banner 1000x350

admin 6

81 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Klarifikasi Isu Polisi Masuk Kampus, Polda Jabar Tegaskan Hanya Lakukan Pengamanan di Jalan Umum

Bandung, News Raflesia – Polda Jawa Barat meluruskan informasi yang beredar terkait tuduhan polisi masuk dan melakukan penyisiran di dalam kampus saat kericuhan terjadi beberapa waktu lalu. Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Tidak ada Polisi yang masuk ke dalam kampus, tidak ada sweeping. Yang berada di pintu gerbang adalah kelompok massa, bukan mahasiswa UNISBA,” tegas Rudi Setiawan di Bandung, Selasa (2/9/2025).

Ia menjelaskan, polisi hanya melintas di jalan umum dan tidak masuk ke dalam lingkungan kampus. Bahkan, dalam rekaman video yang beredar, salah satu direktur kepolisian terlihat mengingatkan jajarannya agar tidak memasuki area kampus.

Polda Jabar juga telah berkomunikasi dengan pimpinan Universitas Islam Bandung (UNISBA).

Menurut Rudi, pihak kampus justru meminta bantuan pengamanan karena kericuhan yang terjadi bukan sepenuhnya melibatkan mahasiswa mereka. “Kampus justru menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang mempersenjatai diri dan melakukan penyerangan terhadap petugas,” ujarnya.

Kapolda menambahkan, sweeping di dalam kampus dilakukan oleh keamanan internal UNISBA, bukan oleh polisi. “Mereka tidak ingin nama baik kampus tercemar, sehingga internal melakukan pengusiran terhadap kelompok pengacau tersebut,” jelasnya.

Dalam patroli skala besar yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan 16 orang pada pukul 00.30 WIB. Dari jumlah tersebut, 10 orang telah teridentifikasi, terdiri dari mahasiswa, satpam, wiraswasta, hingga pengangguran.

Beberapa di antaranya kedapatan terlibat kasus narkoba dan membawa senjata berbahaya. Salah satunya MN (23), mahasiswa semester 5, kedapatan membawa ganja dan hasil tes urinnya positif narkoba. Pelaku lain berinisial MF (23) terbukti memiliki percakapan terkait transaksi narkoba serta ajakan berkumpul untuk membuat kericuhan.

Selain itu, polisi juga mengamankan GOP, seorang pengangguran tamatan SMA yang membawa ganja, serta AA (25) asal Bandung yang kedapatan membawa senjata soft gun dengan peluru gotri. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Senjata gotri ini berbahaya, pada jarak dekat bisa mematikan. Untuk dua tersangka, sudah kami proses sesuai hukum. Sementara yang lainnya masih dalam pemeriksaan dan analisa tim,” kata Kapolda Jabar.

Rudi memastikan, kericuhan tersebut bukan aksi unjuk rasa mahasiswa, melainkan tindakan kelompok tertentu yang telah merencanakan kekacauan. “Kami mohon kerja sama semua pihak, baik universitas maupun instansi terkait. Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur, Kajati, Pangdam dan Ketua Pengadilan agar Jawa Barat tetap aman,” tutupnya.

‎Kapolda: Aksi Unras mahasiswa di Bengkulu berjalan aman dan kondusif

Foto: istimewa

Bengkulu, News-raflesia-indonesia.my.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu, Inspektur Jenderal Polisi Mardiyono, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi unjuk rasa (Unras) yang digelar ribuan mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu pada hari ini. Menurutnya, kegiatan penyampaian aspirasi tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

‎Dalam keterangan resminya, Kapolda Bengkulu menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu, jajaran TNI dan Polri, serta para mahasiswa yang telah menjaga ketertiban selama berlangsungnya aksi.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda, jajaran hingga personel Polda Bengkulu, serta mahasiswa. Aksi unjuk rasa hari ini berjalan lancar, aman, dan damai,” ujarnya, Selasa (02/9/2025).

‎Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah isu nasional dan daerah. Massa aksi melakukan orasi di beberapa titik strategis, termasuk di depan kantor pemerintahan daerah. Sepanjang jalannya aksi, aparat keamanan bersama koordinator lapangan mahasiswa melakukan pengawalan ketat agar kegiatan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas.

‎Situasi kondusif ini, menurut Kapolda, merupakan hasil kerja sama semua pihak. Ia menekankan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang, namun tetap harus dilakukan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab.

‎“Kita patut bersyukur, karena mahasiswa dapat menyampaikan pendapat secara damai, dan aparat kepolisian dapat menjalankan tugas pengamanan dengan baik,” tambahnya.

‎Selain itu, Kapolda Bengkulu juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat perlu disalurkan melalui mekanisme yang tepat. Ia berharap ke depan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan mahasiswa dapat terus terjalin untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat di Bengkulu.

‎Hingga aksi berakhir, tidak dilaporkan adanya insiden berarti. Arus lalu lintas kembali normal, dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Kondisi ini menunjukkan bahwa Bengkulu mampu menjadi contoh daerah yang menjunjung tinggi demokrasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan. rls



Polisi patroli skala besar hingga Sasar Gang-gang di Jakarta usai demo

Jakarta, News-raflesia-indonesia.my.id – Polda Metro Jaya kembali melaksanakan patroli skala besar untuk memastikan situasi keamanan di wilayah Jakarta usai rentetan demonstrasi pada pekan lalu.

“Tujuan kita dalam melaksanakan patroli skala besar ini tidak ada lain dan bukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, di lingkungan Kota Jakarta ini,” kata Karoops Polda Metro Jaya Kombes I Ketut Gede Wijatmika di Polda Metro Jaya, Senin (1/9).

“Harapannya kita seluruh masyarakat untuk bisa kembali normal seperti sedia kala tidak ada gangguan, halangan, bekerja dengan tenang, beraktivitas dengan lancar,” sambungnya.

Polisi juga turut menggandeng kelompok masyarakat (pokmas) serta TNI dalam patroli tersebut. Wijatmika menyebut langkah ini dilakukan sebagai bukti bahwa menjaga situasi keamanan merupakan tanggung jawab bersama.

“Keamanan menjadi tidak hanya kepada aparat kepolisian atau TNI, tapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita menjaga situasi di Jakarta tetap kondusif,” ucap dia.

Disampaikan Wijatmika, pihaknya tak hanya menggelar patroli skala besar saja, tapi juga skala kecil. Kata dia, patroli dilakukan setiap dua jam sekali dengan rute yang berbeda.

“Skala kecil kita masuk ke gang-gang sehingga masuk ke segala penjuru. Untuk saat ini 350 (personel) kita libatkan dari beberapa fungsi,” ujarnya. rls

error: Content is protected !!