banner 1000x350

Redaksi

853 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Haedar Nashir nilai wacana Polri di bawah Kementerian tak relevan dengan semangat reformasi

new-raflesia-indonesia, Semarang – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu tidak relevan dengan arah reformasi nasional yang telah dijalani Indonesia sejak 1998.

Hal tersebut disampaikan Haedar usai menghadiri kegiatan di Universitas Muhammadiyah Semarang, Kamis (29/1/2026) malam.

Menurutnya, reformasi yang telah berlangsung lebih dari dua dekade justru menempatkan institusi-institusi strategis negara secara langsung di bawah Presiden.

“Indonesia sudah 20 tahun lebih menjalani reformasi dengan segala risiko dan capaian pentingnya. Salah satu hasil reformasi 1998 adalah menempatkan institusi-institusi penting langsung di bawah Presiden,” ujar Haedar.

Ia menegaskan, daripada kembali mengubah struktur kelembagaan, bangsa ini seharusnya fokus pada penguatan dan konsolidasi reformasi yang sudah berjalan. Perubahan struktural dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru yang tidak substantif.

Muhammadiyah, lanjut Haedar, berpandangan bahwa berbagai persoalan yang muncul di institusi negara, baik Polri, TNI, maupun lembaga pemerintahan lainnya, lebih tepat diselesaikan melalui reformasi internal.

“Kalau ada masalah di Polri, TNI, atau komponen negara lainnya, lebih baik dilakukan reformasi dari dalam. Itu jauh lebih substantif,” tegasnya.

Haedar juga menilai keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menetapkan Polri tetap berada di bawah Presiden sejalan dengan platform dan semangat reformasi nasional sejak 1998.

Ia meyakini pandangan tersebut juga dianut oleh berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya, yakni mendorong penguatan reformasi internal sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Pandangan ormas-ormas itu pada umumnya mendorong reformasi dari dalam sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi,” pungkas Haedar. rilis

Ditreskrimsus Polda Bengkulu ungkap kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di Bengkulu Selatan

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur, S.I.K.

news-raflesia-indonesia,Bengkulu – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari Laporan Polisi Nomor LP/A/3/I/2026/SPKT.DITKRIMSUS/POLDA BENGKULU tanggal 20 Januari 2026. Dari hasil penyelidikan, penyidik menetapkan seorang laki-laki berinisial WF sebagai terduga pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 12.10 WIB, di Jalan Raja Muda Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna serta Jalan Raja Muda Gang Pramuka Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur, S.I.K. menjelaskan bahwa tersangka diduga melakukan penyalahgunaan BBM subsidi dengan cara melakukan pengisian Biosolar secara berulang kali di salah satu SPBU menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi.

“Tersangka melakukan pengisian BBM bersubsidi secara berulang kali dengan menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi tangkinya serta memanfaatkan puluhan barcode MyPertamina yang berbeda. Tindakan ini jelas melanggar hukum dan merugikan negara serta masyarakat,” jelas Kombes Pol Ichsan Nur, S.I.K.

Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan BBM Biosolar bersubsidi sebanyak kurang lebih 1.650 liter, puluhan jerigen, sejumlah kendaraan, tangki modifikasi, pompa listrik, serta barang bukti pendukung lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka WF dijerat Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Saat ini perkara masih dalam tahap penyidikan dan penyidik Ditreskrimsus Polda Bengkulu terus melengkapi berkas perkara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pewarta: Man

Agum Gumelar ke Wakapolri: Kedudukan Polri di bawah Presiden

Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar,(Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri (Munas) VI (PP) Polri Tahun 2026.

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Kamis, 29 Januari 2026 Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.

“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.

Langkah Nyata Wakapolri Dorong Transformasi Polri

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain:

1. Penguatan SDM dan Pendidikan
Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.

2. Transformasi Kultural dan Etika Profesi
Penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel.

3. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.

4. Modernisasi Sarana dan Prasarana
Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian.

5. Transformasi Digital
Percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.

6. Penguatan Fungsi Operasional
Peningkatan kualitas Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjawab harapan Presiden dan masyarakat.

“Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri, rilis. Pewarta: Man

Kapolda Bengkulu hadiri panen raya jagung dan pemberian hadiah lomba SADESAHE Provinsi Bengkulu tahun 2025

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung dan Seremoni Pemberian Hadiah Lomba Kegiatan Satu Desa Satu Hektar Jagung (SADESAHE) Provinsi Bengkulu Tahun 2025

news-raflesia-indonesia, Kabupaten Bengkulu Utara –  Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung dan Seremoni Pemberian Hadiah Lomba Kegiatan Satu Desa Satu Hektar Jagung (SADESAHE) Provinsi Bengkulu Tahun 2025, sekaligus Launching Penanaman Umbi Uwi Ungu Polda Bengkulu, yang digelar di Dusun I Talang Pagar Alam, Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Bengkulu, Danrem 041/Gamas Bengkulu atau yang mewakili, Kajati Bengkulu atau yang mewakili, Danlanal Bengkulu, para pejabat utama Polda Bengkulu, Bupati Bengkulu Utara, para Kapolres jajaran Polda Bengkulu, kepala OPD Pemprov Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara, serta kelompok tani dan masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan tari penyambutan, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama serta penandatanganan prasasti sebagai simbol penguatan program ketahanan pangan dan pengembangan potensi desa. Selanjutnya, rombongan Forkopimda melaksanakan peninjauan UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan usaha mikro di wilayah pedesaan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Kepala Desa Tanah Hitam menyampaikan sambutan serta pemaparan selayang pandang melalui video mengenai program SADESAHE dan potensi desa, yang kemudian dilanjutkan dengan laporan pelaksana kegiatan serta sambutan Bupati Bengkulu Utara.

Dalam sambutannya, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa program SADESAHE merupakan inisiatif Polda Bengkulu sebagai bentuk dukungan nyata Polri terhadap ketahanan pangan daerah. Program tersebut dilandasi semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, serta melibatkan peran aktif masyarakat desa dan kelompok tani.

Kapolda Bengkulu juga menyampaikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah daerah, desa, kelompok tani, dan penyuluh pertanian dengan capaian partisipasi sebanyak 1.298 desa dan luas lahan lebih dari 1.299 hektar di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Lebih lanjut, Kapolda Bengkulu berharap program SADESAHE tidak berhenti sebagai kegiatan lomba semata, namun dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung stabilitas pangan dan kamtibmas di Provinsi Bengkulu.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam Lomba SADESAHE dan piagam penghargaan dalam rangka dukungan terhadap ketahanan pangan Provinsi Bengkulu. Berdasarkan Keputusan Gubernur Bengkulu, Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, ditetapkan sebagai Juara I dan berhak menerima hadiah sebesar Rp1 miliar. Juara II diraih Desa Pelajaran II, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, dengan hadiah Rp500 juta, dan Juara III diraih Desa Ulak Lebar, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan, dengan hadiah Rp250 juta.

Sementara itu, Juara Harapan I diraih Desa Sumberejo Transad dengan hadiah Rp100 juta, Juara Harapan II Desa Batu Kalung dengan hadiah Rp75 juta, dan Juara Harapan III Desa Nenggalo Jaya dengan hadiah Rp50 juta. Penyerahan hadiah dan piagam penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Bengkulu, didampingi Kapolda Bengkulu dan unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan panen raya jagung dan penanaman umbi uwi ungu secara simbolis sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung diversifikasi pangan serta ketahanan pangan yang berkelanjutan di Provinsi Bengkulu. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. rilis, Pewarta: Man

BPD Bengkulu tegaskan kinerja positif 2025, Aset capai Rp11,190 triliun dan laba menguat signifikan

Foto: RPUS, (Plt) Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi dan Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, S.E.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Bank pembangunan daerah (BPD) Bengkulu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk tahun buku 2025 pada Rabu (28/1), menetapkan strategi penguatan modal dan transformasi bisnis seiring capaian kinerja yang positif sepanjang tahun lalu.

RUPS tersebut dihadiri oleh para pemegang saham dan direksi Bank Bengkulu untuk membahas hasil laporan keuangan 2025 serta arah pengembangan usaha di tahun mendatang. Rapat digelar di kantor pusat Bank Bengkulu, menghadirkan pemaparan lengkap terkait kinerja keuangan bank. Para pemegang saham menyoroti capaian aset dan laba yang meningkat tajam serta rencana ekspansi digital banking.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen membangun Bank Bengkulu yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan industri perbankan yang semakin dinamis. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan otoritas terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan dan regulasi perbankan nasional.

Bank Bengkulu mencatat total aset mencapai Rp11,190 triliun tumbuh 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pada tahun buku 2025, menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Laba bersih juga mengalami kenaikan drastis, mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan portofolio kredit dan efisiensi operasional bank. Keberhasilan ini menjadi sorotan utama dalam laporan tahunan yang dibacakan saat RUPS.

Laporan keuangan mengungkapkan bahwa pertumbuhan aset dan laba terutama terjadi sepanjang semester II 2025, saat Bank Bengkulu memperkuat basis modal serta memperluas layanan digital untuk nasabah ritel dan UMKM. Momen ini dinilai sebagai titik penting dalam percepatan modernisasi bank.

Dalam RUPS, manajemen merumuskan rencana penguatan modal inti dan investasi teknologi informasi untuk mendukung layanan digital. Fokus ekspansi ditujukan pada peningkatan pengalaman nasabah melalui aplikasi mobile banking dan integrasi sistem pembayaran digital di wilayah Bengkulu dan sekitarnya.

Pertumbuhan aset dan laba Bank Bengkulu menjadi sinyal positif bagi perekonomian regional, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan lokal. Selain itu, strategi transformasi yang dijalankan membantu bank merespons tantangan kompetitif sektor perbankan nasional.

Bank Bengkulu berkomitmen untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kualitas kredit bermasalah (NPL), dan memperluas layanan digital yang lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah. RUPS menegaskan dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis tersebut, sebagai bagian dari upaya mempertahankan momentum pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. Pewarta: Man

Musda II JMSI Bengkulu siap bawa organisasi makin profesional di era digital

Musyawarah Daerah (Musda) II Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu sukses digelar pada Selasa, (27/1) di Santika hotel di Kota Bengkulu

News-raflesia-indonesia, Bengkulu –  Musyawarah Daerah (Musda) II Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu sukses digelar pada Selasa, (27/1) di Santika hotel di Kota Bengkulu, dengan agenda utama memilih kepengurusan periode 2025–2030. Acara ini dihadiri oleh puluhan anggota media siber yang tergabung dalam JMSI Bengkulu sebagai wujud komitmen memperkuat organisasi perusahaan pers digital di tengah perkembangan teknologi informasi yang bersaing secara ketat.

Kegiatan Musda II tersebut dipimpin secara langsung oleh demisioner Ketua JMSI Bengkulu, Riki Susanto, yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya (2020–2025).

Dalam sambutannya, Riki memaparkan tantangan era digital, termasuk munculnya kecerdasan buatan (AI) dan teknologi informasi yang semakin cepat berkembang, sehingga organisasi media siber harus siap beradaptasi dan tetap terang di era teknologi.

Dalam Musda II, Dedy Hardiansyah Putra terpilih secara aklamasi sebagai Ketua JMSI Provinsi Bengkulu periode 2025–2030. Pemilihan ini dilakukan setelah masa bakti kepengurusan lama usai dan merupakan hasil keputusan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Dedy menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftar sehingga secara otomatis ditetapkan sebagai ketua baru yang akan memimpin JMSI selama lima tahun ke depan.

Musda II ini juga menjadi momentum untuk menguatkan organisasi menghadapi dinamika media di era digital, termasuk kesiapan menghadapi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital lainnya. Sejumlah peserta menyatakan pentingnya peningkatan kapasitas anggota agar mampu bersaing secara profesional dalam pengelolaan media digital, dalam konteks pengembangan jurnalisme berkualitas serta platform digital yang efektif.

Selain pemilihan ketua, JMSI Bengkulu juga menggelar workshop kewirausahaan digital yang membahas strategi pengembangan media dan peluang bisnis di dunia digital. Workshop ini menekankan pentingnya kemampuan digital dan kewirausahaan bagi media siber dalam menghadapi persaingan pasar, terutama di tengah tantangan era Society 5.0 yang menuntut pemanfaatan teknologi modern untuk berkembang.

Dengan kepengurusan baru, JMSI Bengkulu berencana menjalankan berbagai program strategis yang tak hanya fokus pada penguatan internal organisasi tetapi juga memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Beberapa program yang direncanakan antara lain konsolidasi kepengurusan hingga tingkat kabupaten, program sosial dan peluncuran Koperasi JMSI sebagai wadah kolaborasi antar anggota. Hal ini menunjukkan visi peran organisasi yang lebih luas dalam membantu pembangunan daerah. Pewarta: Man

error: Content is protected !!