banner 1000x350

Redaksi

973 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Gotong Royong Polri dan masyarakat, Polres Pidie Jaya percepat pemulihan pascabanjir dan fasilitas pendidikan

news-raflesia-indonesia,, Meureudu – Polres Pidie Jaya bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong dalam rangka pemulihan pascabencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Jumat 2 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Polri dan masyarakat guna mempercepat pemulihan fasilitas umum, lingkungan, serta sarana pendidikan yang terdampak banjir.

 

Pelaksanaan gotong royong tersebut dilaksanakan secara serentak di sejumlah lokasi, di antaranya wilayah hukum Polsek Meureudu, meliputi Kantor Keuchik Gampong Meunasah Lhok, meunasah, fasilitas umum, serta Sekolah PAUD/TK Bungong Jeumpa Gampong Lueng Rimba, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

 

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Aceh tanggal 18 Desember 2025 tentang pelaksanaan giat pemulihan pascabencana melalui gotong royong bersama Polri dan masyarakat.

 

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana ini mengutamakan pembersihan fasilitas pendidikan agar dapat segera difungsikan kembali, sejalan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Aceh yang menetapkan Proses Belajar Mengajar dapat kembali dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026 bagi sekolah yang telah dinyatakan layak.

 

“Polri siap membantu pembersihan sekolah-sekolah agar anak-anak dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap keberlangsungan pendidikan pascabencana,” ujar AKP Mahruzar Hariadi.

 

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Kasubbagdalprogar Bagren Polres Pidie Jaya AKP Hendra Saputra, S.E., Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya IPTU Fauzi Atmaja, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya IPTU Ramli, Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal, personel Polres Pidie Jaya, personel BKO Brimob Polda Aceh yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II, personel Polsek Meureudu, serta masyarakat Gampong Meunasah Lhok dan Gampong Lueng Rimba.

 

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan menggunakan berbagai peralatan pendukung, antara lain excavator mini, dump truck, gerobak pengangkut sampah, mesin pompa air, serta perlengkapan kebersihan seperti sekop, cangkul, sapu, pel, ember, wiper lantai, plastik sampah, dan peralatan kebersihan lainnya.

 

Kegiatan pemulihan pascabencana dilakukan melalui pembersihan lumpur, sampah, dan sisa material banjir pada fasilitas umum, kantor pemerintahan gampong, meunasah, lingkungan pemukiman, serta ruang kelas dan halaman sekolah, dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.

 

Selain itu, Polres Pidie Jaya juga mengharapkan dukungan dari dinas terkait di Kabupaten Pidie Jaya untuk melakukan pengecekan terhadap sekolah-sekolah yang belum dapat digunakan, serta menyiapkan solusi sementara seperti pinjam pakai gedung atau penyediaan tenda belajar, agar proses pendidikan tetap berjalan.

 

Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Polri bersama masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menegaskan kehadiran Polri untuk masyarakat dalam situasi kemanusiaan. Rls

Brimob Polri laksanakan trauma healing anak terdampak bencana di Kabupaten Agam

news-raflesia-indonesia, Kabupaten Agam – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam, personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor dari Korps Brimob Polri melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (3/1/2026).

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 50 personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor yang tergabung dalam BKO Operasi Aman Nusa II. Dalam pelaksanaannya, personel Brimob memanfaatkan peralatan SAR untuk menghadirkan wahana flying fox mini yang digunakan sebagai sarana bermain sekaligus terapi pemulihan psikologis bagi anak-anak.

 

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak berinteraksi dan bermain dalam suasana yang aman dan menyenangkan. Trauma healing tersebut bertujuan untuk membantu memulihkan keseimbangan emosional dan mental anak-anak pascabencana, sekaligus membangun kembali rasa aman, keberanian, serta kepercayaan diri agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.

 

Kegiatan dipimpin oleh Iptu Herman Agustinus Marini, S.Tr.K, yang menyampaikan bahwa perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

 

“Kegiatan trauma healing ini kami laksanakan untuk membantu anak-anak agar tidak berlarut-larut dalam trauma akibat bencana. Kami ingin menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan, sehingga mereka dapat kembali ceria dan optimis,” ujarnya.

 

Aksi kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran negara melalui Korps Brimob Polri dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, tidak hanya dalam penanganan darurat dan SAR, tetapi juga pada aspek pemulihan psikososial.

 

Diharapkan, di tahun 2026 proses pemulihan dan pembangunan kembali di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Agam, dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan menjalani aktivitas kehidupan secara normal. Rls

Cepat, sigap dan humanis, Personel Dit Polairud Polda Jatim selamatkan dua anak terjebak lumpur di pantai Kenjeran

news-raflesia-indonesia – Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Jawa Timur melaksanakan pengamanan dan imbauan di kawasan wisata Pantai Kenjeran, Surabaya.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut, personel Dit Polairud Polda Jatim menemukan dua anak yang terjebak di pinggiran Pantai Kenjeran akibat air laut yang surut dan kondisi lumpur yang sangat tebal. Kedua anak tersebut tidak dapat bergerak dan terjebak di tengah lumpur, sehingga membutuhkan pertolongan segera. Melihat kondisi tersebut, personel Dit Polairud yang sedang melaksanakan pengamanan langsung melakukan upaya evakuasi dan berhasil menolong kedua korban dengan selamat. Evakuasi tersebut dilakukan oleh Bharada Nevan, staf Renmin Dit Polairud Polda Jatim.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel di lapangan. “Kami mengapresiasi langkah cepat dan responsif personel Dit Polairud Polda Jawa Timur yang tidak hanya melakukan pengamanan dan imbauan keselamatan, tetapi juga sigap menolong masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kombes Pol Erdi juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu mematuhi aturan keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata pantai serta mengikuti arahan petugas demi menghindari kejadian yang dapat membahayakan keselamatan. rls

Hujan lebat picu longsor di Agam, Polsek Tanjung Raya siaga di lokasi bencana

news-raflesia-indonesia, Agam – Personel Polsek Tanjung Raya, Polres Agam, terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pemantauan dilakukan pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menyusul terjadinya longsor susulan sejak pergantian tahun baru.

Diketahui, pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 01.45 WIB, terjadi longsor susulan yang mengakibatkan material tanah menutup total akses jalan Lubuk Basung–Bukittinggi, sehingga jalur tersebut tidak dapat dilalui dari kedua arah. Akibat longsor tersebut, sejumlah rumah warga juga dilaporkan tertimbun material tanah.

Selain itu, satu unit alat berat sempat tertimbun longsoran. Namun, berkat upaya petugas di lapangan, alat berat tersebut saat ini telah berhasil dievakuasi.

Hingga Jumat pagi, kondisi di lokasi masih diliputi hujan lebat dan banjir lumpur yang masih terus berlangsung. Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya longsor lanjutan, sehingga personel Polsek Tanjung Raya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari daerah rawan longsor, serta mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar menjelaskan bahwa longsor susulan kembali terjadi pada malam sebelumnya dan berdampak pada akses utama di wilayah tersebut.

“Pada malam tadi terjadi longsor susulan yang menyebabkan akses jalan dari Bukittinggi menuju Maninjau dan sebaliknya tutup total. Saat ini, fokus pekerjaan kami adalah membuka aliran air yang tertutup material longsor, karena air meluap dan mengalir ke berbagai arah,” ujar AKP Muzakar.

Ia juga mengimbau masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi.

“Saat ini aparat sedang melakukan pembersihan menggunakan alat berat guna membuka kembali akses jalan,” tambahnya.

Polsek Tanjung Raya bersama unsur terkait terus bersiaga di lokasi bencana serta melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, sembari memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak. rls

Terobos Medan ekstrem, Warga kampung Serule apresiasi Personel Polres Aceh Tengah jadi yang pertama salurkan logistik

news-raflesia-indonesia, Takengon – Banyak kisah heroik, kepedulian, perjuangan, serta pengorbanan yang ditunjukkan anggota Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Salah satunya ditunjukkan oleh personel Polres Aceh Tengah yang menjadi pihak pertama menembus Kampung Serule untuk menyalurkan bantuan logistik pascabanjir bandang dan tanah longsor.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan oleh Bripka Hendri Faisal bersama dua rekannya, yang pada 31 Desember 2025 menerobos jalur ekstrem menuju Desa Serule, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Desa tersebut terisolasi akibat akses jalan terputus total karena banjir bandang dan longsor.

Ketiga personel berangkat dari Mapolres Aceh Tengah sekitar pukul 12.00 WIB dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis trail. Mereka membawa bantuan logistik dari Kapolres Aceh Tengah untuk masyarakat yang terisolasi dan belum tersentuh bantuan akibat kondisi medan yang sulit.

Meski jarak Desa Serule dari Kota Takengon hanya sekitar 46 kilometer, perjalanan kali ini harus ditempuh hingga 11 jam. Dalam kondisi normal, jarak tersebut biasanya dapat ditempuh sekitar satu jam. Rombongan baru tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB.

Sepanjang perjalanan, sejumlah titik jalan tertutup material tanah dan lumpur. Bahkan, beberapa akses jalan antar desa dilaporkan putus total. Kondisi ini membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara kendaraan roda dua harus berjibaku melewati medan yang berat dan berbahaya. Curah hujan yang masih tinggi semakin memperparah kondisi jalur yang dilalui.

Dalam situasi tersebut, personel Polres Aceh Tengah saling bahu-membahu mendorong dan menuntun kendaraan melewati jalan berlumpur dan terjal. Meski tubuh basah kuyup oleh hujan dan lumpur, semangat mereka tidak surut demi memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada warga yang membutuhkan.

Kedatangan personel Polres Aceh Tengah pada malam hari disambut haru oleh warga Desa Serule. Masyarakat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Kapolres Aceh Tengah beserta jajaran yang menjadi pihak pertama hadir membawa bantuan di tengah keterbatasan akses dan beratnya kondisi alam.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keberanian personel di lapangan.

“Apa yang dilakukan oleh personel Polres Aceh Tengah merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Mereka rela menembus medan ekstrem dan mempertaruhkan keselamatan demi memastikan bantuan logistik sampai kepada warga yang terisolasi akibat bencana,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menegaskan bahwa Polri akan terus hadir dan bergerak cepat dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Polri berkomitmen untuk selalu berada di garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, dan dedikasi seperti ini menjadi cerminan semangat pengabdian Polri kepada bangsa dan negara,” pungkasnya. rls

Polisi berkuda polsatwa patroli di monas, Warga antusias hingga foto bareng

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Kehadiran satuan Polisi Satwa (Polsatwa) berkuda Polri menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada malam pergantian Tahun Baru, Rabu (31/12/2025).

Selain memperkuat pengamanan, polisi berkuda juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang merayakan malam tahun baru bersama keluarga. Satuan Polsatwa diterjunkan untuk melakukan patroli di sejumlah titik keramaian di area Monas dengan menyusuri jalur-jalur utama.

Panit Subden SAR Den Turangga, IPDA Wahyu Jati Purnawan, menjelaskan bahwa patroli berkuda bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

“Kehadiran polisi berkuda ini selain untuk pengamanan, juga sebagai upaya preventif dan pendekatan humanis kepada masyarakat agar mereka merasa aman dan nyaman saat merayakan malam tahun baru di Monas,” ujar IPDA Wahyu Jati Purnawan.

Antusiasme warga terlihat jelas saat polisi berkuda melintas. Banyak pengunjung, termasuk anak-anak, menyapa petugas dan memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama. Tak sedikit orang tua yang mengajak anaknya berinteraksi langsung dengan kuda Polri sebagai pengalaman edukatif.

Petugas Polsatwa juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, mengawasi anak-anak, serta berhati-hati terhadap barang bawaan pribadi.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, menjaga anak-anaknya, dan bersama-sama menciptakan suasana perayaan yang tertib dan aman,” tambah IPDA Wahyu.

Kehadiran polisi berkuda dinilai efektif tidak hanya sebagai bagian dari pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan publik yang mendekatkan Polri dengan masyarakat. Suasana perayaan malam tahun baru di kawasan Monas pun berlangsung hangat, tertib, dan penuh kebersamaan.

Hingga patroli berlangsung, situasi di kawasan Monas terpantau aman dan kondusif. Personel Polsatwa bersama satuan lainnya tetap disiagakan untuk mengawal aktivitas masyarakat hingga pergantian tahun. rls

error: Content is protected !!