banner 1000x350

Redaksi

973 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Polda Riau kerahkan 6 Truk logistik, 290 Personel & 36 Psikolog untuk bencana Aceh–Sumut–Sumbar

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Pekanbaru, 30 November 2025 — Polda Riau secara resmi memberangkatkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar untuk wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan pelepasan dipusatkan di Mapolda Riau, dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Jossy Kusumo, Irwasda, Pejabat Utama Polda Riau, Ketua & Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Riau, jajaran pengurus Bhayangkari serta personel Polda Riau.

Polda Riau mengerahkan 9 kendaraan, terdiri dari 6 truk logistik (2 truk untuk Aceh, 2 untuk Sumatera Utara, dan 2 untuk Sumatera Barat) serta 3 mobil Patwal Ditlantas dengan pengamanan Brimob dan Propam. Armada ini membawa bantuan pengungsi dalam jumlah besar berupa beras 4 ton, mie instan 900 dus, Pop Mie 300 dus, sarden 120 dus, air mineral 420 dus, kue kaleng 420 dus, biskuit 300 dus, susu kental manis 120 dus, gula 120 dus, teh 60 pax, kopi 60 pax, selimut 1.450 pcs, susu bayi 120 dus, pampers 180 pcs, pembalut wanita 180 pcs, kontainer box 150 unit, serta pakaian layak pakai 68 koli. Bantuan ini merupakan hasil sinergi Polda Riau dan Bhayangkari sebagai wujud respon cepat atas kebutuhan warga.

Selain pengiriman logistik, Polda Riau juga telah mengerahkan 290 personel BKO sejak 29 November 2025 untuk memperkuat penanganan darurat di Sumatera Barat. Personel terdiri dari Samapta, Brimob, Satpolairud, serta unit pendukung lainnya dan dilengkapi drone SAR untuk pemetaan longsor, tim K-9 pelacak untuk pencarian tertimbun serta dapur lapangan yang telah lebih dahulu beroperasi. Fokus utama diarahkan pada lokasi terdampak berat, termasuk Kabupaten Agam dengan estimasi ±200 warga tertimbun longsor berdasarkan laporan terbaru.

Untuk pemulihan psikologis penyintas, Polda Riau juga menurunkan 36 psikolog, terdiri dari 6 psikolog Polri yang sudah bertugas dan ±30 psikolog dari berbagai perguruan tinggi di Riau yang akan memperluas cakupan trauma healing di tiga provinsi sasaran. Pendampingan difokuskan pada pemulihan trauma anak-anak dan perempuan penyintas, stabilitas mental petugas lapangan, hingga program penyembuhan sosial pascabencana.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata solidaritas kebangsaan.

“Kita merasakan duka saudara-saudara kita di Aceh, Sumut dan Sumbar. Kita adalah satu keluarga besar bangsa Indonesia — dan kemanusiaan melampaui batas yurisdiksi,” tegasnya.
Beliau juga memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke pengungsi dan bukan sekadar dilepas.
“Tidak perlu membedakan mana Riau atau Sumbar. Dalam kemanusiaan, kita bergerak bersama,” lanjutnya.
Kapolda turut menyampaikan duka atas gugurnya dua personel Polri di Sumbar dan memastikan seluruh armada dikawal hingga titik distribusi akhir.
“Saudara-saudara kita tidak sendiri. Kita hadir untuk memperkuat, memulihkan, dan memastikan mereka bangkit kembali,” tutupnya.

Dengan pengiriman 6 truk logistik dalam 9 kendaraan operasi, 290 personel BKO SAR, kekuatan K-9 & drone serta 36 psikolog, Polri melalui Polda Riau memastikan bahwa bantuan tidak hanya dikirim — tetapi mengalir sampai korban pulih sepenuhnya, fisik maupun batin. rls

Aksi Ibu Bhayangkari menyusui bayi korban longsor haru di posko sipirok

Penuh Haru dan Simpatik, Bhayangkari Cabang Tapsel Menyusui Bayi yang Terpisah dari Ibunya di Posko Longsor Marsada

news-raflesia-indonesia, Tapanuli Selatan – Di tengah hiruk-pikuk posko penanganan banjir dan longsor yang dipenuhi isak, kepanikan, dan harapan, sebuah momen kecil namun sangat memanusiakan terjadi di Posko Kesehatan dan Dapur Umum depan RM Sinyar-Nyar, Dusun Purba Tua, Desa Marsada, Sipirok.

Di antara kerumunan, seorang nenek tampak menggendong bayi mungil berusia sekitar satu bulan. Sang bayi menangis tanpa henti—lapar, kelelahan, dan terpisah dari ibunya yang masih berada di lokasi longsor. Tangis itu seolah memantul di antara dinding tenda darurat, memanggil siapa saja yang mendengarnya.

Melihat kondisi itu, seorang perempuan dari Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Ny. Tengku Nova Mulyana Hanafi, langsung tergerak. Tanpa pikir panjang, ia menawarkan bantuan paling tulus yang bisa diberikan seorang ibu: memberikan ASI-nya sendiri.

“Waktu melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal, yakni dia harus segera ditenangkan, dia harus minum. Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu,” ujar Ny. Nova dengan suara bergetar mengingat momen tersebut.

Setelah mendapatkan izin dari tenaga kesehatan dan sang nenek, Ny. Nova segera menuju musholla kecil di sisi posko. Di sana, sambil menahan haru, ia menyusui bayi tak berdaya yang bahkan belum mengenal dunia selain tangis dan bencana. Seketika, tangis bayi itu mereda, berganti dengan tidur tenang dalam dekapan penuh kasih.

Dari lokasi berbeda, Ketua Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Ny. Kiki Yon Edi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap aksi spontan anggota Bhayangkari tersebut.

“Yang dilakukan Ny. Yana adalah wujud kepedulian yang menjadi jantung Bhayangkari. Kami berusaha hadir bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut meringankan beban sesama,” tegas istri Kapolres Tapsel itu.

Peristiwa menyentuh ini juga mendapat perhatian dari Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa tindakan kemanusiaan seperti ini mencerminkan nilai luhur yang dijunjung Polri dan keluarga besar Bhayangkari.

“Di tengah situasi bencana yang penuh duka, tindakan Ny. Nova menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak pernah padam. Polri dan Bhayangkari selalu berupaya hadir membawa kehangatan, rasa aman, dan pertolongan bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia juga menambahkan bahwa Polda Sumut berkomitmen terus memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di wilayah Tapanuli Selatan dan daerah lain yang terdampak.

Peristiwa sederhana namun sarat makna itu menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kasih sayang dan kemanusiaan akan selalu menemukan jalannya. Rls

Bank Indonesia Bengkulu ungkap arah baru ekonomi 2026: Hilirisasi, digitalisasi, dan penguatan daya beli

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu merilis proyeksi ekonomi terbaru dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Hotel Mercure, Jumat malam 28 November 2025.

News-raflesia- indonesia, BENGKULU — Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu merilis proyeksi ekonomi terbaru dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. Dalam pemaparannya, BI menegaskan bahwa fondasi ekonomi Bengkulu pada 2025 tetap kuat di tengah ketidakpastian global, dan akan memasuki fase akselerasi pada tahun 2026 melalui strategi hilirisasi, optimalisasi fiskal, hingga perluasan digitalisasi daerah.

Pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada 2025 menunjukkan ketahanan yang baik dengan sektor pertanian, konsumsi rumah tangga, dan industri pengolahan sebagai penopang utama. Kebijakan pemerintah, seperti subsidi upah, perbaikan harga komoditas unggulan, dan realisasi APBN–APBD, berperan besar menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Memasuki 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bengkulu berada pada kisaran 4,5–5,3 persen. Kenaikan ini dipicu semakin kuatnya aktivitas sektor pertanian, perdagangan, transportasi, hingga informasi dan komunikasi. Hilirisasi produk sawit, kopi, dan komoditas pangan disebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong nilai tambah ekonomi daerah.

Meski demikian, BI mengingatkan adanya potensi tekanan dari penurunan Transfer ke Daerah (TKDD), cuaca ekstrem yang memengaruhi produksi pangan, hingga regulasi perdagangan global yang semakin ketat. Karena itu, penguatan koordinasi lintas sektor serta efisiensi rantai pasok domestik perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Inflasi pada 2026 diperkirakan tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional 2,5 ± 1 persen. Namun, kelompok pangan bergejolak seperti cabai, daging ayam ras, dan telur masih berpotensi memicu lonjakan harga. BI menegaskan pentingnya peran TPID melalui GNPIP, pasar murah, penguatan produksi, serta fasilitasi distribusi pangan untuk menjaga harga tetap stabil.

Di sisi lain, digitalisasi menjadi pilar penting transformasi ekonomi Bengkulu. Sepanjang 2025, transaksi digital melalui QRIS, SKNBI, dan RTGS tumbuh pesat seiring meningkatnya jumlah merchant dan pengguna. Kondisi ini membantu memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai sekaligus mendorong transparansi transaksi pemerintah daerah.

Foto: Dok. NRI, Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Teguh Prakoso dan Yudi Irawan, S.E Kepala Kantor Perwakilan PT. Asuransi Central Asia (ACA) Bengkulu

Selesai acara, Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Teguh Prakoso, turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia. “Kami sangat berbahagia dan merasa terhormat atas penghargaan yang diberikan kepada Bank Mandiri Bengkulu. Masyarakat Bengkulu kini sudah melirik digital, dan ini menunjukkan bahwa transaksi semakin aman dan simple. Orang tidak lagi membawa uang tunai, namun cukup melalui ponsel, dan di Bank Mandiri semuanya berjalan secara realtime,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa strategi 17 kantor cabang Bank Mandiri di Bengkulu kini difokuskan pada penguatan transaksi ritel agar masyarakat benar-benar beralih menuju ekonomi digital.

Apresiasi juga disampaikan oleh Yudi Irawan, S.E,  Kepala Kantor Perwakilan PT. Asuransi Central Asia (ACA) Bengkulu, yang hadir dalam acara tersebut. “Kami memberikan apresiasi atas penghargaan dari BI Bengkulu yang diterima Bank Mandiri Bengkulu. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi sektor keuangan di Bengkulu semakin berkembang,” ujarnya saat menghadiri acara di Hotel Mercure, Jumat malam 28 November 2025.

Foto: Dok. NRI penghargaan yang di area Bank mandiri Bengkulu

Dengan berbagai rekomendasi dan sinergi lintas lembaga, Bank Indonesia Bengkulu optimistis perekonomian daerah akan memasuki fase pertumbuhan baru yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif pada tahun 2026. Hilirisasi sektor riil, peningkatan infrastruktur, kolaborasi perbankan, serta penguatan ekosistem digital diharapkan menjadi motor utama kemajuan ekonomi Bengkulu ke depan.

Polri buka posko penerimaan bantuan bencana, Ajak masyarakat perkuat solidaritas kemanusiaan

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Jakarta, 29 November 2025 — Polri melalui Posko Penerimaan Bantuan Bencana resmi membuka layanan untuk masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan kepada para korban bencana di berbagai wilayah Indonesia. Posko yang berlokasi di Kantor Korsabhara Baharkam Polri, Jl. Komjen Pol. M. Jasin, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, ini setiap hari menerima berbagai jenis bantuan yang sangat dibutuhkan para penyintas.

Jenis bantuan yang dapat disalurkan antara lain:

1. Pakaian bersih dan layak pakai
2. Selimut dan bantal
3. Pakaian serta perlengkapan bayi (popok, susu, tisu basah/kering, sabun bayi, dll.)
4. Obat-obatan dan vitamin
5. Alat mandi dan perlengkapan kebersihan
6. Kebutuhan pribadi perempuan (pembalut dan sejenisnya)
7. Pakaian dalam pria/wanita
8. Makanan instan

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri membuka posko ini untuk memastikan bantuan dari masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan secara cepat serta tepat sasaran.

“Polri mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Setiap bantuan memiliki arti besar bagi para korban. Posko ini kami siapkan agar proses pengumpulan dan distribusi bantuan lebih terkoordinasi,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Beliau juga menambahkan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh upaya kemanusiaan dan siap menyalurkan seluruh bantuan ke wilayah terdampak melalui jajaran kepolisian daerah.

Untuk informasi lebih lanjut dan koordinasi pengiriman bantuan, masyarakat dapat menghubungi call center Posko Polri di 0812-7672-2009.

Polri mengimbau agar seluruh bantuan yang diberikan berada dalam kondisi baik serta layak guna, sehingga dapat langsung digunakan oleh para penyintas bencana.

Polri kirim paket obat dan tim kesehatan khusus ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

news-raflesia-indonesia, Pondok Cabe, 29 November 2025 — Upaya bantuan untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara kembali diperkuat dengan dukungan medis dari Polri. Melalui Sespusdokkes Polri, bantuan berupa obat-obatan, bahan habis pakai, serta peralatan kesehatan diberangkatkan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe.

Sespusdokkes Polri, Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Amansyah, Sp.PD., menjelaskan bahwa pengiriman bantuan medis tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
“Berdasarkan asesmen lapangan dari Biddokkes Polda Aceh, Sumut, dan Sumbar, Biddokkes Polri mengirimkan bantuan berupa obat-obatan, bahan habis pakai, serta peralatan kesehatan,” ujarnya.

Farid menyebutkan bahwa setiap polda terdampak menerima bantuan dengan jumlah yang sama.
“Hari ini dikirimkan 59 paket obat-obatan per polda, yang kami kemas dalam 9 koli,” jelasnya.

Tak hanya pengiriman logistik kesehatan, Polri juga menurunkan tim khusus untuk memperkuat layanan medis di lokasi bencana.
“Biddokkes Polri telah menyiapkan Tim DVI, Tim Kesehatan Lapangan, serta tenaga pendukung lainnya untuk membantu identifikasi korban dan layanan kesehatan di lokasi bencana,” tambah Farid.

Dengan pengiriman dukungan medis ini, Polri berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak dapat berjalan optimal, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas akibat bencana.

Bencana Alam Landa Sumatera Utara, Polri Maksimalkan Operasi SAR dan Bantuan Kemanusiaan

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia— Gelombang bencana alam melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara sejak 24 hingga 27 November 2025. Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Sumatera Utara merilis data terkini yang menunjukkan sebanyak 311 kejadian bencana terjadi dalam kurun waktu tersebut, terdiri dari 127 tanah longsor, 162 banjir, 20 pohon tumbang, dan 2 angin puting beliung. Bencana ini tersebar di 17 kabupaten/kota dan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

Dari seluruh kejadian, tercatat 228 korban, dengan rincian 46 orang meninggal dunia, 11 luka berat, 85 luka ringan, serta 86 warga masih dalam pencarian. Sementara itu, jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 10.000 orang, dengan Kota Medan menjadi wilayah dengan pengungsian terbanyak, yakni 6.782 jiwa. Beberapa daerah juga melaporkan kondisi terparah, seperti Kota Sibolga dengan 59 korban jiwa, termasuk 46 yang masih hilang, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 99 korban jiwa, serta Kabupaten Mandailing Natal yang mencatat lebih dari 1.400 warga mengungsi.

Dalam upaya menanggulangi situasi tersebut, Polri telah mengerahkan 1.754 personel dari berbagai satuan, mulai dari Polres jajaran, Brimob, Ditsamapta, hingga tim Dokkes dan logistik. Di lapangan, Korps Brimob Polda Sumut melakukan operasi SAR, evakuasi korban, membuka akses jalan yang tertutup longsor, serta mendirikan posko darurat dan dapur lapangan. Ditsamapta turut membantu patroli tanggap bencana, distribusi logistik, hingga memberikan trauma healing bagi warga terdampak. Bid TIK menyediakan layanan komunikasi darurat dan internet Starlink untuk mendukung koordinasi, sementara Dokkes Polri menangani layanan kesehatan dan pemantauan sanitasi pengungsian. Ditlantas mengatur rekayasa lalu lintas serta mengawal ambulans dan distribusi bantuan. Di sisi lain, Bhayangkari Daerah Sumut mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa makanan, selimut, pakaian, kasur lipat, dan perlengkapan bayi ke wilayah yang paling terdampak.

Polda Sumut juga mencatat adanya penambahan wilayah terdampak, meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Tanah Karo, Tebing Tinggi, dan Batu Bara, seiring curah hujan ekstrem yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyatakan bahwa Polri berkomitmen memberikan respon cepat dan maksimal dalam penanganan bencana ini. Ia menegaskan bahwa seluruh personel bekerja tanpa henti untuk melakukan pencarian korban, evakuasi, pengamanan lokasi, dan penyaluran bantuan. “Prioritas Polri adalah keselamatan warga dan memastikan kebutuhan darurat dapat terpenuhi,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. rls

error: Content is protected !!