Wagub Ir. Mian buka Forbisda HIPMI 2026: Dorong hilirisasi dan jadikan Bengkulu pemain utama ekonomi

Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian didampingi jajaran Forkopimda dan BPP dan BPD HIPMI Bengkulu saat membuka Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 29/4/2026 di Two K Azana Style Hotel.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Momentum kebangkitan ekonomi daerah kembali ditegaskan melalui gelaran Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Bengkulu 2026 yang berlangsung di Two K Azana Style Hotel, Selasa (28/4). Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, didampingi jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu. Kehadiran para petinggi daerah ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap geliat pengusaha muda dalam membangun kemandirian ekonomi di Bumi Merah Putih.

Dalam arahannya, Pemerintah Provinsi Bengkulu menekankan pentingnya perlakuan khusus agar Bengkulu sejajar dengan provinsi lain. Semangat membantu rakyat harus dimulai dengan kemudahan investasi dan pembenahan infrastruktur, karena akses yang buruk akan membuat investor berpikir ulang. Saat ini, Gubernur memiliki misi besar membangun kawasan industri Pulau Baai melalui kolaborasi dengan Pelindo yang diharapkan menjadi wadah bagi pengusaha muda BPD HIPMI untuk mengelola potensi luar biasa di sektor pertanian dan perkebunan ujar,” Ir. Mian .

“Kondisi miris di mana Bengkulu memiliki 43 pabrik kelapa sawit namun ekspor CPO-nya masih menggunakan nama daerah lain seperti Teluk Bayur menjadi perhatian serius. Begitu juga dengan komoditas kopi dari Kepahiang, Rejang Lebong, dan Seluma yang hilirisasinya masih banyak dilakukan di luar daerah. Oleh karena itu, pembangunan pelabuhan, tangki timbun, dan kawasan industri di Pulau Baai merupakan tantangan nyata agar hilirisasi produk unggulan benar-benar terjadi di Bengkulu melalui kolaborasi bersama HIPMI,” Ir. Mian ungkap dalam pembukaan acara.

“Lobi intensif terus dilakukan ke pemerintah pusat demi perhatian khusus bagi Bengkulu, terutama terkait percepatan konektivitas jalan tol menuju lintas tengah Lubuklinggau serta rencana kelanjutan jalur kereta api dari Palembang-Lubuklinggau hingga ke Pulau Baai. Semua infrastruktur strategis ini diharapkan menjadi daya dukung utama bagi dunia usaha di masa depan. Pengusaha muda diharapkan fokus pada sektor hilirisasi agar komoditas daerah memiliki nilai jual tinggi sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam mengelola kekayaan daerah demi kesejahteraan masyarakat, “Ir. Mian ungkap.

Apresiasi juga mengalir dari pengurus pusat yang memuji solidnya ekosistem bisnis di Bengkulu sebagai wadah strategis untuk pemetaan peluang investasi. BPP HIPMI mengaku bangga karena kehadiran jajaran pimpinan daerah menunjukkan bahwa Bengkulu merupakan daerah yang ramah investasi dan memiliki visi masa depan yang jelas bagi para pelaku usaha, Sona Maesana ungkap.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu menjelaskan bahwa Forbisda tahun ini dirancang untuk melahirkan kesepakatan bisnis yang konkret, bukan sekadar pertemuan seremonial. Melalui forum ini, para pengusaha muda mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan pengambil kebijakan terkait berbagai kendala di lapangan, mulai dari penyederhanaan perizinan hingga akses permodalan yang lebih luas bagi UMKM, Yosia Yodan ungkap.

Sebagai penutup, sinergi dengan unsur Forkopimda turut menjamin aspek keamanan dan kepastian hukum bagi setiap investor yang menanamkan modalnya. Pemerintah bersama aparat penegak hukum memastikan aktivitas usaha yang berizin resmi akan mendapatkan perlindungan maksimal. Langkah ini krusial untuk membangun citra positif Bengkulu sebagai destinasi investasi yang aman dan menjanjikan di wilayah pesisir barat Sumatera, guna mewujudkan ekosistem ekonomi yang mandiri dan kompetitif.

pewarta: Man

banner 728x250