banner 1000x350

Redaksi

849 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Kanwil HAM Sumsel-Bengkulu dan JMSI perkuat sinergi edukasi hak asasi manusia

Kantor Wilayah (Kanwil) HAM Sumatera Selatan–Bengkulu menerima kunjungan silaturahmi dari JMSI Bengkulu, Jumat 17/4/2026

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Sumatera Selatan–Bengkulu resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu. Langkah ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi pengurus JMSI Bengkulu ke Kantor Kanwil HAM pada Jumat, 17 April 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun kemitraan yang solid dalam upaya penyebarluasan informasi serta edukasi mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat luas melalui kanal media digital.

Hadir langsung dalam pertemuan tersebut Kepala Kanwil HAM, Hendry Marulitua, yang didampingi oleh pejabat struktural lainnya yakni Oni Liza, Berti Andriani, dan Hepi. Sementara itu, delegasi dari JMSI Bengkulu dipimpin oleh Ketua Dedy HP, bersama Wakil Ketua Mahmud Yunus, serta Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga, Rahmad Ramadhan. Kehadiran tokoh-tokoh kunci dari kedua belah pihak ini menunjukkan keseriusan dalam membangun hubungan kelembagaan yang berkelanjutan.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Ketua JMSI Bengkulu, Dedy HP, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keterbukaan pihak Kanwil HAM. Ia menilai bahwa kolaborasi dengan lembaga pemerintah merupakan langkah penting bagi organisasi media siber untuk turut serta memberikan dampak positif bagi publik. JMSI berkomitmen menjadi wadah penyampai informasi yang konstruktif guna mendukung program-program pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak.

“Kami sangat mengapresiasi Kepala Kanwil HAM yang telah menerima kami dengan sangat baik dan membuka ruang kerja sama yang luas. Kami berharap silaturahmi ini menjadi titik awal untuk membangun sinergi yang positif, khususnya dalam memberikan edukasi yang mencerahkan kepada masyarakat terkait peran dan fungsi kementerian,” ungkap Dedy HP dalam sambutannya.

Kepala Kanwil HAM, Hendry Marulitua, merespons positif inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa peran media sangat krusial dalam mendukung keberhasilan program-program HAM. Menurutnya, media siber saat ini adalah mitra strategis yang paling efektif untuk menjangkau masyarakat secara cepat dan akurat. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik mengenai perlindungan hak asasi serta kewajiban warga negara secara berimbang.

Lebih lanjut, Hendry menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh media harus memiliki nilai edukatif agar pemahaman masyarakat tentang perlindungan HAM semakin mendalam. Ia berharap ke depan ada program-program kolaborasi nyata yang dapat dijalankan bersama JMSI, seperti kampanye perlindungan hak anak, perempuan, maupun kelompok rentan lainnya. Dengan adanya dukungan media, program pemerintah tidak hanya menjadi kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Pertemuan silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi yang intensif antara kedua lembaga. Momentum ini menjadi langkah nyata bagi Kanwil HAM Sumsel-Bengkulu dan JMSI dalam memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan. Melalui kerja sama ini, diharapkan arus informasi terkait Hak Asasi Manusia di wilayah Bengkulu dapat tersaji lebih profesional, faktual, dan mampu mendorong kemajuan daerah secara menyeluruh.

pewarta: man

Wajah baru Relaxology Bencoolen mall: Hadirkan konsep premium untuk kebugaran masyarakat Bengkulu

Relaxology Bencoolen Mall (RX BMB) resmi melakukan reopening dengan memperkenalkan wajah baru yang lebih segar, modern, dan premium bagi masyarakat Bengkulu17/04/2026

news-raflesia-indonesia, BENGKULU – Relaxology Bencoolen Mall (RX BMB) resmi melakukan reopening dengan memperkenalkan wajah baru yang lebih segar, modern, dan premium bagi masyarakat Bumi Rafflesia. Langkah ini merupakan transformasi besar setelah konsisten melayani pelanggan sejak tahun 2019, guna menjawab kebutuhan masyarakat akan tempat relaksasi yang berkualitas di tengah rutinitas yang padat. Renovasi menyeluruh ini mencakup pembaruan interior yang elegan serta peningkatan standar pelayanan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi setiap pengunjung.

Selama tujuh tahun kehadirannya di Bengkulu, Relaxology telah mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit keluarga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Transformasi terbaru ini tidak hanya sekadar perubahan fisik, tetapi juga peningkatan pada kualitas fasilitas pendukung yang dirancang untuk menciptakan pengalaman relaksasi yang lebih tenang dan privat. Penataan ruang yang ergonomis di outlet ini dibuat sedemikian rupa agar pelanggan merasa rileks sepenuhnya sejak pertama kali melangkah masuk ke area layanan.

CEO Relaxology, Ayuna, menyampaikan bahwa reopening ini adalah bentuk apresiasi dan wujud keseriusan perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggan setia yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Menurutnya, relaksasi kini telah bergeser dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan penting untuk pemulihan kebugaran secara menyeluruh. Oleh karena itu, peningkatan standar kenyamanan di Relaxology Bencoolen Mall menjadi fokus utama dalam memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan kebahagiaan para pelanggan.

Reopening ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan bentuk keseriusan kami dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Kami ingin menghadirkan suasana baru dan pelayanan yang lebih berkesan bagi masyarakat Bengkulu,” ujar Ayuna saat memberikan keterangan resmi. Ia menekankan bahwa melalui konsep baru ini, Relaxology berkomitmen untuk terus bertumbuh dan berinovasi dengan standar pelayanan yang konsisten di masa mendatang.

Fokus utama dari pembaruan ini juga menyasar pada peningkatan kualitas para terapis yang bertugas. Setiap terapis kini dibekali dengan standar pelayanan profesional yang lebih ketat guna menjamin keamanan serta kenyamanan pelanggan selama menjalani treatment. Peningkatan kompetensi ini bertujuan agar teknik relaksasi yang diberikan tetap inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang semakin peduli terhadap keseimbangan hidup.

RX Relaxology menghadirkan berbagai pilihan treatment relaksasi komprehensif yang dirancang khusus untuk mengurangi kelelahan tubuh akibat aktivitas sehari-hari. Meski tampil dengan konsep yang lebih mewah dan modern, manajemen berkomitmen untuk tetap mempertahankan harga layanan yang kompetitif. Hal ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas wellness berkualitas tanpa harus terbebani oleh biaya yang tinggi.

Lokasi RX Relaxology yang strategis di lantai dasar Bencoolen Mall memberikan kemudahan akses bagi pengunjung yang ingin melepas penat setelah berbelanja atau bekerja. Dengan suasana interior yang lebih segar dan nuansa elegan, tempat ini menjadi solusi tepat bagi masyarakat perkotaan yang membutuhkan pemulihan energi secara instan namun berkelas. Penataan pencahayaan dan musik latar yang menenangkan turut mendukung suasana relaksasi maksimal di setiap sudut ruangan.

Melalui reopening ini, Relaxology optimistis dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat Bengkulu dalam menjaga kebugaran tubuh secara berkelanjutan. Harapan besarnya, kehadiran konsep baru ini dapat mendukung gaya hidup sehat masyarakat luas serta memberikan pengalaman relaksasi yang lebih berkualitas dan berkesan. Inovasi layanan akan terus dilakukan agar RX Relaxology tetap menjadi pemimpin pasar di industri kesehatan dan kebugaran daerah.

Dengan tampilan yang lebih segar, fasilitas yang semakin lengkap, serta pelayanan yang terus ditingkatkan, RX Relaxology kini siap menyambut kembali para pelanggan. Transformasi ini menandai babak baru bagi Relaxology Bencoolen Mall dalam memberikan layanan wellness terbaik di Bengkulu. Jadikan kunjungan Anda sebagai momen pemulihan diri yang berkelas di pusat relaksasi keluarga yang paling terpercaya ini.

BLINC 3.0 Resmi Dimulai, Bengkulu Siapkan 13 Proyek Strategis untuk Incar Investasi Global

Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia secara resmi meluncurkan Kickoff dan Capacity Building Bencoolen Investment Challenge (BLINC 3.0) di Hotel Santika, Rabu (15/4/2026)

news-raflesia-indonesia, BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia secara resmi meluncurkan Kickoff dan Capacity Building Bencoolen Investment Challenge (BLINC 3.0) di Hotel Santika, Rabu (15/4). Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat kesiapan proyek investasi daerah agar lebih kompetitif dan menarik minat investor global. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah, Dr. H. Herwan Antoni, S.KM., M.Kes., M.Si., didampingi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat.

Kepala Perwakilan BI Bengkulu menekankan bahwa di tengah tantangan ekonomi global dan geopolitik, perekonomian daerah Bengkulu pada tahun 2026 tetap menunjukkan kinerja positif. Melalui program BLINC 3.0, diharapkan lahir proyek-proyek investasi berkualitas yang mampu mengoptimalkan sektor potensial di 10 kabupaten/kota. Sejak periode 2022 hingga 2025, setidaknya telah tercatat 37 proyek yang terus didorong untuk meningkatkan kelayakan dan daya tarik investasinya.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu menegaskan pentingnya komitmen seluruh pemerintah daerah dalam menyiapkan proyek unggulan. Persyaratan utama yang ditekankan mencakup kesiapan implementasi, mulai dari aspek perizinan, ketersediaan lahan, hingga dukungan kebijakan yang kuat. Sebagai bentuk keseriusan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov, BI, dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

Rangkaian kegiatan BLINC 3.0 akan melalui beberapa tahapan ketat, dimulai dari kickoff, inkubasi, kurasi, hingga site visit lapangan. Proyek yang terpilih juga akan mendapatkan fasilitas coaching guna meningkatkan kapasitas dan daya saingnya di mata calon investor. Selain itu, mekanisme pelaporan berkala setiap bulan akan diterapkan untuk memastikan pemantauan dan evaluasi berjalan secara optimal.

Dalam sesi pemaparan, berbagai usulan proyek prestisius disampaikan, termasuk oleh Kabupaten Bengkulu Selatan yang mengusulkan proyek Rice Milling Unit dan pengemasan beras senilai Rp230,6 miliar. Sementara itu, Kabupaten Bengkulu Tengah menyoroti potensi pariwisata Danau Gedang serta rencana pembangunan pabrik minyak goreng di kawasan Talang Empat. Sektor jasa seperti perhotelan dan rumah sakit swasta juga menjadi peluang yang ditawarkan di wilayah tersebut.

Kabupaten Bengkulu Utara membawa konsep inovatif berupa kawasan agribisnis terpadu berbasis zero waste seluas ± 79,86 hektar dengan kebutuhan investasi Rp95,2 miliar. Di sisi lain, Kabupaten Kaur mengusulkan pengembangan Laguna Waterpark Resort dengan nilai investasi sekitar Rp16,98 miliar. Kabupaten Kepahiang dan Lebong secara khusus menyoroti potensi besar komoditas kopi yang masih membutuhkan dukungan investasi untuk pengembangannya.

Kabupaten Mukomuko menawarkan peluang strategis melalui pembangunan pelabuhan CPO, pusat perbelanjaan terintegrasi, hingga industri pengolahan limbah. Sementara itu, Kabupaten Seluma mengusulkan pengembangan sektor perikanan melalui program ikan larangan dan pabrik pakan. Di wilayah Rejang Lebong, fokus pengembangan diarahkan pada kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari sebagai ikon pariwisata daerah.

Kota Bengkulu sebagai pusat pemerintahan mengusulkan pengembangan kawasan wisata hutan mangrove di Kampung Melayu. Proyek ini dinilai sangat potensial karena didukung oleh ketersediaan lahan pemerintah serta infrastruktur akses yang sudah memadai. Secara keseluruhan, tercatat ada 13 proposal proyek investasi awal yang disampaikan dalam forum BLINC 3.0 kali ini.

Meski usulan telah disampaikan, seluruh proyek tersebut masih bersifat awal dan akan terus disempurnakan berdasarkan masukan narasumber dari PwC Indonesia, Bappenas, dan BKPM. Tahapan selanjutnya akan menyaring proyek-proyek ini menjadi Top 5 proyek unggulan daerah. Dari sana, dua proyek terbaik akan difasilitasi penyusunan feasibility study (FS) lengkap agar benar-benar siap ditawarkan secara profesional kepada investor.

Melalui sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah, BLINC 3.0 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Bengkulu. Dengan persiapan yang matang dan proyek yang berkualitas, Bengkulu optimis dapat menjangkau peluang investasi global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. Penutupan kegiatan ini menandai dimulainya perjalanan panjang menuju penguatan ekonomi daerah yang lebih tangguh.

 

HIPMI Bengkulu buka pendaftaran culinary & UMKM expo 2026, Kuota gratis terbatas!

Segera daftarkan bisnis Anda untuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dan kreatif di Bengkulu tahun 2026

news-raflesia-indonesia, BENGKULU – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Elevate Your Business with Road to FORBISDA 2026”. Melalui inisiatif ini, HIPMI mengundang para pengusaha kuliner dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Provinsi Bengkulu untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi “Culinary & UMKM Expo”. Kegiatan ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Bumi Merah Putih sekaligus memperkuat jejaring pengusaha muda di tingkat daerah.

Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) BPD HIPMI Bengkulu sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Forbisda, Singgih Tri Wibowo, menegaskan bahwa acara ini merupakan batu loncatan bagi produk lokal agar bisa bersaing di pasar nasional. Pada Rabu (15/4/2026), Singgih menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan wadah konsolidasi bagi pengusaha inovatif untuk “naik kelas” melalui peningkatan kualitas produk dan kolaborasi antar-pelaku usaha.

Momentum “Road to FORBISDA 2026” diharapkan menjadi ekosistem yang solid bagi para wirausahawan muda di bawah naungan BPD HIPMI Bengkulu. Singgih menekankan bahwa kehadiran pameran ini sangat krusial karena ketahanan ekonomi daerah sangat bergantung pada kekuatan UMKM-nya. Dengan adanya promosi yang terarah, produk unggulan Bengkulu diharapkan mendapatkan eksposur yang lebih luas dan meningkatkan minat beli masyarakat terhadap industri kreatif lokal.

Gelaran “Culinary & UMKM Expo” ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 27 hingga 28 April 2026. Panitia memilih Hotel Two K Azana Style Bengkulu sebagai lokasi pelaksanaan guna memberikan atmosfer yang profesional dan representatif bagi para peserta. Pemilihan lokasi yang strategis ini bertujuan untuk menarik kunjungan konsumen serta memberikan nilai prestisius bagi brand-brand UMKM yang terlibat di dalamnya.

Salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan kali ini adalah adanya fasilitas pendaftaran gratis bagi para peserta. Namun, pihak panitia memberikan catatan khusus bahwa kuota pendaftaran gratis ini sangat terbatas, yakni hanya tersedia untuk 10 pendaftar pertama. Kebijakan ini diambil untuk mendorong kecepatan respons para pengusaha dalam menangkap peluang strategis di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Mengingat tingginya animo para pelaku usaha, panitia menetapkan batas akhir pendaftaran pada tanggal 22 April 2026. Singgih Tri Wibowo mengimbau agar para pengusaha muda tidak menunda waktu pendaftaran agar tidak kehilangan kesempatan emas ini. Kecepatan pendaftaran menjadi kunci utama bagi UMKM yang ingin mendapatkan fasilitas istimewa tersebut sebelum batas waktu yang ditentukan berakhir.

“Kami mengajak seluruh pengusaha muda di Bengkulu, mari bertumbuh bersama dan jangan lewatkan kesempatan ini. Ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan nilai tambah bisnis Anda dan memperluas jaringan hingga ke tingkat nasional,” ujar Singgih dengan penuh optimisme. Ia menekankan bahwa sinergi dalam Road to FORBISDA 2026 akan melahirkan inovasi baru yang menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Bagi pelaku UMKM atau pengusaha kuliner yang berminat membuka stan (tenant) di area ekspo, pendaftaran dapat dilakukan melalui jalur komunikasi khusus. Calon peserta dapat menghubungi penanggung jawab (PIC) pameran, Ketua Rofiq, melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0822-5930-4793. Segera daftarkan bisnis Anda untuk menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital dan kreatif di Bengkulu tahun 2026.

Pewarta: Man

HIPMI Bengkulu resmi dukung Ade jona prasetyo jadi calon ketua umum BPP HIPMI 2026–2029

BPD HIPMI Bengkulu di bawah kepemimpinan Yosia Yodan memantapkan barisan untuk mendukung Ade Jona Prasetyo sebagai Calon Ketua Umum BPP HIPMI Masa Bakti 2026–2029.

news-raflesia-indonesia, JAKARTA – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu secara resmi menyatakan dukungannya kepada Ade Jona Prasetyo sebagai Bakal Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI untuk Masa Bakti 2026–2029. Penyerahan surat rekomendasi dukungan ini dilakukan langsung di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pengusaha muda asal Bumi Rafflesia dalam menyukseskan perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI mendatang.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, memimpin langsung prosesi penyerahan rekomendasi tersebut dengan didampingi oleh Dewan Pembina BPD HIPMI Bengkulu, Ruli Krisna, serta Wakil Bendahara Umum, Jopandu Ilham Prasetio. Kehadiran jajaran teras pengurus daerah ini menunjukkan soliditas dan keseriusan HIPMI Bengkulu dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia tersebut di tingkat pusat.

Acara penyerahan rekomendasi ini turut disaksikan oleh Sona Maesana yang menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo. Kehadiran Sona menjadi bukti bahwa proses konsolidasi dukungan antar-daerah mulai menguat menjelang Munas. Dukungan dari Bengkulu ini dianggap sebagai suntikan energi besar bagi tim Ade Jona dalam mengarungi kontestasi pemilihan ketua umum nasional yang dikenal sangat dinamis.

Yosia Yodan menegaskan bahwa dukungan yang diberikan kepada Ade Jona Prasetyo bukanlah keputusan sepihak, melainkan hasil dari mekanisme organisasi yang sah dan transparan. Melalui Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) BPD HIPMI Bengkulu, seluruh jajaran pengurus telah melakukan musyawarah untuk menentukan arah dukungan. Forum tersebut menyepakati dan memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum untuk menetapkan sosok yang layak didukung.

“Seluruh pengurus BPD HIPMI Bengkulu dalam RBPL sepakat menyerahkan keputusan rekomendasi kepada Ketua Umum. Setelah menimbang berbagai aspirasi, kami menilai bahwa Ade Jona Prasetyo adalah sosok yang tepat, yang terbaik di antara yang terbaik untuk menakhodai BPP HIPMI ke depan,” tegas Yosia Yodan saat memberikan keterangan resmi kepada media.

Karakter pribadi Ade Jona Prasetyo menjadi alasan utama mengapa rekomendasi ini jatuh ke tangannya. Menurut Yosia, Ade Jona dikenal sebagai figur yang memiliki kerendahan hati yang tinggi meski memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni. Sosoknya dianggap mampu merangkul berbagai elemen pengusaha muda dari berbagai latar belakang daerah di Indonesia, sebuah kualitas yang sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan organisasi.

Dukungan ini juga didasarkan pada keyakinan bahwa Ade Jona mampu membawa HIPMI berkontribusi lebih besar bagi pengembangan kewirausahaan nasional. Dengan gaya komunikasi yang komunikatif dan kepemimpinan yang kuat, ia diyakini bisa mempercepat transformasi pengusaha muda menjadi pemain utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Visi Ade Jona dinilai selaras dengan kebutuhan dunia usaha di era digital saat ini.

“Kami melihat beliau sebagai pemimpin yang sangat komunikatif dan memiliki kapasitas yang nyata. Harapan kami, di bawah kepemimpinan Ade Jona Prasetyo, fondasi HIPMI yang sudah kokoh saat ini akan semakin diperkuat dan menjadi lebih baik lagi di masa depan,” tambah Yosia dengan penuh optimisme.

Penyerahan rekomendasi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan resmi BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan didampingi oleh Dewan Pembina BPD HIPMI Bengkulu, Ruli Krisna, serta Wakil Bendahara Umum BPD HIPMI Bengkulu, Jopandu Ilham Prasetio.

Melalui pemberian rekomendasi resmi ini, BPD HIPMI Bengkulu berkomitmen untuk mengawal proses demokrasi di internal organisasi hingga hari pemilihan. Langkah ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan kepemimpinan yang inklusif di tubuh BPP HIPMI, sekaligus memastikan peran strategis pengusaha daerah tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan ekonomi nasional Indonesia ke depan.

pewarta Man

Mahasiswa administrasi publik Unived Bengkulu perdalam ilmu bank Sentral dan QRIS di Bank Indonesia

Mahasiswa (Unived) Mengikuti kegiatan kuliah lapangan yang bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu Senin,(13/04/2026)

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu sukses Mengikuti kegiatan kuliah lapangan yang bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu. Kegiatan akademik yang berlangsung pada Senin,(13/04) ini, bertujuan untuk mensinergikan teori yang didapat mahasiswa di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan, khususnya terkait kebijakan moneter dan sistem pembayaran di Indonesia. Melalui kunjungan ini, diharapkan wawasan mahasiswa mengenai peran vital bank sentral dalam stabilitas ekonomi nasional dapat meningkat secara signifikan.

Rombongan mahasiswa Unived disambut hangat oleh pihak Bank Indonesia. Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, yang memberikan sambutan pembuka sekaligus memaparkan gambaran umum tugas BI. Dalam arahannya, Irfan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya kejahatan siber di sektor keuangan, seperti scam penipuan dan social engineering yang kerap menyasar masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa.

Irfan juga mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan kuliah lapangan ini sebaik-baiknya dengan aktif berdiskusi dan bertanya kepada para narasumber yang kompeten. Sebagai bentuk apresiasi, pihak Bank Indonesia menyediakan souvenir menarik bagi mahasiswa yang aktif berpartisipasi selama sesi tanya jawab. Harapan besarnya, setelah mendapatkan edukasi langsung dari sumbernya, mahasiswa Unived dapat menjadi “penyambung lidah” atau duta Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi terkait tugas bank sentral dan perlindungan konsumen kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Masuk pada sesi materi inti, narasumber pertama, Hendri, mengupas tuntas mengenai sistem pembayaran, Perlindungan Konsumen, dan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hendri menjelaskan bahwa Bank Indonesia merupakan pengelola sistem pembayaran di Indonesia, yang mencakup tunai (uang kartal) dan nontunai. Salah satu inovasi nontunai yang dipopulerkan oleh BI adalah BI Fast, sistem yang memungkinkan transfer antarbank menjadi lebih cepat, murah, dan tersedia 24/7, sebagai bagian dari upaya memperlancar perekonomian.

Terkait QRIS, Hendri memaparkan latar belakang kemunculannya yang didorong oleh kebutuhan transaksi yang higienis dan efisien saat pandemi COVID-19, serta untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi pembayaran (interoperability). QRIS bukanlah sebuah aplikasi, melainkan standar QR Code nasional yang menyatukan berbagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) seperti Ovo, Dana, LinkAja, dan perbankan, sehingga satu QR Code dapat dipindai oleh aplikasi apa pun. Inovasi ini sangat membantu UMKM dan mempercepat perputaran ekonomi daerah karena kemudahannya dalam bertransaksi.

Selain kemudahan transaksi, Hendri juga memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya cyber crime dan perlindungan data pribadi. Mahasiswa diperingatkan untuk tidak terjebak penawaran tidak masuk akal, seperti modus nonton iklan dapat uang yang berujung pada permintaan top-up dana dalam jumlah besar. BI menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, OTP, KTP, dan nama ibu kandung. Mahasiswa juga dilarang keras mengklik link sembarangan dari nomor tidak dikenal guna menghindari pembajakan handphone dan akses ilegal ke akun mobile banking.

Sesi edukasi perlindungan konsumen semakin interaktif ketika narasumber berbagi tips aman bertransaksi, termasuk imbauan untuk mengganti PIN yang menggunakan tanggal lahir secara berkala. BI juga mengingatkan kewaspadaan saat menggunakan ATM, yaitu dengan selalu menutup tangan saat menekan PIN untuk menghindari terekam kamera tersembunyi (skimming). Jika terjadi penipuan atau kejanggalan pada akun pembayaran, konsumen disarankan segera melapor ke penyedia jasa layanan tersebut. Apabila tidak ada penyelesaian yang memuaskan, konsumen dapat mengadukan permasalahan tersebut ke Bank Indonesia dengan menyertakan kronologis lengkap.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Afri Jonson, yang fokus menjelaskan kedudukan Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999. Afrik menegaskan bahwa BI bebas dari campur tangan pemerintah maupun pihak lain dalam melaksanakan tugasnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang. Independensi ini krusial agar BI dapat fokus pada tujuan tunggalnya, yaitu mencapai dan menjaga stabilitas nilai Rupiah, yang tercermin dari laju inflasi dan nilai tukar terhadap mata uang asing.

Afrik juga meluruskan asumsi keliru yang sering beredar di masyarakat mengenai fungsi Bank Indonesia. Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia bukanlah bank komersial, sehingga BI tidak memberikan layanan pinjaman uang kepada masyarakat umum maupun pihak swasta. Selaku bank sentral, BI menjalankan fungsi sebagai lender of last resort dan mengatur kebijakan moneter, bukan melakukan kegiatan perbankan ritel. Edukasi ini dinilai penting agar mahasiswa memiliki pemahaman yang benar dan dapat meluruskan persepsi salah di masyarakat mengenai fungsi BI.

Dari pihak Universitas Dehasen Bengkulu, dosen pendamping sekaligus Ketua Program Studi Administrasi Publik, Evi Lorita, M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia atas kesempatan kuliah lapangan ini. Evi menekankan bahwa kegiatan ini sangat sejalan dengan tujuan kurikulum untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa. Melalui kunjungan langsung ke Kantor BI, mahasiswa diharapkan dapat melihat dan memahami implementasi nyata dari teori-teori ekonomi dan kebijakan publik yang telah mereka pelajari di ruang kelas.

Dosen Unived Bengkulu Bersama Pemateri dari Kantor Bank indonesia Perwakilan Bengkulu Senin 13/04/2026

Senada dengan Evi, Yanuar Rikardo, atau yang akrab disapa Eko, yang juga merupakan dosen Unived, menambahkan bahwa kuliah lapangan ini merupakan upaya strategis untuk memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan mahasiswa. Eko menilai pemahaman mengenai dinamika perekonomian dan sistem perbankan mutlak diperlukan oleh mahasiswa Administrasi Publik. Pembekalan ilmu praktis ini diharapkan dapat menjadi modal penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun saat merintis usaha setelah menyelesaikan studi nantinya.

Kegiatan kuliah lapangan mahasiswa Administrasi Publik Unived Bengkulu di Kantor Perwakilan Bank Indonesia ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata. Melalui sinergi antara dunia akademisi dan lembaga otoritas moneter seperti Bank Indonesia, diharapkan akan lahir generasi muda Bengkulu yang melek finansial, waspada terhadap kejahatan digital, dan siap berkontribusi positif bagi pembangunan ekonomi daerah di masa depan. Edukasi langsung semacam ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan mahasiswa menghadapi realitas dunia industri.

Pewarta: man

 

 

error: Content is protected !!