Strategi Bank Indonesia Bengkulu mendorong ekonomi mikro untuk meningkatkan pendapatan perkapita di tengah ekonomi global sedang melambat.

Foto: NRI, Pelatihan dari KPwBI Bengkulu yang diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai platform media dari cetak, elektronik, sampai media online.

UMKM Naik Kelas, Pertumbuhan Ekonomi dengan Optimisme

Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat efisiensi makro dan konflik berkepanjangan di Gaza serta ketegangan antara Israel dan Iran, Bank Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi mikro. Salah satu fokus utama dalam upaya ini adalah mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Di Bengkulu, Bank Indonesia berkolaborasi dengan wartawan ekonomi untuk menyebarkan informasi penting tentang kondisi ekonomi dan peluang usaha. Lewat berbagai kanal komunikasi dari media online, sosial media, hingga pemasaran digital informasi ini menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Foto: Istimewa, Wartawan Ekonomi Kunjungan Ke Kopi Lestari dikabupaten Rejang Lebong

Sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi mikro, Bank Indonesia Bengkulu rutin mengadakan pelatihan bagi wartawan ekonomi. Kegiatan ini melibatkan jurnalis dari berbagai platform, mulai dari media cetak, elektronik, hingga digital, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam menyampaikan isu-isu ekonomi kepada masyarakat. Selain memberikan wawasan lebih luas, pelatihan ini juga membuka peluang bagi calon investor yang ingin berinvestasi di Bengkulu, sehingga mereka dapat mengenali potensi ekonomi lokal dengan lebih baik. Dengan meningkatnya jumlah uang beredar (JUB) dan progres ekonomi yang semakin terlihat, Bank Indonesia Bengkulu berharap pendapatan per kapita di provinsi ini terus mengalami peningkatan meskipun ekonomi global sedang melambat.

Foto: Dok NRI

Upaya mendorong UMKM naik kelas dilakukan melalui berbagai program, termasuk pelatihan produksi dan pemasaran digital. Bank Indonesia Bengkulu juga menyelenggarakan berbagai kompetisi untuk memotivasi pelaku UMKM agar lebih berdaya saing, hingga ke tingkat nasional. Salah satu UMKM binaan yang telah berhasil naik kelas adalah Kopi Lestari dari Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong. UMKM ini tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas produksi kopi melalui metode panen petik merah, tetapi juga membentuk kelompok petani yang terdiri dari 16 anggota untuk menjaga kesinambungan pasokan kopi berkualitas tinggi. Dengan sistem pembelian yang lebih kompetitif dibandingkan tengkulak, Kopi Lestari telah mendapatkan reputasi nasional. Produk kopi unggulannya berkembang menjadi tiga varian utama: Sintaro 1, Sintaro 2, dan Kopi Hensen. Puncak prestasi diraih saat Kopi Lestari tampil di ajang World of Coffee Jakarta 2025, di mana produk ini mendapat penilaian terbaik kedua di antara UMKM binaan Bank Indonesia, memberikan dampak positif bagi para petani kopi Bengkulu.

Foto: Dok NRI
Foto: Dok NRI

Bank Indonesia Bengkulu juga terus berinovasi dalam mendukung UMKM melalui berbagai kegiatan seperti bazar, pameran, dan menghadirkan pembicara untuk memperluas wawasan pelaku usaha. Kolaborasi dengan wartawan dilakukan tidak hanya lewat diskusi dan peliputan, tetapi juga dengan turun langsung ke lapangan guna memahami kondisi UMKM binaan. Dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas produk UMKM, sektor perdagangan Bengkulu semakin bergairah, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di bidang produksi maupun distribusi, termasuk pemasaran digital. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang peran nyata Bank Indonesia Bengkulu dalam memperkuat ekonomi daerah, tidak hanya melalui kebijakan moneter dan stabilitas nilai rupiah, tetapi juga dengan mendorong pertumbuhan sektor riil dan investasi.

Foto: Dok. NRI, Wartawan Ekonomi Bengkulu

 

banner 728x250