banner 1000x350

Redaksi

974 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Kapolri apresiasi dedikasi Brimob dalam menjaga markas di tengah kerusuhan

Foto: istimewa

Jakarta, news-raflesia-indonesia.my.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke Markas Komando (Mako) Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta untuk memberikan dukungan moril kepada jajaran Korps Brimob, Senin (1/09/2025). Dalam kunjungan itu, Kapolri didampingi Wakapolri, Dankorbrimob Polri, Kadiv Propam Polri, serta Kapolda Metro Jaya.

Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menyampaikan apresiasi kepada anggota Brimob yang selama empat hari terakhir terus menjaga markas dan menghadapi berbagai aksi kerusuhan. Ia menegaskan bahwa Brimob telah menunjukkan kesigapan meskipun dalam kondisi yang terbatas.

“Saya ucapkan terima kasih, dalam waktu empat hari tetap berjuang mempertahankan markas, meskipun menghadapi berbagai macam aksi rusuh. Saya bangga rekan-rekan bisa mempertahankan markas kebanggaan ini,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menekankan bahwa Polri sangat menghormati kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Namun, ia menegaskan aksi yang berujung pada pembakaran, penjarahan, dan penyerangan terhadap aparat bukanlah bentuk penyampaian pendapat.

“Yang terjadi kemarin bukan menyampaikan pendapat, karena tidak ada orasi, mereka datang langsung menyerang, membakar, menjarah. Saya anggap itu pelanggaran pidana, karena telah membakar, menjarah hingga menyebabkan beberapa orang terluka” tegasnya.

Dalam arahannya, Kapolri meminta jajaran Brimob untuk tetap siaga menjaga markas komando. Ia menegaskan bahwa penggunaan kekuatan harus sesuai aturan yang berlaku, mulai dari ucapan verbal, penggunaan tongkat, gas air mata, peluru karet, hingga peluru tajam bila situasi darurat mengancam keselamatan personel dan markas.

“Pertahankan markas kalian dengan sebaik-baiknya. Haram hukumnya markas sampai jebol” kata Kapolri menekankan.

Jenderal Sigit juga mengingatkan anggota Brimob untuk bisa membedakan antara pengunjuk rasa yang sah dengan perusuh. Hak-hak pengunjuk rasa tetap dijamin, tetapi terhadap perusuh tidak ada toleransi.

Menutup sambutannya, Kapolri kembali memberikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras personel Brimob yang terus menjaga keamanan. “Jadi jangan ragu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih, terus semangat, Brigade! Salam untuk keluarga,” tutup Kapolri.rls

Aliansi Ojol tunjukkan simpati, Jenguk Polisi korban kericuhan di RS Polri

Foto: istimewa

Jakarta – Aliansi Pengemudi Ojek Online Bersatu Kemed menjenguk polisi korban kericuhan yaitu AKP Darkun dan Aipda Supriyanta. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa simpati mereka kepada petugas polisi yang terluka imbas kericuhan.

“Kami dari Aliansi Pengemudi Ojek Online Bersat hari ini mengunjungi Rumah Sakit Polri sebagai bentuk simpati kami kepada rekan-rekan kepolisian yang mengalami apa namanya luka-lukalah, mengalami musibah pada saat aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini,” kata Kemed di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9).

Disamping itu, Kemed menekankan tidak ada perselisihan antara sopir ojek online dan pihak kepolisian. Pihaknya saling bersinergi dan berkolaborasi membangun komunikasi.

“Jadi saya menegaskan juga bahwa pada sebenarnya tidak ada masalah antara teman-teman ojol dengan teman-teman kepolisian. Kita saling berkolaborasi membangun komunikasi dengan baik, bahwa terjadi hal kesalahpahaman itu memang saya rasa hal yang sudah bisa kita komunikasi dengan baiklah,” ujarnya.

Kemed berterima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang telah memberikan apresiasi dan pelayanan kepada para sopir ojek online. Ia menegaskan tidak ada masalah sopir ojek online dengan pihak kepolisian.

“Buat teman-teman polisi juga saya sangat berterima kasih telah mengapresiasi dengan baik teman-teman ojol. Pak Kapolri juga sudah datang ke tempat kami berkomunikasi dengan pihak korban dan pokoknya intinya kita baik-baik lah,” ujarnya.

Kemudian, Kemed juga meminta para sopir ojol tidak terprovokasi isu-isu liar. Ia mengajak sopir ojol untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Dan saya minta teman-teman juga jangan lagi terprovokasi lah, terprovokasi oleh isu-isu yang sedang menyesatkan, yang memang sengaja dibangun untuk membuat suasana tidak kondusif,” pungkasnya. rls

Pemprov dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat program sertakan sejahterakan pekerja sekitar Anda

BPJS Ketenagakerjaan Bersama Pemprov Bengkulu Gelar Rakor Tindak Lanjut Perlindungan Pekerja Rentan.

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut program perlindungan pekerja rentan di lingkungan OPD Provinsi Bengkulu.

Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Mercure, Senin (1/9).

Gubernur Bengkulu diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar.

Ia menegaskan program perlindungan pekerja rentan merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam menyukseskan program bantuan rakyat yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu.

“Selama ini program bantu rakyat identik hanya dilakukan pemerintah atau melibatkan sektor swasta. Padahal, ASN juga bisa berperan langsung melalui program Sertakan Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda,” ujar Khairil.

Program ini mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ikut menjamin pekerja di sekitar mereka.

Pekerja yang bisa didaftarkan antara lain anggota keluarga, asisten rumah tangga, maupun pekerja kebun.

Iuran yang dibayarkan relatif kecil, yakni Rp16.800 per bulan atau sekitar Rp200 ribu per tahun.

Dengan iuran tersebut, pekerja mendapatkan dua perlindungan, yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

“Dengan iuran yang ringan, pekerja bisa bekerja dengan tenang karena terlindungi dari berbagai risiko,” tambah Khairil.

Ia menyebut program ini juga mendorong peningkatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Provinsi Bengkulu yang saat ini masih tergolong rendah.

Khairil optimistis, jika separuh dari jumlah ASN di Bengkulu ikut serta, capaian UCJ akan meningkat signifikan.

Pada tahun ini, Pemprov Bengkulu menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk melindungi pekerja rentan.

Sasaran penerima manfaat mencakup pekerja di rumah ibadah, pengurus rumah ibadah, linmas, hingga sektor nonformal lainnya.

Selain itu, nelayan, pekerja pesantren, hingga masyarakat serabutan juga menjadi target program.

Bahkan, pengemudi ojek daring (ojol) juga berpotensi dilindungi apabila belum didaftarkan operator masing-masing.

“Prinsipnya, masyarakat yang bekerja di sektor nonformal dan rentan perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegas Khairil.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu, Ferama Putri, menjelaskan rakor ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada perwakilan OPD.

Ia menerangkan teknis pengumpulan data dan mekanisme pembayaran iuran akan difasilitasi oleh ASN melalui PIC di masing-masing OPD.

BPJS Ketenagakerjaan Bersama Pemprov Bengkulu Gelar Rakor Tindak Lanjut Perlindungan Pekerja Rentan.

Setelah data diterima, BPJS Ketenagakerjaan akan memproses hingga penerbitan kartu kepesertaan.

Ferama menambahkan, pembayaran iuran dapat dilakukan per bulan atau per tiga bulan, sesuai kesepakatan ASN.

Kartu kepesertaan kemudian akan diserahkan secara kolektif melalui OPD terkait.

Menurutnya, rakor ini merupakan langkah awal yang dimulai dari tingkat provinsi.

Ke depan, program serupa diharapkan bisa diterapkan di kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.

“Harapan kami, ASN bisa menjadi motor penggerak untuk meningkatkan kepesertaan pekerja rentan,” kata Ferama.

Ia menekankan manfaat program ini bukan hanya untuk capaian UCJ, tetapi juga perlindungan nyata bagi masyarakat sekitar.

 

Dengan kolaborasi Pemprov Bengkulu dan BPJS Ketenagakerjaan, pekerja rentan diharapkan dapat bekerja lebih tenang dan sejahtera.

Kepedulian Presiden: Sapa Satu per Satu keluarga besar polri yang jadi korban

Foto: istimewa

Jakarta – Presiden Republik Indonesia menyempatkan diri menjenguk anggota Polri yang menjadi korban saat mengamankan aksi kerusuhan baru-baru ini. Kunjungan tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., usai mendampingi Presiden pada Senin (25/8/2025).

Kapolri menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian penuh terhadap kondisi para korban serta keluarga mereka.

“Alhamdulillah, hari ini Bapak Presiden menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga besar Polri yang kemarin menjadi korban pada saat terjadi aksi kerusuhan. Beliau menemui satu per satu keluarga korban dengan penuh empati,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Kapolri menegaskan, Polri akan memberikan penghargaan terbaik kepada para prajurit yang telah menunjukkan dedikasi dan pengorbanan dalam menjalankan tugas negara.

“Kami berkomitmen memberikan penghargaan terbaik bagi prajurit-prajurit kita yang sudah bekerja keras dan mengorbankan jiwa raganya dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan menindak tegas para pelaku kerusuhan sesuai arahan Presiden. Polri berkomitmen memulihkan keamanan, menjaga ketertiban, serta memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian kembali normal.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, Polri akan segera mengembalikan keamanan dan ketertiban. Para pelaku kerusuhan akan ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelas Kapolri.

Ia juga memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang menjadi aktor intelektual maupun yang membiayai aksi kerusuhan.

“Polri akan bertindak berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Kita akan mengusut secara tuntas, mulai dari pelaku di lapangan, aktor yang menggerakkan, hingga pihak-pihak yang membiayai kerusuhan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Kapolri menyebut sudah cukup banyak pelaku yang berhasil diamankan dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

“Beberapa sudah ditangkap, dan perkembangannya akan kami sampaikan secara resmi pada waktunya,” pungkas Jenderal Listyo Sigit.rls

Kapolda Bengkulu: Patroli bukan sekadar pengamanan, Tapi hadir sebagai sahabat masyarakat

Foto: istimewa

BENGKULU, news-raflesia-indonesia.my.id  – Polda Bengkulu bersama Polres/ta jajaran menggelar Patroli Gabungan Berskala Besar pada Senin (1/09/2025) pukul 14.30 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., pejabat utama Polda Bengkulu serta diikuti Sekda Provinsi Bengkulu, Kasdim 047 Bengkulu, unsur TNI, Pemda, dan OKP.

Patroli melibatkan 118 personel, terdiri dari 50 anggota Polri, 20 TNI, 33 Pemda dan 12 OKP. Sebanyak 22 unit kendaraan roda empat dan 32 kendaraan roda dua turut dikerahkan, menyusuri rute strategis Kota Bengkulu mulai dari Mapolda hingga kembali finis di Mapolda.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Polri, TNI, Pemda, dan masyarakat untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa aparat hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang siap memberikan perlindungan dan kenyamanan,” ungkap Kapolda.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat rasa aman di tengah masyarakat Bengkulu.

“Keamanan adalah kebutuhan dasar. Dengan patroli ini, kami ingin masyarakat tenang, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, pedagang bisa berjualan dengan damai, dan semua aktivitas berjalan tanpa rasa khawatir,” tegas Kapolda. rls

Polri tegaskan transparansi penanganan 7 personel Brimob terkait insiden ojol

Foto: Istimewa

Jakarta, news-raflesia-indonesia.my.id – Divisi Propam Polri menetapkan tujuh personel Brimob terlibat pelanggaran dalam kasus meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 28 Agustus 2025. Keputusan ini diambil setelah pemeriksaan sementara terhadap para personel usai insiden rantis Brimob yang melindas korban saat kericuhan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI.

Dari hasil pemeriksaan, Divpropam Polri mengklasifikasikan pelanggaran menjadi dua kategori, yakni pelanggaran berat dan pelanggaran sedang.

  1. Karo Wabprof Divpropam Polri, Brigjen Pol. Agus Wijayanto, menjelaskan bahwa dua personel, Kompol K dan Bripka R, ditetapkan melanggar pelanggaran berat karena berperan langsung sebagai pengemudi dan pendamping di kursi depan kendaraan taktis.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, dua personel kami tetapkan melakukan pelanggaran berat karena memiliki peran langsung dalam insiden tersebut. Sementara lima personel lainnya dijerat pelanggaran sedang karena berstatus sebagai penumpang di dalam kendaraan,” ujar Brigjen Agus saat Konferensi Pers, Senin (1/9).

Lima personel yang dikenakan pelanggaran sedang adalah Briptu D, Aipda M, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J. Mereka dinilai tidak memiliki kendali atas laju kendaraan, tetapi tetap berkewajiban mematuhi prosedur operasional di lapangan.

Brigjen Agus menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan. Ia memastikan Polri akan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, baik melalui sidang kode etik maupun proses pidana jika ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Polri berkomitmen memproses kasus ini secara transparan dan profesional. Sidang kode etik untuk perkara pelanggaran berat dijadwalkan pada Rabu, 3 September 2025, sementara untuk pelanggaran sedang akan digelar pada Kamis, 4 September 2025,” jelasnya.

Selain itu, Divpropam Polri juga telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap seluruh personel terkait pada Selasa, 2 September 2025, sebelum sidang etik dimulai.

Brigjen Agus menambahkan, pihaknya membuka akses bagi Kompolnas dan Komnas HAM untuk memantau jalannya proses pemeriksaan sebagai bentuk akuntabilitas Polri kepada publik.

“Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa seluruh proses dijalankan sesuai ketentuan. Tidak ada yang ditutupi, dan kami membuka ruang pengawasan bagi lembaga terkait untuk menjamin transparansi,” tegasnya. rls

error: Content is protected !!