 Provinsi Bengkulu mengalami deflasi. Berdasarkan data BPS, pada bulan Februari 2025 Provinsi Bengkulu tercatat mengalami deflasi sebesar 1,26% (yoy) atau berada dibawah tekanan inflasi di tahun 2024 yang sebesar 0,84% (yoy) dan tekanan inflasi pada tahun 2023 yang sebesar 3,09% (yoy).

Sumber Bank Indonesia Provinsi Bengkulu 18/03/2025

Lebih lanjut, realisasi deflasi Bengkulu disumbang oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dipicu pemberian diskon tarif Listrik sebesar 50% pada bulan Januari dan Februari 2025. Perkembangan Inflasi Bengkulu Februari 2025 Provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2025.

Prospek Inflasi Provinsi Bengkulu 2025 Inflasi Tahun 2025 diprakirakan terjaga pada sasaran target nasional (2,5+1%)

Berdasarkan data rilis inflasi serta mencermati perkembangan harga dan kondisi pendorong inflasi ke depan, inflasi Provinsi Bengkulu diprakirakan mampu berada dalam sasaran nasional. Faktor pendukung diantaranya adalah normalisasi konsumsi dan mobilitas masyarakat uang didorong kondisi perekonomian yang semakin membaik, serta kondisi yang lebih stabil pasca pemilu dan pilkada. TPID terus melakukan pengendalian inflasi dalam kerangka 4K, yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Sumber Bank Indonesia Provinsi Bengkulu 18/3/2025

Upside Risk Inflasi atau Dorongan konsumsi masyarakat ketika masa HBKN dan libur sekolah, Normalisasi tarif listrik pasca subsidi yang diberikan pemerintah pada Januari dan Februari 2025, Kondisi produksi yang masih dalam masa tanam di beberapa sentra lokal, Risiko kerusakan panen akibat munculnya hama dan penyakit tanaman dampak curah hujan yang intensif, Gelombang laut tinggi berisiko menghambat produksi udang dan ikan, Tekanan geopolitik masih berpotensi mendorong harga emas perhiasan sebagai safe-haven dan energi khususnya harga bahan bakar, Kebijakan realokasi anggaran infrastruktur dan operasional memerlukan alternatif sumber anggaran lain untuk menjaga kontinuitas pelaksanaannya

Downside Risk Inflasi atau Pasokan yang terjaga seiring pasokan dari luar Provinsi yang cukup, Berbagai insentif yang diberikan pemerintah pada momen tertentu, seperti diskon berbagai barang di Hari Belanja Online Nasional dan Diskon Tarif Pesawat pada HBKN Ramadhan dan Idul Fitri, Berlanjutnya pompanisasi dan bantuan alsintan untuk mendukung produksi di sentra lokal, Minimnya rencana kenaikan tarif di daerah, Terjaganya ekspektasi masyarakat ditengah ketidakpastian kondisi global sepanjang tahun 2025.

Bupati Rejang Lebong, Fikri S.E., M.A.P, menyampaikan kepada awak media bahwa hampir semua kabupaten di Provinsi Bengkulu mengungkapkan hal serupa, yaitu kesulitan terkait harga gas 3 kg di lapangan, terutama menjelang bulan puasa. Menurutnya, situasi ini semakin sulit karena persiapan sahur dan buka puasa, serta mendekati Hari Raya Idulfitri, yang membuat ibu-ibu rumah tangga mulai resah.

Sementara itu, Wahyu Yuwana Hidayat mengungkapkan bahwa dana yang disiapkan untuk Provinsi Bengkulu selama Hari Besar Keagamaan dan Idulfitri mencapai sekitar 1,9 triliun rupiah, jauh lebih besar dari proyeksi awal sebesar 1,6 triliun. Dana ini sangat mencukupi, termasuk untuk kebutuhan tukar uang. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Pintar untuk memudahkan proses tukar uang, karena aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk menemukan lokasi terdekat dan jadwal tanpa harus mengantri.

banner 728x250