banner 1000x350

Redaksi

855 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Ketua BPD HIPMI Bengkulu Yosia yodan: bahas inovasi daerah dengan pimpinan BCA di BYC Fest 2025 yang Juga dihadiri wamenparekraf

Jakarta, news-raflesia-indonesia— Perhelatan eksklusif BYC Fest 2025 kembali digelar pada Selasa, 18 November 2025 di Grand Ballroom, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB ini menghadirkan jajaran tokoh inspiratif dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, teknologi, ekonomi kreatif, hingga para pelaku industri kreatif nasional.

Deretan pembicara antara lain Hendra Lembong (President Director BCA), Armand W. Hartono (Deputy President Director BCA), Haryanto T. Budiman (Director BCA), Martin B. Hartono (CEO, GDP Venture), Irene Umar (Wamenparekraf), serta para founder brand kreatif terkemuka. Para peserta BYC diberi kesempatan menyimak wawasan lintas industri sekaligus memperluas jejaring dalam suasana yang hangat dan interaktif.

Di sela-sela rangkaian kegiatan, terdapat momen menarik ketika Yosia Yodan, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, berkesempatan berdialog langsung dengan Bapak Armand W. Hartono, Wakil Presiden Direktur BCA. Percakapan tersebut berlangsung cair dan penuh insight, membahas perkembangan inovasi digital, ekosistem kewirausahaan, hingga peluang kolaborasi untuk mendorong ekonomi daerah. Interaksi ini menjadi gambaran positif bagaimana pelaku muda daerah turut aktif terlibat dalam percakapan strategis bersama para pemimpin nasional.

Acara juga diramaikan dengan berbagai aktivitas interaktif, networking sessions, serta penampilan spesial dari JUICY LUICY yang menambah semarak suasana hingga penutup acara.

Bagi peserta yang tidak dapat hadir secara langsung, panitia menyediakan akses live streaming melalui situs resmi bycfest.id dengan pendaftaran yang sederhana. Link streaming akan tersedia pada H-1.

Foto: istimewa

Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran, BYC Fest 2025 menjadi ajang mempertemukan ide, inovasi, dan pengalaman yang memperkaya seluruh anggotanya—baik yang hadir onsite maupun online.

Kapolda Bengkulu hadiri penganugerahan gelar adat HUT ke-57 Provinsi Bengkulu

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., menghadiri acara Penganugerahan Gelar Adat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-57 Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan di Balai Daerah Semarak Bengkulu pada senin (17/11).

Kegiatan turut dihadiri oleh Kabakamla RI, Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Danrem 041/Gamas, Danlanal Bengkulu, Kajati Bengkulu, Kabinda Bengkulu, unsur Forkopimda, para Kepala Instansi Vertikal, Ketua Pengurus Adat Provinsi dan Kota Bengkulu, Kapolres/ta jajaran Polda Bengkulu, serta lebih dari 100 tamu undangan.

Acara diawali dengan prosesi penyambutan penerima gelar melalui ragam budaya khas Bengkulu seperti Tari Barong Landong, musik Dhol, Rabana, dan Tari Kejai. Usai penyambutan, kegiatan berlanjut dengan Sidang Mufakat Rajo Penghulu yang dipimpin langsung oleh Ketua BMA Provinsi Bengkulu.

Dalam sidang tersebut, Badan Musyawarah Adat resmi menetapkan sembilan tokoh nasional dan daerah sebagai penerima gelar adat dan gelar kehormatan tahun 2025. Kesembilan tokoh tersebut adalah:
•Mantan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Supratman, M.H. dianugerahi Gelar Raja Khalifah 2.

•Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansya, S.H., CHRMP., M.Tr.Opsla dianugerahi Gelar Pangeran Jaya Kesuma 2.

•Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letjen TNI Djon Afriadi, S.I.P., M.S.D.A. dianugerahi Gelar Panglima Raja.

•Jamintel Kejagung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M. dianugerahi Gelar Adipati Kembang Agung.

•Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan dianugerahi Gelar Sutan Inanyat Syah.

•Istri Gubernur Bengkulu, Khairunnisa Helmi Hasan dianugerahi Gelar Putri Malayan Deni.

•Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Ariyanto dianugerahi Gelar Rio Setanggai Panjang.

•Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si. dianugerahi Gelar Depati Bangun Binang.

•Kajati Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H. dianugerahi Gelar Depati Bangsa Radin.

Prosesi adat selanjutnya meliputi pembacaan adat, permohonan pinjam pakai adat, pembacaan SK penganugerahan gelar, pembacaan ikrar penerima gelar, hingga penyerahan tanda kebesaran adat. Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa, pemacungan tebu/ponoi, pelepasan burung merpati, dan makan siang bersama.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu menegaskan bahwa gelar adat merupakan bentuk penghargaan bagi tokoh yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan daerah.

“Gelar adat ini bukan sekadar penghormatan, tetapi amanah besar yang harus dijaga dengan kehormatan dan tanggung jawab moral,” ujar Gubernur.
“Pembangunan sejati adalah pembangunan manusia dan budayanya. Tanpa budaya, manusia kehilangan identitas. Tanpa adat, masyarakat kehilangan arah,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., menyampaikan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bengkulu.

“Adat dan budaya adalah perekat kehidupan sosial masyarakat. Polri selalu mendukung pelestarian nilai-nilai adat sebagai bagian dari identitas daerah,” ungkap Kapolda.
Ia menegaskan bahwa, “Sinergi Polri dengan tokoh adat dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat.”

Kegiatan penganugerahan gelar adat dalam rangka HUT ke-57 Provinsi Bengkulu berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat. Humas Polda Bengkulu menyampaikan bahwa sinergi antara Polri dan lembaga adat akan terus diperkuat sebagai wujud komitmen menghadirkan pelayanan terbaik, menjaga keharmonisan sosial, serta mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan. rls

Aldi Saputra harumkan nama SMPN 7 Bengkulu usai raih juara 3 badminton tingkat provinsi

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Bengkulu — Seorang siswa berbakat dari SMP Negeri 7 Kota Bengkulu, M. Aldi Dwi Saputra kelas 8E, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara 3 tunggal pemula putra pada ajang ALBA Badminton Competition tingkat Provinsi Bengkulu.

Kemenangan yang diraih Aldi mendapat apresiasi langsung dari Kepala SMPN 7 Kota Bengkulu, Fairuz Zamani, S.Si., M.Pd., yang menyampaikan bahwa prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus menggali potensi diri dan mengembangkan bakat masing-masing.

Fairuz menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata tingginya minat dan kemampuan siswa SMPN 7 dalam bidang olahraga, khususnya bulu tangkis. Prestasi tersebut juga tidak terlepas dari kerja keras, ketekunan latihan, serta pendampingan intensif dari guru pembimbing.

 

Selain itu, dukungan penuh dari pihak sekolah menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Fairuz menyebut bahwa semangat juang siswa dan dedikasi para guru, khususnya guru olahraga, menjadi pondasi kuat berkembangnya prestasi di SMPN 7.

Pihak sekolah berharap pencapaian Aldi dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengeksplorasi minat dan bakat di bidang olahraga maupun bidang lainnya. Prestasi ini sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan dan komitmen SMPN 7 Kota Bengkulu dalam mencetak generasi muda berprestasi. rls

 

Wakapolda Bengkulu pimpin apel gelar pasukan operasi zebra nala 2025

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, BENGKULU – Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Zebra Nala 2025 di Lapangan Anton Soedjarwo Polda Bengkulu pada Senin, 17 November 2025. Apel gelar ini di hadiri oleh PJU Polda Bengkulu, Kakanwil Jasa Raharja Bengkulu, Kadishub Provinsi Bengkulu, Kepala BPTD Kelas II Bengkulu, Kepala Bappenda Provinsi Bengkulu, Kasatpol PP Provinsi Bengkulu dan Seluruh Peserta Apel Gelar Pasukan.

Apel gelar pasukan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel dan sarana pendukung lainnya dalam pelaksanaan operasi.

Operasi Zebra Nala 2025 ini dilaksanakan untuk menciptakan kondisi kamseltibcar lantas menjelang Natal dan Tahun Baru yang diwujudkan dalam pelaksanaan Ops Lalin 2025 yang aman, nyaman, dan selamat. Wakapolada Bengkulu mengatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan angka fatalitas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Operasi Zebra Nala 2025 ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Bengkulu,” ujar Wakapolda Bengkulu.

Sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas. Target operasi antara lain pengemudi yang tidak menggunakan helm SNI dan safety belt, pengemudi kendaraan yang menggunakan ponsel, pengendara R2 berboncengan lebih dari 2 orang, dan lain-lain.

“Kami akan menindak tegas pengemudi yang tidak mematuhi aturan lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm SNI dan safety belt, serta pengemudi yang menggunakan ponsel saat mengemudi,” Ujar Wakapolda.

“Kami berharap operasi ini dapat berjalan dengan lancar dan berhasil menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Bengkulu,” tambah Wakapolda

Sebanyak 328 personel Polda Bengkulu dan Polres jajaran akan terlibat dalam operasi ini. Wakapolada Bengkulu berharap bahwa operasi ini dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Untuk menurunkan angka pelanggaran,kecelakaan dan angka fasilitas serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas

jumlah data pelanggaran lalu lintas dari januari sampai oktober 2025 sebanyak 7.672 tilang dan 30.447 teguran sedangkan untuk kejadian lakalantas terjadi sebanyak 127 kejadian dan menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 22 orang, korban luka berat sebanyak 85 orang dan korban luka ringan 90 orang

Apel gelar pasukan Operasi Zebra Nala 2025 ini menunjukkan komitmen Polda Bengkulu dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan lalu lintas di wilayah Bengkulu. Dengan adanya operasi ini, diharapkan dapat menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. rls

Kajari Sabang puji tingginya toleransi warga dan dorong penguatan pengawasan aliran kepercayaan

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Sabang, — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sabang, Provinsi Aceh, Elvin Arjuna Candra, SH., MH., menyatakan kekagumannya terhadap kuatnya nilai toleransi beragama, kebebasan memeluk keyakinan, serta budaya gotong royong yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Kota Sabang.

Foto: istimewa

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (Bakor Pakem) Kota Sabang yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Sabang pada Kamis (13/11).

Dalam kegiatan itu, Elvin berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dapat terus memperkuat komunikasi dan koordinasi guna mendeteksi secara dini potensi munculnya aliran atau paham yang berpotensi mengganggu harmoni sosial di wilayah Sabang.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Sabang, Muhammad Rizky, menjelaskan bahwa rapat koordinasi Bakor Pakem diikuti oleh berbagai instansi dan lembaga terkait yang tergabung dalam Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (PAKEM). Peserta rapat meliputi unsur aparat penegak hukum, tokoh agama, pemerintah daerah, serta organisasi keagamaan.

Rizky menegaskan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai upaya menghimpun, menelaah, dan mengevaluasi dinamika kerukunan antarumat beragama serta perkembangan pengawasan aliran kepercayaan maupun keagamaan di Kota Sabang.

Ia menyebutkan bahwa kondisi kehidupan beragama di Sabang sampai saat ini masih terjaga aman dan kondusif. Meski demikian, pengawasan tetap perlu diperkuat untuk mengantisipasi sedini mungkin apabila muncul aktivitas yang menggunakan simbol-simbol keagamaan secara tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Melalui forum Bakor Pakem ini, tambah Rizky, berbagai pihak dapat merumuskan langkah strategis dan preventif dalam mencegah berkembangnya aliran kepercayaan ataupun paham keagamaan yang dapat menciptakan keresahan serta berpotensi menodai ajaran agama yang diakui di Kota Sabang. rls

 

 

Pemprov Bengkulu perkuat peran BPD, Sinergi dengan Kejaksaan dan ABPEDNAS Dorong Tata Kelola Desa yang Akuntabel

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya dalam memperkuat fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai garda pengawasan pembangunan di tingkat desa. Penegasan ini disampaikan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan DPD dan DPC ABPEDNAS se-Provinsi Bengkulu pada Minggu (16/11) diBengkulu.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Bengkulu bersama Kejaksaan Republik Indonesia dan ABPEDNAS menunjukkan sinergi kuat untuk memastikan pembangunan desa berjalan sesuai aturan dan mendukung arah kebijakan nasional. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan tata kelola desa yang lebih transparan.

Dari perspektif pemerintah provinsi, BPD memiliki peran vital sebagai pengawas sekaligus penampung aspirasi masyarakat desa. Helmi Hasan menjelaskan bahwa upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional harus dimulai dari pembangunan desa. Ia menilai ABPEDNAS mampu memperkokoh peran BPD dalam menjalankan mandat tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi 8 persen itu dimulai dari desa. Karena itu, berbagai program yang saat ini banyak diarahkan ke desa harus kita sukseskan bersama,” ujar Helmi. Ia menambahkan bahwa Pemprov Bengkulu siap memberikan dukungan penuh, bahkan menyiapkan kantor khusus untuk ABPEDNAS apabila kontribusinya terbukti memberikan dampak nyata.

Dukungan serupa juga datang dari Kejaksaan Republik Indonesia. Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS sekaligus Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Prof. Dr. Reda Manthovani, menegaskan bahwa Kejaksaan kini memperketat fokus pengawasan terhadap penggunaan dana desa. Ia memperkenalkan aplikasi “Jaga Desa,” sebuah teknologi yang dirancang untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan desa.

“Nyatanya, sudah ratusan kepala desa terjerat kasus korupsi. Karena itu, program pembangunan desa harus kita kawal bersama agar tidak terjadi penyimpangan,” jelas Reda. Ia menilai kerja sama antara BPD, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa yang bersih dan berintegritas.

Ketua Umum ABPEDNAS, Ir. Indra Utama, turut menegaskan bahwa seluruh anggota BPD harus aktif mendukung program pemerintah, mulai dari pusat hingga tingkat desa. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kejaksaan dan Pemprov Bengkulu dalam memperkuat peran organisasi yang dipimpinnya.

“ABPEDNAS berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan desa agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kejaksaan, dan ABPEDNAS ini menandai babak baru dalam penguatan tata kelola desa. Dengan kerja sama lintas lembaga, pembangunan desa diharapkan semakin efektif, akuntabel, dan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional. rls

 

error: Content is protected !!