Gandeng tokoh nasional, PT Yodanland resmikan sekolah bertaraf global di Bengkulu

Foto Property: news-raflesia-indonesia.my.id

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Suasana penuh semangat dan kemeriahan menyelimuti acara peresmian proyek strategis PT Yodanland Group di Bengkulu, Jumat pagi (30/5). Lokasinya berada di Jalan Kapuas Raya, tempat berdirinya Middle School HighScope Indonesia Bengkulu yang kini resmi diluncurkan.

 

Peresmian sekolah berstandar internasional ini dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPD RI, H. Sultan Bakhtiar Najamudin, lewat penandatanganan prasasti yang disambut tepuk tangan meriah para undangan.

 

“Momen ini menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan di Bengkulu, karena Middle School HighScope Indonesia merupakan sekolah pertama di provinsi tersebut yang mengusung kurikulum STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) dan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).”

 

acaranya dihadiri tokoh-tokoh penting, Mulai dari owner Luma Kraving: Winfrey Eveline, Icha Stevani, hingga Evina Aprilia Hova. Plus, ada juga tokoh nasional Helmy Yahya dan perwakilan dari HIPMI serta REDEA Institute.

 

Tamu kehormatan lainnya antara lain Bupati Bengkulu Tengah, unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, perwakilan Polda dan Polres, serta keluarga besar PT Yodanland Group yang tampil kompak dan penuh antusias.

Foto Property: news-raflesia-indonesia.my.id

sekolah ini mengusung sistem kelas klaster multi-usia, fokus pada pembentukan karakter, kolaborasi, dan kepemimpinan sejak dini.

Menurut Sultan B. Najamudin, pendidikan anak usia dini itu krusial. “Kalau mau Indonesia Emas 2045, kita harus mulai dari anak-anak sekarang. Gizi, pendidikan, dan stimulasi adalah kuncinya,” tegasnya dalam sambutan.

Yosia Yodan, Dirut PT Yodanland Group, menyampaikan bahwa sekolah ini lahir dari semangat kolaborasi. “Anak-anak Bengkulu butuh tempat untuk tumbuh dengan kepercayaan diri,” ujarnya penuh harapan.

Yosia juga menegaskan bahwa kolaborasi adalah DNA zaman sekarang. “Saya percaya kerja sama dengan teman-teman yang satu visi bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.

Helmy Yahya, tokoh nasional yang dikenal visioner, memuji langkah berani PT Yodanland. “Ini bukan sekadar investasi properti. Ini investasi masa depan bangsa,” katanya.

Helmy juga menyebut bahwa membangun sekolah internasional di daerah adalah langkah revolusioner. “Kualitas pendidikan menentukan kualitas hidup ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggawira dan Anthony Leong dari HIPMI menyoroti pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pendidikan. “Perlu lebih banyak pengusaha yang peduli dunia pendidikan,” ucap mereka.

Wahyuni Ratna Lingga dari REDEA Institute menambahkan bahwa kehadiran HighScope Bengkulu bisa membuka akses lebih luas untuk pendidikan berkelas di daerah.

Sekolah ini juga turut membuka lapangan pekerjaan. Yosia menyebut 90% dari 450 karyawan PT Yodanland Group adalah anak muda asli Bengkulu. “Ini kebanggaan dan tanggung jawab,” katanya.

Rezita Ayu Febriani, Kepala Sekolah Middle School HighScope, menyampaikan bahwa sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat tumbuh. “Kami mendampingi siswa berkembang sesuai potensi unik mereka,” jelasnya.

Rezita optimis lulusan pertama nanti akan siap lanjut ke jenjang yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.

Acara peresmian ini bukan hanya selebrasi, tapi simbol perubahan. Bengkulu kini punya harapan baru lewat pendidikan bertaraf global. Semua pihak berharap, ini jadi awal dari masa depan yang lebih cerah.

 

 

banner 728x250