BI Bengkulu Gelar Sarasehan: Sinergi Moneter dan Fiskal untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menggelar sarasehan bertema “Sinergi Moneter dan Fiskal: Mewujudkan Transformasi Ekonomi Bengkulu untuk Stabilisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” pada 21 Maret 2025. Acara yang berlangsung di Two K azana style hotel km 6,5 Kota Bengkulu ini dihadiri Sarasehan ini dihadiri Kepala OJK, Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, Kepala BPS, BPKP, Pimpinan Perbankan, Akademisi, Forkopimda, HIPMI, OPD dan perwakilan mahasiswa.

Dalam forum ini, Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menekankan pentingnya kolaborasi antara kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar ekonomi Bengkulu tetap stabil dan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global maupun domestik,” ujar Wahyu.

Ia juga menyoroti bagaimana kebijakan fiskal yang tepat dapat membantu menekan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, strategi ekonomi yang inovatif terus dikembangkan untuk mendukung sektor usaha dan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bengkulu, RA Denny, menyampaikan bahwa perekonomian Bengkulu terus mengalami perkembangan yang positif. Salah satu pencapaian signifikan adalah tercapainya kesepakatan dalam pengelolaan Pelabuhan Pulau Baai, yang sebelumnya menghadapi berbagai tantangan dalam hal infrastruktur dan distribusi barang.

“Dulunya, banyak hambatan dalam pembahasan pengembangan Pelabuhan Pulau Baai. Namun, kini telah disepakati langkah-langkah revitalisasi, sehingga pelabuhan ini dapat menjadi pusat distribusi utama bagi komoditas unggulan seperti sawit dan batubara. Ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah,” jelasnya.

Topik lain yang menjadi sorotan dalam sarasehan ini adalah peran digitalisasi ekonomi dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM). Menurut Wahyu Yuwana Hidayat, transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan perekonomian Bengkulu semakin kuat dan berdaya saing. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memastikan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Bengkulu di masa depan.

 

banner 728x250