banner 1000x350

Redaksi

854 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Anggota DPD RI Destita Khairilisani Jadi narasumber kuliah umum di STIESNU Bengkulu

0-0x0-0-0#

Bengkulu News-raflesia-indonesia.my.id – Anggota DPD RI, Apt. Destita Khairilisani, S. Farm, M.SM, menjadi narasumber dalam kuliah umum yang digelar di Aula Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu pada Jumat (28/02). Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa.

Dalam sesi kuliah umum, mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan, terutama terkait beasiswa. Masih banyak mahasiswa STIESNU yang belum mendapatkan bantuan beasiswa, sehingga mereka berharap ada solusi dan dukungan dari pihak terkait untuk mempermudah akses beasiswa bagi mereka.

Selain itu, pihak kampus juga mengeluhkan sulitnya sistem penerimaan mahasiswa baru. Ketua STIESNU, Agung CP, mengungkapkan bahwa persaingan antar perguruan tinggi di Bengkulu semakin ketat. Menurutnya, jika tidak ada pembenahan dari sekarang, akan semakin sulit bagi STIESNU untuk menarik mahasiswa baru.

“Jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Bengkulu sangat banyak. Khusus yang berada di bawah naungan Kementerian Agama saja, sudah ada Universitas Fatmawati, Universitas Muhammadiyah, dan beberapa lainnya. Oleh karena itu, STIESNU harus terus berbenah agar tetap kompetitif,” ujar Agung.

Usai acara, Apt. Destita Khairilisani menyampaikan rasa syukurnya dapat menghadiri undangan dari STIESNU Bengkulu. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung STIESNU dalam proses perjuangan menjadi institut.

“Alhamdulillah, hari ini kita berkesempatan mengisi kuliah umum tentang peningkatan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Bengkulu. Kita sudah saling berbagi pandangan sesuai regulasi dan kondisi saat ini. Harapannya, ada kolaborasi agar sekolah tinggi Islam swasta di Bengkulu bisa semakin berkembang ke depan,” ujar Khairilisani.

Destita Anggota DPD RI Lagi mengisi Perkuliahan.

Lebih lanjut, Destita Khairilisani menambahkan bahwa STIESNU sedang dalam proses pengajuan peningkatan status menjadi institut. Saat ini, pihak kampus tengah menunggu persetujuan untuk program studi baru.

“Kita doakan dan perjuangkan bersama agar dalam waktu dekat ini STIESNU bisa resmi menjadi institut. Saya selaku anggota DPD RI di Komite III siap mendukung penuh,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua STIESNU, Agung CP, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Khairilisani. Menurutnya, pendampingan dari anggota DPD RI sangat membantu dalam mempercepat proses peningkatan status kampus.

“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan pendampingan dari ibu Destita Insya Allah, dengan percepatan ini, STIESNU akan segera menjadi Institut Agama Islam. Semoga beliau diberikan kesehatan untuk terus mengawal pendidikan di Bengkulu,” kata Agung.

Saat ini, STIESNU telah beroperasi selama sembilan tahun dan memiliki program studi Ekonomi Syariah serta Ekonomi Perbankan Syariah. Kampus ini juga fokus mencetak lulusan yang siap menjadi praktisi ekonomi syariah agar dapat berkontribusi dalam perkembangan ekonomi di Bengkulu.” Ungkap Agung.

Lebih lanjut, STIESNU berencana membuka program studi baru, seperti Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah. Saat ini, proses pengajuan sudah berjalan dan sedang menunggu Surat Keputusan (SK) dari Dirjen Pendidikan Islam.

Harapannya, dengan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut, jumlah mahasiswa baru juga akan meningkat. Secara otomatis, peluang mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa juga semakin besar. Ketua STIESNU menargetkan perubahan status ini bisa terealisasi pada tahun 2025.

“Anggota DPRD Provinsi Bengkulu H. Herwin Suberhani Laksanakan Reses di Desa Sukajaya, Terima Aspirasi Masyarakat”

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil VI, H. Herwin Suberhani, SH., MH, dari Fraksi Gerindra, mengadakan reses di Desa Sukajaya, Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada 25 Februari 2025. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat setempat menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi.

Salah satu permohonan yang disampaikan adalah penambahan tiang listrik di beberapa gang untuk meningkatkan kualitas pasokan listrik di desa tersebut. Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan saluran drenase di depan pesantren (ponpes), mengingat sering terjadinya banjir saat musim hujan. Masyarakat juga meminta tempat pembuangan sampah untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan.

Warga berharap agar bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. BSL tidak hanya berupa hewan qurban, tetapi juga dialihkan untuk pembangunan infrastruktur atau fasilitas fisik yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Pimpinan ponpes setempat pun mengajukan permohonan bantuan untuk pembangunan ruang kelas guna meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren.

Selain itu, warga meminta perhatian terhadap pembangunan jalan usaha tani untuk mempermudah akses pertanian. Mereka juga mengeluhkan pencemaran lingkungan akibat asap yang dihasilkan oleh pabrik PT. BSL, yang menyebabkan debu masuk ke rumah-rumah warga.

Sebagai perwakilan rakyat, H. Herwin Suberhani berkomitmen untuk menindaklanjuti semua aspirasi dan keluhan yang telah disampaikan selama reses ini.

Ketua umum BPD Hipmi Bengkulu Yosia yodan hadiri Indonesia energi outlook 2025 dan Rakernas ASPEBINDO di Jakarta

Jakarta, news-raflesia-indonesia.my.id— Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, menghadiri acara Indonesia Energi Outlook 2025 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) yang digelar di The Residences Ballroom, Park Hyatt Jakarta Hotel, Menteng, Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk merumuskan strategi dan rekomendasi guna menghadapi tantangan energi nasional di masa depan. Rakernas ASPEBINDO terbagi menjadi tiga sesi panel yang membahas berbagai aspek penting terkait industri energi nasional.

“Pada panel pertama, para narasumber membahas peran ASPEBINDO dalam mendukung pencapaian target energi nasional 2030, termasuk strategi menghadapi peningkatan kebutuhan energi yang terus berkembang. Panel kedua membahas sinergi antara ASPEBINDO, pemerintah, dan sektor swasta dalam mengoptimalkan peluang di industri energi, sementara panel ketiga berfokus pada rekomendasi dan rencana tindak lanjut program kerja ASPEBINDO untuk tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan menyampaikan apresiasi kepada ASPEBINDO atas undangan yang diberikan kepada HIPMI Bengkulu untuk turut berpartisipasi dalam acara ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum ASPEBINDO yang telah mengundang kami untuk hadir dalam Indonesia Energi Outlook 2025 dan Rakernas ASPEBINDO. Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mempererat kolaborasi dalam mendukung pengembangan sektor energi nasional,” ujar Yosia.

Turut mendampingi Yosia Yodan dalam acara tersebut, Sekretaris Umum BPD HIPMI Bengkulu Julian Tanel dan Anggota Dewan Pembina BPD HIPMI Bengkulu Emil Reza Satyagraha, yang juga dalam diskusi panel dan sesi networking untuk memperluas jejaring kerja sama.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi Dr. H. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., yang menjadi pembicara utama. Dalam pidatonya, Ferry menekankan pentingnya peran koperasi dalam pengelolaan tambang minyak dan gas (migas) serta mineral dan batubara, khususnya setelah revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang memungkinkan koperasi terlibat langsung dalam pengelolaan tambang.

“Kami ingin koperasi sebagai badan usaha bisa masuk ke sektor-sektor usaha strategis, termasuk energi, pangan, hingga hilirisasi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah peluang besar bagi koperasi untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian energi nasional,” ungkap Ferry.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ir. Yuliot Tanjung, M.M., turut memberikan pandangan terkait prospek energi nasional. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan investasi berkelanjutan untuk mempercepat transisi energi dan mendukung pengembangan sumber energi baru dan terbarukan (EBT).

“Dengan terselenggaranya Indonesia Energi Outlook 2025 dan Rakernas ASPEBINDO, diharapkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi masyarakat, dapat bersinergi lebih kuat dalam mengatasi tantangan energi ke depan,” harapnya.

Kehadiran HIPMI Bengkulu di acara ini menjadi simbol semangat kolaborasi antarorganisasi untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya di sektor energi, yang menjadi tulang punggung pertumbuhan nasional.

Indonesia Energi Outlook 2025 diharapkan menjadi pijakan strategis dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang mengutamakan kemandirian, keberlanjutan, dan pemerataan akses energi bagi seluruh rakyat Indonesia. Rls

Teuku Zulkarnain Gelar Reses di Bengkulu, Terima Aspirasi Masyarakat soal Jalan Lingkungan dan Pendidikan

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menggelar reses di kediamannya yang terletak di Kelurahan Pematang Gubernur pada Kamis (27/2). Dalam kesempatan ini, Teuku menerima berbagai aspirasi dari masyarakat setempat, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga persoalan pendidikan yang membutuhkan perhatian lebih.

Dalam sambutannya, Teuku juga berbagi hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan bersama anggota DPRD lainnya ke beberapa SMA dan SMK di wilayah Bengkulu. Sidak tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, terkait pembebasan biaya sekolah benar-benar diterapkan di lapangan. Teuku menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan uang sekolah, uang perpisahan, atau biaya lainnya yang membebani siswa, mengingat kepala sekolah sudah menerima gaji dari negara.

Salah satu warga, Kuprin, menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan lingkungan yang rusak dan membutuhkan pengoralan serta peningkatan. Menanggapi hal tersebut, Teuku langsung memerintahkan timnya untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar jalan tersebut segera mendapatkan perhatian dan perbaikan.

Selain itu, seorang ibu bernama Ayu mengeluhkan adanya permintaan pembayaran SPP untuk anak dan adik kandungnya yang duduk di kelas 1 salah satu SMA negeri. Menurut Ayu, kebijakan pemerintah seharusnya membuat sekolah negeri gratis. Teuku pun dengan tegas memastikan bahwa tidak akan ada lagi pungutan biaya apapun, terutama bagi siswa yang sudah menerima nomor ujian. “Semua tidak ada yang bayar, ikut saja ujian,” tegasnya.

Ferry, warga lainnya, menanyakan perihal persoalan tapal batas antara Kelurahan Pematang Gubernur dan Kandang Limun. Menanggapi hal ini, Teuku segera meminta Lurah Pematang Gubernur untuk berkoordinasi dengan Camat Muara Bangkahulu guna menyelesaikan masalah tersebut secepatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Teuku juga kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Bengkulu. “Kita berharap Bengkulu akan lebih baik dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya, mengakhiri sambutannya.

Reses ini menjadi momen penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, sekaligus mendapatkan jawaban dan solusi langsung dari wakil rakyat mereka di DPRD Provinsi Bengkulu. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin erat, serta aspirasi warga dapat terwujud dengan nyata.

Reses Ketua Komisi IV DPRD Bengkulu: Kenalkan Produk Daur Ulang

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, S.H., menggelar kegiatan reses pada Kamis pagi (27/2/2025) di Kantor Bapelkes Provinsi Bengkulu. Dalam acara ini, Usin tidak hanya mendengarkan aspirasi masyarakat, tetapi juga memperkenalkan berbagai produk hasil daur ulang limbah sampah dari kelompok PSU binaannya.

Dalam sambutannya, Usin menekankan pentingnya perizinan usaha bagi masyarakat yang ingin mengembangkan produk daur ulang. Oleh karena itu, ia turut mengundang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTMPSP) agar warga lebih mudah dalam mengurus izin usaha berbasis online.

Pada kesempatan tersebut, Usin juga memamerkan sejumlah produk kreatif berbahan dasar sampah, seperti keranjang minuman dan kotak tisu. Menurutnya, pengolahan limbah tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain memfasilitasi perizinan usaha, Usin turut menggandeng BPJS Kesehatan untuk menyosialisasikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari warga, yang berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dalam pengembangan usaha berbasis daur ulang sampah.

Di akhir kegiatan, Usin menegaskan komitmennya untuk terus membantu masyarakat dalam pengurusan izin usaha serta mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah. Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta berdaya guna.

Menteri Pendidikan Apresiasi Program Revitalisasi Bahasa Daerah di Bengkulu

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar acara puncak perayaan Tunas Bahasa Ibu 2025 sebagai bagian dari peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan bahasa daerah di Bengkulu.

Balai Bahasa, Dwi Lely Sukmawati, mengungkapkan bahwa berbagai program telah dijalankan untuk menjaga eksistensi bahasa daerah. Program tersebut meliputi revitalisasi bahasa daerah, penerjemahan bahasa daerah ke bahasa Indonesia, penyusunan kamus, serta pembuatan konten digital berbahasa daerah.

“Acara ini erat kaitannya dengan upaya pelestarian bahasa ibu di Bengkulu. Banyak program yang telah kami jalankan, mulai dari revitalisasi hingga penyediaan media publikasi seperti kamus dan majalah,” ujar Lely, Kamis (27/2).

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2025, program ini masih sejalan dengan tahun sebelumnya, tetapi metode pelaksanaannya lebih disesuaikan agar lebih efektif dalam menjangkau masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memberikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, pelestarian bahasa ibu adalah langkah penting dalam menjaga identitas budaya dan warisan bangsa.

“Indonesia memiliki lebih dari 817 bahasa daerah yang harus dijaga eksistensinya. Program seperti ini sangat penting agar bahasa daerah tidak punah dan tetap digunakan oleh generasi muda,” ujar Mu’ti.

Beliau juga menekankan bahwa bahasa daerah memiliki nilai filosofis dan sejarah yang kuat, sehingga perlu terus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu, Haryadi, yang mewakili Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Ir. H. Mian, menyampaikan bahwa bahasa daerah memiliki peran penting dalam dunia pendidikan dan identitas budaya.

“Revitalisasi bahasa daerah bukan hanya tentang menjaga bahasa itu sendiri, tetapi juga melestarikan budaya dan nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” jelas Haryadi.

Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan guru dan siswa SD serta SMP sebagai Tunas Bahasa Ibu. Para siswa diberikan kebebasan memilih tujuh modul pembelajaran bahasa daerah, seperti menulis aksara Ulu, mendongeng, berpidato, dan menyanyikan tembang tradisional. Generasi Muda Didorong Buat Konten Digital Berbahasa Daerah

Haryadi juga mengajak masyarakat Bengkulu untuk lebih aktif menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.

“Bahasa daerah bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman. Justru ini adalah bagian dari kecerdasan dan identitas bangsa. Mari kita tunjukkan kebanggaan kita dengan membuat konten digital berbahasa daerah,” ujarnya.

Ia juga menyerukan kepada berbagai suku di Bengkulu, seperti Rejang, Serawai, Lembak, Pasemah, Pekal, Nasal, Bintuhan, Muko-Muko, dan Melayu Kota, untuk terus melestarikan bahasa mereka.

Program revitalisasi bahasa daerah yang dijalankan oleh Balai Bahasa Bengkulu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Salah satu strategi utama dalam program ini adalah melibatkan guru dan siswa SD-SMP sebagai agen pelestarian bahasa daerah.

Dengan metode pembelajaran berbasis modul, anak-anak diajak untuk memahami dan menggunakan bahasa daerah dalam berbagai bentuk. Harapannya, generasi muda Bengkulu tidak hanya mengenal, tetapi juga aktif menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bengkulu, mengingat provinsi ini terpilih sebagai tuan rumah perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional 2025. Diharapkan, berbagai upaya yang telah dilakukan akan semakin memperkuat eksistensi bahasa daerah dan menjadikannya bagian dari pendidikan yang berkualitas.

error: Content is protected !!