banner 1000x350

Redaksi

969 KIRIMAN 0 KOMENTAR

“Plt Gubernur Bengkulu Serahkan Penghargaan ke 15 UMKM

Senin (23/12/2024), di Hotel Adeva, Bengkulu. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, menyerahkan penghargaan Sidhakarya dan Penghargaan K3 Terbaik Tahun 2024 dalam acara yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Rosjonsyah memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM dan IKM penerima penghargaan, sembari menekankan pentingnya kontribusi mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu di tahun 2025, dengan target peningkatan sebesar 8%.

“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada penerima penghargaan. Kita mengarahkan ekonomi Bengkulu, khususnya dari sektor UMKM, untuk tumbuh hingga 8% di tahun 2025. Mulai dari mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai ekonomi, hingga mendorong UMKM agar masuk ke era digitalisasi dan memanfaatkan platform elektronik. Pola seperti ini harus terus kita pertahankan,” ujar Rosjonsyah.

Sebanyak 15 UMKM dan IKM menerima penghargaan atas inovasi dan terobosan yang telah mereka lakukan, yang dinilai berhasil memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Syarifudin, menambahkan bahwa Bengkulu telah mendapatkan berbagai penghargaan nasional dalam kategori perusahaan kecil dan UMKM sejak tahun 2017.

“Sebagai informasi, sejak tahun 2017, 2019, 2021, 2023, dan Insyaallah 2025, kita selalu meraih penghargaan nasional berkat inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh UMKM kita,” kata Syarifudin menutup sambutannya.

Acara ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku UMKM dan IKM Bengkulu untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Provinsi Bengkulu Raih Dana Insentif Karbon Rp 11,8 Miliar

Perubahan iklim memengaruhi suhu bumi, ekosistem hingga sumber daya alam. Untuk itu berbagai upaya sterategis dilakukan dalam mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Implementasi perlindungan kawasan hutan melalui pengelolaan yang kolaboratif, integratif dan melibatkan peran aktif masyarakat lokal di tingkat tapak.

Melalui skema Results Based Payment (RBP) Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Green Climate Fund (GCF) atau dikenal juga sebagai Dana Iklim Hijau, menyetujui proposal pemerintah Indonesia untuk mengakses dana pembayaran berbasis hasil. Provinsi Bengkulu sendiri mendapatkan insentif karbon sebesar $ 757.255 atau sekitar Rp 11,8 miliar.

Dana tersebut dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Lembaga Perantara (Lemtara) guna memastikan transparansi, akuntabilitas pengelolaan dana, pemantauan pelaksanaan rencana kegiatan, serta evaluasi hasil program.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, saat membuka Kick Off Program RBP REDD+ For Result Period 2014-2016 Green Climate Fund, bertempat di Hotel Nala Sea Side, Senin (23/12/2024) mengatakan, program ini fokus pada upaya pengurangan deforestasi dan degradasi hutan. Peningkatan keanekaragaman hayati, serta penguatan penghidupan masyarakat secara berkelanjutan. Pelaksanaannya sendiri akan dilakukan oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu.

“Kita, Provinsi Bengkulu mendapatkan bantuan 11 miliar yang akan digunakan untuk reboisasi hutan-hutan yang rusak. Dan itu memang sangat dibutuhkan, karena cuaca ekstrem sehingga harus upaya pencegahan dan penanaman kembali area hutan untuk pengurangan emisi rumah kaca,” papar Rosjonsyah, Sementara itu Direktur KKI Warsi, Adi Junaedi mejelaskan, upaya wujudkan Nationally Determined Contributions (NDC) melalui tata kelola hutan yang berkelanjutan dan aksi kolaboratif bersama masyarakat.

“Posisi KKI Warsi di sini sebagai perantara antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kemudian Gubernur Bengkulu menunjuk DLHK sebagai leading sector, jadi kita intensif kerja sama dengan DLHK mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, sampai ke monitoring dan evaluasi,” demikian Adi”.

Bengkulu Sukses Menekan Laju Deforestasi: Kemajuan Signifikan Pelestarian Hutan di 2024

Penghujung tahun 2024 menjadi momen penting bagi Provinsi Bengkulu dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Berdasarkan analisis Citra Satelit Sentinel 2 , dipadukan dengan pengamatan dari google earth, citra spot 6, SAS Planet yang dilakukan oleh Tim  Geographic Information System (GIS) KKI Warsi, terlihat provinsi ini berhasil menunjukkan penurunan signifikan dalam laju deforestasi.

Tahun 2024 tutupan hutan Bengkulu tercatat 643.961 ha. Sedangkan tahun 2023 tutupan hutan 645.116 ha dan tahun 2022 653.422 ha. Melihat angka-angka ini, meski tetap terjadi kehilangan hutan 1.155 ha, angka ini jauh berkurang jika dibandingkan dengan penurunan tahun 2022 ke 2023. Ketika Bengkulu kehilangan 8.306 ha. “Ini memperlihatkan kinerja Bengkulu dalam menahan laju kehilangan hutan cukup baik, Bengkulu mampu menahan laju kehilangan hutan sebanyak 86 persen”kata Rudi Syaf Manager Komunikasi KKI Warsi”.

Dari hasil analisis ini juga memperlihatkan bahwa ada kawasan hutan yang bertambah tutupannya, namun ada juga yang hilang. “Terlihat bahwa terdapat 1.330 ha hutan yang bertambah, terlihat di kawasan masyarakat, hutan lindung, taman nasional, cagar alam dan hutan buru, sedangkan kehilangan hutan terlihat di kawasan Hutan Produksi Terbatas, dan hutan produksi, serta taman wisata alam,”Ungkap Rudi”.

Perubahan hutan ini, masih menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus berupaya memperbaiki tata kelola hutan dan mengatasi tekanan pada kawasan hutan. Hal ini menjadi keharusan di tengah tantangan global, ketika bumi menghadapi perubahan iklim yang sudah berdampak pada kehidupan bumi. “Kita harus terus berupaya untuk mengendalikan emisi karbon yang lepas ke udara,” kata Rudi.

Dengan perubahan hutan, Bengkulu bisa menghitung kandungan karbon dan emisi yang dilepaskan ke udara ketika terjadi kehilangan hutan. Dari hitungan yang dilakukan emisi  karbon dioksida dari 7 juta ton CO2 eq pada tahun 2023, menjadi 1 juta ton CO2 eq pada tahun 2024.

Tantangan Bengkulu

Hutan memiliki peran yang sangat penting dalam mengendalikan iklim global. Sebagai penyerap karbon dioksida, hutan menyerap dan menyimpan karbon dioksida  yang pepohonan. Ketika pepohonan di tebang, itu artinya melepaskan emisi ke udara. Tantangan Bengkulu, ke depannya adalah masih ada kegiatan ektraktif dalam mengelola hutan dan lahan yang berpotensi melepaskan emisi ke udara. Dari analisis yang kita lakukan, pelepasan emisi terbesar datang dari PBPH, pengelolaan hutan oleh koorporasi yang mendapatkan legalitas dari negara. PBPH menyumbang pelepasan emisi sebesar ditenggarai dari aktivitas pembukaan lahan.  “Data kami memperlihatkan bahwa terdapat kehilangan hutan 2023 ke 2024 sebanyak 1.705 ha, ini yang menjadi penyumbang emisi Bengkulu,”ungkap Rudi”.

Selain itu juga terdapat pelepasan emisi dari izin usaha pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

rilis-catatan akhir tahun 2024

Untungnya kata Rudi, di tengah situasi demikian Bengkulu juga masih memperlihatkan kemampuan menumbuhkan hutan sehingga meningkatkan kemampuan hutan menyerap karbon dioksida.

Kolaborasi menurunkan emisi

Perbaikan tata kelola kehutanan menjadi langkah utama dalam pengendalian perubahan iklim di sektor tata guna lahan dan kehutanan. Tata kelola yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan perlu diterapkan segera. “Kegiatannya mencakup perbaikan rencana tata kelola hutan dan mendorong para pihak pemegang izin pengelola hutan untuk mempertahankan tutupan hutannya yang masih tersisa,”kata Adi Junedi, Direktur KKI Warsi”.

Pada saat ini, hutan yang masih tersisa masih bisa menguntungkan korporasi, dengan memulai langkah-langkah restorasi dan pemulihan hutan. “Selanjutnya bisa masuk ke skema perdagangan karbon, “ kata Adi”.

Selain itu, menurut Adi juga perlu untuk memperkuat  pengawasan terhadap izin pengelolaan hutan, pengendalian deforestasi, dan rehabilitasi lahan kritis. “Upaya ini harus didukung oleh kebijakan yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Penegakan hukum yang tegas terhadap pembalakan liar dan alih fungsi lahan secara ilegal juga diperlukan untuk memastikan kelestarian hutan sebagai penyerap karbon utama,”Ungkap nya.

Selain itu, pelibatan masyarakat mengelola hutan juga menjadi faktor kunci pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Masyarakat Bengkulu memiliki budaya pertanian dan perkebunan dengan membuka lahan baru, tingkat ekspansi ke kawasan hutan juga tergolong cukup tinggi.  “Untuk itu perlu adanya membangun kesadaran bersama di masyarakat dan mendorong pengelolaan hutan yang berkelanutan,”Ungkap Adi”.

Tekanan terhadap hutan dapat diminimalkan melalui pemberian akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan secara berkelanjutan, seperti melalui skema-skema perhutanan sosial, seperti  Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan  Hutan Desa. “Pendekatan ini memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak ekosistem, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Selain itu, penguatan kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola hutan secara bijak dapat menjadi kunci keberhasilan pengendalian perubahan iklim di tingkat lokal,”Ungkap Adi”.

Dalam pendampingan Warsi bersama masyarakat terlihat pola ini menunjukkan hasil yang baik. Di Desa Baru Raja R, Bengkulu Utara, masyarakat yang telah mendapatkan legalitas pengelolaan Hutan Desa, memulihkan hutan yang degradasi dengan menanami kopi. “Sejak mendapatkan SK pengelolaan hutan desa, masyarakat rutin melakukan patroli, dan memulihkan hutan mereka dengan tanaman kehutanan,”Ungkap Adi”.

Selain itu, masyarakat juga didukung untuk mengembangkan ekonomi alternatif berbasis potensi lokal. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap hutan, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Seperti misalnya mengembangkan produk kopi premium, kerajinan hasil hutan bukan kayu, hingga pengembangan ekowisata minat khusus,”kata Adi”.

Dengan demikian, pengembangan ekonomi alternatif tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap hutan, sehingga membantu mengendalikan perubahan iklim.

Grand Opening TIMEZONE Bengkulu, Wahana Bermain Favorit Anak-Anak di Libur Nataru

NRI Bengkulu ­- Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen yang dinantikan, terutama oleh anak-anak setelah pembagian rapor sekolah. Untuk memanfaatkan libur panjang ini, Bencoolenmall Bengkulu menghadirkan wahana bermain keluarga terbesar, TIMEZONE, yang resmi dibuka sabtu 21desember 2024.

Grand opening berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan anak dan orang tua yang memenuhi area permainan. Antusiasme pengunjung terlihat dari panjangnya antrean di loket masuk. Anak-anak tampak tak sabar mencoba berbagai permainan seru yang ditawarkan TIMEZONE.

Wahana ini menawarkan beragam permainan modern yang cocok untuk segala usia, mulai dari arcade games, simulasi olahraga, hingga wahana menantang adrenalin. Untuk keluarga dengan anak-anak balita, disediakan area khusus yang aman dan nyaman, sehingga semua anggota keluarga dapat menikmati waktu bermain bersama.

Chief Operating Officer Benmall, Irwandi Putra, mengungkapkan bahwa pembukaan TIMEZONE ini bertujuan menciptakan pengalaman liburan yang tak terlupakan bagi keluarga.

“Kami ingin memberikan kesan liburan yang menyenangkan sekaligus menjadi destinasi hiburan keluarga yang berkualitas di Bengkulu,” ujar Irwandi.

Selain fasilitas yang lengkap, sejumlah promo menarik juga ditawarkan selama masa pembukaan, seperti diskon tiket dan hadiah langsung bagi pengunjung pertama.

Menurut Direktur Marketing TIMEZONE Indonesia, Kiky, TIMEZONE Bencoolen mall Bengkulu merupakan wahana bermain terbesar di Sumatera.

“Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman bermain terbaik. Timezone Bengkulu memiliki kualitas yang setara dengan cabang lainnya di Indonesia dan akan terus kami tingkatkan,” jelasnya.

Dengan kehadiran TIMEZONE di Bencoolen mall, Bengkulu kini memiliki destinasi hiburan keluarga yang menarik, terutama di momen libur panjang seperti Nataru. TIMEZONE siap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menciptakan kenangan indah bersama keluarga.

Grand Opening Lepetit II Artisan Bakery, Destinasi Baru Pecinta Roti di Bengkulu

Sabtu pagi, 21 Desember 2024, Lepetit II Artisan Bakery resmi dibuka di lingkungan Hotel Two k Azana Style, Kota Bengkulu. Acara grand opening berlangsung meriah dan dihadiri berbagai tamu undangan penting, seperti anggota DPRD Provinsi Bengkulu Anita, Ketua BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan, jajaran HIPMI Bengkulu, utusan perbankan, hingga keluarga besar dr. Hadiyanto Gunawan dan Lili Yodan, pemilik dari Lepetit II. Acara dimulai dengan musik pembuka dari Honey Rose, dilanjutkan dengan sambutan oleh owner Yodan Group dan Anita, istri (PLT) Gubernur Bengkulu, yang sekaligus mewakili sambutan Tamu.

Sebelumnya, Lepetit I Artisan Bakery telah berdiri di Jalan Kapuas Raya, Padang Harapan, Kota Bengkulu, dengan menyediakan berbagai macam roti, kue untuk dekorasi acara, dessert, dan produk premium lainnya. Kini, kehadiran Lepetit II dengan lokasi yang strategis dan fasilitas lebih lengkap. “Kami ingin memberikan pengalaman terbaik, dengan rasa premium yang langsung diracik oleh ibu mertua dan istri tercinta,” ungkap dr. Hadiyanto, pemilik sekaligus pimpinan Klinik Lhay di Bengkulu.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung, Lepetit II menawarkan diskon khusus sebesar 15% untuk semua produk selama tiga hari pertama setelah pembukaan. Produk unggulannya, seperti roti dan kue cake premium, menjadi daya tarik utama bagi pelanggan. Tidak hanya itu, lokasi bakery yang berada di dalam lingkungan Hotel Two k Azana Style menyediakan fasilitas rekreasi, seperti kolam renang, area bermain anak, dan fasilitas olahraga, menjadikannya tempat yang cocok untuk bersantai bersama keluarga. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan berharap pelanggan puas berbelanja di sini,” tambah dr. Hadiyanto.

Yosia Yodan Dilantik sebagai Ketua HIPMI Bengkulu Periode 2024-2027

News-Raflesia-indonesia.my.idYosia Yodan resmi dilantik sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu untuk masa jabatan 2024-2027. Pelantikan ini dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar Buchari, pada Kamis pagi (19/12) di Balai Semarak Provinsi Bengkulu.

Pelantikan ini berlangsung meriah dengan kehadiran Ketua DPD RI Sultan B Najmuddin, Gubernur Bengkulu Rosjonsyah, serta sejumlah pejabat, para pengusaha muda dari berbagai wilayah di Bengkulu.

Usai pelantikan, Yosia yang merupakan owner Two K Azana Style Hotel di kota Bengkulu mengatakan beberapa komitmennya untuk BPD HIPMI provinsi Bengkulu kedepan.

“Ya program setelah dilantik ini diantaranya yang pertama akan segera menyiapkan kantor, jadi nantinya kantor tersebut menjadi wadah bagi putra-putri Bengkulu berkonsultasi dan berkolaborasi serta menjadi tempat anak-anak muda berdiskusi. Lalu yang kedua akan ada program pengurus HIPMI study banding ke Jakarta, minimal 1 tahun 2x, supaya nanti pengurus BPD dan BPC bisa tau seperti apa yang dikerjakan BPP, dan bisa diterapkan di daerah,” kata Yosia

“Lalu yang ketiga kita akan mengajak UMKM untuk berkolaborasi agar bisa tumbuh bersama-sama, contoh kita kan ada 12 bidang tentu masing-masing skillnya beda-beda dan nanti akan kita adakan pelatihan-pelatihan dan diberikan literasi- literasi untuk UMKM. Lalu yang keempat, kita akan bikin program sama-sama keluarga pengurus HIPMI, bikin bansos seperti kegiatan santunan kepada anak yatim dan masih banyak lagi,” tegas Yosia

 

error: Content is protected !!