banner 1000x350

Redaksi

854 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Terobos Medan ekstrem, Warga kampung Serule apresiasi Personel Polres Aceh Tengah jadi yang pertama salurkan logistik

news-raflesia-indonesia, Takengon – Banyak kisah heroik, kepedulian, perjuangan, serta pengorbanan yang ditunjukkan anggota Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Salah satunya ditunjukkan oleh personel Polres Aceh Tengah yang menjadi pihak pertama menembus Kampung Serule untuk menyalurkan bantuan logistik pascabanjir bandang dan tanah longsor.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan oleh Bripka Hendri Faisal bersama dua rekannya, yang pada 31 Desember 2025 menerobos jalur ekstrem menuju Desa Serule, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Desa tersebut terisolasi akibat akses jalan terputus total karena banjir bandang dan longsor.

Ketiga personel berangkat dari Mapolres Aceh Tengah sekitar pukul 12.00 WIB dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis trail. Mereka membawa bantuan logistik dari Kapolres Aceh Tengah untuk masyarakat yang terisolasi dan belum tersentuh bantuan akibat kondisi medan yang sulit.

Meski jarak Desa Serule dari Kota Takengon hanya sekitar 46 kilometer, perjalanan kali ini harus ditempuh hingga 11 jam. Dalam kondisi normal, jarak tersebut biasanya dapat ditempuh sekitar satu jam. Rombongan baru tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB.

Sepanjang perjalanan, sejumlah titik jalan tertutup material tanah dan lumpur. Bahkan, beberapa akses jalan antar desa dilaporkan putus total. Kondisi ini membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara kendaraan roda dua harus berjibaku melewati medan yang berat dan berbahaya. Curah hujan yang masih tinggi semakin memperparah kondisi jalur yang dilalui.

Dalam situasi tersebut, personel Polres Aceh Tengah saling bahu-membahu mendorong dan menuntun kendaraan melewati jalan berlumpur dan terjal. Meski tubuh basah kuyup oleh hujan dan lumpur, semangat mereka tidak surut demi memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada warga yang membutuhkan.

Kedatangan personel Polres Aceh Tengah pada malam hari disambut haru oleh warga Desa Serule. Masyarakat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Kapolres Aceh Tengah beserta jajaran yang menjadi pihak pertama hadir membawa bantuan di tengah keterbatasan akses dan beratnya kondisi alam.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keberanian personel di lapangan.

“Apa yang dilakukan oleh personel Polres Aceh Tengah merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Mereka rela menembus medan ekstrem dan mempertaruhkan keselamatan demi memastikan bantuan logistik sampai kepada warga yang terisolasi akibat bencana,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menegaskan bahwa Polri akan terus hadir dan bergerak cepat dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Polri berkomitmen untuk selalu berada di garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, dan dedikasi seperti ini menjadi cerminan semangat pengabdian Polri kepada bangsa dan negara,” pungkasnya. rls

Polisi berkuda polsatwa patroli di monas, Warga antusias hingga foto bareng

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Kehadiran satuan Polisi Satwa (Polsatwa) berkuda Polri menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada malam pergantian Tahun Baru, Rabu (31/12/2025).

Selain memperkuat pengamanan, polisi berkuda juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang merayakan malam tahun baru bersama keluarga. Satuan Polsatwa diterjunkan untuk melakukan patroli di sejumlah titik keramaian di area Monas dengan menyusuri jalur-jalur utama.

Panit Subden SAR Den Turangga, IPDA Wahyu Jati Purnawan, menjelaskan bahwa patroli berkuda bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

“Kehadiran polisi berkuda ini selain untuk pengamanan, juga sebagai upaya preventif dan pendekatan humanis kepada masyarakat agar mereka merasa aman dan nyaman saat merayakan malam tahun baru di Monas,” ujar IPDA Wahyu Jati Purnawan.

Antusiasme warga terlihat jelas saat polisi berkuda melintas. Banyak pengunjung, termasuk anak-anak, menyapa petugas dan memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama. Tak sedikit orang tua yang mengajak anaknya berinteraksi langsung dengan kuda Polri sebagai pengalaman edukatif.

Petugas Polsatwa juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, mengawasi anak-anak, serta berhati-hati terhadap barang bawaan pribadi.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, menjaga anak-anaknya, dan bersama-sama menciptakan suasana perayaan yang tertib dan aman,” tambah IPDA Wahyu.

Kehadiran polisi berkuda dinilai efektif tidak hanya sebagai bagian dari pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan publik yang mendekatkan Polri dengan masyarakat. Suasana perayaan malam tahun baru di kawasan Monas pun berlangsung hangat, tertib, dan penuh kebersamaan.

Hingga patroli berlangsung, situasi di kawasan Monas terpantau aman dan kondusif. Personel Polsatwa bersama satuan lainnya tetap disiagakan untuk mengawal aktivitas masyarakat hingga pergantian tahun. rls

Presiden RI Prabowo tinjau kesiapan Huntara Aceh Tamiang, Hutama Karya berkontribusi untuk warga terdampak bencana

news-raflesia-indonesia.my.id, Aceh Tamiang – Presiden RI Prabowo meninjau progres pembangunan Huntara bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Kunjungan tersebut menegaskan fokus pemerintah menggeser penanganan dari fase darurat menuju pemulihan, terutama percepatan penyediaan tempat tinggal sementara yang aman dan layak.​

Dalam peninjauan itu, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operational Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Turut hadir dan mendampingi kegiatan tersebut, Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, serta Direktur Operasional II Hutama Karya, Gunadi. Rombongan meninjau area huntara dan fasilitas pendukung untuk memastikan kesiapan dasar hunian transisi bagi warga terdampak.

Presiden RI Prabowo menegaskan pemerintah memandang serius penanganan bencana dan berkomitmen meringankan beban warga. Presiden juga mengapresiasi inisiatif Danantara dalam percepatan pembangunan huntara, serta meminta koordinasi dijalankan ketat agar penanganan berjalan tertib.

“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan suatu pekerjaan yang saya lihat baik. Ini membangun hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi. Nanti saya minta Danantara untuk berkoordinasi dekat dengan BNPB dan pemerintah daerah,” ujar Presiden RI Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden RI Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci percepatan pemulihan. Presiden juga meminta layanan dasar segera dipastikan kembali berfungsi, termasuk sekolah dan puskesmas, agar aktivitas warga dapat berangsur normal.

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari program kolaborasi yang melibatkan sejumlah BUMN Karya yang proses pembangunannya telah dimulai sejak Rabu (24/12) lalu. Hutama Karya menjadi bagian dari telah terbangunnya 198 unit dari 600 unit Huntara yang direncanakan. Paket bangunan fisik dan unit Huntara lainnya secara terus-menerus akan dilanjutkan pembangunannya sesuai dengan target dan rencana yang ditargetkan Pemerintah.​

Huntara ini berlokasi di Jl. Banda Aceh–Medan, Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Huntara ini disiapkan sebagai hunian transisi bagi warga terdampak dan disebut telah memenuhi standar minimum Huntara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).​

Huntara dibangun untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk kembali memulai kehidupan bagi warga terdampak selama masa pemulihan. Unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung untuk aktivitas harian warga, termasuk fasilitas sanitasi/toilet, dapur umum, ketersediaan air bersih, konektivitas internet, dan mushola, serta prasarana akses internal di kawasan huntara. Fasilitas komunal ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, memastikan kebutuhan ibadah dan memasak tetap terpenuhi, serta membantu penataan aktivitas warga di area transisi.​

Huntara diharapkan mampu memberikan hunian yang layak bagi masyarakat terdampak bencana sebagai wujud kehadiran negara. Hutama Karya berkolaborasi dengan beberapa BUMN Karya mewujudkan huntara dengan konsep pembangunan berkonsep modular untuk memastikan kecepatan konstruksi yang sesuai dengan rencana dan kualitas hunian yang layak.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyatakan Hutama Karya senantiasa siap dan sedia hadir untuk menjadi bagian dari pembangunan negara. “Kami dengan semangat bersama seluruh sumber daya yang kami miliki, optimis dapat bersinergi bersama melayani dengan memberikan kontribusi terbaik. Kami yakin, Huntara dapat hadir untuk memulihkan kehidupan yang lebih layak bagi warga yang terdampak,” jelasnya.

Dukungan Hutama Karya merupakan bagian dari kolaborasi lintas pihak dalam transisi penanganan bencana dari fase darurat menuju pemulihan yang lebih terstruktur, termasuk pemulihan layanan dasar agar aktivitas warga berangsur pulih. Kolaborasi ini berjalan melalui koordinasi dengan Danantara, BP BUMN serta keterlibatan BUMN lainnya dalam program pembangunan huntara di Aceh Tamiang. Kehadiran Presiden RI Prabowo dalam peninjauan tersebut diharapkan agar sinergi dan kolaborasi semua pihak semakin solid sehingga pembangunan huntara berjalan sesuai kebutuhan pemulihan dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat terdampak. Pewarta: Man ( rls )

Kapolri dorong optimalisasi layanan 110, Tekankan respons cepat aduan warga

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menggencarkan sosialisasi layanan call center Polri 110 sekaligus memastikan respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat.

Penekanan tersebut disampaikan Kapolri dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun Polri 2025 yang digelar di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). Arahan itu juga merespons kritik dari pengamat kepolisian Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto terkait implementasi layanan 110.

“Tolong nanti Pak Astamaops dan tim didalami lagi terkait dengan 110 ini,” ujar Jenderal Sigit.

Kapolri menegaskan bahwa layanan 110 merupakan bagian dari semangat Polri untuk memberikan respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Layanan tersebut diharapkan menjadi sarana agar Polri benar-benar hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.

“Layanan 110 ini adalah bagian dari upaya kita untuk bisa merespons cepat setiap pengaduan masyarakat, sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat,” jelasnya.

Menurut Sigit, pembentukan fungsi Pamapta juga merupakan bagian dari strategi Polri dalam memperkuat respons cepat terhadap laporan yang masuk melalui layanan 110.

“Kemarin juga sudah kita bentuk Pamapta. Ini masuk sebagai bagian dari upaya kita untuk memberikan respons cepat terhadap setiap pengaduan yang masuk ke 110. Jadi sosialisasikan dengan masif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa peningkatan layanan aduan melalui nomor 110 harus diiringi dengan kualitas respons yang terukur. Kecepatan penanganan menjadi faktor utama yang diharapkan masyarakat.

“Setelah disosialisasikan secara masif, tentunya masyarakat menginginkan bahwa setelah menelepon 110, ada respons dari Polri,” kata Sigit.

“Respons itu kemudian akan kita ukur. Semakin cepat respons diberikan, semakin cepat pula masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat ditangani. Inilah yang menjadi harapan masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai informasi, layanan call center Polri 110 beroperasi selama 24 jam penuh untuk memastikan setiap laporan dan aduan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. (rls)

Dewan Pers apresiasi keterbukaan Polri, Terima kritik dan dinilai makin adaptif

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Dewan Pers mengapresiasi keterbukaan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menerima kritik dari masyarakat. Sikap tersebut dinilai menunjukkan perubahan positif, di mana Polri kini semakin adaptif dan responsif terhadap masukan publik.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menyebut tidak banyak institusi negara yang bersedia menerima kritik secara terbuka sebagaimana yang ditunjukkan Polri saat ini.

“Kami menyampaikan begini, memang tidak banyak institusi yang rela dikritik. Saya lihat Pak Kapolri dan jajaran, walaupun pedas kritik ini satu hal yang biasa cukup baik dan mudah-mudahan bisa ditiru juga oleh lembaga-lembaga lain,” kata Totok di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

Totok mengungkapkan, Dewan Pers telah beberapa kali melakukan audiensi dengan Kapolri. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Polri akan selalu berkoordinasi dengan Dewan Pers apabila menerima pengaduan perkara yang berkaitan dengan kerja jurnalistik.

“Hal yang baik yang bisa saya sampaikan adalah bahwa sekarang itu para penyidik di level polres, bahkan polda, itu selalu berkoordinasi dengan Dewan Pers manakala ada kasus yang kira-kira itu, ‘ini ada unsur wartawannya ini bagaimana?’,” ujar Totok.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kesadaran aparat kepolisian terhadap nota kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, termasuk perjanjian kerja sama (PKS) antara Kabareskrim Polri dan Dewan Pers terkait penyelesaian persoalan pers.

“Artinya Kepolisian menyadari betul apa yang disampaikan dalam MoU antara Dewan Pers dengan Pak Kapolri. Termasuk perjanjian kerja sama (PKS) antara Kabareskrim dengan Dewan Pers waktu itu, agar setiap persoalan pers itu diselesaikan melalui Dewan Pers,” sambungnya.

Sepanjang tahun 2025, Dewan Pers mencatat hampir 300 permintaan ahli pers untuk dimintai pendapat dalam proses pengusutan perkara. Totok menilai angka tersebut mencerminkan meningkatnya penghormatan Polri terhadap Undang-Undang Pers.

“Perlu kami sampaikan permintaan ahli pers itu sekarang di Dewan Pers setahun ini hampir 300-an itu dan sampai hari ini masih ada, tadi kami buka WA itu masih ada permintaan bagaimana ahli pers bisa dihadirkan,” sebut Totok.

Ia menambahkan, peningkatan permintaan tersebut sejalan dengan melonjaknya pengaduan masyarakat ke Dewan Pers yang kini mencapai ribuan laporan.

“Kami sampaikan apresiasi dalam hal ini, karena memang peningkatan pengaduan masyarakat pun sekarang mencapai angka ribuan, Pak, di Dewan Pers,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Totok juga mengapresiasi tema besar Polri tahun 2025, Polri untuk Masyarakat. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan semangat baru dalam mengubah paradigma Polri agar semakin dekat dengan masyarakat.

“Saya kira kita patut apresiasi, betapapun semua tentu kita harus jaga bersama agar perubahan paradigma itu betul-betul bisa dilaksanakan bersama masyarakat,” tuturnya.

Totok menilai tantangan ke depan akan semakin kompleks. Namun, apabila Polri mampu menjalankan komitmen tersebut secara konsisten, kepercayaan publik diyakini akan terus menguat.

“Saya kira makin kompleks tantangannya dan kalau Polri bisa melaksanakannya dengan baik, maka Polri akan betul-betul menjadi polisi untuk masyarakat,” pungkasnya. rls

25 Personel Divhumas Polri naik pangkat, Irjen Sandi: Ini kehormatan dan kebanggaan

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, memimpin upacara laporan kenaikan pangkat personel Divisi Humas Polri yang digelar pada Rabu (31/12/2025) di Aula Rastra Sewakottama, Gedung Divhumas Polri, Jakarta.

Upacara tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Divhumas Polri serta perwakilan personel Divhumas. Pada periode 1 Januari 2026, sebanyak 25 personel Divisi Humas Polri resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

Dalam amanatnya, Kadivhumas menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan kehormatan dan kebanggaan yang tidak didapatkan oleh seluruh personel. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut bukan semata hasil kerja individu, melainkan juga buah dari doa dan dukungan keluarga.

“Naik pangkat merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan, karena tidak semua personel mendapatkan kesempatan tersebut. Kenaikan pangkat ini juga bukan semata-mata hasil usaha pribadi, tetapi karena doa dan dukungan keluarga serta orang-orang terdekat,” ujar Sandi.

Ia mengajak seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat untuk tidak melupakan peran keluarga dan menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja dan pengabdian.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Sandi juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Divisi Humas Polri sepanjang tahun 2025 yang dinilainya berjalan dengan baik dan lancar. Berbagai capaian dan prestasi humas dinilai berkontribusi dalam menjembatani kinerja Kepolisian agar tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.

“Sepanjang tahun 2025, berbagai kegiatan Divisi Humas Polri berjalan dengan baik dan berhasil membantu menyampaikan kerja-kerja Kepolisian kepada publik,” katanya.

Lebih lanjut, Kadivhumas mengingatkan peran strategis humas sebagai ujung tombak komunikasi institusi Polri. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan Kepolisian harus dapat dikelola dan disampaikan dengan baik kepada masyarakat melalui kerja-kerja kehumasan yang terukur dan kreatif.

“Apa pun kegiatan Kepolisian, humas wajib menyampaikannya kepada masyarakat. Jika belum tercapture dengan baik, berarti kita belum bekerja secara maksimal,” tegasnya.

Terkait dinamika ruang publik, Kadivhumas mengingatkan bahwa pro dan kontra merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, setiap kritik dan komentar negatif harus dimitigasi secara profesional agar tidak berdampak buruk terhadap citra institusi.

“Komentar negatif pasti ada, tetapi harus kita mitigasi agar menjadi netral atau bahkan positif. Hal-hal baik yang sudah dikerjakan harus terus kita angkat,” katanya.

Menutup amanatnya, Sandi mengajak seluruh personel Divisi Humas Polri untuk terus bekerja bersama, menghindari ego sektoral, serta menjaga dan meningkatkan capaian yang telah diraih.

“Mari kita bekerja dan bekerja sama lintas satuan kerja. Jangan cepat berpuas diri atas apa yang sudah kita capai, tetapi jaga, pertahankan, dan tingkatkan,” pungkasnya.

Pada upacara tersebut, tercatat 25 personel Divisi Humas Polri menerima kenaikan pangkat dengan rincian: AKBP ke Kombes Pol sebanyak 7 personel, Kompol ke AKBP 4 personel, Iptu ke AKP 2 personel, Ipda ke Iptu 8 personel, Bripka ke Aipda 1 personel, Briptu ke Bripka 2 personel, serta Bripda ke Briptu 1 personel. (rls) pewarta: Man

error: Content is protected !!