RUPS luar biasa Bank Bengkulu tetapkan nama calon pimpinan, gubernur: Kita Ingin Cepat dan Akurat

Foto: Dok. Media Center

Bengkulu, News-raflesia-indonesia.my.id – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, memimpin langsung Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu yang digelar di Aula H. Mochtar Azhari, Graha Bank Bengkulu, pada Senin (28/4). Rapat ini menjadi momen penting dalam menentukan arah kepemimpinan bank daerah tersebut. Dalam upaya mempercepat pengisian kursi pimpinan.

Dalam keterangannya usai rapat, Gubernur Helmi menyampaikan bahwa seluruh pemegang saham hadir dalam agenda tersebut, meskipun dua Bupati berhalangan hadir dan diwakilkan oleh perwakilan resmi. “Alhamdulillah, RUPS luar biasa berjalan dengan baik. Seluruh pemegang saham hadir, meskipun ada dua Bupati yang diwakili, namun mereka telah membawa mandat,” ujar Helmi.

Gubernur menegaskan bahwa proses penentuan jajaran direksi dan komisaris belum final. Saat ini nama-nama calon yang diajukan masih harus melalui proses penilaian kelayakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Nanti OJK yang menentukan, baru kemudian dikembalikan kepada pemegang saham. Tentu kita berharap hasilnya segera keluar, agar kekosongan kursi pimpinan di sini cepat terisi,” jelas Gubernur ke-12 Provinsi Bengkulu itu.

Helmi juga menekankan pentingnya percepatan proses seleksi pimpinan agar Bank Bengkulu bisa segera bergerak lebih optimal. “Karena Gubernur serta Bupati/Walikota menginginkan semua prosesnya cepat, akurat, dan sesuai harapan,” tambahnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Bank Bengkulu, Ridwan Nurazi, mengonfirmasi bahwa proses pengajuan calon telah dilakukan sesuai prosedur dan kewenangan pemegang saham. Beberapa nama telah diputuskan dalam rapat tersebut.

“Dalam RUPS tadi sudah ditentukan, dan proses selanjutnya berada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Ridwan yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Bengkulu.

Ia membeberkan nama-nama calon untuk sejumlah posisi penting. Untuk posisi Direktur Utama, diusulkan nama M. Fatahillah, sementara posisi Direktur Kepatuhan diisi oleh Beni Farendra. Sedangkan untuk Komisaris Non-Independen diajukan Andaru Pranata dan Elva Hartati. Nama Ridwan sendiri kembali diajukan sebagai Komisaris Independen.

“Tadi beberapa nama sudah diputuskan untuk mengikuti tahapan selanjutnya, dan kami akan melengkapi semua berkas untuk diajukan ke OJK,” terang Ridwan.

Ia menambahkan, setelah dokumen lengkap dikirimkan, OJK akan melanjutkan proses ke tahap fit and proper test guna menentukan siapa saja yang layak menduduki jabatan. “Baru nanti diketahui siapa yang lulus,” tutupnya. (ADV)

 

banner 728x250