Kawal Isu Lingkungan, 750 Jurnalis Diserang

Word Press Freedom Day (IST)

NEW YORK – Laporan UNESCO, dalam lima belas tahun terakhir, telah terjadi 750 serangan terhadap jurnalis dan outlet berita. Khususnya media yang melaporkan isu-isu lingkungan hidup. Frekuensi serangan seperti itu, masih terus meningkat.

“Kebebasan media sedang terkepung. Dan jurnalisme lingkungan hidup adalah profesi yang semakin berbahaya,” kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, dalam siaran persnya di peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kamis (2/5/2024).

Sejumlah jurnalis, urai Guterres, banyak jurnalis terbunuh saat meliput pertambangan ilegal, pembalakan liar, perburuan liar, dan isu-isu lingkungan lainnya. Sebagian besar kasus, tidak ada seorang pun yang dimintai pertanggungjawaban.

Guterres menambahkan, proses hukum kerap disalahgunakan untuk menyensor, membungkam, menahan, dan melecehkan wartawan lingkungan hidup. Sementara era baru disinformasi iklim berfokus pada melemahkan solusi yang sudah terbukti, termasuk energi terbarukan.

Meski demikian, jurnalis lingkungan bukan satu-satunya yang berisiko. Di seluruh dunia, para pekerja media mempertaruhkan nyawa mereka untuk mencoba memberi kita berita tentang segala hal. Mulai dari perang, hingga demokrasi.

“Saya terkejut dengan tingginya jumlah jurnalis yang tewas dalam operasi militer Israel di Gaza. PBB mengakui kerja berharga para jurnalis dan profesional media dalam memastikan bahwa masyarakat mendapatkan informasi dan keterlibatan” ungkapnya.

Tanpa fakta, lanjut Guterres, masyrakat tidak bisa melawan misinformasi dan disinformasi. Tanpa akuntabilitas, public tidak akan memiliki kebijakan yang kuat. “Tanpa kebebasan pers, kita tidak akan mempunyai kebebasan apa pun. Pers yang bebas bukanlah sebuah pilihan, namun sebuah keharusan,” tegas Guterres.

Menurut Guterres, Hari Kebebasan Pers Sedunia sangatlah penting. PBB menyerukan kepada pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, untuk saling bahu-membahu. “Kami menegaskan Kembali, komitmen untuk menjaga kebebasan pers dan hak-hak jurnalis dan profesional media di seluruh dunia,” demikian Guterres. (mrx)

banner 728x250