banner 1000x350

Redaksi

855 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Wakapolda Bengkulu Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga, Pikiran jadi Positif Kamtibmas Terjaga ‎

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia.my.id – Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bengkulu, Brigjen Pol Dicky Sondani, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat untuk senantiasa melakukan kegiatan positif, khususnya berolahraga secara rutin. Menurutnya, olahraga bukan hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga mampu menciptakan suasana batin yang lebih tenang dan berpikir positif.

‎Dalam sambutannya, Brigjen Pol Dicky Sondani menegaskan bahwa kondisi tubuh yang sehat akan berdampak langsung pada perilaku masyarakat sehari-hari. Pikiran yang jernih dan suasana hati yang baik, kata dia, dapat mengurangi potensi seseorang terlibat dalam kegiatan yang bersifat negatif.

‎“Dengan olahraga, tubuh menjadi sehat, pikiran pun selalu positif. Apabila masyarakat sehat jasmani dan rohani, tentu akan tercipta situasi aman, damai, dan kondusif. Hal ini sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas,” ujar Wakapolda, di Grand Opening Cloud 9 x Rock Gym, Sabtu pagi (4/10/2025).

‎Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar menjauhi aktivitas yang tidak bermanfaat, apalagi yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas. Menurutnya, kegiatan seperti penyalahgunaan narkoba, balap liar, atau perkelahian antarkelompok hanya akan merugikan diri sendiri dan mengganggu ketenteraman masyarakat luas.

‎“Jauhilah hal-hal negatif yang bisa menimbulkan keresahan. Mari bersama-sama kita isi waktu dengan kegiatan positif. Salah satunya melalui olahraga, karena selain menyehatkan, olahraga juga dapat mempererat persaudaraan antarwarga,” tambahnya.

‎Wakapolda juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menyebutkan, polisi tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan dari warga. Oleh sebab itu, kolaborasi dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan agar situasi tetap aman dan terkendali.

‎“Polri terus berupaya menjaga keamanan, tetapi tanpa dukungan masyarakat, upaya tersebut tidak akan maksimal. Untuk itu, mari kita saling menjaga, saling mengingatkan, dan mengisi hari-hari dengan kegiatan bermanfaat,” tutup Brigjen Pol Dicky.

‎Dengan ajakan tersebut, diharapkan masyarakat Bengkulu semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga serta menjauhi kegiatan yang dapat merusak diri maupun mengganggu ketertiban umum.

Polri Kerahkan 2.580 Personel Amankan MotoGP Mandalika 2025

Foto: istimewa

Lombok Tengah. Polri menurunkan 2.580 personel untuk mengamankan gelaran MotoGP Mandalika 2025. Fokus utama pengamanan tidak hanya di area sirkuit, tetapi juga pada kelancaran arus lalu lintas menuju Sirkuit Mandalika menjelang final race pada Sabtu (4/10/2025) dan Minggu (5/10/2025).

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Komjen Mohammad Fadil Imran mengatakan ribuan personel tersebut disebar di tiga zona, yakni zona barat, zona tengah, dan zona timur.

“Jadi Mandalika bukan sekadar balapan. Ini adalah panggung Indonesia di mata internasional. Kita tahu, tantangan di sini besar, lalu lintas yang padat, kerumunan berpotensi rawan hingga ancaman kriminalitas dan siber,” ungkap Asisten Utama Kapolri, Sabtu (4/10/2025).

Ia menegaskan, semua mata tertuju ke Mandalika. Karena itu, insiden sekecil apa pun dapat menjadi sorotan dunia.

“Jadi, wajah Indonesia salah satunya tercermin dari bagaimana sukses pengamanan di Mandalika,” ujarnya.

Polisi bintang tiga itu menyebut Operasi Mandalika Rinjani 2025 digelar dengan disiplin, terukur, dan bersinergi bersama TNI, Pemda, BSSN, Basarnas, hingga panitia penyelenggara.

“Ini harus berjalan baik di semua lini, koordinasi lintas instansi tanpa ego sektoral, serta pendekatan humanis di lapangan. Saya sudah tekankan kemarin ke anggota pada saat apel pengecekan pasukan. Bahwa setiap penonton adalah tamu negara yang harus dilayani dengan ramah dan profesional,” tegasnya.

Selama MotoGP berlangsung, pengamanan dilakukan di darat, laut, udara, serta ruang siber. Polri memastikan seluruh rangkaian balapan berjalan aman, tertib, dan meninggalkan kesan positif.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menggelar event kelas dunia dengan standar keamanan terbaik,” pungkas Asisten Utama Kapolri.

“Jadi total personel yang dilibatkan baik TNI maupun Polri dari jajaran Polda NTB sebanyak 2.580 personel,” tambahnya. rls

Warga Talang Baru desak PT DDP hentikan galian boundary

Foto: istimewa

Bengkulu, news-raflesia-indonesia – Perwakilan masyarakat Desa Talang Baru, Kecamatan Malin Deman, bersama Perhimpunan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (P3BS), menggelar konferensi pers terkait situasi darurat konflik agraria dengan PT Daria Dharma Pratama (DDP). Konferensi pers ini turut didampingi oleh Direktur AKAR Law Office, Ricki Pratama Putra, S.H., M.H., CPM., bersama rekan-rekan dari Akar Global Inisiatif.

Foto: istimewa

Konflik agraria ini kembali mencuat setelah pihak PT DDP diduga melakukan tindakan sewenang-wenang dengan membangun galian batas (boundary) di sekitar lahan warga. Aktivitas tersebut tidak hanya merusak tanaman dan kebun masyarakat, tetapi juga memutus akses jalan utama yang selama ini digunakan petani untuk menuju perkebunan mereka.

 

Berdasarkan laporan masyarakat dan data yang dihimpun, kegiatan pembangunan boundary PT DDP menimbulkan sejumlah dampak serius.

‎Pertama, pemutusan akses jalan utama. Galian boundary telah menutup jalur yang menjadi satu-satunya akses bagi petani menuju kebun. Akibatnya, beberapa warga seperti Bapak Marzuki, Bapak Tamrin, dan Bapak Khairul Aulia tidak lagi dapat melakukan aktivitas pertanian secara normal.

‎Kedua, perusakan lahan dan tanaman. Lahan perkebunan milik warga, salah satunya milik Bapak Musa Siswanto, mengalami kerusakan parah. Tanaman kelapa sawit, kayu sengon, dan kayu labu yang ditanamnya hancur akibat aktivitas alat berat perusahaan, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp428 juta. Warga lainnya, termasuk Bapak Maimun dan Ibu Jainah, juga terancam kehilangan kebun akibat tertutupnya akses.

‎Selain kerusakan fisik, warga juga melaporkan adanya intimidasi dan kekerasan. Dalam salah satu kejadian, Ibu Jainah mengaku mendapat dorongan fisik dan bentakan dari aparat keamanan perusahaan ketika mencoba menghentikan alat berat yang merusak kebun. Bentuk intimidasi lain berupa ancaman dan upaya kriminalisasi terhadap petani juga disebut masih berlangsung hingga saat ini.

‎Padahal, menurut warga, berbagai protes telah disampaikan kepada pihak perusahaan. Pemerintah Desa Talang Baru bersama pemilik kebun bahkan sudah mengirimkan surat keberatan resmi. Namun, aktivitas galian boundary tetap dilanjutkan perusahaan tanpa mengindahkan keluhan masyarakat.

‎Dalam konferensi pers tersebut, Kepala Desa Talang Baru, Tukin, menyampaikan beberapa tuntutan masyarakat. Pertama, PT DDP diminta segera menghentikan seluruh aktivitas pembangunan boundary di wilayah sengketa. Kedua, perusahaan harus mengembalikan kondisi lahan dan akses jalan perkebunan warga sebagaimana semula.

‎Ketiga, perusahaan wajib memberikan ganti rugi yang adil sesuai dengan kerugian yang dialami masyarakat akibat rusaknya lahan dan tanaman. Keempat, masyarakat menuntut pertanggungjawaban atas tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat perusahaan terhadap warga.

‎Selain itu, warga bersama P3BS juga menyatakan penolakan terhadap perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT. BBS maupun PT. DDP, apabila konflik agraria ini tidak segera diselesaikan. Menurut mereka, keberadaan perusahaan hanya terus memproduksi konflik di Mukomuko, khususnya di Kecamatan Malin Deman.

‎Direktur AKAR Law Office, Ricki Pratama Putra, yang turut mendampingi warga, menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan rakyatnya dirugikan oleh korporasi. Ia menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan ini.

‎“Kami meminta pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga lembaga terkait di tingkat nasional untuk hadir dan memastikan hak-hak masyarakat petani Desa Talang Baru terlindungi. Konflik agraria ini sudah berlangsung lama, jangan sampai menimbulkan korban lebih banyak,” ujar Ricki, di aula rapat salah satu rumah makan di Kota Bengkulu, Jumat (3/10/2025).

‎Ia menambahkan, konflik agraria antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan bukan hanya persoalan kepemilikan lahan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan hidup petani dan generasi mendatang. Jika akses dan lahan warga terus dirusak, maka ketahanan ekonomi masyarakat desa akan semakin terpuruk.

‎Masyarakat Desa Talang Baru berharap pemerintah tidak lagi berpihak kepada kepentingan perusahaan semata. Mereka menegaskan bahwa keberadaan perkebunan besar harusnya membawa kesejahteraan, bukan justru menimbulkan penderitaan.

‎“Kami ingin tanah ini bisa tetap kami garap, karena dari sinilah kami hidup. Kami bukan menolak pembangunan, tapi kami menolak perampasan dan penghancuran lahan,” kata Kepala Desa Talang Baru Tukin.

‎Dengan adanya pernyataan sikap ini, warga berharap konflik segera mendapat perhatian serius. Mereka menegaskan, jika tuntutan tidak direspons, maka masyarakat akan menempuh jalur hukum dan aksi kolektif yang lebih luas untuk memperjuangkan hak mereka. Rls

 

 

BPD HIPMI Bengkulu gelar ramah tamah, Perkuat sinergi lintas generasi

Foto: Dok. Yodan land group

news-raflesia-indonesia.my.id, Bengkulu – BPD HIPMI Bengkulu menggelar kegiatan ramah tamah bersama para senior HIPMI, pada Jumat (3/10). Acara ini menjadi ajang silaturahmi dan wadah berbagi pengalaman antaranggota lintas generasi, sekaligus memperkuat sinergi dalam berorganisasi maupun berusaha.

 

Foto: Dok. yodan land group

‎Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para senior yang telah berkenan hadir dan berbagi pengalaman. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan setidaknya sekali dalam setahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu HIPMI di Bengkulu.

‎“Acara ramah tamah ini memang kami selenggarakan minimal setahun sekali dengan para senior HIPMI yang kita muliakan. Tujuannya agar pengurus daerah maupun pengurus cabang bisa bersinergi, saling bertukar pikiran, serta mendapatkan nasihat dan tips dalam berorganisasi maupun menjalani aktivitas usaha sehari-hari,” ujar Yosia, di Kraving Roastery & Billiard.

‎Dalam kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan dari pengurus lengkap serta Badan Pengurus Cabang HIPMI di Provinsi Bengkulu. Kehadiran para tokoh yang pernah menjabat di periode sebelumnya juga memberikan semangat tersendiri bagi pengurus muda. Menurut Yosia, hal ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan keberlanjutan organisasi terus terjaga dari masa ke masa.

‎“Kami sebagai generasi muda tentu sangat menghormati segala perjuangan dan pengalaman yang telah diberikan oleh senior-senior HIPMI. Pertemuan ini memotivasi kami untuk terus berkontribusi, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi pembangunan daerah,” tambahnya kepada Beritamerdekaonline.

‎Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat jejaring bisnis antaranggota HIPMI. Beberapa pengusaha yang hadir menyampaikan pengalaman serta strategi usaha yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

‎Melalui kegiatan ramah tamah ini, BPD HIPMI Bengkulu berharap dapat terus melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang berdaya saing, sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat.

Sentuhan Humanis Satgas Ops Damai Cartenz Bersama Anak-Anak di Paniai

news-raflesia-indonesia.my.id, Paniai, Papua Tengah — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan wajah humanisnya melalui kegiatan kebersamaan dengan anak-anak di Kabupaten Paniai, Rabu (2/10/2025).

Kegiatan ini di laksanakan di seputaran Jalan Madi, Paniai Timur, mulai dari Kantor Bupati hingga Polres Paniai dan dipimpin oleh Ipda Syahrir Mahyuddin, S.H., bersama dua personel Satgas Tindak lainnya, Bripda Fajri Martono dan Bripda Torik Apgani, kegiatan ini menghadirkan suasana hangat dan penuh keceriaan.

Dalam kesempatan tersebut, personel Satgas Ops Damai Cartenz menyapa masyarakat serta berbincang hangat dengan anak-anak setempat. Selain itu, mereka juga membagikan makanan ringan dan gula-gula, yang langsung disambut antusias oleh anak-anak di sepanjang kegiatan.

Kehadiran aparat keamanan dengan pendekatan humanis ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya anak-anak yang tampak senang dengan interaksi yang tercipta. Kegiatan ini menegaskan bahwa kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun hubungan harmonis dengan warga Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan humanis ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen aparat untuk selalu dekat dengan masyarakat.

“Pendekatan humanis adalah kunci dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. Kehadiran personel kami bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menebarkan kebaikan dan senyum, khususnya kepada anak-anak sebagai generasi penerus Papua,” ungkap Brigjen Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus digalakkan guna memperkuat kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak, melihat aparat keamanan sebagai sahabat. Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap tumbuh kepercayaan dan rasa saling memiliki antara masyarakat dan Satgas Damai Cartenz,” jelas Kombes Adarma.

Melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini, Satgas Ops Damai Cartenz kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedamaian dengan mengedepankan pendekatan yang ramah, humanis, dan penuh kasih sayang terhadap masyarakat Papua. Rls

BGN ungkap alat rapid test cegah keracunan MBG sudah diterapkan di SPPG Polri

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun Polri mempunyai alat rapid test yang digunakan untuk menguji makanan yang sudah dimasak. Hal ini akan diterapkan di SPPG lainnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025). Mulanya, Dadan menyinggung soal ratusan siswa keracunan MBG di Banggai, Sulawesi Tengah.

Dadan mengatakan kasus keracunan menu MBG di Banggai terkait pemasok atau supplier. Karena itulah, Dadan menyebut seleksi terhadap supplier ini penting untuk dilakukan.

“Terkait dengan kejadian di Banggai di mana pemasok ini sangat penting dan oleh sebab itu maka seleksi terhadap supplier ini juga perlu dilakukan,” ungkap Dadan.

Dadan mengungkap Presiden Prabowo Subianto juga telah memerintahkan agar setiap SPPG memiliki alat rapid test. Rapid test itu penting untuk menguji makanan.

“Pak Presiden sudah memerintahkan agar setiap SPPG memiliki alat rapid test yang bisa dilakukan untuk menguji makanan yang sudah dimasak sebelum diedarkan,” kata Dadan.

Di sinilah, Dadan lalu mengungkap SPPG yang dibangun Polri lengkap dengan tersedianya alat rapid test. Alat rapid test itu, kata Dadan, menguji makanan yang sudah dimasak sebelum diedarkan.

“Ini sudah dilakukan di SPPG yang dibangun oleh Polri,” ujar Dadan.rls

error: Content is protected !!