“Plt Gub Bengkulu menegaskan pada GM Pelindo agar action secepatnya”

Jumat 27/12 Plt Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, bersama sejumlah pihak seperti Kapolda, Danlanal, Basarnas, KSOP, dan Pelindo, meninjau langsung kondisi alur pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan, menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas ekspor-impor. Kedalaman alur yang sebelumnya berkisar antara 7–11,5 meter kini menyusut drastis menjadi hanya sekitar 1,5 meter, bahkan sebagian kolam breakwater sudah berubah menjadi daratan pasir.

Rosjonsyah menyampaikan bahwa kondisi ini membuat kapal-kapal besar tak lagi bisa memasuki pelabuhan. Akibatnya, tergangu distribusi jalur laut pasokan kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak terganggu, sementara ekspor seperti batubara, cangkang sawit, dan hasil laut turut terhambat. “Dulu ekspor batubara bisa mencapai 10 juta ton per tahun, tapi kini hanya 3 juta ton dan itu pun harus diangkut ke tengah laut menggunakan tongkang,” ungkap Rosjonsyah. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah setiap tahun.

Sebagai langkah konkret, Rosjonsyah menegaskan pada GM Pelindo agar action secepatnya. agar Januari 2025 sudah ada kegiatan pengerukan. Sebelum tinjauan ke lapangan, rapat koordinasi yang dihadiri berbagai pihak terkait telah digelar di kantor Pelindo untuk membahas solusi atas masalah ini.

Rosjonsyah menegaskan bahwa pemulihan alur pelabuhan Pulau Baai menjadi prioritas untuk mengembalikan aktivitas perdagangan expor impor ke Bengkulu. Ia juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, untuk bekerja sama demi mendukung pemulihan ekonomi daerah. ” tutupnya.

 

 

 

banner 728x250