Reses Dapil I Kota Bengkulu: Usin Tekankan Prioritas Kesehatan dan Pendidikan

Usin Abdisyah Putra Sembiring, menggelar agenda reses masa sidang tahun 2025 yang berlangsung pada 3 Desember 2025

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Dapil I Kota Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menggelar agenda reses masa sidang tahun 2025 yang berlangsung pada 1–5 Desember. Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.

Reses tersebut digelar dengan mengusung semangat untuk menampung, meneruskan, dan memperjuangkan suara warga Kota Bengkulu. Melalui forum ini, masyarakat diberikan ruang untuk berdiskusi langsung mengenai isu layanan dasar dan pembangunan daerah.

Dalam pertemuan bersama warga, Usin memaparkan kondisi keuangan daerah, baik di tingkat provinsi maupun Kota Bengkulu. Ia menyebut bahwa situasi fiskal saat ini masih dalam tahap penyesuaian agar dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara lebih optimal.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu tetap menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas utama dalam penyusunan APBD. Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah kembali mengalokasikan dana sebesar Rp44 miliar guna memperkuat layanan BPJS.

Menurut Usin, anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung program Jamkesprov dan menanggung iuran BPJIK bagi warga yang membutuhkan. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan jaminan kesehatan tanpa hambatan administrasi.

Ia menegaskan bahwa dengan skema pelayanan yang berlaku saat ini, masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS. Rumah sakit pun diwajibkan memberikan pelayanan terlebih dahulu meski status kepesertaan membutuhkan waktu aktivasi ulang.

Usin menambahkan bahwa BPJS memiliki masa tenggang tiga hari apabila terdapat kendala pembayaran, sehingga warga tetap dapat menerima layanan kesehatan tanpa harus menunggu proses administrasi.

Selain membahas sektor kesehatan, Usin juga menyoroti dunia pendidikan di Kota Bengkulu, khususnya terkait penerimaan peserta didik baru. Ia memastikan bahwa persoalan PPDB yang sempat terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak akan terulang kembali.

Pemantauan terus dilakukan terhadap SMA/SMK negeri, termasuk sekolah-sekolah yang pernah mengalami kelebihan kuota. Usin menegaskan bahwa ia bersama anggota DPRD lainnya dari Dapil Kota Bengkulu akan mengawal proses tersebut.

 

Pada bidang pelayanan sosial, Usin memberikan perhatian khusus pada penyandang disabilitas. Ia mendorong perangkat daerah hingga tingkat kelurahan untuk memperbarui data warga disabilitas yang belum terdaftar di Dinas Sosial.

Ia menyebut bahwa pemerintah provinsi memiliki berbagai program bantuan, seperti kursi roda, alat bantu dengar, hingga kaki palsu yang disesuaikan dengan kebutuhan warga. Program ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah tentang Penyandang Disabilitas.

Usin menegaskan akan turut turun langsung untuk memastikan pendataan disabilitas dilakukan secara tepat dan bantuan yang tersedia benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

Melalui rangkaian kegiatan reses ini, Usin kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Kota Bengkulu. Ia memastikan seluruh masukan yang disampaikan warga akan dibawa ke pembahasan tingkat DPRD dan pemerintah provinsi.

banner 728x250