Tembus pasar internasional, Bank Indonesia dan ASKI siap ekspor kopi Bengkulu ke global

strategi-branding-kopi-bengkulu-bi.jpg
Foto: Kepala kantor perwakilan bank Indonesia provinsi Bengkulu bersama DPD ASKI Bengkulu, AEKI, perwakilan Dinas Perkebunan, PT Alko, beserta para pelaku UMKM dan barista berfoto bersama usai menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema "strategi penguatan branding kopi Bengkulu menembus pasar nasional & internasional" di ruang rapat bank indonesia, Bengkulu.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Bank Indonesia (BI) terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor komoditas unggulan. Bertempat di Ruangan Rapat Bank Indonesia, telah sukses diadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema strategis “Strategi Penguatan Branding Kopi Bengkulu menembus Pasar Nasional & Internasional”.

https://www.youtube.com/watch?v=4jujD8AyRdc&t=443s

FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) industri kopi, mulai dari UMKM binaan Bank Indonesia, Pak Budi selaku Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), perwakilan Dinas Perkebunan, hingga para barista yang sedang berkompetisi di Bank Indonesia.

Turut hadir pula Sdr. Dirga perwakilan dari PT Alko, serta Sekretaris Umum DPD Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Bengkulu, Fernando Sijabat, yang hadir mewakili Ketua Umum ASKI Bengkulu, Yosia Yodan. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem kopi dari hulu ke hilir.

Langkah nyata ini sejalan dengan komitmen asosiasi, di mana ASKI Bengkulu Dukung Penguatan Branding Kopi Bengkulu Tembus Pasar Nasional dan Internasional secara penuh demi menaikkan kelas produk lokal ke kancah global.

Dari diskusi intensif tersebut, lahir 4 poin hasil FGD penting yang siap diakselerasi dalam waktu dekat:

  1. Festival Kopi Dataran Tinggi 2026: Bank Indonesia berencana mengadakan Festival Kopi Dataran Tinggi yang kemungkinan besar akan dipusatkan di Kabupaten Kepahiang pada bulan Juni atau Juli 2026 mendatang. Festival ini diharapkan menjadi etalase utama komoditas kopi unggulan.

  2. Kontrak Ekspor 2 Kontainer: Kabar baik datang dari PT Alko (diwakili Sdr. Dirga) yang menawarkan kontrak pengiriman sebanyak 2 kontainer kopi untuk bulan Juni 2026. Ekspor ini akan membawa identitas resmi Provinsi Bengkulu melalui Surat Keterangan Asal (SKA Bengkulu) dengan spesifikasi komoditas Grade 4a Robusta.

  3. Stabilisasi Rupiah Lewat Ekspor UMKM: Bank Indonesia menegaskan akan terus melakukan pendampingan intensif bagi UMKM di Provinsi Bengkulu. Langkah mendorong ekspor ini menjadi salah satu strategi krusial BI dalam menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah.

  4. Usulan Pembentukan Badan Usaha Petani: Untuk meningkatkan produktivitas, muncul usulan kuat mengenai pembentukan Badan Usaha di antara kelompok tani. Wadah bersama ini bertujuan agar para petani kopi dapat lebih mudah memperoleh dan mengelola bantuan alat-alat pertanian (alsintan) secara kolektif.

Melalui sinergi kuat antara Bank Indonesia, ASKI Bengkulu, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, cita-cita untuk menjadikan Kopi Bengkulu sebagai primadona di pasar nasional maupun internasional kini semakin dekat untuk diwujudkan.

Pewarta: Man

banner 728x250