Kemenham perkuat kapasitas HAM tenaga Kesehatan di RSUD Rejang Lebong

Foto: Kemenham, kegiatan penguatan pemahaman dan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi aparatur dan tenaga kesehatan di RSUD Rejang Lebong pada Selasa (7/10/2025).

news-raflesia-indonesia, Rejang Lebong – Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Selatan Wilayah Kerja Bengkulu menggelar kegiatan penguatan pemahaman dan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi aparatur dan tenaga kesehatan. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di RSUD Rejang Lebong pada Selasa (7/10/2025), sebagai langkah nyata mendorong penerapan prinsip HAM di sektor pelayanan publik.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan Kemenham untuk memastikan setiap instansi pemerintah, khususnya di bidang kesehatan, mampu mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam standar operasionalnya. Fokus utamanya adalah mewujudkan pelayanan yang berkeadilan dan menghormati hak-hak dasar setiap pasien.

Kakanwil Kemenham Sumsel, Hendry Marulitua, dalam pemaparannya menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus bersifat non-diskriminatif. Ia menyatakan bahwa setiap aspek pelayanan kepada masyarakat wajib berlandaskan pada penghormatan terhadap martabat manusia tanpa terkecuali.

“Rumah sakit adalah lembaga pelayanan publik yang memiliki peran vital dalam pemenuhan hak dasar manusia, yaitu hak atas kesehatan. Peningkatan pemahaman HAM di lingkungan tenaga kesehatan akan memperkuat budaya kerja yang lebih humanis,” ujar Hendry Marulitua saat memberikan pembinaan.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Friska Elianti, beserta jajaran manajemen dan pegawai. Para peserta tampak antusias mengikuti materi serta sesi tanya jawab, yang menunjukkan komitmen tinggi pihak rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan berbasis hak asasi.

Melalui penguatan ini, diharapkan sinergi antara Kemenham dan RSUD Rejang Lebong terus terjalin erat. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan instansi pelayanan publik di wilayah Bengkulu yang tidak hanya profesional secara medis, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip-prinsip HAM internasional.

banner 728x250