OJK dan BI bersinergi tingkatkan literasi digital, Cegah risiko di era keuangan modern

Foto: Istimewa

https://www.facebook.com/share/v/16Rj54t9ZW/

https://www.instagram.com/reel/DI8jQHpy88u/?igsh=N3g0czBpdGM1azU=

Bengkulu,news-raflesia-indonesia.my.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu menekankan pentingnya literasi keuangan digital bagi masyarakat dalam acara Berkah: Talkshow Literasi Inklusi dan Keuangan Syariah , yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bengkulu di Bencoolen Mall , Minggu  (27/4). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sistem keuangan berbasis digital yang semakin berkembang pesat.

 

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen di Kantor OJK Provinsi Bengkulu, Flora Apriani , yang menjelaskan bahwa OJK adalah lembaga independen yang memiliki tugas utama dalam mengatur, mengawasi, memeriksa, serta melakukan penyelidikan di sektor jasa keuangan . Ini mencakup perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, hingga berbagai lembaga pembiayaan non-bank.

Foto: Dok. NRI

 

“OJK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 , yang kemudian diperbarui dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK . Tujuannya adalah menjaga keteraturan, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas sektor jasa keuangan, serta mewujudkan sistem keuangan yang stabil, tumbuh berkelanjutan, dan melindungi kepentingan konsumen,” papar Flora Apriani dalam pemaparannya.

 

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap fintech atau layanan keuangan berbasis digital yang terus berkembang pesat di Indonesia. Berbagai inovasi seperti social crowdfunding, crypto asset, P2P lending, inovasi keuangan digital (IKD), E-Money, E-Wallet , hingga platform e-commerce dan trading platform semuanya berada dalam pengawasan OJK.

“Perkembangan inovasi keuangan digital membuka banyak peluang, namun juga membawa risiko. Oleh karena itu, masyarakat harus cerdas dalam memilih layanan keuangan digital yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK untuk menghindari potensi kerugian,” jelas Flora.

 

Selain itu, Flora juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal , yang sering kali menjebak masyarakat dengan bunga tinggi dan cara penagihan yang tidak sesuai aturan. OJK secara aktif melakukan edukasi dan perlindungan konsumen agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum menggunakan layanan pinjaman digital.

 

“Selalu pastikan aplikasi pinjaman yang digunakan memiliki izin resmi dari OJK . Jangan mudah tergiur dengan iming-iming proses cepat, tanpa melihat keabsahan lembaga penyedianya,” tegas Flora Apriani dalam sesi diskusi.

Foto: Dok. NRI

Melalui talkshow ini  Flora Apriani  menjelaskan, Dengan meningkatnya digitalisasi dalam sektor keuangan, OJK berharap literasi keuangan masyarakat juga ikut berkembang. Kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak akan membantu mereka menghindari risiko, termasuk jebakan pinjaman ilegal yang semakin marak.

 

Melalui acara ini, OJK bersama dengan Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk lebih memahami dan memanfaatkan teknologi keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab. Harapannya, inklusi keuangan di Indonesia dapat meningkat, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari sistem keuangan yang transparan dan berdaya saing.

 

OJK juga mengajak masyarakat untuk aktif mencari informasi terkait produk keuangan dan investasi sebelum mengambil keputusan. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat meminimalisir risiko dan memanfaatkan berbagai layanan keuangan digital secara lebih optimal.

 

Literasi keuangan digital yang kuat tidak hanya akan membantu masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi mereka, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, stabil, dan berkelanjutan bagi Indonesia di masa mendatang. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat semakin cerdas dalam menggunakan layanan keuangan digital dan terhindar dari potensi penipuan atau kerugian finansial.

Foto: Dok. BI Bengkulu
banner 728x250