banner 1000x350

Redaksi

855 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Ceramah UAS di Mabes Polri perkuat hubungan Polisi dengan masyarakat

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, JAKARTA – Ulama Ustaz Abdul Somad menegaskan pentingnya menjaga toleransi beragama di Indonesia. Hal itu disampaikan saat UAS sapaannya memberikan ceramah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025).

“Maka kehadiran saya hari ini menyampaikan tetap pesan-pesan keagamaan terkait tentang toleransi,” kata UAS usai kegiatan ramah tamah dan ceramah agama.

UAS juga menekankan soal kekuatan mental dalam menghadapi tugas, serta menjadi seorang yang amanah. “Sesuai dengan saya sebagai tokoh agama Islam, sebagai guru, sebagai dosen, sebagai pendidik,” ujarnya.

UAS berharap dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan bisa memperkuat hubungan Polri dengan seluruh elemen masyarakat.

“Itulah yang saya sampaikan, mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini bisa memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, pengabdian di tengah masyarakat,” ucapnya.

Kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa, kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Polda, Polres, Polsek hingga Babinkamtibmas se-Indonesia.

“Dimana kegiatan yang kita laksanakan hari ini tentunya adalah bagian dari upaya kita untuk terus bisa bersama-sama dengan ulama,” ucap Sigit.

Sigit menekankan, seluruh personel yang mengikuti kegiatan ini harus mampu merefleksikan ketika menjalankan tugasnya saat melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

“Dan di dalam kegiatan ini tentunya kita bersama-sama mendengarkan nasihat, petuah dan juga bersama-sama berdoa untuk menjaga amanah yang diberikan bangsa, negara kepada kepolisian,” tutur Sigit.

“Dan kita sama-sama berdoa untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini di tengah perbedaan yang ada terus terjaga. Sehingga toleransi, perbedaan yang ada tetap terus bisa kita jaga untuk tetap menjadi dalam satu kesatuan bingkai NKRI,” tambah Sigit mengakhiri. Rls

Kapolda Bengkulu bangun harapan lewat bedah rumah orang tua balita penderita cacingan di Seluma

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. bersama Ketua Bhayangkari Daerah Bengkulu Ny. Yanti Mardiyono mengawali kegiatan dengan menjenguk seorang balita penderita penyakit cacing gelang di Rumah Sakit M. Yunus Kota Bengkulu, Rabu (24/09).

Usai memberikan doa dan dukungan moral bagi keluarga, Kapolda Bengkulu bersama jajaran kemudian melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan peletakan batu pertama program bedah rumah bagi orang tua balita tersebut di Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Seluma Teddy Rahman, S.E., jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Seluma, Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, S.I.K., M.I.K., beserta Ketua Bhayangkari Seluma Ny. Sri Bonar, Dandim 0425 Seluma Letkol Kav Yuliansyah, Kajari Seluma Dr. Eka Nugraha, S.H., M.H., Pejabat Utama Polda Bengkulu, Pejabat Utama Polres Seluma, perangkat desa, serta masyarakat penerima bantuan.

Dalam sambutannya, Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa program bedah rumah bukan hanya membangun dinding dan atap, namun juga membangun harapan bagi masyarakat.
“Kita ingin memberikan secercah harapan bagi keluarga yang membutuhkan, khususnya keluarga anak kita yang sedang sakit. Semoga rumah ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan sehat bagi mereka,” ungkap Kapolda.

Selain pembangunan rumah layak huni, Polda Bengkulu juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian dan upaya meringankan beban warga.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kapolda Bengkulu bersama Ketua Bhayangkari Daerah Bengkulu, didampingi unsur Forkopimda yang hadir. Suasana haru mewarnai kegiatan ini karena program tersebut menjadi jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.

Polri melalui Polda Bengkulu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Rls

 

Wakapolri tinjau pembangunan SPPG Polri di Semarang, Progres capai 98,5 persen

Foto: istimewa

Semarang, news-raflesia-indonesia – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.) meninjau secara langsung pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang berada di Jl. Empu Sendok Raya, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Hingga hari ini, pembangunan SPPG ini telah mencapai 98,5 persen dan telah memasuki tahap akhir persiapan sebelum dapat dioperasikan penuh.

SPPG di lokasi ini nantinya akan melayani sedikitnya 4.000 penerima manfaat, yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan pelajar. Untuk mendukung operasionalnya, telah disiapkan sebanyak 53 relawan yang akan bertugas dalam proses distribusi serta pendampingan gizi di lapangan.

Pembangunan gedung SPPG Polri merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Pemerintah dalam memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada seluruh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data terkini, Polri telah memiliki:

  • 102 unit SPPG yang telah beroperasi penuh dan melayani masyarakat di berbagai daerah.
  • 31 unit berada pada tahap persiapan pembangunan.
  • 484 unit lainnya sedang dalam tahap pembangunan.

 

Dengan demikian, total terdapat 617 unit SPPG Polri yang telah masuk dalam peta pembangunan nasional. Angka ini mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan sosial bagi kelompok rentan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menegaskan bahwa keberadaan SPPG Polri bukan hanya wujud dukungan terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga bentuk nyata dari kehadiran Polri untuk membentuk generasi emas 2045.

“Program MBG Polri merupakan komitmen Polri untuk memastikan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa, mendapatkan akses gizi yang layak dan terjangkau untuk mewujudkan generasi Indonesia emas 2045. Kami juga mendorong SPPG Polri segera beroperasi melayani masyarakat, terutama para penerima manfaat,” ujar Komjen Pol Dedi.

Pembangunan SPPG ini diharapkan dapat segera diresmikan dalam waktu dekat, menyusul penyelesaian tahap akhir yang kini hampir rampung. Dengan progres yang terus berjalan di seluruh daerah, Polri menargetkan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari program gizi berkelanjutan ini. rls

HIPMI Bengkulu dan putra putri kampus sepakat perkuat kolaborasi anak muda

Foto: istimewa

Bengkulu, news-raflesia-indonesia – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, menerima audiensi dari Ikatan Putra Putri Kampus Provinsi Bengkulu. Pertemuan yang berlangsung di Lavenrice Bengkulu ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah kolaborasi yang menyatukan semangat pengusaha muda dengan energi kreatif mahasiswa berprestasi.

Dalam sambutannya, Yosia menyampaikan kebanggaannya melihat semangat generasi muda Bengkulu yang hadir dengan ide-ide segar. Ia berharap langkah dan karya yang dihasilkan para Putra Putri Kampus dapat menjadi bekal untuk melahirkan pemimpin masa depan.

Foto: Dok. NRI

“Saya bangga dengan adinda-adinda Putra Putri Kampus Bengkulu yang hadir hari ini. Semoga langkah-langkah yang kalian tempuh bisa terus memberi manfaat dan menjadi bekal untuk menjadi pemimpin hebat di masa yang akan datang,” ujar Yosia.

Sebagai putra daerah, Yosia menekankan bahwa pembangunan Bengkulu tidak bisa dilakukan sendiri. Menurutnya, kolaborasi lintas generasi, khususnya antara HIPMI dan kalangan mahasiswa, merupakan kunci untuk menciptakan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita perlu terus memperkuat kerja sama agar ide dan energi anak muda bisa terhubung dengan jejaring dunia usaha. Dengan begitu, lahirlah inovasi yang bukan hanya membanggakan Bengkulu, tapi juga memberi solusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, salah seorang perwakilan Putra Putri Kampus Bengkulu menyampaikan apresiasi atas kesempatan audiensi tersebut. Menurutnya, HIPMI tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga motivasi bagi mahasiswa untuk lebih berani melangkah ke dunia usaha dan kepemimpinan.

“Kami merasa senang bisa diterima langsung oleh HIPMI. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada pertemuan ini saja, tetapi bisa diwujudkan dalam program nyata yang berdampak bagi generasi muda dan masyarakat Bengkulu,” ungkapnya.

Pertemuan ini mencerminkan bagaimana regenerasi kepemimpinan dan kolaborasi antarsektor dapat menjadi jalan menuju Bengkulu yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. HIPMI dan Putra Putri Kampus berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai awal dari kerja sama berkelanjutan.

 

KNPI dan HIPMI Bengkulu sepakat perkuat sinergi menuju Indonesia Emas 2045

Foto: istimewa

Bengkulu, news-raflesia-indonesia – Jumat (19/9/2025) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Bengkulu melakukan audiensi dengan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi organisasi kepemudaan dan kewirausahaan dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Foto: istimewa

Ketua KNPI Provinsi Bengkulu, Achmad Tenriyusfik Thohir, mengatakan generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan yang harus diantisipasi bersama. Karena itu, ia menilai kolaborasi antara KNPI dan HIPMI sangat penting.

“Ya, betul. Tadi saya berdiskusi banyak hal dengan Ketua HIPMI tentang membangun dunia kepemudaan di Provinsi Bengkulu. Hari ini kita menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045. Ini membutuhkan sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, terutama HIPMI yang saat ini aktif mengunjungi kampus-kampus untuk memotivasi mahasiswa,” ujar Achmad usai pertemuan di Lavenrice, Kota Bengkulu.

Achmad menambahkan, generasi muda tidak hanya perlu dipersiapkan secara intelektual, tetapi juga mental dan kepemimpinan. KNPI akan fokus pada penguatan karakter, kepemimpinan, dan inspirasi, sementara HIPMI memberikan motivasi di bidang kewirausahaan.

Ia juga menyinggung pentingnya sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sebagai pejabat di Disdukcapil, Achmad berencana menggandeng HIPMI untuk mempercepat proses aktivasi IKD di Bengkulu.

“Pada 2026 nanti, seluruh dokumen kependudukan akan beralih ke format digital. Kalau aktivasi dilakukan serentak, server bisa kewalahan. Karena itu, sejak sekarang kami mengajak HIPMI untuk ikut membantu sosialisasi dan aktivasi IKD. Dengan jaringan HIPMI yang luas, kami optimistis target bisa tercapai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, HIPMI selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan demi mempersiapkan generasi muda yang unggul.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. HIPMI tentu selalu membuka ruang untuk diskusi dan kerja sama. Mudah-mudahan ke depan ada kegiatan bersama dengan KNPI, baik dalam bidang kepemudaan maupun kewirausahaan,” ujar Yosia.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program bersama, mulai dari edukasi kewirausahaan, penguatan kapasitas pemuda, hingga dukungan terhadap digitalisasi administrasi kependudukan. Dengan sinergi KNPI dan HIPMI, generasi muda Bengkulu diharapkan mampu menjadi bagian dari pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. rls

 

 

Modus adopsi palsu: 15 Bayi diselundupkan dari Jawa Barat ke Singapura

Foto: istimewa

Jakarta, news-raflesia-indonesia – Kepolisian Indonesia melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri menjalin kerja sama dengan Singapore Police Force (SPF) untuk menelusuri jaringan perdagangan bayi lintas negara yang beroperasi di Jawa Barat.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus yang melibatkan jalur penyelundupan bayi dari Bandung, Pontianak, Jakarta, hingga Singapura.

“Perdagangan bayi ini kami telusuri alurnya sampai ke luar negeri,” kata Untung, Jumat (19/9).

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, kepolisian Singapura bersedia membantu pemeriksaan saksi-saksi yang relevan. Daftar pertanyaan yang disusun oleh penyidik Polda Jawa Barat akan disalurkan melalui NCB Jakarta sebelum diteruskan ke NCB Singapura pada akhir pekan ini.

“Selain itu, SPF juga siap membantu pencarian tiga warga negara Singapura yang diduga terlibat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Divhubinter Polri menyarankan penyidik untuk menelusuri data Nomor Induk Kependudukan (NIK) porter yang diduga mengantarkan bayi ke Singapura guna memastikan identitas serta jalur keberangkatan.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat menetapkan 22 orang tersangka dalam jaringan perdagangan bayi tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, mengungkapkan bahwa setiap bayi diperdagangkan dengan harga sekitar 20 ribu dollar Singapura atau setara Rp 254 juta. Nilai itu mencakup biaya persalinan, kebutuhan bayi, hingga keuntungan bagi pihak yang terlibat.

“Angka tersebut kami peroleh dari 12 dokumen akta notaris adopsi yang disita di rumah salah satu tersangka, Siu Ha alias SH. Dokumen berbahasa Inggris itu digunakan sebagai legalitas semu untuk memuluskan transaksi adopsi,” jelas Surawan.

Dari hasil penyelidikan, para pelaku diketahui telah mengumpulkan 25 bayi, di mana 15 di antaranya telah dipindahkan ke Singapura dengan modus adopsi. Para tersangka kini dijerat Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun serta denda Rp 600 juta. Rls

error: Content is protected !!