banner 1000x350

Redaksi

849 KIRIMAN 0 KOMENTAR

AMJ Bengkulu resmi deklarasi, Ratusan jurnalis dan konten kreator bergabung

Deklarasi AMJ di Hotel Mercure Kota Bengkulu pada Kamis 12/2/2026.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Deklarasi Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) Provinsi Bengkulu resmi digelar di Hotel Mercure Kota Bengkulu pada Kamis (12/2).  organisasi ini langsung menaungi 105 media daring, ratusan jurnalis, serta puluhan konten kreator dan influencer dari berbagai kabupaten/kota di provinsi ini. Kehadiran AMJ diharapkan mampu memperkuat ekosistem informasi yang sehat dan profesional.

Deklarasi tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur forkopimda, termasuk Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Ichsan Nur, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kanwil Kemenag, Kejati dan Kejari Bengkulu, Polresta Bengkulu, Korem 041/Gamas, Sekda Kepahiang, serta organisasi perangkat daerah provinsi dan kota. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menunjukkan dukungan penuh terhadap lahirnya wadah baru bagi insan pers.
Mengusung tema “Kolaboratif dan Adaptif di Era Transformasi Digital”, AMJ menegaskan komitmen membangun sinergi lintas platform tanpa meninggalkan prinsip verifikasi dan keberimbangan. Tema ini dipilih karena perubahan pola konsumsi informasi menuntut media dan jurnalis untuk lebih adaptif, namun tetap berpegang pada etika dan kode etik jurnalistik.

Wibowo Susilo dipercaya memimpin AMJ pada periode awal. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kecepatan informasi tidak boleh menggeser tanggung jawab moral jurnalis. Menurutnya, publik lebih membutuhkan kepercayaan daripada sekadar kecepatan berita. “Kecepatan penting, tetapi kepercayaan publik jauh lebih utama. Jurnalisme harus tetap berpijak pada verifikasi dan etika,” ujarnya.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang memiliki latar belakang sebagai wartawan senior, turut hadir dan menyambut positif terbentuknya AMJ. Ia menilai langkah merangkul konten kreator merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Namun, ia juga mengingatkan agar kebebasan berekspresi tidak mengabaikan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Dalam pidatonya, Dedy menegaskan bahwa akurasi dan etika sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ia menilai profesionalisme menjadi fondasi utama menjaga marwah pers. “Pers yang sehat adalah pers yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Dari sekian banyak profesi, wartawan adalah salah satu profesi yang punya kode etik yang jelas serta diatur dalam Undang-Undang Pers,” tegasnya.

Deklarasi AMJ juga menjadi momentum kebersamaan insan pers di Bengkulu. Dedy Wahyudi bahkan menyebut organisasi ini ibarat kapal pukat harimau yang mampu merangkul semua elemen media. Ia berharap AMJ dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, sekaligus menjaga independensi dan profesionalisme jurnalis.

Selain deklarasi, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim, lansia, dan kaum disabilitas. Langkah tersebut menjadi simbol kepedulian AMJ terhadap masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa keberadaan organisasi ini tidak hanya untuk kepentingan pers, tetapi juga untuk kemanusiaan.

Dengan deklarasi ini, AMJ diharapkan mampu memperkuat profesionalisme insan pers sekaligus membangun ekosistem informasi yang sehat, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kehadiran organisasi ini menjadi harapan baru bagi dunia jurnalistik di Bengkulu, yang kini memasuki era kolaborasi lintas platform. Pewarta: Man

Laboratorium sosial dalam pemolisian berbasis riset dan keilmuan

news-raflesia-indonesia, Goldstein dalam bukunya Problem Oriented Policing (1979), mengkritik Polisi dalam menjalankan tugas Pokok nya sering terjebak pada tindakan reaktif.Dalam beberapa kajian tugas Polisi sebaiknya reflektif. Reflektif dari Masyarakat yang dilayaninya. kaonsep pelaksanaan tugas Polisi terkandung beberapa hal yang sangat demokratis bagi stake holdernya, karena di dalam sifat pelaksanaan tugas yang reflektif, terkandung rasa empati, adanya perasaan sebagai bagian dari lingkungannya, sehingga akan lebih bersifat humanis dan sesuai dengan keinginan masyarakat bagai mana seharusnya menjalankan tugas dalam melindungi dan melayani masyarakat yang diejawantahkan dalam bentuk kegiatan melindungi, mengayomi, melayani dan penegakan hukum.

Di era kekinian, era dimana kebebasan masyarakat perlu dilindungi, kemajuan IT terus melesat, penggerusan kearifan lokal yang semakin ekstrim, dan berdampak pada perubahan budaya serta karakter bangsa, di butuhkan penjaminan kebebasan dan kemanan yang reflektif serta prediktif.

Polisi dan pemolisiannya perlu mengembangkan dan menyesuaikan gaya Pemolisian agar adaptif dengan dinamika yang terjadi. Oleh karenanya Polisi perlu asupan dan suplay yang bersifat kekinian utamanya yg bersumber keilmuan, riset dan keakademian.

Polisi dan Laboratorium Sosial.

Laboratorium sosial adalah ruang, baik fisik maupun konseptual, yang dirancang untuk mengamati, meneliti, dan bereksperimen dengan dinamika sosial, perilaku masyarakat, serta solusi atas tantangan sistemik. Wadah ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, menciptakan inovasi sosial, dan menguji solusi dalam dunia nyata.

Ilmu Kepolisian.

Ilmu kepolisian adalah Ilmu Sosial yang bersifat interdisipliner yang mempelajari fungsi, peran, dan lembaga kepolisian dalam upaya pencegahan kejahatan, dan penanggulangan serta penyelesaiannya, memelihara keamanan, ketertiban umum, serta penegakan hukum. Ilmu ini mengintegrasikan berbagai cabang ilmu seperti kriminologi, hukum, sosiologi, antropologi, psikologi, dan forensik, dan sebagainya untuk memahami pemolisian, perilaku kepolisian, dan penanganan masalah sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial. (Suparlan, 2001).
Karena ruangnya yang berada dilingkungan sosial, maka Polisi perlu didikung, Berbagai ilmu pengetahuan melalui riset, kajian dan dukungan keakademian untuk melaksanakan tugas pemolisian. Karenanya Polisi Perlu laboratorium
Sosial.

Polisi perlu laboratorium sosial karena tugas kepolisian saat ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum konvensional (penindakan), tetapi juga pada upaya preventif (pencegahan) dan preemtif yang berbasis sosiologis dan humanis, yang bersifat Reflektif bukan reaktif.
Laboratorium sosial berfungsi sebagai pusat analisis perilaku, dinamika, dan konflik sosial di masyarakat untuk menciptakan keamanan yang lebih efektif.
Beberapa alasan utama mengapa polisi memerlukan laboratorium sosial.

Deteksi dan mintigasi Konflik Sosial.

Laboratorium sosial memungkinkan polisi untuk memetakan wilayah rawan, mengidentifikasi potensi konflik, dan menganalisis akar permasalahan sebelum kekerasan fisik pecah.

Pemecahan masalah Sosial.

Polri dituntut menjadi problem solver(penyelesai masalah) dalam konflik sosial masyarakat, bukan sekadar penindak hukum.
Permasalahan yang timbul dalam masyarakat, pada dasarnya kunci penyelesaian nya juga ada dalam masyarakat itu sendiri. namun perlu pihak yang dapat menjembatani, Polisi yang berada dalam ruang masyarakat sosial adalah “Ilmuwan Sosial” yang berada dalam laboratorium sosial. keberadaannya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam masyarakat itu sendiri (Living laboratory). keberadaan di ruang sosial diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan dg lingkungannya sehingga mampu melakukan berbagai pendekatan saat terjadi permasalahan sosial. Pendekatan sosial membantu polisi menemukan solusi yang lebih humanis dan kolaboratif.

Memahami Dinamika Komunitas.

Dengan metode laboratorium sosial, polisi dapat mempelajari perilaku masyarakat, budaya lokal, dan struktur sosial untuk mempermudah pendekatan kepada berbagai komunitas (community policing).

Rekomendasi berbasis Riset dan analisis Akademik

Hasil analisis dari laboratorium sosial memberikan data empiris yang akurat bagi kepolisian untuk merancang strategi operasional yang tepat sasaran, yang didasarkan pada karakteristik wilayah, bukan sekadar asumsi.
Hasil Riset , pengujian dan analisis dari laboratorium sosial dapat memberikan rekomendasi berdasarkan fenomena dan gejala empiris. sehingga pengambil kebijakan akan dapat mengambil keputusan dan langkah yang tepat

Meningkatkan Profesionalisme
Pendekatan sosiologis membantu anggota Polri meningkatkan profesionalisme, khususnya dalam menangani konflik yang kompleks, sehingga pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat menjadi lebih Humanis dan reflektif.

Menjawab tantangan Tugas Kepolisian.

Dalam rangka tindaklanjut transformasi Polri agar lebih Profesional dan humanis pelaksanaan tugas dan menyiapkan calon anggota Polisi dalam Proses pendidikan, keberadaan Laboratorium Sosial bagi Polisi dapat menjadi salah satu alternatif dan jawaban bagaimana menyiapkan yang Profesional dan Humanis.

Polri saat ini sedang merencanakan dan membangun Laboratorium Sosial Kepolisian dan Pusat Studi Kepolisian dengan bekerja sama dengan berbagai Perguruan tinggi di Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri Maupun Perguruan tinggi Swasta di Seluruh Indonesia. Saat ini telah ditandatangani 74 (tujuh puluh empat) Nota Kesepahaman antara Polri dengan PTN dan PTS.
keberadaan lembaga ini diharapkan dapat medorong percepatan terwujudnya Profesionalisme Polri dan model pemolisian berbasis Riset dan kajian Akademik.

Laboratorium Sosial sebaiknya jangan hanya dipahami dalam pengertian teknis semata, tetapi perlu dipahami sebagai ruang hidup atau “living Laboratory”. Tempat dimana Calon Polisi belajar memahami, mengalami, dan merefleksikan realitas kehidupan sosial, sehingga saat bertugas reflektif terhadap perkembangan dan permasalahan sosial sehingga lebih mengedepankan empati dan simpati saat bertugas dalam mewujudkan keteraturan sosial.

Keberadaan Laboratorium
sosial, merupakan salah satu implementasi dari Democratic Policing, dimana Polisi dalam melakukan pemolisiannya harus mengakomodir stake holdernya agar tidak kontraproduktif dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Str’90

Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri

Hadapi HBKN 2026, Satgas Saber pelanggaran pangan seminggu pantau 9.138 titik, Harga sejumlah komoditas pangan mulai turun

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I periode 5–11 Februari 2026. Peningkatan Kegiatan Pemantauan Ini meningkat pesat pasca Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Syahardiantono, M.Si selaku Ketua Pengarah Satgas Saber di Rupat Dittipideksus Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin Mabes Polri sepekan lalu.

Berdasarkan rekapitulasi Posko Satgas Saber Pusat, tercatat selama sepekan telah dilakukan kegiatan pemantauan sebanyak 9.138 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI selaku Ketua Pelaksana Satgas, Dr. I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa intensitas pengawasan tersebut berdampak langsung pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, seperti: ayam telur ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabe rawit keriting, cabe merah keriting, minyakita, beras medium dan premium. Walaupun beberapa komoditas pangan masih diatas HET/HAP di sejumlah Provinsi, namun cenderung mengalami trend penurunan.

“Pemantauan yang masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti mampu menekan harga beberapa komoditas pangan utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabe merah keriting, telur ayam ras, serta daging ayam ras,” ungkap Ketut Astawa dalam keterangannya pada Kamis (12/2/2026).

Dari total pemantauan tersebut, mayoritas dilakukan pada pedagang dan pengecer sebanyak 5.939 titik, disusul ritel modern 1.472 titik, grosir 967 titik, distributor 554 titik, produsen 136 titik, dan agen 70 titik.

Satgas Saber mencatat berbagai bentuk tindak lanjut atas temuan pelanggaran di lapangan. Sepanjang periode pemantauan, Satgas telah menerbitkan 128 surat teguran, 400 pengisian stok kosong di sejumlah titik pemantauan, serta pengambilan 33 sampel pangan untuk uji laboratorium. Selain itu juga, mengeluarkan rekomendasi pencabutan 1 (satu izinl usaha dan 2 (dua) izin edar pelaku usaha yang melanggar HET/HAP, keamanan dan mutu pangan.

Menurut Astawa, langkah tegas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan nasional.

“Tindakan ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar mematuhi ketentuan HET dan HAP serta standar keamanan pangan,” tegasnya.

Hasil analisis harga menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Komoditas yang masih menjadi perhatian antara lain: beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP. Tentunya ini menjadi tugas bersama K/L terkait seperti: Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementan, Kemendag, Polri, Bapanas RI, Bulog maupun Satgas untuk terus melakukan langkah-langkah intervensi ke daerah-daerah yang masih tinggi harga komoditas pangannya.

Sementara itu, harga Minyakita secara nasional masih tercatat masih di atas HET, meski menunjukkan tren penurunan pada akhir periode pemantauan. Satgas juga menemukan Minyakita sebagai komoditas yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan. Tentunya kami Satgas Pangan Saber Pusat akan turun langsung mengecek Produsen, Distributor lini 1, Distributor Lini 2, dan Pengecer utk pastikan harga Minyakita sesuai harga HET Rp 15.700 kepada masyarakat (konsumen) dan akan mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang mendapat distribusi 35 % DMO dari Produsen Minyak Goreng/CPO yang lakukan ekspor untuk segera intervensi wilayah-wilayah yang masih diatas HET, serta akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ada.

Ketut Astawa menambahkan, selama Minggu ke-I, hotline pengaduan Satgas menerima 6 (enam) laporan masyarakat dari sejumlah daerah, termasuk Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, Bukittinggi, Maros, dan Mataram. Seluruh aduan tersebut langsung dan telah ditindaklanjuti oleh Satgas daerah.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat intervensi pasokan melalui penyaluran beras SPHP sebanyak 28.765 ton ke berbagai saluran, mulai dari Gerakan Pangan Murah, ritel modern, pasar tradisional, hingga outlet pangan binaan pemerintah daerah.

Lebih dalam, Ketut Astawa menegaskan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan terus meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya pada pedagang dan pengecer, serta memperkuat sosialisasi hotline pengaduan kepada masyarakat.

“Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026,” pungkasnya.

Perkuat Meritokrasi, Polri konsolidasikan asesor assessment center

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Polri menggelar kegiatan bertajuk “Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026” di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema “Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.

“Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks”. Jelas Brigjen Langgeng.

Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi “filter” strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.

“Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Langgeng.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.

Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi “A” dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.

Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.

“Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia,” tutup Langgeng.

Pesawat tempur mendarat di tol Lampung, Uji coba pertama di Indonesia berjalan sukses

pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat adalah bagian dari pertahanan semesta yang adaptif terhadap berbagai skenario

news-raflesia-indonesia, Lampung – PT Hutama Karya (Persero) mengumumkan bahwa ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung kembali beroperasi normal pada 11 Februari 2026 pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, segmen tol dari Gerbang Lambu Kibang hingga Gerbang Simpang Pematang dimanfaatkan sebagai lokasi uji coba pendaratan pesawat tempur.

Uji coba ini menjadi sejarah baru karena merupakan pendaratan pesawat tempur pertama yang dilakukan di ruas jalan tol Indonesia. Agenda tersebut bertujuan menguji kesiapan operasional landasan darurat sebagai bagian dari strategi pertahanan negara.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta jajaran Hutama Karya. Kehadiran lintas sektor menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kesiapsiagaan nasional.

Wamenhan Donny Ermawan menegaskan bahwa pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat adalah bagian dari pertahanan semesta yang adaptif terhadap berbagai skenario. Ia menyampaikan apresiasi kepada Hutama Karya atas dukungan dalam uji coba tersebut.

Sementara itu, Wamen PUPR Diana Kusumastuti menekankan bahwa infrastruktur jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai sarana konektivitas, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional. Ia menyebut uji coba ini sebagai acuan penting untuk pengembangan ke depan.

Kepala Staf TNI AU Marsekal Tonny Harjono juga memberikan apresiasi atas keberhasilan uji coba. Menurutnya, sinergi antara TNI AU dan Hutama Karya menjadi bukti nyata kolaborasi untuk mendukung Indonesia maju.

Dari sisi perusahaan, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional. EVP Sekretaris Perusahaan Mardiansyah menyampaikan bahwa pemanfaatan tol sebagai landasan darurat adalah bentuk optimalisasi infrastruktur dengan tetap menjaga standar keselamatan dan keandalan operasional.

Setelah uji coba selesai, ruas tol kembali dibuka untuk umum. Hutama Karya mengimbau pengguna jalan agar tetap mematuhi rambu dan arahan petugas demi menjaga keselamatan serta kenyamanan bersama. pewarta: Man

GPIPS Sumatera 2026: Strategi Baru Bank Indonesia Jaga Inflasi dan Ketahanan Pangan

Bank Indonesia meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) di Banyuasin, Sumatera Selatan 11/2/2026

news-raflesia-indonesia, Palembang – Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) resmi diluncurkan Bank Indonesia sebagai strategi baru menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini pertama kali digelar di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada (11/2), dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta petani.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa GPIPS hadir sebagai respons atas tantangan pengendalian inflasi pangan yang semakin kompleks. Risiko perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan sifat musiman komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong perlunya pendekatan inovatif dan berkelanjutan.

Data Bank Indonesia menunjukkan, inflasi nasional pada tahun 2025 tercatat sebesar 2,92% (year-on-year), masih dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Namun, memasuki Januari 2026, inflasi meningkat menjadi 3,55% (yoy), terutama dipicu oleh kelompok pangan bergejolak. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan strategi agar inflasi pangan tetap terjaga dalam kisaran 3,0–5,0%.

Dalam paparannya, Ricky menyampaikan tiga strategi utama GPIPS. Pertama, peningkatan produksi pangan melalui pemanfaatan bibit unggul tahan cuaca dan teknologi adaptif. Kedua, kelancaran distribusi antarwilayah dengan dukungan efisiensi logistik dan kerja sama antardaerah. Ketiga, penguatan sinergi pusat-daerah dengan pemanfaatan data neraca pangan serta peran BUMD sebagai offtaker.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, turut menekankan pentingnya inovasi digital dalam mendukung ketahanan pangan. Program SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) disebut berhasil membangun ekosistem pangan yang tangguh. Sumsel sendiri tercatat sebagai produsen beras terbesar ketiga nasional dan mendapat penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI atas kontribusinya.

GPIPS juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) wilayah Sumatera. Dari rapat tersebut, lahir tiga kesepakatan strategis: penguatan pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, antisipasi risiko cuaca ekstrem, serta percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana.

Selain rapat, kegiatan GPIPS Sumatera 2026 juga diisi dengan temuwicara bersama petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana pertanian, business matching antara perbankan dan pelaku usaha, serta pemberangkatan truk komoditas kerja sama antardaerah.

Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan. Fokusnya adalah mitigasi risiko cuaca ekstrem, peningkatan efisiensi logistik, dan pengurangan disparitas harga antarwilayah, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan. pewarta: Man

error: Content is protected !!