“Optimisme Ekonomi Bengkulu 2025: BI Soroti Sinergi Moneter dan Fiskal”.

news-raflesia-indonesia.my.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengadakan Sarasehan Perekonomian Bengkulu dengan tema “Sinergi Moneter dan Fiskal: Transformasi Ekonomi Bengkulu untuk Ketahanan Ekonomi Masa Depan” di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Senin (9/12). Kepala BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bengkulu tahun 2024 diproyeksikan mencapai 4,5-4,9% dengan inflasi terkendali di angka 2,5% ± 1%. Melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal, diharapkan ketahanan ekonomi Bengkulu semakin kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Wahyu menjelaskan, meskipun terdapat perlambatan pada Triwulan III akibat normalisasi konsumsi rumah tangga setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah, peluang perbaikan tetap ada. “Pada Triwulan IV, Pilkada, HBKN, dan Natal-Tahun Baru diharapkan mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga,” ujarnya. Namun, ia juga menggarisbawahi pentingnya memperhatikan harga komoditas global seperti batu bara, CPO, kopi, dan teh yang menjadi andalan ekonomi Bengkulu. “Pergerakan harga dunia memengaruhi daya beli masyarakat dan pendapatan daerah,” tambahnya.

Sarasehan ini juga menjadi forum diskusi mendalam antara para pemangku kepentingan. Dengan melibatkan pakar ekonomi nasional, termasuk dari Bank Permata, BI berupaya mengedukasi pengambil kebijakan dan pelaku usaha terkait kondisi global, nasional, dan lokal. “Sinergi dan kolaborasi adalah kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Bengkulu tetap tinggi, inklusif, dan berkelanjutan,” tegas Wahyu. Optimisme tetap terjaga, meski tantangan musiman dan ketergantungan pada komoditas global terus menjadi perhatian utama.

banner 728x250