Ribuan Pencaker Padati Job fair Bengkulu, KUR-PMI jadi harapan baru untuk bekerja ke luar negeri

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Dr. H. Syarifudin, M.Si di Balai raya

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id -Job Fair Loker Merah Putih yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak pada Kamis (10/4), dipadati oleh ribuan pencari kerja. Meskipun acara baru dimulai pukul 10.00 WIB, antrean sudah terbentuk sejak pagi hari.

Antusiasme tinggi terlihat dari berbagai kalangan yang datang. Mulai dari lulusan baru hingga masyarakat paruh baya, semua hadir dengan semangat membawa berkas lamaran.

Kegiatan ini menjadi titik harapan bagi warga Bengkulu yang sedang mencari pekerjaan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Suasana di lokasi tampak penuh semangat dan persaingan yang sehat.

Job fair ini menjadi jembatan antara perusahaan dan para pencari kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Dr. H. Syarifudin, M.Si menyebutkan ada sekitar 300 lowongan dari Kota Bengkulu, 200 dari kabupaten, serta 400–500 lowongan dari luar provinsi.

Melalui sambungan WhatsApp, H. Syarifudin juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta terdaftar dalam job fair ini mencapai 3.740 orang, dengan 40 perusahaan yang membuka stand lowongan.

Yang mengejutkan, menurutnya terdapat 14.400 lowongan kerja yang ditawarkan untuk penempatan ke luar negeri. Negara tujuan antara lain Jepang, Jerman, Malaysia, dan Taiwan.

Salah satu program utama yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Kredit Usaha Rakyat untuk Pekerja Migran Indonesia (KUR-PMI). Program ini memberikan kemudahan akses bagi warga Bengkulu yang ingin bekerja ke luar negeri secara resmi.

Lewat program KUR-PMI, calon tenaga kerja dapat memperoleh pinjaman hingga Rp60 juta melalui Bank Bengkulu sebagai modal untuk keberangkatan.

Syarifudin mendorong masyarakat untuk berani mencoba peluang kerja internasional, mengingat penghasilan di luar negeri jauh lebih tinggi dibanding di dalam negeri.

Ia juga memastikan, Dinas Tenaga Kerja sudah menjalin kerja sama dengan negara-negara tujuan serta lembaga-lembaga terkait untuk menjamin keamanan dan legalitas proses kerja migran.

Salah satunya adalah kolaborasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Palembang, yang memastikan proses pemberangkatan sesuai prosedur dan dilindungi negara.

Menurut Syarifudin, bekerja di luar negeri selama lima tahun bisa menghasilkan pendapatan yang setara dengan 20 tahun bekerja di Bengkulu.

Namun ia menegaskan, seluruh proses harus ditempuh secara resmi, termasuk pelatihan keterampilan, serta jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja.

Saat ini, jumlah warga Bengkulu yang bekerja di luar negeri baru sekitar 2.000 orang dari total populasi dua juta. Potensi besar ini menurutnya belum tergarap maksimal.

“Padahal banyak yang sudah berangkat ke luar negeri kini hidup sejahtera dan bisa membantu ekonomi keluarganya di kampung halaman,” kata Syarifudin.

KUR-PMI disebut sebagai solusi nyata dari pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh modal tanpa harus berutang ke rentenir atau menjual aset.

Meskipun tidak semua peserta langsung terserap ke perusahaan, kehadiran job fair ini memberikan akses informasi dan peluang kerja yang sangat luas.

Bagi yang belum mendapatkan pekerjaan, mereka masih dapat mencari lowongan secara online melalui situs resmi pemerintah di: www.lokermerahputih.bengkuluprov.go.id.

Dengan dukungan dari pemerintah dan semangat para pencari kerja, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah besar dalam menurunkan angka pengangguran di Bengkulu.

 

banner 728x250