Gebrakan HIPMI dan Gekrafs, Yosia yodan kupas tuntas elemen personal branding pemuda Bengkulu

Foto: Yosia yodan Mengisi Materi acara Seminar dan Talkshow Ekonomi kreatif 2026

news-raflesia-indonesia, Bengkulu– Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem wirausaha dan mencetak calon pemimpin masa depan yang tangguh. Menindaklanjuti sinergi strategis lintas organisasi, HIPMI berkolaborasi bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Bengkulu menggelar Seminar dan Talkshow Ekonomi Kreatif 2026 di Kota Bengkulu, Selasa (16/6/2026). Langkah nyata ini dirancang khusus untuk mempersiapkan generasi muda daerah agar memiliki daya saing tinggi menghadapi tantangan ekonomi global.

https://www.youtube.com/watch?v=u2DhTdXTfcI

Hadir sebagai pemateri utama, Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, memaparkan materi intensif mengenai pentingnya membangun citra diri bagi para pemuda dan pelaku industri kreatif lokal. Kegiatan ini mengangkat tema besar terkait peran dan citra pelaku ekonomi kreatif dalam kehidupan sosial. Melalui forum ini, para peserta dibekali strategi konkret agar tidak hanya cakap secara akademis melainkan juga memiliki nilai jual yang kuat di dunia kerja maupun sektor bisnis.

Dalam pemaparannya yang mendalam, Yosia Yodan menekankan lima pilar fundamental dalam membangun fondasi personal branding yang kuat bagi calon pengusaha dan pemimpin masa depan. Kelima elemen utama tersebut meliputi Karakter, Keunikan, Keahlian, Prestasi, hingga Penampilan luar yang profesional. Menurut Yosia, karakter yang berintegritas merupakan modal paling dasar, yang kemudian harus ditunjang oleh kompetensi mumpuni serta pembawaan diri yang representatif di masyarakat.

Foto: Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan (tengah, kemeja krem), berfoto bersama jajaran pengurus Gekrafs Provinsi Bengkulu dalam kegiatan Seminar dan Talkshow Ekonomi Kreatif 2026 yang mengusung tema peran dan citra pelaku ekonomi kreatif dalam kehidupan sosial, Selasa (16/6/2026).

Lebih lanjut, Yosia Yodan menjelaskan bahwa anak muda Bengkulu, khususnya Gen Z dan milenial, harus diasah secara konsisten agar mampu menguasai aspek hubungan antarmanusia (interpersonal) dan kemampuan memahami diri sendiri (intrapersonal). Selain menjaga sikap dan konsistensi, penguatan leadership (kepemimpinan) serta integrity (integritas) menjadi poin krusial yang berada di puncak elemen pengembangan diri. Hal ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga tingkat kepercayaan di dalam jaringan ekosistem bisnis berskala luas.

Gebrakan kolaborasi strategis antara HIPMI dan Gekrafs Bengkulu ini nantinya tidak berhenti sampai di sini, melainkan akan diwujudkan lewat berbagai program konkret jangka panjang. Fokus utamanya mencakup peningkatan keterampilan (up-skilling), transformasi digital bagi pelaku UMKM kreatif, hingga pelatihan kepemimpinan yang adaptif terhadap teknologi. Untuk menyukseskan program-program berkelanjutan tersebut, fasilitas canggih HIPMI Center di Bengkulu akan dioptimalkan secara total sebagai pusat inkubasi bisnis bersama.

https://www.youtube.com/watch?v=g0OVp0cPUzY&list=RDg0OVp0cPUzY&start_radio=1

Melalui pembekalan personal branding yang terstruktur dan terintegrasi ini, Yosia Yodan berharap kolaborasi lintas organisasi ini mampu melahirkan kader-kader muda kreatif yang mandiri secara ekonomi. Dengan bekal integritas dan mentalitas pantang menyerah, generasi muda Bengkulu didorong untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) yang membawa kemajuan nyata bagi Provinsi Bengkulu.

Pewarta: man

banner 728x250