banner 1000x350

Redaksi

855 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Polri salurkan puluhan ribu bantuan logistik untuk korban bencana alam di Sumatera Barat

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia – Upaya penanganan bencana alam di wilayah Sumatera Barat terus dipercepat. Hingga Jumat, (5/12 2025), Polda Sumatera Barat melaporkan telah mengerahkan 52 personel untuk melakukan pendistribusian bantuan ke sejumlah daerah terdampak.

Total bantuan yang dihimpun mencapai:

– 356 unit peralatan penyelamatan, dan

– 72.377 paket bahan makanan.

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke kabupaten/kota prioritas yang terdampak bencana, meliputi:

1. Kota Padang

Total: 18.946 bantuan
– Peralatan: 167
– Bahan makanan: 18.779

2. Kota Padang Panjang / Kabupaten Tanah Datar

Total: 4.170 bantuan
– Peralatan: 33
– Bahan makanan: 4.137

3. Kabupaten Agam

Total: 13.636 bantuan
– Peralatan: 36
– Bahan makanan: 13.600

4. Kota Solok / Kabupaten Solok

Total: 1.762 bantuan
– Peralatan: 4
– Bahan makanan: 1.758

5. Kabupaten Padang Pariaman

Total: 1.369 bantuan
– Peralatan: 37
– Bahan makanan: 1.332

Jenis bantuan yang telah disebar mencakup peralatan evakuasi seperti pelampung, perahu karet, chain saw, solar panel, genset, tenda pengungsi, hingga lampu emergency. Sementara bantuan kebutuhan dasar terdiri dari beras, gula, kopi, teh, makanan bayi, mie instan, minyak goreng, air mineral, susu berbagai jenis, hingga telur dan makanan siap saji.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Polri memastikan distribusi kebutuhan masyarakat berjalan cepat dan merata.

“Polri terus bekerja di lapangan untuk memastikan setiap bantuan yang diterima bisa sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Respons cepat ini kami lakukan agar warga terdampak bencana dapat segera terbantu,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus berada di tengah masyarakat hingga situasi benar-benar pulih.

“Kami memonitor seluruh titik terdampak. Polri siap menambah personel maupun bantuan tambahan kapan pun diperlukan. Prinsipnya, keselamatan dan kebutuhan masyarakat adalah prioritas kami,” tambah Brigjen Trunoyudo.

Upaya pendistribusian yang dilakukan Polda Sumbar ini diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat dan membantu meringankan beban masyarakat di wilayah bencana. rls

Curup kota diguyur Hujan, Warga tetap antusias hadiri reses Zulasmi octarina

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Rejang lebong – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Curup Kota tidak menghalangi warga Kelurahan Talang Benih untuk menghadiri reses Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Zulasmi Octarina SE, MM. Kegiatan masa sidang ketiga tahun 2025 yang digelar pada Kamis (4/12) itu tetap berlangsung hangat dan penuh interaksi.

Acara reses ini juga dihadiri Lurah Talang Benih, perwakilan Polsek Curup, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, imam khatib, serta para ketua RT dan RW. Berbagai persoalan yang dirasakan warga langsung disampaikan kepada wakil rakyat.

Masyarakat menyoroti sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari perbaikan jaringan irigasi hingga penambahan lampu penerangan jalan yang banyak tidak berfungsi. Usulan terkait ketersediaan pupuk dan bantuan handtractor bagi petani juga menjadi perhatian utama.

Selain itu, warga meminta perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) yang menjadi kewenangan provinsi. Keluhan mengenai gangguan layanan PDAM turut mencuat, bersama harapan adanya dukungan dana operasional ambulans desa yang cukup membebani masyarakat.

Dari sektor ekonomi, pelaku UMKM di Talang Benih berharap adanya bantuan serta fasilitas agar usaha kecil di wilayah tersebut lebih berkembang dan mampu bersaing.

Foto: istimewa

Pada kesempatan itu, Zulasmi Octarina menyerahkan satu set seragam bola voli kepada Karang Taruna sebagai bentuk apresiasi terhadap kegiatan kepemudaan. Ia menegaskan seluruh aspirasi akan dibawa ke pembahasan program pembangunan provinsi.

Zulasmi menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga yang tetap hadir meski cuaca buruk. “Ini menunjukkan kuatnya harapan masyarakat agar aspirasinya benar-benar diperjuangkan. InsyaAllah semua masukan ini akan kami tindak lanjuti,” ujarnya. rls

 

Ketua BPD HIPMI Bengkulu resmikan Mie Njerit, Dukung UMKM kuliner lokal

Foto: istimewa

News-raflesia-indonesia | Bengkulu — Gerai kuliner terbaru, Mie Njerit, resmi dibuka di Jalan Mahakam, tepat di depan Rumah Sakit Asta Medika. Acara grand opening turut dihadiri Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, yang memberikan dukungan bagi UMKM kuliner lokal, Rabu (3/12).

Dalam sambutannya, Yosia menyampaikan apresiasi atas hadirnya Mie Njerit sebagai pilihan kuliner baru bagi masyarakat Bengkulu.

“Ya, selamat siang semua warga Bengkulu. Hari ini sangat bersyukur bisa ke Jalan Mahakam, peresmian Mie Njerit. Ini punya dari Pak Rosman. Luar biasa, lokasinya strategis, rasanya juga mantap, nikmat, harganya juga dari Rp13.000. Jadi anak-anak muda Bengkulu bisa datang ke sini untuk kumpul-kumpul, kerjakan tugas, sambil makan dengan teman-teman. Ini rekomendasi di Kota Bengkulu,” ujar Yosia.

Owner Mie Njerit, Rosmen, mengatakan bahwa ini merupakan cabang pertama Mie Njerit di Bengkulu dan berharap kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Ini kami pertama kali mencoba Mie Njerit di Bengkulu. Mudah-mudahan ke depannya sukses dan lebih ramai. Bagi yang ingin mencoba, silakan datang ke Lingkar Barat, Jalan Mahakam, depan Rumah Sakit Asta Medika. Rasa ini dari Madiun, Jawa Timur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yosia Yodan dan HIPMI Bengkulu yang telah memberikan dukungan dalam pembukaan usaha tersebut.

Dengan cita rasa khas Madiun dan harga terjangkau, Mie Njerit diharapkan menjadi destinasi kuliner baru bagi warga Bengkulu, terutama bagi anak muda yang mencari tempat nyaman untuk makan dan berkumpul. rls

 

 

Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi: Usulan menempatkan Polri di bawah kementerian justru kemunduran reformasi

Foto: istimewa

Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi: Usulan menempatkan Polri di bawah kementerian justru kemunduran reformas

Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi, menanggapi isu yang belakangan muncul terkait wacana reposisi atau reformasi kelembagaan Polri, khususnya usulan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian. Menurutnya, gagasan tersebut tidak sejalan dengan amanat reformasi dan justru berpotensi menjadi langkah mundur dalam penataan kelembagaan negara.

Dalam pandangannya, posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan sejalan dengan TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000. Ketentuan tersebut, kata Rullyandi, merupakan bagian penting dari agenda reformasi yang menegaskan pemisahan TNI-Polri dan penguatan peran Polri sebagai alat negara.

“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan desain yang sudah final dalam kerangka reformasi. Penempatan ini justru memastikan Polri dapat menjalankan fungsi keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik secara efektif,” ujar Muhammad Rullyandi.

Ia menjelaskan bahwa reformasi kelembagaan Polri telah berlangsung panjang, baik secara struktural maupun instrumental, dan merupakan hasil evolusi penataan institusi kepolisian sejak Indonesia merdeka tahun 1945. Berbagai perubahan posisi Polri—mulai dari pernah ditempatkan di bawah Perdana Menteri hingga kembali berada di bawah Presiden—menunjukkan proses konsolidasi peran strategis Polri dalam struktur negara.

Secara filosofis, ujar Rullyandi, keberadaan kepolisian merupakan unsur fundamental dalam pembentukan negara modern. Di berbagai belahan dunia, polisi diposisikan sebagai alat negara yang menjalankan fungsi pemerintahan di bidang keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan masyarakat. Model kepolisian pun bervariasi, mulai dari yang terfragmentasi seperti di Amerika Serikat hingga yang tersentralisasi seperti di Prancis dan Jepang.

Indonesia, sebagai negara kepulauan, menurutnya tepat memilih model kepolisian terintegrasi yang berada di bawah Presiden, dengan struktur komando dari pusat hingga daerah melalui Polda, Polres, dan Polsek. Sistem ini dinilai mampu memastikan efektivitas keamanan dan pelayanan publik di seluruh wilayah.

“Koordinasi antara Presiden sebagai kepala negara dan Polri sebagai aparat negara akan jauh lebih efisien bila Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Menempatkannya di bawah kementerian justru berpotensi menciptakan tumpang tindih kewenangan dan memperpanjang birokrasi,” tegas Rullyandi.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai lembaga pembantu Presiden juga sudah mengisi fungsi strategis dalam penetapan arah kebijakan kepolisian serta pertimbangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Dengan struktur tersebut, tidak ada alasan untuk memindahkan Polri ke bawah kementerian.

“Kompolnas sudah menjalankan peran sebagai auxiliary state organ yang membantu Presiden dalam fungsi kepolisian. Dengan desain seperti ini, struktur birokrasi tetap efisien dan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan,” jelasnya.

Rullyandi menegaskan bahwa usulan menempatkan Polri di bawah kementerian bertentangan dengan prinsip ketatanegaraan Indonesia dan tidak sejalan dengan semangat reformasi 1998 yang mendorong profesionalisme, modernisasi, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.

“Penempatan Polri langsung di bawah Presiden adalah pilihan paling tepat untuk menjawab kebutuhan negara dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan publik secara optimal,” pungkasnya. Rls

NO DRAMA: Karo Ops Polda Bengkulu buktikan respon cepat layanan panggilan 110

Foto: istimewa

Bengkulu – Polda Bengkulu memiliki inovasi layanan terbaru untuk masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Inovasi ini untuk memberikan layanan cepat kepada masyarakat dalam segala hal dan situasi.

Terobosan terbaru ini disampaikan Karo Ops Polda Bengkulu saat berbincang kepada GM RBTV Disway Purnama Sakti, Pemred RBTV Disway dan Redaktur RBTV Aliantoro usai menjadi bintang tamu program dialog di Rakyat Bengkulu Televisi pada Kamis (4/12) pagi.

Nama layanannya adalah Call Center 110.
Karo Ops Polda Bengkulu, Kombes Pol Pontjo Soediantoko, S.I.K., M.H. menyampaikan, dengan layanan ini, masyarakat dengan cepat bisa melapor dan meminta agar polisi datang ke lokasi dengan cepat.

110 juga memiliki filosofi tersendiri, yaitu satu panggilan, satu harapan dan nol penolakan.
Masyarakat di Provinsi Bengkulu bisa menelepon langsung 110 dan mengikuti instruksi yang disampaikan operator ada dalam panggilan.

Hanya dalam hitungan menit, personel polisi yang terdekat akan datang ke titik lokasi yang disampaikan penelepon (masyarakat).
“Semua hal bisa disampaikan, pecah ban di jalan saja bisa,” kata Kombes Pol. Pontjo.

Untuk membuktikan hal tersebut, Karo Ops pun langsung meminta Pemred RBTV Disway menelepon call Center 110.
“Mas, telepon 110 dan bilang ada keributan, kita lihat berapa lama personel tiba di lokasi dan meresepon,” kata Karo Ops Polda Bengkulu.

Tanpa canggung dan tanpa settingan, Karo Ops langsung membuka handphone pribadinya untuk menghidupkan timer.
Ini untuk mengetahui berapa lama waktu kedatangan personel ke lokasi yang disampaikan atau diadukan penelepon.

Benar saja, dalam hitungan 18 menit, personel Polsek Gading Cempaka, Polresta Bengkulu dari berbagai macam Satker tiba di Graha Pena Rakyat Bengkulu.

Para personel Polresta dan Polsek ini tak menyangka dan terkejut saat tiba ada Karo Ops Polda Bengkulu di lokasi.
Kombes Pol. Pontjo menjelaskan, Layanan 110 ini akan diterima langsung operator yang ada di Bengkulu 24 jam.

Setelah mendapat telepon, personel akan meluncur ke lokasi yang dituju untuk menindaklanjuti panggilan.

“Nanti anggota akan datang langsung ke lokasi, tiba di sana baru dicari tahu permasalahannya, dan satker apa yang harus bertindak. Yang penting, anggota tiba dulu di lokasi,” jelas Karo Ops.

Dengan adanya layanan 110 ini, Polri, khususnya Polda Bengkulu berharap tidak ada lagi jarak antara masyarakat dan polisi.
Semua kebutuhan dan kesulitan yang dialami masyarakat bisa disampaikan dan akan ditindaklanjuti. Rls

Dialog di RBTV, Polda Bengkulu tekankan pentingnya solidaritas siaga bencana

Foto: istimewa

BENGKULU — Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol Pontjo Soediantoko, S.I.K., M.H., menjadi narasumber utama dalam dialog interaktif “Selamat Pagi Bengkulu” yang disiarkan RBTV pada Kamis pagi (4/12).

Dialog tersebut mengangkat tema “Kesiapsiagaan dan Solidaritas Polda Bengkulu Menghadapi Bencana”, mengingat Provinsi Bengkulu merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap berbagai bencana alam.

Dalam paparannya, Kombes Pol Pontjo Soediantoko menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur stakeholder, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Ia mengajak semua pihak untuk mengambil pelajaran dari pengalaman bencana besar yang pernah melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sebagai bentuk evaluasi bersama.

Seiring prediksi peningkatan curah hujan pada Desember dan beberapa bulan ke depan, kewaspadaan disebut perlu terus ditingkatkan guna meminimalkan risiko bencana.

Menurutnya, wilayah Bengkulu juga tidak lepas dari ancaman bencana sehingga langkah antisipasi dan kesiagaan menjadi perhatian utama semua pihak.

Karo Ops menjelaskan bahwa hampir seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu memiliki potensi terjadinya banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah yang dapat menimbulkan kerusakan signifikan.

Kondisi geografis serta dampak perubahan iklim turut memperbesar peluang terjadinya bencana di sejumlah daerah.

Sebagai bagian dari masyarakat, Polda Bengkulu berkomitmen untuk hadir secara aktif dan responsif, siap memberikan pelayanan terbaik saat situasi darurat.

Peran kepolisian mencakup penyampaian informasi yang cepat dan akurat terkait potensi bencana sekaligus memberikan panduan langkah-langkah keselamatan sebelum, selama, dan setelah bencana.

Kombes Pol Pontjo menegaskan pihaknya juga siap memberikan bantuan langsung kepada warga yang terdampak guna memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar terpenuhi.

Ia menilai bahwa sinergi antarlembaga dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan penanggulangan bencana.

Melalui kegiatan ini, Polda Bengkulu mengajak seluruh masyarakat membangun budaya sadar bencana agar risiko serta dampak dapat ditekan demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. Rls

error: Content is protected !!