Sudisman serap aspirasi warga dalam Reses di kantor kecamatan Ratu Agung

Anggota DPRD Sudisman S.Sos , dari Fraksi Hanura, dapil IV yang mencakup Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban , menggelar reses pada Senin, 21 April 2025 , di kantor Kecamatan Ratu Agung, Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Sudisman S.Sos , dari partai Hanura, dapil IV yang mencakup Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban , menggelar reses pada Senin, 21 April 2025 , di kantor Kecamatan Ratu Agung, Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu. Acara ini dihadiri oleh Camat Ratu Agung, Subhan Gusti Hendri , Kepala dinas Koperasi dan UMKM Edison , serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu .

Anggota DPRD Sudisman S.Sos , dari Fraksi Hanura, dapil IV yang mencakup Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban , menggelar reses pada Senin, 21 April 2025 , di kantor Kecamatan Ratu Agung, Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu

Dalam reses ini, warga RT 7 Kelurahan Nusa Indah menyampaikan berbagai aspirasi, salah satunya mengenai permasalahan banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. Edi , seorang warga yang telah berdomisili di daerah tersebut sejak 1974 , mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi setiap kali hujan deras turun. “Kami meminta perhatian dari pemerintah kota untuk melanjutkan pembangunan siring di daerah kami. Jika hujan deras dan air pasang naik, rumah kami terendam banjir,” kata Edi.

Selain masalah banjir, warga yang bergerak di sektor UMKM turut menyampaikan harapan kepada pemerintah. Salah satu pelaku usaha dari sektor konveksi mengusulkan agar DPRD Kota Bengkulu menetapkan perda yang mewajibkan pengadaan seragam sekolah dasar dan menengah dibuat oleh penjahit lokal. “Kami mengalami kesulitan dalam bidang jahit-menjahit. Kami berharap ada kebijakan yang memihak kepada usaha konveksi lokal , sehingga pemesanan seragam sekolah tidak dilakukan di luar kota,” ujar salah seorang warga.

Menanggapi usulan tersebut, Sudisman menyerap aspirasi masyarakat terkait pemberdayaan UMKM dan menyatakan dukungannya terhadap penjahit lokal. “Dengan membeli produk lokal, ekonomi kita tidak akan terlalu jatuh ,” ujar Sudisman.

Selain sektor UMKM, Sudisman juga menegaskan komitmennya bahwa pemerintah kota akan berupaya semaksimal mungkin dalam pelaksanaan pembangunan, terutama terkait perbaikan infrastruktur dan penanganan banjir . “Saya yakin pihak terkait akan menjadikan masalah banjir sebagai perhatian utama, meskipun anggaran kita sangat terbatas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun anggaran kota terbatas, pemerintah tetap berusaha memperbaiki infrastruktur di 9 kecamatan dan 67 kelurahan di Kota Bengkulu. “Kami akan berusaha memaksimalkan penggunaan anggaran yang ada untuk memperbaiki sarana dan prasarana,” tambahnya.

Dalam sesi wawancara seusai reses, Sudisman menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat. “Pemangkasan anggaran ini sebaiknya tidak dilakukan secara merata , karena daerah dengan kemampuan keuangan rendah seperti Kota Bengkulu membutuhkan evaluasi khusus ,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa jika efisiensi anggaran ini terus berlanjut tanpa evaluasi hingga tahun 2029 , maka perekonomian daerah akan mengalami penurunan signifikan .

Acara reses ini menjadi momentum penting bagi warga Kelurahan Nusa Indah untuk menyuarakan kebutuhan mereka, sekaligus menjadi ajang diskusi antara pihak DPRD, UMKM, dan instansi pemerintah terkait.

 

banner 728x250