banner 1000x350

Redaksi

855 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Wakapolri Bicara Pembenahan Profesionalisme-Akuntabilitas di Seminar Internasional

News-raflesia-iindonesia, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membuka Seminar Internasional bertema ‘Optimalisasi Peran Polisi dan Masyarakat dalam Pencegahan Kejahatan Guna Terciptanya Keamanan Lingkungan dan Peningkatan Produktivitas Masyarakat Menuju Ketahanan Pangan Nasional’. Dia menekankan publik semakin sadar tentang akuntabilitas lembaga penegak hukum, terutama pasca-peristiwa akhir Agustus di mana terjadi demonstrasi ricuh yang memakan korban jiwa.

 

“Pasca peristiwa ‘Agustus Kelabu’, masyarakat menunjukkan keberanian lebih tinggi dalam menyampaikan kritik dan aspirasi, menandakan meningkatnya kesadaran publik terhadap akuntabilitas lembaga penegak hukum. Tuntutan publik terhadap reformasi Polri menjadi bagian dari gerakan nasional yang menekankan transparansi, empati, dan reformasi kelembagaan sebagai pondasi pemulihan kepercayaan masyarakat,” kata Komjen Dedi di Aula Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (22/10/2025).

 

Dia lalu menuturkan aksi massa lainnya di awal September semakin memperlihatkan krisis legitimasi Polri, sehingga muncul desakan reformasi. Krisis legitimasi terjadi karena sejumlah faktor.

 

“Deretan peristiwa unjuk rasa besar di berbagai wilayah pada Agustus–September memperlihatkan puncak krisis legitimasi Polri yang menegaskan kebutuhan mendesak akan reformasi struktural dan kultural. Permasalahan internal yang diidentifikasi meliputi lemahnya pengawasan, rendahnya akuntabilitas penegakan hukum, maraknya penyalahgunaan wewenang, serta budaya impunitas yang menggerus kepercayaan publik,” jelas Komjen Dedi.

 

Komjen Dedi menuturkan Polri telah mengundang diskusi para tokoh perwakilan masyarakat sipil dan pakar. “Kajian dari koalisi masyarakat sipil menemukan 130 persoalan yang terhimpun dalam 12 isu utama, mulai dari pengawasan hukum, tata kelola SDM, hingga orientasi pelayanan publik yang masih bersifat administratif,” sambung dia.

 

Oleh sebab itu dia menekankan kebutuhan Polri saat ini adalah perbaikan profesionalisme dan akuntabilitas. Juga penguatan pengawasan eksternal serta menekan perilaku represif.

 

“Evaluasi nasional menempatkan Polri di posisi yang membutuhkan perbaikan signifikan dalam hal profesionalisme dan akuntabilitas, dengan rekomendasi utama memperkuat pengawasan eksternal dan menurunkan pendekatan represif. Pembelajaran dari praktik kepolisian global menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi seperti body-worn camera, CCTV, dan integrasi sistem digital untuk memastikan transparansi serta perlindungan terhadap hak asasi manusia,” ungkap dia.

 

Sebagai penutup, Wakapolri mengutip ucapan tokoh kepolisian Inggris, Sir Robert Peel. “The police are the public, and the public are the police, efektivitas kepolisian ditentukan oleh sedikitnya kejahatan dan besarnya kepercayaan rakyat,” tutup dia.

 

Sementara tu Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana menegaskan pentingnya peran polisi dan masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan serta menciptakan lingkungan yang aman dan produktif. “Lingkungan yang aman tidak hanya menekan angka kriminalitas, tetapi juga membangun kepercayaan dan semangat warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan sosial,” ujar Komjen Chryshnanda.

 

Ia menambahkan, konsep community policing atau pemolisian berbasis masyarakat menjadi strategi utama dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat, katanya, bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan produktivitas masyarakat.

 

Lebih lanjut, Kalemdiklat Polri menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) anggota Polri agar mampu menjadi polisi yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

 

“Polisi tidak hanya hadir saat terjadi konflik, tetapi harus mampu mencegah, menjembatani komunikasi sosial, dan memanusiakan manusia,” ungkapnya.

 

Menurutnya, pemolisian sejatinya merupakan refleksi dari kemanusiaan, keteraturan sosial, dan peradaban. Karena itu, setiap anggota Polri harus memiliki moralitas, literasi, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.

 

Seminar ini dihadiri oleh pejabat Kepolisian Jepang Komjen Nakanishi Akira, Astamaops Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran, Karojemengar Stamarena Polri selaku Ketua Ikatan Sakura Indonesia Brigjen Sambodo Purnomo Yogo, serta sejumlah akademisi dari universitas di Jateng di antaranya UKSW, UNDIP, UNS, UNNES, dan UNW.

 

Hadir pula Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Edy Murbowo, para Dirbinmas Polda di seluruh Indonesia secara virtual, serta Kapolres, Kasat Binmas, Bhabinkamtibmas, tenaga pendidik, dan siswa Dikbangspes Gelombang 3 Pusdik Binmas. Rls

Polda Bengkulu gelar donor darah wujudkan semangat humanis di hari Jadi Humas Polri ke-74

Foto: istimewa

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-74 Tahun 2025, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Bengkulu menggelar kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah pada Rabu (22/10/2025) bertempat di Gedung Adem Polda Bengkulu. Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan yang bertujuan menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan di lingkungan Polri.

Pelaksanaan donor darah melibatkan sinergi antara Bidhumas, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Bengkulu, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu. Sebanyak 106 personel turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan setelah melalui proses pemeriksaan medis, 52 di antaranya dinyatakan layak mendonorkan darah.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana, S.I.K., M.M., MAP., CPHR., CBA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Humas Polri untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Momentum Hari Jadi Humas Polri menjadi pengingat bahwa tugas Humas tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi demi kemanusiaan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, menunjukkan bahwa semangat berbagi telah menjadi bagian dari nilai luhur di tubuh Polri.

Melalui kegiatan donor darah ini, Polda Bengkulu berupaya memperkuat citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota Polri serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat luas. rls

Satgas Ops Damai Cartenz beserta Polres Yahukimo evakuasi korban penganiayaan di Yahukimo, Diduga ulah simpatisan KKB

Foto: Istimewa

news-raflesia-indonesia.my.id, Yahukimo, Papua Pegunungan – Seorang warga sipil bernama Anhy Armyanti (40), meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Sosial, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu malam (18/10/2025) sekitar pukul 19.55 WIT.

Peristiwa itu pertama kali diketahui melalui laporan radio (HT) jajaran Polres Yahukimo yang menerima informasi adanya aksi penikaman dan penganiayaan berat terhadap warga sipil di area tersebut. Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama personel Polres Yahukimo segera merespons dan bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Korban yang diketahui beralamat di Kompleks Yakini, Jalan Sosial, segera dievakuasi ke RSUD Dekai untuk dilakukan penanganan medis dan visum. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka penganiayaan berat yang dialaminya.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut sekaligus menegaskan bahwa aparat akan mengusut tuntas pelaku kejahatan kemanusiaan ini.

“Kami berduka atas meninggalnya saudari Anhy Armyanti. Tindakan keji ini tidak bisa ditoleransi. Kami telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan memastikan pelaku segera ditangkap,” tegas Brigjen Pol. Faizal.

Ia menambahkan, motif sementara dari aksi pembacokan tersebut diduga kuat berkaitan dengan upaya kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau simpatisannya yang berusaha memicu keresahan di wilayah Yahukimo.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan bahwa aparat keamanan akan terus memperketat pengamanan di wilayah Yahukimo guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami tidak akan membiarkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap masyarakat sipil. Aparat akan meningkatkan patroli, penjagaan, dan penegakan hukum secara terukur. Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ungkap Kombes Pol. Adarma.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan segera melapor kepada aparat keamanan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Satgas Ops Damai Cartenz beserta Polres Yahukimo berkomitmen penuh menjaga stabilitas keamanan demi terciptanya kedamaian dan rasa aman bagi seluruh warga Papua. rls

HIPMI Bengkulu dorong mahasiswa UNIHAZ jadi pengusaha muda lewat program BERTEMU jilid 5

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia.my.id,  Bengkulu – Dalam upaya menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. (UNIHAZ) Bengkulu menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan dalam rangkaian program BERTEMU (Bersama dengan HIPMI Bengkulu, Ruang Temu Anak Muda untuk Berwirausaha) Jilid 5, pada Kamis (16/10/2025).

‎Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus HIPMI Bengkulu, dosen Fakultas Hukum UNIHAZ, serta puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti seminar tersebut. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan motivasi kepada generasi muda agar berani memulai langkah sebagai wirausahawan sejak dini.

‎Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Hukum UNIHAZ Bengkulu, Uswatun, S.H., M.Hum, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan dari mata kuliah Kewirausahaan yang diberikan kepada mahasiswa. Menurutnya, pembelajaran kewirausahaan tidak hanya berhenti pada teori di ruang kuliah, tetapi juga harus dipraktikkan melalui kegiatan nyata seperti seminar dan pendampingan langsung oleh para mentor berpengalaman.

“Ini berawal dari mata kuliah kewirausahaan. Anak-anak selain mendapatkan teori juga harus bisa mempraktikkannya. Seminar ini menjadi wadah mereka untuk belajar langsung dari para pelaku usaha, seperti Bapak Yosia Yodan dan Ibu Citra. Ini luar biasa karena memotivasi mahasiswa agar bisa melanjutkan langkah menjadi pebisnis di masa depan,” ujar Uswatun.

‎Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya terbatas menjadi hakim, pengacara, atau notaris. Menurutnya, dunia hukum juga membuka peluang bagi siapa pun untuk menjadi pengusaha yang memiliki dasar etika dan tanggung jawab sosial yang kuat.

‎“Ini momen luar biasa dan kesempatan emas bagi mahasiswa kami sebagai bekal setelah lulus nanti. Kami berterima kasih kepada HIPMI Bengkulu yang telah menjembatani mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi,” tambahnya kepada beritamerdeka.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan BERTEMU Jilid 5 merupakan bagian dari program berkelanjutan HIPMI Goes to Campus. Program ini bertujuan menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa agar mampu menjadi generasi penerus pembangunan daerah.

Foto: istimewa

‎“Kami bersyukur dapat melaksanakan kegiatan ini yang sudah memasuki jilid kelima. Tujuan utamanya adalah memotivasi mahasiswa agar suatu saat bisa menjadi pemimpin yang amanah dan membangun Provinsi Bengkulu. Generasi muda inilah penerus masa depan daerah kita,” ungkap Yosia.

‎Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh pengurus BPD HIPMI Bengkulu dan civitas akademika UNIHAZ yang turut menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, kerja sama antara dunia kampus dan organisasi pengusaha merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat di daerah.

‎Senada dengan hal tersebut, Ketua II Bidang Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan BPD HIPMI Bengkulu, Citra Puspita Sari, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan HIPMI Goes to Campus di berbagai perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu.

‎“Kami akan selalu mendukung program Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan, terutama kegiatan yang memberikan wawasan kewirausahaan kepada mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini memberi dampak positif dan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk mulai berwirausaha,” ujar Citra.

‎Sementara itu, Ketua IX Bidang UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan BPD HIPMI Bengkulu, Dwi Ressy Oktiyana, mengungkapkan bahwa momentum pertemuan dengan mahasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan dapat menghasilkan sinergi yang baik.

‎“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi pengusaha muda berkarakter, memiliki dedikasi tinggi, dan mampu mengembangkan potensi daerahnya. Mari kita mulai dari Bengkulu untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.

‎Kegiatan seminar ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dan para pembicara dari HIPMI Bengkulu. Banyak peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar langkah awal membangun usaha, manajemen bisnis, hingga pentingnya membangun jaringan dan karakter dalam dunia wirausaha.

‎Melalui kegiatan BERTEMU Jilid 5 ini, HIPMI Bengkulu dan Fakultas Hukum UNIHAZ berharap dapat menanamkan nilai-nilai kewirausahaan dan semangat inovasi di kalangan mahasiswa. Kolaborasi ini juga menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia bisnis demi terciptanya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi di masa depan. rls

Dukung Program Pemerintah, Kapolri: Buruh dan Polri Bersinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas

news-raflesia-indonesia, my.id, Bengkulu –Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa, elemen buruh dan Polri bersinergisitas dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sigit menekankan, dengan terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan damai, maka hal tersebut bakal berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian sehingga terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri undangan sekaligus memberikan sambutan di acara Apel Akbar Kebangsaan Buruh Indonesia di Lapangan Botanical Jababeka, Bekasi, Rabu (15/10/2025).

“Tentunya tadi kita sepakat bahwa buruh Polri bersinergi untuk bisa menjaga stabilitas Kamtibmas mewujudkan keamanan dalam negeri, karena kita tahu bahwa Indonesia, membutuhkan stabilitas kamtibmas untuk bisa mewujudkan pertumbuhan ekonomi,” kata Sigit.

Sigit mengungkapkan, sinergisitas Polri dan buruh merupakan salah satu modal ataupun kunci utama dalam rangka mendukung serta menyukseskan seluruh kebijakan dan program Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Polri hadir untuk pekerja: Kapolda Bengkulu gelar silaturahmi dan pemeriksaan kesehatan gratis

news-raflesia-indonesia, BENGKULU – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. menghadiri kegiatan Silaturahmi Bersama Kelompok Buruh dan Deklarasi Dukung Tugas Polri serta Pemeriksaan Kesehatan Gratis, yang digelar pada Rabu (15/10/2025) di RM New Jenggalu Resto, Kota Bengkulu. Dalam kegiatan yang turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Bengkulu dan perwakilan Federasi Serikat Pekerja Provinsi Bengkulu ini, Kapolda menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi antara Polri dan masyarakat pekerja dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.

Dalam sambutannya, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. menyampaikan apresiasi kepada kelompok buruh atas dukungan dan kepercayaannya terhadap Polri. Ia menilai, dukungan tersebut merupakan bentuk nyata kemitraan strategis dalam menciptakan suasana kerja yang aman, harmonis, dan kondusif.

Selain agenda silaturahmi dan deklarasi dukungan, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para buruh dan keluarganya. Kapolda menyebut program ini sebagai wujud kepedulian sosial Polda Bengkulu terhadap kesejahteraan para pekerja.

“Pekerja yang sehat akan mampu bekerja dengan semangat dan produktivitas tinggi. Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus kami dorong untuk berkelanjutan,” ujar Irjen Pol. Mardiyono.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polda Bengkulu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, serta mendukung kegiatan positif yang bermanfaat bagi publik. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta kesejahteraan di Provinsi Bengkulu.rls

error: Content is protected !!