banner 1000x350

Redaksi

854 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Sinergi desain dan regulasi jadi sorotan di seminar HIPMI Bengkulu bertajuk ngopi sore

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu melalui pelaksanaan seminar Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh bertajuk Ngopi Sore: Ngobrol Perkara Konstruksi, Silaturahmi, dan Open Rekrutmen, pada Selasa, 22 April 2025.

Bertempat di Ballroom Two K Azana Style Hotel Bengkulu, kegiatan yang mengangkat tema “Sinergi Desain dan Regulasi: Pemanfaatan RTH 30% dalam Rumah Sederhana sebagai Solusi Sampah Perkotaan” ini menghadirkan 69 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka terdiri dari masyarakat umum, pelaku UMKM, dosen, mahasiswa, hingga penggiat usaha dan lingkungan.

Ketua Organizing Committee (OC), Rio Dinero, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antarbidang, khususnya Bidang X BPD HIPMI Bengkulu yang membidangi infrastruktur tata ruang, properti, dan perhubungan. Seminar ini menjadi wadah diskusi terbuka mengenai bagaimana sektor konstruksi dapat turut andil dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, terutama melalui pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam perencanaan hunian sederhana.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal yang positif untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Kami berharap, forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tapi juga menghasilkan langkah konkret yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rio.

Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan. Dalam sambutannya, Yosia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa acara ini merupakan upaya HIPMI untuk semakin dikenal luas oleh masyarakat.

“HIPMI tidak hanya menjadi wadah bagi para pengusaha, tetapi juga sebagai jembatan antara pengusaha dan masyarakat dalam mendorong solusi nyata terhadap persoalan sosial dan lingkungan,” ucap Yosia.

Acara ini terselenggara atas dukungan penuh dari pengurus BPD HIPMI Bidang X, Yodan Land Group, serta inisiasi dari Wakil Sekretaris Umum Bidang X Muhammad Meggi Oktavira bersama Ketua Bidang X Masdi Haribowo.

Dalam sesi pemaparan, hadir sebagai narasumber M. Wisridani Paradiang, S.T., M.T. (Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Bengkulu), Ir. Azri Fariz Lutfi, S.T., M.T. (Pengurus Bidang X BPD HIPMI Bengkulu), dan Azwar Anas (penggiat lingkungan). Ketiganya memaparkan pandangan mengenai pentingnya penerapan RTH minimal 30% di setiap pembangunan, sebagai solusi untuk mengurangi dampak lingkungan seperti sampah dan banjir.

Rio menambahkan bahwa kegiatan ini akan menjadi program berkelanjutan. Pada bulan Mei mendatang, panitia berencana mengadakan kegiatan serupa dengan menghadirkan instansi vertikal di Provinsi Bengkulu yang akan membawakan data riil terkait konstruksi dan kebijakan pembangunan.

“Kegiatan ini kami rancang agar menjadi ruang berjejaring, berbagi wawasan, serta menjadi bahan pertimbangan bagi pengusaha dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya dalam skala mikro. Harapannya, pengusaha pemula dapat mengambil pelajaran dan motivasi dari forum ini,” ungkap Rio.

Melalui testimoni peserta, mayoritas menyambut baik pelaksanaan acara ini dan berharap forum diskusi seperti ini dapat dilanjutkan dengan cakupan lebih luas dan keterlibatan pemerintah secara langsung. Ke depan, BPD HIPMI Bengkulu berkomitmen menjadikan “Ngopi Sore” sebagai agenda tetap yang mengedepankan edukasi, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kraving Coffee: Cita rasa Bengkulu yang siap mendunia, Dua gerai Baru dibuka Mei Ini

Foto: Dok. Yosia Yodan

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id — Sebuah kebanggaan baru hadir dari tanah Bengkulu. Kraving Coffee, jaringan kedai kopi yang tengah berkembang pesat, resmi memperkenalkan dirinya sebagai perwakilan cita rasa kopi lokal yang siap melangkah ke panggung dunia. Mengangkat kekayaan biji kopi Bengkulu, Kraving Coffee menjadi simbol cinta akan rasa, budaya, dan keberlanjutan.

https://www.facebook.com/nri.raflesia

CEO Yodan Land Group sekaligus pendiri Kraving Coffee, Yosia Yodan, menjelaskan bahwa kehadiran Kraving Coffee bukan sekadar bisnis, melainkan sebuah gerakan. “Kraving Coffee lahir dari tanah Provinsi Bengkulu. Bersama para petani lokal, kami mengolah biji kopi premium menjadi racikan kopi berkualitas tinggi untuk dinikmati di berbagai daerah,” ujarnya.

Foto: Dok. Yosia yodan

Apa yang membuat Kraving Coffee berbeda adalah semangatnya dalam merawat cita rasa otentik Nusantara. Dengan slogan “From the Land of Bengkulu, Connecting the World”, setiap seduhan kopi Kraving menyampaikan pesan tentang kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian warisan rasa.

https://www.instagram.com/p/DIwH2D7SI-n/?img_index=1

Siapa sangka, dari kebun-kebun kopi terbaik di Bengkulu, lahirlah secangkir minuman yang tak hanya menyegarkan, tetapi juga membawa kisah tentang tanah kelahiran dan tangan-tangan petani yang penuh dedikasi. Biji kopi pilihan diproses dengan metode ramah lingkungan, menjadikan kualitas dan keberlanjutan sebagai prioritas utama.

Kini, Kraving Coffee menjelma menjadi jaringan kedai kopi yang unik, namun tetap membumi. Rasa khas dan semangat yang diusung tetap satu: memperkenalkan Bengkulu kepada dunia lewat kopi.

Dimana masyarakat bisa menikmati racikan Kraving Coffee? Salah satunya berada di Kraving Bakery, Gelato & Resto di Jalan P. Natadirdja KM 6,5. Lokasi ini menjadi tempat favorit baru bagi para penikmat kopi di Bengkulu.

Tak berhenti sampai di situ, Kraving Coffee siap berekspansi. Dua gerai baru dijadwalkan akan dibuka pada 30 Mei 2025, yaitu Kraving Coffee – Sukarami dan Luma Kraving – Kapuas Raya. Grand Opening ini diprediksi akan menarik perhatian masyarakat luas.

Mengapa ekspansi ini penting? Karena kehadiran Kraving Coffee bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi. Para petani kopi lokal dan pelaku UMKM kini mendapat ruang dan dukungan untuk berkembang bersama brand ini.

https://vt.tiktok.com/ZSrn7aY28/

Dengan antusiasme masyarakat dan dedikasi tim di balik Kraving Coffee, harapan untuk membawa harum nama Bengkulu ke tingkat nasional dan internasional bukan lagi sekadar mimpi. Ini adalah misi yang sedang diwujudkan.

Sudisman serap aspirasi warga dalam Reses di kantor kecamatan Ratu Agung

Anggota DPRD Sudisman S.Sos , dari Fraksi Hanura, dapil IV yang mencakup Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban , menggelar reses pada Senin, 21 April 2025 , di kantor Kecamatan Ratu Agung, Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Sudisman S.Sos , dari partai Hanura, dapil IV yang mencakup Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban , menggelar reses pada Senin, 21 April 2025 , di kantor Kecamatan Ratu Agung, Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu. Acara ini dihadiri oleh Camat Ratu Agung, Subhan Gusti Hendri , Kepala dinas Koperasi dan UMKM Edison , serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu .

Anggota DPRD Sudisman S.Sos , dari Fraksi Hanura, dapil IV yang mencakup Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban , menggelar reses pada Senin, 21 April 2025 , di kantor Kecamatan Ratu Agung, Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu

Dalam reses ini, warga RT 7 Kelurahan Nusa Indah menyampaikan berbagai aspirasi, salah satunya mengenai permasalahan banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. Edi , seorang warga yang telah berdomisili di daerah tersebut sejak 1974 , mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi setiap kali hujan deras turun. “Kami meminta perhatian dari pemerintah kota untuk melanjutkan pembangunan siring di daerah kami. Jika hujan deras dan air pasang naik, rumah kami terendam banjir,” kata Edi.

Selain masalah banjir, warga yang bergerak di sektor UMKM turut menyampaikan harapan kepada pemerintah. Salah satu pelaku usaha dari sektor konveksi mengusulkan agar DPRD Kota Bengkulu menetapkan perda yang mewajibkan pengadaan seragam sekolah dasar dan menengah dibuat oleh penjahit lokal. “Kami mengalami kesulitan dalam bidang jahit-menjahit. Kami berharap ada kebijakan yang memihak kepada usaha konveksi lokal , sehingga pemesanan seragam sekolah tidak dilakukan di luar kota,” ujar salah seorang warga.

Menanggapi usulan tersebut, Sudisman menyerap aspirasi masyarakat terkait pemberdayaan UMKM dan menyatakan dukungannya terhadap penjahit lokal. “Dengan membeli produk lokal, ekonomi kita tidak akan terlalu jatuh ,” ujar Sudisman.

Selain sektor UMKM, Sudisman juga menegaskan komitmennya bahwa pemerintah kota akan berupaya semaksimal mungkin dalam pelaksanaan pembangunan, terutama terkait perbaikan infrastruktur dan penanganan banjir . “Saya yakin pihak terkait akan menjadikan masalah banjir sebagai perhatian utama, meskipun anggaran kita sangat terbatas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun anggaran kota terbatas, pemerintah tetap berusaha memperbaiki infrastruktur di 9 kecamatan dan 67 kelurahan di Kota Bengkulu. “Kami akan berusaha memaksimalkan penggunaan anggaran yang ada untuk memperbaiki sarana dan prasarana,” tambahnya.

Dalam sesi wawancara seusai reses, Sudisman menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat. “Pemangkasan anggaran ini sebaiknya tidak dilakukan secara merata , karena daerah dengan kemampuan keuangan rendah seperti Kota Bengkulu membutuhkan evaluasi khusus ,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa jika efisiensi anggaran ini terus berlanjut tanpa evaluasi hingga tahun 2029 , maka perekonomian daerah akan mengalami penurunan signifikan .

Acara reses ini menjadi momentum penting bagi warga Kelurahan Nusa Indah untuk menyuarakan kebutuhan mereka, sekaligus menjadi ajang diskusi antara pihak DPRD, UMKM, dan instansi pemerintah terkait.

 

Ngopi sore: HIPMI Bengkulu ajak pelaku usaha Peringati Hari Bumi Sedunia

Foto: Istimewa

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu akan menggelar seminar bertajuk “Ngobrol Inspiratif Sore (NGOPI SORE)” pada Selasa, 22 April 2025, dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Bidang I dan Bidang X BPD HIPMI Bengkulu, dan akan berlangsung di Ballroom Two K Azana Style Hotel Bengkulu/Kraving.

Seminar ini akan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yakni M. Wisridani Paradiang (Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Bengkulu), Azri Fariz Lutfi (Pengurus Bidang X BPD HIPMI Bengkulu), dan Azwar Anas (Penggiat lingkungan). Kegiatan akan dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Wakil Bendahara Umum Bidang X BPD HIPMI Bengkulu, Rio Dinero, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata BPD HIPMI Bengkulu untuk berkontribusi dalam penyelesaian persoalan lingkungan, khususnya terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan persoalan sampah.

“Seminar ini bertujuan membahas sinergi pelaku usaha, khususnya di bidang jasa desain konstruksi, dalam mendukung implementasi RTH 30% sebagai bentuk partisipasi nyata dalam menjaga lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi program kerja HIPMI kepada masyarakat luas,” jelas Rio, dalam keterangannya secara daring, Kamis (16/4/2025).

Ketua Bidang X BPD HIPMI Bengkulu, Masdi Haribowo, menambahkan bahwa seminar ini merupakan bentuk sinergi antara pengusaha muda dan pemangku kepentingan dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Selain menyentuh aspek edukatif, acara ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi konkret antara HIPMI dengan komunitas dan pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Ketua Bidang I BPD HIPMI Bengkulu, Akhmad Basir, yang menaungi bidang OKK, menekankan pentingnya sosialisasi HIPMI melalui forum-forum terbuka dan inklusif seperti NGOPI SORE. Ia berharap seminar ini menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai kewirausahaan yang ramah lingkungan kepada masyarakat.

Acara akan dipandu oleh moderator Muhammad Meggi Octavira, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Bidang X BPD HIPMI Bengkulu serta Sekretaris Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Bengkulu.

Seminar ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh seluruh anggota BPD HIPMI Bengkulu, BPC HIPMI se-Provinsi Bengkulu, serta peserta umum lainnya. Mengingat kapasitas ruangan terbatas, peserta diimbau melakukan pendaftaran lebih awal guna memastikan keikutsertaan mereka dalam kegiatan yang inspiratif ini.

Dengan terselenggaranya seminar ini, BPD HIPMI Bengkulu berharap mampu memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan lingkungan yang lestari di Provinsi Bengkulu. Rls

Untuk informasi dan pendaftaran, peserta dapat menghubungi Muhammad Meggi Octavira (08113931024)/ Andre Sekretaris Eksekutif BPD HIPMI Bengkulu (083831826700).

Sosialisasi : Penataan dan penertiban kawasan pantai panjang Bengkulu.

Sosialisasi penataan dan penertiban kawasan Pantai Panjang Bengkulu digelar pada Kamis, 17 April 2025 pukul 10.00 WIB di Hotel Merah Putih, Pantai Panjang

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id.Sosialisasi penataan dan penertiban kawasan Pantai Panjang Bengkulu digelar pada Kamis, (17/4) pukul 10.00 WIB di Hotel Merah Putih, Pantai Panjang. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Dinas Pariwisata,  Kejaksaan Negeri Bengkulu, Polresta Bengkulu, Pasi intel Dandim 04/07 Kota Bengkulu, dan para pedagang sepanjang kawasan pantai Bengkulu.

Drs. Riduan, S.IP, M.Si, selaku Kepala DLH Kota Bengkulu, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari rapat Forkopimda sebelumnya. Pemerintah Kota Bengkulu telah menerima pengelolaan Pantai Panjang dari pemerintah provinsi dan berkomitmen melakukan penataan menyeluruh.

Riduan menyampaikan bahwa akan ada zona khusus yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk aktivitas berdagang di Pantai Panjang. lahan dari Pasir Putih hingga Kota Tua telah dipadati pedagang dan bangunan liar yang harus ditertibkan demi kenyamanan bersama.

Foto: istimewa

Penertiban ini bertujuan agar wisatawan yang datang dengan membawa makanan atau tikar tetap bisa menikmati suasana pantai tanpa hambatan, “Ungkap Riduan.

Salah satu area yang terdampak adalah breakwater atau pemecah ombak, yang seharusnya menjadi tempat jogging namun kini dipenuhi meja, payung, dan kursi, menghambat aktivitas olahraga pagi dan kegiatan wisata lainnya, “ Ungkap Riduan.

AKP Malik, Kasat Binmas Polresta Bengkulu, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penertiban dari Walikota. Polisi siap membackup penertiban bersama instansi terkait dan menjaga keamanan di lokasi-lokasi rawan seperti tempat berenang dan titik rawan kejahatan.

Radiman, SH. Kasi Perdata dan TUN (Tata Usaha Negara) di Kejaksaan Negeri Bengkulu Menjelaskan turut mendukung Melalui pendampingan upaya ini dari sisi hukum perdata dan tata usaha negara. Menurut Radiman, lahan di Pantai Panjang adalah milik negara dan tidak bisa dikelolah oleh personalitas, Pariwisata dikelolah sehingga memberi manfaat yang luas,dan memberikan Pendapan angaran daerah (PAD) bagi pemerintah.

Di sisi lain, salah satu pedagang yang hadir mengungkapkan mengaku selalu menjaga kebersihan dan telah menyediakan fasilitas publik seperti air bersih dan WC umum yang kenyamanan para tamu. Lebih lanjut ia meminta agar pemerintah juga memberikan dukungan dalam bentuk modal usaha sebagai bentuk perlindungan terhadap mata pencaharian mereka.

Mereka khawatir jika dipindahkan ke lokasi baru, akan terjadi gesekan antar pedagang yang bisa memicu konflik.  Lebih lanjut Salah satu pedagang menyampaikan kekhawatiran, jika tak bisa berjualan di sana, mereka tidak tahu harus mencari nafkah dari mana lagi.

Diharapkan, penataan kawasan ini dapat meningkatkan citra pariwisata Bengkulu serta menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan.

FB: https://www.facebook.com/share/v/1BkypDnx26/

IG: https://www.instagram.com/reel/DIkwrnfSi7X/?utm_source=ig_web_copy_link

Festival Bumi Serawai, Gagasan Muda untuk HUT Seluma 2025 yang Bermakna dan Berdaya

Gedung Daerah Serasan Seijoan menjadi tempat berlangsungnya agenda Coffee Morning Selasa, 15 April 2025

Seluma, news-raflesia-indonesia.my.id. Selasa, 15 April 2025, Gedung Daerah Serasan Seijoan menjadi tempat berlangsungnya agenda Coffee Morning yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Seluma. Acara ini menghadirkan Wakil Bupati Seluma, Gustianto, bersama sejumlah tokoh penting dari berbagai elemen masyarakat.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana santai namun sarat dengan ide-ide konstruktif. Diskusi yang digelar tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga wadah menyerap aspirasi untuk menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Seluma tahun 2025.

Salah satu ide menarik datang dari anggota DPRD Kabupaten Seluma, Febrinanda Putra Pratama, S.H., atau yang akrab disapa Dang Nanda. Ia menyampaikan pandangannya tentang perlunya kemasan perayaan HUT yang lebih segar, bermakna, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat Seluma saat ini sedang menghadapi tantangan psikis akibat kebijakan efisiensi di berbagai sektor. Dalam konteks ini, momentum HUT Seluma dinilai penting untuk membangkitkan semangat dan memberikan hiburan yang berkualitas.

Dang Nanda pun mengusulkan konsep Festival Bumi Serawai sebagai puncak perayaan. Ia menilai festival ini bisa menjadi ikon baru yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong geliat ekonomi lokal dan memperkenalkan budaya Seluma secara lebih luas.

Sebagai bentuk daya tarik, ia bahkan menyarankan agar panitia menghadirkan artis nasional, seperti Sheila On 7. Menurutnya, kehadiran bintang besar akan menarik perhatian publik dari berbagai daerah, sekaligus menghidupkan sektor UMKM, pariwisata, dan jasa.

Terkait dengan pembiayaan, Dang Nanda menyadari adanya keterbatasan anggaran daerah. Namun, ia menawarkan solusi berbasis kolaborasi, seperti menggandeng sponsor, menggalang partisipasi masyarakat, dan merancang strategi promosi yang efisien.

Ia menekankan pentingnya semangat bersama untuk mewujudkan gagasan ini. Festival Bumi Serawai, lanjutnya, diharapkan menjadi simbol persatuan, ruang ekspresi budaya, dan sumber kebanggaan masyarakat Seluma.

Foto: istimewa

Forum Coffee Morning ditutup dengan penuh optimisme. Gagasan yang disampaikan Dang Nanda mewakili aspirasi masyarakat, baik yang disampaikan langsung maupun melalui pesan WhatsApp. HUT Seluma 2025 berpeluang menjadi momentum kebangkitan jika dipersiapkan dengan matang dan dijalankan secara kolaboratif.

error: Content is protected !!