banner 1000x350

Redaksi

973 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Polri kembali kirim 3,8 ton logistik operasional pada hari ketiga pengiriman, termasuk perlengkapan k9 dan tenda taktis

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Senin, 1 Desember 2025 — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali menerima kiriman logistik operasional dari Mabes Polri dengan total 3.851 kilogram. Pengiriman ini merupakan hari ketiga dari rangkaian distribusi logistik yang dialokasikan untuk memperkuat sarana dan prasarana kepolisian di wilayah Sumatera Utara.

Kabag penum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menjelaskan bahwa pengiriman logistik ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memastikan optimalisasi dukungan operasional bagi seluruh jajaran.
“Hari ini memasuki pengiriman hari ketiga. Seluruh logistik yang tiba langsung dilakukan pengecekan dan pendataan sebelum nantinya didistribusikan sesuai kebutuhan satuan kerja di Polda Sumut,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa kelengkapan yang dikirim merupakan kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan operasional di lapangan.
“Kami memastikan bahwa setiap item dalam kondisi baik, termasuk perlengkapan K9 dan perangkat tenda taktis yang sangat diperlukan dalam berbagai operasi kepolisian,” kata Kombes Pol Erdi.

Adapun rincian logistik yang diterima hari ini sebagai berikut:
* MTP – FT: 1.190 kg (70 koli)
* Pemanas MTP: 81 kg (27 koli)
* Velbet: 600 kg (20 koli)
* Perlengkapan K9: 260 kg (7 koli)
* K9: 180 kg (4 ekor)
* Daun Tenda: 300 kg (4 koli)
* Konektor Tenda: 180 kg (4 koli)
* Tiang Tenda: 900 kg (20 koli)
* Goni Baju: 160 kg (4 koli)
* Kasur Palembang: 32 kg (20 koli)

Kombes Pol Erdi menegaskan bahwa pengiriman ini diharapkan semakin meningkatkan kesiapan personel dan perlengkapan taktis di wilayah Sumut.
“Dengan distribusi bertahap ini, kami ingin memastikan seluruh unit mendapatkan dukungan logistik yang memadai untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutupnya. rls

Akses Darat Terputus, Polri Airdrop Bantuan ke Wilayah Terisolasi dengan Operasi Udara Jangkau Sumut, Sumbar & Aceh

news-raflesia-indonesia, Jakarta, 30 November 2025 — Polri mengakselerasi pengiriman bantuan kemanusiaan dengan mengerahkan operasi udara di tiga provinsi terdampak banjir, yakni Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Di wilayah yang akses daratnya terputus total, bantuan dikirim melalui airdrop helikopter, sementara distribusi logistik berskala besar dilakukan dengan pesawat angkut yang mendarat di bandara sebagai pusat distribusi lanjutan. Upaya ini dilakukan dengan prinsip berpacu dengan waktu, mengedepankan manajemen logistik yang efisien agar bantuan tidak terhambat kondisi medan dan segera diterima masyarakat.

Di Sumut, helikopter AW-169 (P-3309) difokuskan untuk masuk ke titik terdalam yang tidak dapat dijangkau kendaraan maupun pesawat. Tiga desa terisolasi total menjadi sasaran prioritas, yakni Desa Pagaran Lambung (Adian Koting, Tapanuli Utara), Desa Naga Timbul dan Desa Nauli (Sitahuis, Tapanuli Tengah). Airdrop membawa bahan pangan, pakaian layak pakai, obat-obatan, serta perlengkapan darurat untuk memastikan suplai tetap masuk meski jalur darat belum terbuka.

Di saat yang sama, Polri mengoperasikan pesawat Fokker 27 MK50 dan CN 295 untuk pendistribusian logistik dalam jumlah besar tanpa sistem airdrop, melainkan melalui pendaratan langsung di bandara sebagai jalur penyangga bantuan. Dalam dua hari operasi, 29–30 November 2025, total suplai udara yang berhasil dikirim mencapai 11,1 ton, dengan rincian 9 ton pada hari pertama dan tambahan 2,1 ton ke Sumut pada hari kedua. Untuk memperkuat respon di Aceh, Polri juga mengirim 20 ton logistik Slog serta 905,5 kg perlengkapan Brimob yang mencakup perahu karet, helm, rompi, hingga dayung untuk memfasilitasi evakuasi di kawasan genangan air.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan bahwa percepatan distribusi tidak boleh berhenti, terutama selama akses darat belum pulih. “Hari kedua pemberangkatan udara, kami terus menginventarisasi lokasi yang masih terputus. Sambil menunggu akses darat terbuka, Polri akan terus bekerja sama dengan TNI, BPBD, dan pemerintah daerah untuk memasok bantuan dari udara. Distribusi harus tetap berjalan,” ujarnya. Polri menekankan bahwa operasi ini adalah perlombaan dengan waktu, mengutamakan kecepatan suplai agar kebutuhan warga tercukupi sebelum pasokan lokal habis.

Untuk mendukung kelancaran operasi, Polri saat ini menyiagakan 3 pesawat angkut dan 14 helikopter yang dapat digerakkan setiap saat untuk evakuasi, pemantauan udara, dan distribusi bantuan ke wilayah-wilayah sulit dijangkau. Selain itu, penguatan udara juga dilakukan di provinsi terdampak dengan dislokasi 2 helikopter ke Aceh, 2 ke Sumatera Utara, dan 1 ke Sumatera Barat. Konfigurasi armada ini dipilih berdasarkan urgensi lapangan, cakupan dampak bencana, serta kebutuhan evakuasi dan distribusi logistik yang harus terus berlangsung tanpa henti.

Di darat, laut, dan udara — Polri hadir memastikan bantuan tidak berhenti, bergerak cepat dan terukur agar masyarakat terdampak dapat segera pulih dan kembali bangkit. rls

Inovasi Baru: Playodania hadirkan renang ibu hamil dan bayi bersertifikasi internasional di Bengkulu

News-raflesia-indonesia | Bengkulu – Playodania resmi membuka kelas Baby Swim dan Aqua Natal (Prenatal Water Exercise) setiap pagi, didampingi oleh instruktur bersertifikasi internasional, Fetty Puspita Sari, MC.C., HydroT (Certified Master Baby Swim & Aquanatal Pregnancy). Program ini menjadi salah satu layanan renang berbasis edukasi dan kesehatan yang kini semakin diminati di Bengkulu.

Kegiatan dimulai pukul 08.00–09.00 WIB untuk kelas Baby Swim, kemudian dilanjutkan pukul 09.00–10.00 WIB untuk kelas Aqua Natal bagi ibu hamil. Seluruh aktivitas berlangsung di Kolam Renang Playodania, yang kini telah dilengkapi fasilitas membran pelindung sehingga peserta tetap nyaman meski cuaca panas.

Fetty menjelaskan bahwa kelas Baby Swim dirancang khusus untuk bayi dan balita usia 12 hingga 36 bulan. “Hari ini saya start di Baby Swim dulu, jam 8 pagi. Baby Swim itu berenang buat bayi, dan di sini kita buka untuk umur 1 sampai 3 tahun,” jelasnya. Program ini bertujuan membantu perkembangan motorik, membangun keberanian anak dengan air, serta memperkuat ikatan orang tua dan anak melalui aktivitas di kolam.

 

Setelah Baby Swim, kegiatan dilanjutkan dengan Aqua Natal, yakni olahraga renang ringan yang dirancang bagi ibu hamil. “Di sini kita juga buka kelas prenatal water exercise atau aqua natal. Ini berenang buat ibu hamil dan baru pertama kali dibuka di sini. Lisensinya juga belum banyak di Bengkulu,” ujar Fetty. Menurutnya, manfaat Aqua Natal sangat besar, terutama bagi ibu yang mempersiapkan persalinan normal. “Manfaatnya lumayan banyak, apalagi bagi ibu yang pengen persalinannya normal. Sekitar 80% bisa kita bantu, sisanya kembali pada kehendak Tuhan. Yang jelas, renang ini bisa mengurangi nyeri, kram, kaki bengkak, dan rasa tidak nyaman,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan olahraga di air lebih aman dan ringan bagi ibu hamil. “Gerakan yang di darat susah dilakukan ibu hamil, seperti squat, di air bisa dilakukan lebih rileks,” katanya.

Program renang ini merupakan kolaborasi antara Naik Swim Team, Playodania, dan Tirta Rafflesia Swim Club. “Kita kerja sama dengan klub Naik Swim Team dan juga Playo Dania. Kalau mau tanya-tanya bisa lewat admin atau DM Instagram Tirta Rafflesia Swim Club,” jelas Fetty. Kelas di bawah naungan klub ini terbuka untuk seluruh rentang usia. “Kita mulai belajar dari baby sampai manula. Dari umur 1 tahun sampai 70 tahun pun masih bisa ikut. Ada kelas hidroterapi juga untuk ibu-ibu dan bapak-bapak yang punya keluhan kesehatan,” tambahnya. rls

 

Kapolri Hadiri Jalan Santai PWI, Tekankan Pentingnya Sinergi dengan Pers

Foto: istimewa

 

news-raflesia-indonesia,Banten – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara jalan santai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Kick Off menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Alun-Alun Kota Serang, Banten, Minggu, 30 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi antara Polri dan insan Pers. Di antaranya adalah sama-sama memerangi penyebaran informasi palsu atau hoaks yang merugikan masyarakat luas.

“Kolaborasi dan sinergitas pers dengan stakeholder terkait dengan tetap menjaga independensi. Kita sedang menghadapi era di mana penggunaan teknologi, masyarakat bisa menjadi pembuat berita yang isinya perlu diverifikasi,” kata Sigit.

Sigit memastikan, kehadiran Pers di ruang publik menjadi sangat penting untuk bisa memberikan informasi yang terpercaya. Media, kata Sigit bisa menyampaikan kebenaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kita memasuki era post truth belum tentu isinya benar tapi dianggap kebenaran. Pers bisa memberikan masukan agar masyarakat dapat informssi yang benar,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit menegaskan bahwa, Polri terus berkomitmen untuk memberikan keamanan kepada seluruh awak media yang melaksanakan tugas. Sehingga semya wartawan dapat mendapatkan rasa aman ketika melakukan peliputan berita.

Di sisi lain, Sigit tak lupa menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Polri, TNI, pemerintah terus mengirimkan bantuan termasuk pakaian, alat komunikasi. Termasuk kami menyiagakan personel dan peralatan untuk evakuasi bencana, mengamankan jalur distribusi. Kami dapat informasi beberapa personel sudah bisa masuk memberikan bantuan logistik,” papar Sigit.

Dalam hal ini, diperlukan sinergisitas dan partisipasi seluruh pihak untuk bergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Polri bersama stakeholder lainnya terus berkomitmen di garis terdepan untuk warga khususnya korban.

Polri Siapkan Perangkat Starlink di Lokasi Bencana, Warga Akhirnya Bisa Terhubung Kembali dengan Keluarga

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Aceh – Setelah empat hingga lima hari terputus dari jaringan komunikasi akibat bencana, masyarakat di wilayah terdampak akhirnya dapat kembali menghubungi keluarga mereka. Polri melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan akses komunikasi darurat dapat dipulihkan secepat mungkin.

Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, Mabes Polri telah mengirimkan total 8 perangkat Starlink ke wilayah terdampak bencana dengan rincian yaitu 2 unit di Aceh, 4 unit di Sumatera Utara dan 2 unit di Sumatera Barat.

Salah satu unit di Aceh telah dioperasikan oleh Tim Bid TIK Polda Aceh yang dipimpin Ipda Edi Amran bersama dua personel lainnya di Desa Tingkem, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun. Mereka memasang dan mengaktifkan akses WiFi Starlink, yang langsung dimanfaatkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka yang sebelumnya tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.

“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” ujar Ipda Edi Amran dari lokasi bencana.

Kehadiran layanan komunikasi ini disambut haru dan rasa syukur oleh para pengungsi. Salah satu warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyampaikan langsung testimoninya:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada pihak Polri yang sudah menyediakan WiFi kepada kami warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen Aceh yang sedang mengungsi. Saya bisa menelpon seluruh keluarga saya yang beberapa hari tidak bisa dihubungi. Alhamdulillah hari ini saya sudah terkoneksi dengan keluarga kami di luar. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Polri. Semoga Polri semakin sukses ke depan. Terima kasih.”

Langkah cepat Polri dalam memulihkan konektivitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan kemanusiaan yang krusial, membantu masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan mendapatkan informasi penting selama masa tanggap darurat. Akses WiFi Starlink ini akan terus dioperasikan hingga kondisi komunikasi di wilayah terdampak kembali pulih. rls

Polri Kirim 4.459 Kilogram Logistik pada Hari Kedua untuk Perkuat Penanganan Darurat Bencana di Sumatera Utara

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Polri kembali mengirimkan bantuan logistik guna memperkuat operasi tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera Utara pada hari Minggu, 30 November 2025. Total 4.459 kilogram perlengkapan diberangkatkan pada hari kedua pengiriman, sebagai lanjutan dari upaya percepatan penanganan di area terdampak.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa pengiriman hari kedua ini merupakan bentuk konsistensi Polri dalam mendukung penanganan bencana. “Hari ini adalah pengiriman hari kedua, dan Polri terus memastikan seluruh kebutuhan perlengkapan lapangan terpenuhi agar operasi tanggap darurat berjalan optimal,” ujar Erdi.

Ia menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan pokok dan peralatan operasional kembali dikirim. “Kami mengirimkan Gajahfood 684 kilogram (57 koli), perahu karet 280 kilogram (4 koli), tiang tenda 630 kilogram (14 koli), tenda 316 kilogram (4 koli), serta besi konektor tenda 200 kilogram (4 koli),” jelasnya.

Selain itu, pengiriman juga mencakup perlengkapan hunian sementara. “Sebanyak 15 unit velbed dengan total bobot 450 kilogram turut diberangkatkan untuk mendukung kenyamanan personel di lapangan,” tambahnya.

Erdi menerangkan bahwa perlengkapan teknis turut menjadi prioritas. “Kami menyalurkan MTP-FT 850 kilogram (50 koli), pemanas MTP-FT 75 kilogram (25 koli), genset portabel 129 kilogram (3 koli), serta panel surya 105 kilogram (7 koli),” ujarnya. Selain itu juga dikirim jas hujan 620 kilogram (17 koli), goni 90 kilogram (2 koli), dan lampu penerangan 30 kilogram (3 koli).

Seluruh logistik tersebut telah dikemas dalam puluhan koli agar pendistribusian berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan pada hari kedua ini dapat segera digunakan di area terdampak dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis,” tutupnya. rls

error: Content is protected !!