banner 1000x350

Redaksi

973 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Komitmen pemulihan pascabencana, Polri pastikan SMPN 2 Langsa siap digunakan kembali

news-raflesia-indonesia, Langsa – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmennya dalam pemulihan pascabencana alam, khususnya pada sektor pendidikan. Melalui aksi kemanusiaan, personel Polres Langsa bersama Dewan Guru SMP Negeri 2 Langsa melaksanakan kegiatan bakti sosial pembersihan lingkungan sekolah yang terdampak banjir di Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Banjir akibat curah hujan ekstrem yang terjadi pada 26–27 November 2025 mengakibatkan genangan air dan lumpur di sejumlah wilayah, termasuk halaman serta ruang-ruang belajar SMP Negeri 2 Langsa. Meski banjir telah surut, sisa lumpur yang menutupi area sekolah berpotensi menghambat proses belajar mengajar.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap kondisi tersebut, pada Senin (29/12/2025) personel Polres Langsa turun langsung ke lokasi memulai pembersihan. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan kereta dorong, personel Polri bersama para guru bergotong royong membersihkan lumpur di halaman dan ruang kelas agar sarana pendidikan dapat segera difungsikan kembali.

Kegiatan aksi kemanusiaan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 2 Langsa, Abdul Muthalib, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Polri pada hari minggu(04/01/2026).
“Saya mengucapkan terima kasih, Polri untuk masyarakat, khususnya personel Polres Langsa yang pada hari ini sudah bersedia hadir membantu bergotong royong membersihkan lumpur pasca bencana banjir bandang di halaman dan ruang-ruang belajar SMP Negeri 2,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan para siswa.
“Insyaallah dengan adanya bantuan dari Polri, anak bangsa di SMP Negeri 2 Langsa siap untuk belajar kembali pada tanggal 5 Januari 2026. Terima kasih Polri, khususnya Polres Langsa,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, S.I.K., melalui Kasat Binmas Polres Langsa AKP Budi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan dan kepedulian Polri dalam penanganan pascabencana, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap dunia pendidikan.

Polres Langsa, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan instansi terkait dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana serta pemulihan pascabencana, sehingga fasilitas dan sarana pendidikan dapat segera digunakan kembali dan proses belajar mengajar berjalan normal. rilis

Pelayanan berkelanjutan Polri, Pemulihan pascabencana Padang Pariaman fokus kebutuhan warga

news-raflesia-indonesia, Padang Pariaman – Polri terus menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Padang Pariaman. Pada masa transisi pemulihan, Minggu, 4 Januari 2026, jajaran Polres Padang Pariaman melaksanakan kegiatan harian terpadu sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses wilayah, serta penyediaan air bersih bagi warga.

Dalam kegiatan tersebut, Polri mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari personel Polres Padang Pariaman, Sat Brimobda Lampung BKO Polres Padang Pariaman, BKO Korpolairud, serta BKO K9 Baharkam Polri. Seluruh personel bekerja secara terkoordinasi di sejumlah nagari terdampak untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski dalam kondisi pascabencana.

Pada sektor logistik, Polri mengoperasikan dua unit Randurlap (kendaraan dapur lapangan). Randurlap pertama ditempatkan di Nagari Kasang, dan Randurlap kedua di Nagari Kataping, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan Randurlap ini didukung penuh oleh personel Sat Brimobda Lampung yang melaksanakan BKO, dengan tugas menyiapkan serta mendistribusikan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak, sehingga kebutuhan konsumsi harian warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Selain pemenuhan logistik, Polri juga memprioritaskan pemulihan akses dan konektivitas wilayah. Di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, personel gabungan dari Polres Padang Pariaman, BKO Korpolairud, dan BKO K9 Baharkam Polri melaksanakan pembangunan satu unit jembatan darurat. Jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas serta memperlancar mobilisasi bantuan dan pelayanan ke wilayah yang sebelumnya terputus akibat bencana.

Upaya besar lainnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembuatan sumur bor dan pemasangan toren/tandon air di 31 titik lokasi yang tersebar di berbagai nagari. Hingga saat ini, sejumlah titik telah selesai terpasang dan berfungsi, antara lain di Nagari Sungai Buluh Utara (Toren No. 45), Nagari Kampung Galapuang (Toren No. 156), serta Sintuk Korong Toboh Baru (Toren No. 165 dan 166). Sementara itu, puluhan lokasi lainnya telah melalui tahap penentuan titik sumur bor, koordinasi dengan wali nagari dan wali korong, serta menunggu pengerjaan teknis lanjutan, dengan total alokasi puluhan unit toren/tandon air bernomor hingga No. 170.

Pembangunan sarana air bersih ini menjangkau nagari-nagari terdampak seperti Kapalo Koto, Balah Aie Utara, Lareh Nan Panjang Selatan, Manggopoh Palak Gadang, Pasia Laweh, Bala Hilir, Padang Kandang Pulau Air, Pauh Kambar, Seulayat, Sandi Ulakan, Kasang, Padang Kunik, Bisati, Balah Aie, Sungai Buluh Timur, Sungai Buluh Selatan, Buayan Lubuk Alung, Sungai Buluh Barat, Sungai Buluh, Sunua Barat, Padang Bintungan, Tapakis, Guguak, Sei Abang, Sintuk, Balah Aie Timur, hingga kawasan hunian sementara (huntara). Setiap lokasi berada di bawah pengawasan perwira penanggung jawab guna memastikan pengerjaan tepat sasaran dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus melayani masyarakat di lokasi bencana.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar meskipun berada dalam situasi pascabencana. Mulai dari dapur lapangan, pembangunan jembatan darurat, hingga penyediaan air bersih, seluruhnya dilakukan secara bertahap dan terukur agar pemulihan dapat segera dirasakan oleh warga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menambahkan, Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan berjalan efektif, transparan, dan terus mengabarkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, S.I.K., M.Si., memastikan bahwa jajaran di lapangan akan terus bekerja hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih dan aktivitas sosial ekonomi warga dapat kembali berjalan secara normal. rls

Jembatan darurat Brimob pulihkan akses 3.000 warga di Batang Anai Padang Pariaman

Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Barat membangun jembatan darurat yang menghubungkan Nagari Kataping dengan Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman

news-raflesia-indonesia, Padang Pariaman – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Barat membangun jembatan darurat yang menghubungkan Nagari Kataping dengan Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Pembangunan tersebut dilakukan untuk memulihkan akses transportasi warga yang terputus akibat kondisi darurat.

 

Kegiatan pembangunan jembatan darurat ini dilaksanakan pada Minggu (4/1/2026) oleh 27 personel Sat Brimob Polda Sumbar di bawah pimpinan IPDA Arumzein Laut selaku Paurlat Subbag Lat Sat Brimobda Sumbar.

 

Jembatan darurat tersebut difungsikan sebagai jalur transportasi sementara sekaligus akses evakuasi bagi masyarakat sekitar. Keberadaan jembatan ini dinilai sangat vital karena menjadi satu-satunya penghubung antar nagari yang digunakan oleh sekitar 3.000 warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

 

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat terdampak kondisi darurat.
“Pembangunan jembatan darurat ini merupakan langkah cepat Polri untuk memulihkan akses masyarakat yang terputus. Kehadiran personel Brimob di lapangan diharapkan dapat membantu memperlancar aktivitas warga sekaligus menjamin keselamatan mereka,” ujar Kombes Pol Erdi.

 

Ia menambahkan, Polri terus mendorong jajaran di daerah untuk bersinergi dengan pemerintah setempat dan masyarakat dalam penanganan situasi darurat, khususnya yang berdampak langsung terhadap mobilitas dan keselamatan warga.

 

Dalam pelaksanaannya, personel Sat Brimob Polda Sumbar bekerja dengan penuh dedikasi, mengedepankan profesionalisme serta semangat kemanusiaan demi mempercepat pemulihan akses bagi masyarakat terdampak. rilis Berita Polda Bengkulu

Sungai Batang Surantiah meluap, Tim Korpolairud evakuasi ratusan warga Padang Pariaman

news-raflesia-indonesia, Padang Pariaman – Banjir susulan melanda Korong Suranti, Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (2/1/2025). Peristiwa tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu sejak Kamis malam hingga Jumat siang, menyebabkan Sungai Batang Surantiah meluap dan merendam permukiman warga.

Akibat banjir tersebut, sekitar 250 warga dilaporkan terjebak karena genangan air merendam rumah-rumah penduduk serta memutus akses jalan utama. Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi selutut hingga mencapai dada orang dewasa di sejumlah titik, sehingga warga kesulitan melakukan evakuasi secara mandiri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Korpolairud Baharkam Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi warga terdampak. Proses evakuasi difokuskan pada wilayah dengan genangan terparah dan memprioritaskan keselamatan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.

Kegiatan evakuasi dipimpin oleh Katim Rescue Korpolairud Baharkam Polri AKBP Ferry Setiawan, S.T., M.M., dengan mengerahkan personel serta sarana pendukung guna menjangkau kawasan yang terisolasi akibat luapan air.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, kehadiran Polri dalam penanganan bencana merupakan bentuk respons cepat untuk melindungi dan membantu masyarakat.
“Begitu menerima laporan adanya banjir susulan dan warga yang terjebak, Tim Rescue Korpolairud segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana,” kata Erdi.

Ia menambahkan, Polri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan memantau perkembangan situasi di lapangan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih berpotensi tinggi.

Hingga Jumat sore, Tim Rescue Korpolairud Baharkam Polri masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak dan memastikan seluruh warga dapat dievakuasi dengan aman. rls polda Bengkulu

Komitmen dukung pemulihan pascabencana Sumatra, Polri targetkan bangun 569 sumur bor, 249 titik telah terealisasi

news-raflesia-indonesia, Padang Pariaman, 3 Januari 2026 – Tim SAR Korpolairud melaksanakan kegiatan gotong royong pembuatan jembatan sementara di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat setempat sebagai upaya membantu pemulihan akses penghubung antar desa yang sempat terputus.

Pembangunan jembatan sementara tersebut melibatkan 25 personel SAR Korpolairud yang didukung 5 personel Unit K9, dipimpin oleh AKBP Ferry Setiawan, serta partisipasi aktif masyarakat Korong Maranci. Jembatan dibangun menggunakan bahan swadaya masyarakat berupa kayu kelapa dan papan bekas yang tersedia di lokasi.

Jembatan sementara ini difungsikan sebagai lintasan penghubung antar desa dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua dan roda tiga, mengingat keterbatasan kekuatan konstruksi.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Gotong royong pembangunan jembatan sementara ini menunjukkan komitmen Polri untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat maupun keterbatasan akses. Sinergi antara personel Korpolairud dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan aktivitas warga,” ujar Kombes Pol Erdi.

Pekerjaan pembangunan dimulai pada pukul 11.15 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 22.35 WIB di hari yang sama. Meski dikerjakan dalam waktu yang cukup panjang, proses pembangunan berjalan lancar berkat kerja sama dan kebersamaan antara personel SAR Korpolairud dan masyarakat setempat.

Kehadiran jembatan sementara ini diharapkan dapat membantu kelancaran aktivitas warga sehari-hari serta meningkatkan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas. Rls

Komitmen dukung pemulihan pascabencana Sumatra, Polri targetkan bangun 569 sumur bor, 249 titik telah terealisasi

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Polri melalui Divisi Humas terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Hingga hari ini, pembangunan sumur bor direncanakan pada 569 titik di tiga provinsi, dengan 249 titik telah terealisasi, terdiri atas 236 titik aktif dan 13 titik masih dalam proses pembangunan.

 

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya terkait ketersediaan air bersih.

“Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap memiliki akses terhadap air bersih. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

 

Di Provinsi Aceh, dari rencana pembangunan 389 titik, sebanyak 171 titik telah terealisasi, dengan 167 titik berstatus aktif dan 4 titik masih dalam proses pembangunan. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan realisasi terbanyak, yakni 132 titik aktif, dari target khusus 300 titik sumur bor. Pembangunan lainnya tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, dan Singkil.

 

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, seluruh rencana pembangunan sebanyak 30 titik telah terealisasi dan seluruhnya berstatus aktif. Titik-titik tersebut berada di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.

 

Adapun di Provinsi Sumatera Barat, dari total rencana 150 titik, hingga kini 48 titik telah terealisasi, terdiri atas 39 titik aktif dan 9 titik masih dalam proses pembangunan. Pembangunan dilakukan di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Kota Solok.

 

Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan bahwa Polri terus mendorong percepatan pembangunan di titik-titik yang masih berjalan melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait.

 

“Diharapkan keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya. Rls

error: Content is protected !!