banner 1000x350

Redaksi

969 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Reses Erni novita anggota DPRD Kota Bengkulu: Warga keluhkan jalan lingkungan yang tak kunjung direalisasikan sejak 2015

Foto: Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PPP, Erni Novita, saat berbicara dan menyerap langsung aspirasi warga dalam agenda Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026 di Dapil I, Sabtu (1/8/2026).

news-raflesia-indonesia, Kota Bengkulu – Persoalan infrastruktur berupa jalan lingkungan yang belum terealisasi selama bertahun-tahun serta masalah bantuan sosial menjadi keluhan utama warga Kota Bengkulu.

Aspirasi tersebut mengemuka dalam Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar di jalan Sumbawah Sentiong oleh Anggota DPRD Kota Bengkulu , Erni Novita, Sabtu (1/8/2026).

Foto: Anggota DPRD Kota Bengkulu Erni Novita berfoto bersama warga dan unsur terkait seusai menggelar kegiatan reses bertajuk “Menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat Kota Bengkulu”.

Politisi dari Fraksi Persatuan Pembangunan Indonesia (PPP) ini menyerap aspirasi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Muara Bangkahulu, Teluk Segara, dan Sungai Serut.

Dalam kegiatan bertajuk “Menyerap dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Kota Bengkulu” tersebut, warga secara bergantian menyampaikan berbagai keluhan mendesak di lingkungan mereka.

Keluhan paling mendominasi adalah terkait pembangunan jalan lingkungan yang dinilai belum mendapat perhatian serius, meski telah berulang kali diusulkan oleh masyarakat setempat.

Anggota DPRD Kota Bengkulu, Erni Novita, mengungkapkan bahwa sebagian besar aspirasi memang berkaitan dengan urusan infrastruktur serta bantuan sosial dari Dinas Sosial.

“Banyak warga menyampaikan bahwa usulan pembangunan jalan lingkungan di wilayah mereka sebenarnya sudah diajukan sejak tahun 2015 melalui Musrenbang kelurahan,” ujar Erni.

Namun, lanjut Erni, sangat disayangkan karena hingga saat ini usulan pembangunan fasilitas publik tersebut belum juga direalisasikan oleh pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, srikandi Fraksi PPP ini menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh seluruh keluhan dan usulan yang disampaikan oleh konstituennya tersebut.

“Insya Allah kami bersama rekan-rekan akan mengawal aspirasi ini mulai dari tingkat kelurahan hingga ke tahapan pembahasan selanjutnya agar proses realisasinya cepat dilakukan,” katanya.

Menariknya, agenda penjaringan aspirasi ini juga menghadirkan perwakilan Dinas Sosial Kota Bengkulu guna memberikan pelayanan administrasi secara langsung di lokasi acara.

Kehadiran operator Dinas Sosial ini sengaja difasilitasi untuk membantu warga mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan gratis hingga pengusulan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

pewarta: Man

Munas HIPMI 2026: Ketum BPD Bengkulu Yosia yodan dipercaya jadi sekretaris komisi B dan serah rekomendasi strategis

Foto: Sekretaris Komisi B yang juga Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan (dua dari kiri), menyerahkan secara rasmi dokumen Laporan Rekomendasi Komisi B kepada pimpinan sidang pada Sidang Pleno III Munas HIPMI 2026 di Bali, Sabtu (1/8/2026).

news-raflesia-indonesia, Bali – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, S.H., M.H., M.M., M.B.A., diberikan kepercayaan besar untuk menggalas tanggung jawab sebagai Sekretaris Komisi B dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI 2026 yang berlangsung di Bali.

Dalam kapasitas jabatannya, Yosia Yodan secara resmi menyampaikan Laporan Rekomendasi Komisi B pada Sidang Pleno III yang diadakan pada hari Sabtu (1/8). Kepercayaan berskala nasional ini merupakan bukti nyata pengakuan atas peran aktif dan posisi strategis BPD HIPMI Bengkulu di forum tertinggi organisasi wirausahawan muda terbesar di Indonesia.

Sebagai Sekretaris Komisi B, Yosia Yodan bertanggung jawab penuh untuk mengoordinasikan proses pengumpulan, perumusan, dan penyajian hasil diskusi komisi yang akan membentuk arah kebijakan dan tujuan kebijakan organisasi untuk periode mendatang.

Untuk rekod, Komisi B merupakan antara bahagian paling strategik dalam Munas HIPMI 2026 yang dianggotai oleh delegasi daripada 13 BPD HIPMI dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Struktur kepimpinan Komisi B ini diterajui oleh BPD HIPMI Sumatera Selatan selaku Ketua Komisi, BPD HIPMI Bengkulu selaku Sekretaris Komisi, serta BPD HIPMI Sulawesi Selatan sebagai Anggota Pimpinan.

Manakala keanggotaan komisi pula disertai oleh barisan delegasi daripada BPD HIPMI Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Papua Barat, dan Sulawesi Tengah.

Sepanjang sesi komisi, seluruh delegasi membahas berbagai isu kunci organisasi serta upaya untuk memperkuat peran wirausahawan muda HIPMI dalam menghadapi tantangan lanskap ekonomi saat ini di tingkat nasional dan global. Hasil diskusi meja bundar kemudian dirumuskan menjadi proposal resmi yang diajukan ke Sesi Pleno III.

Dalam presentasi laporan tersebut, Komisi B menguraikan beberapa rekomendasi program utama yang diharapkan dapat mendorong bisnis digital di masa depan. Di antara poin-poin yang ditekankan adalah rencana optimalisasi ‘HIPMI GO’ sebagai platform super terintegrasi dalam ekosistem ekonomi digital, sehingga menjadi pusat referensi dan layanan teknologi bagi seluruh anggota HIPMI di Indonesia.

Keterlibatan proaktif Yosia Yodan di tingkat tertinggi ini tidak hanya akan mendongkrak nama BPD HIPMI Bengkulu, tetapi juga diyakini mampu menanamkan semangat baru dalam menghasilkan wirausahawan muda lokal yang kompetitif, dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi regional dan nasional yang berkelanjutan.

Emil reza resmi jadi ketua IKA cendana 2026–2029

Foto: Ketua IKA Cendana terpilih periode 2026–2029, Emil Reza Satyagraha, saat memberikan pidato perdana di podium SMA Negeri 5 Kota Bengkulu, Sabtu (1/8/2026). Emil resmi menakhodai ikatan alumni melalui forum musyawarah mufakat lintas angkatan.

news-raflesia-indonesia, Kota Bengkulu – Momentum penguatan ikatan alumni SMA Negeri 5 Kota Bengkulu memasuki babak baru. Melalui forum musyawarah mufakat yang dihadiri oleh perwakilan lintas angkatan, Emil Reza Satyagraha secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Ikatan Alumni Cendana (IKA Cendana) untuk periode kepengurusan 2026–2029.

Pertemuan yang berlangsung di Aula SMAN 5 Kota Bengkulu pada Sabtu (1/8/2026) tersebut berjalan dengan penuh semangat kekeluargaan. Forum musyawarah ini menjadi ruang demokrasi bagi para alumni untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan.

Emil Reza, yang merupakan representasi dari alumni angkatan 2002, dinilai oleh para peserta musyawarah memiliki kapabilitas dan rekam jejak yang matang dalam berorganisasi sejak masa sekolah, sehingga layak menakhodai IKA Cendana.

Dalam sambutan perdananya pasca-terpilih, Emil menyampaikan rasa terima kasih atas amanah besar yang dititipkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah merekatkan kembali jejaring komunikasi antar-alumni yang kini tersebar di berbagai sektor dan wilayah.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab bersama. Melalui wadah IKA Cendana ini, kita ingin membangun sinergi yang kuat, tidak hanya untuk internal alumni, tetapi juga bagaimana kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan almamater SMAN 5 Kota Bengkulu,” ujar Emil.

Selain penguatan internal, dalam musyawarah tersebut juga mulai digodok sejumlah program kerja strategis, termasuk rencana besar untuk menggelar Reuni Akbar guna mengumpulkan seluruh generasi alumni Cendana.

Terpilihnya kepengurusan baru IKA Cendana periode 2026–2029 ini diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif, seperti pemberdayaan ekonomi kreatif alumni, bimbingan karier untuk alumni muda, serta aksi sosial kemasyarakatan yang berdampak luas.

Pewarta: Man

Reses di Betungan, Desy Maryani tampung usulan infrastruktur dan BPJS warga

Foto: Foto: Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Desy Maryani, S.H., M.H., saat Selesai reses berdialog langsung dengan warga Kelurahan Betungan dalam agenda Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun 2026, Sabtu (1/8/2026).

news-raflesia-indonesia, Kota Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil III, Dr. Hj. Desy Maryani, S.H., M.H., menggelar Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026.

Kegiatan serap aspirasi yang mencakup wilayah Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu ini mengusung tema “Menyerap dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Kota Bengkulu.”

Agenda jaring aspirasi tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Agustus 2026, dan dipusatkan langsung di Kelurahan Betungan.

Pertemuan ini menjadi wadah penting bagi masyarakat setempat untuk menyampaikan secara tatap muka berbagai usulan pembangunan serta pelayanan publik.

Dalam dialog bersama warga Betungan, keluhan didominasi oleh masalah fisik seperti perbaikan jalan, drainase, hingga penataan bahu jalan.

Selain infrastruktur jalan, warga juga mengusulkan pemasangan baru serta perbaikan lampu penerangan jalan yang selama ini dinilai masih minim.

Tak hanya sektor fisik, masyarakat turut memanfaatkan momentum reses ini untuk meminta peningkatan kualitas dan efisiensi pelayanan BPJS Kesehatan.

Warga menaruh harapan besar agar seluruh aspirasi lingkungan yang disuarakan bisa segera mendapat tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Desy Maryani menegaskan seluruh usulan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan di parlemen.

“Aspirasi terbanyak kali ini berkaitan dengan infrastruktur jalan, drainase, bahu jalan, hingga lampu jalan,” ujar Desy pada Sabtu (1/8/2026).

Desy menyatakan seluruh usulan akan diperjuangkan secara maksimal dengan menyesuaikan skala prioritas serta kemampuan serapan anggaran daerah.

Terkait BPJS Kesehatan, warga berharap jaminan ini bisa mencakup pemeriksaan berkala yang lebih optimal, termasuk akses mudah untuk cek darah.

Mengenai realisasi fisik, srikandi PDI Perjuangan ini menjelaskan sebagian besar usulan tahun-tahun sebelumnya sebenarnya sudah berhasil diakomodasi.

Namun, untuk usulan yang masuk sepanjang tahun 2025 baru terealisasi sebagian akibat adanya keterbatasan plot anggaran dari pemerintah.

Desy juga menjawab kekhawatiran warga soal isu hukum di salah satu dinas yang ditakutkan menghambat jalannya pembangunan di Kota Bengkulu.

“Insya Allah roda pemerintahan tetap berjalan normal sesuai mekanisme, jadi program pembangunan dipastikan tidak akan terganggu,” tegas Desy.

pewarta: Man

Reses Marliadi: Warga Bentiring usul solusi banjir dan jalan Kopri

Foto: Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Marliadi, S.E., saat Selesai mengelar reses, pertanyaan dan usulan dari warga terkait penanganan banjir dan infrastruktur dalam agenda Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026 di wilayah Kopri, Kelurahan Bentiring, Kota Bengkulu 1/8/2026.

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) I, Marliadi, S.E., resmi menggelar Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026. Kegiatan serap aspirasi yang dipusatkan di wilayah Kopri, Kelurahan Bentiring ini, menjadi wadah penting bagi masyarakat setempat untuk menyampaikan berbagai keluhan serta usulan terkait pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka.

Dalam dialog interaktif bersama warga Dapil I yang meliputi Kecamatan Muara Bangkahulu, Teluk Segara, dan Sungai Serut tersebut, persoalan banjir mencuat sebagai aspirasi utama. Salah seorang warga, Ayundah Romi, mempertanyakan kejelasan usulan penanganan banjir dan pembangunan pagar makam yang diklaim sudah berulang kali diusulkan dalam 2 hingga 3 kali Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat kelurahan, namun belum terealisasi.

Ayundah menegaskan bahwa persoalan banjir di wilayahnya menjadi hal yang sangat mendesak akibat adanya pembangunan irigasi yang belum dilanjutkan ke irigasi induk, sehingga air meluap ke pemukiman warga. Ia berharap DPRD Kota Bengkulu dapat bertindak cepat dengan memanggil dinas-dinas terkait guna mencari jalan keluar konkret atas permasalahan yang tak kunjung selesai ini.

Menanggapi hal tersebut, Marliadi menjelaskan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai anggota dewan, pembuatan siring besar di kawasan tersebut awalnya dibuka melalui program PNPM Pasca Bencana. Pihaknya kini sudah berupaya mendorong Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pengerukan di wilayah RT 06, namun proyek tersebut terpaksa terhenti karena sempat tidak diizinkan oleh pemilik lahan setempat.

Menurutnya, saat ini kendala pembuangan air di perumahan Bumi Mas sudah mulai dialihkan dan akan disatukan. Meski demikian, Marliadi mengakui penyelesaian masalah ini tidak bisa dilakukan sekaligus dari ujung ke ujung karena banyaknya dinamika di lapangan, termasuk persoalan lahan.

Ia menambahkan, jika seluruh siring sepanjang sekian kilometer tersebut harus dikeruk dan disemen secara menyeluruh, postur anggaran APBD Kota Bengkulu saat ini diakui belum mampu membiayai pembebasan lahan secara mandiri melalui mekanisme ganti rugi penuh. Oleh karena itu, dukungan kelonggaran lahan dari masyarakat sangat Penting agar pembangunan fasilitas publik ini bisa berjalan lancar.

Marliadi meminta masyarakat untuk sedikit bersabar mengingat penanganan banjir berskala besar membutuhkan waktu dan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Namun, dirinya menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan saat ini pemerintah pusat melalui pemerintah daerah tengah berproses mencari formula terbaik, mengingat wilayah tersebut memang merupakan kawasan tanggul yang dari dulu rawan terdampak banjir.

“Harapannya, meskipun banjir masih terjadi, dampaknya tidak terlalu besar, tidak banyak memakan korban, dan durasinya dapat diminimalkan sehingga lebih mudah diatasi,” ujar Marliadi di sela-sela kegiatan reses yang berlangsung tertib tersebut sembari berjanji akan terus mengawal seluruh usulan warga terkait program utama seperti infrastruktur jalan, drainase, hingga pengadaan lampu jalan.

Selain masalah banjir, masyarakat Kelurahan Bentiring juga memanfaatkan momentum reses ini untuk menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya. Salah satu titik yang mendesak untuk segera dibenahi adalah kawasan Simpang Empat Kopri, di mana pada jam-jam sibuk antrean kendaraan dapat mencapai sekitar setengah hingga satu kilometer sehingga mengganggu mobilitas harian warga.

Sementara itu, Lurah Bentiring, Herli Marlina, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung wakil rakyat di wilayahnya. Ia berharap seluruh usulan prioritas warga, mulai dari penanganan banjir, kelanjutan pembangunan irigasi, penataan jalan, hingga lampu penerangan, dapat diperjuangkan secara sinergis dan direalisasikan bersama oleh Pemerintah Kota Bengkulu dan DPRD Kota Bengkulu.

Pewarta: Man

Mahasiswa KKN UNIB serahkan draf kajian analisis pengelolaan sampah ke kecamatan tanjung kemuning

news-raflesia-indonesia, Kaur – Langkah nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu (UNIB). Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 133 dan Kelompok 134 secara resmi menyerahkan draf Kajian Analisis Pengelolaan Sampah kepada Pemerintah Kecamatan Tanjung Kemuning.

Penyerahan dokumen penting ini dilakukan langsung dalam rangkaian kegiatan Mini Focus Group Discussion (FGD). Agenda diskusi dan penyerahan tersebut berlangsung di Kantor Camat Tanjung Kemuning pada Jumat (24/7/2026) tepat pukul 10.00 WIB.

Melalui penyerahan hasil kajian ini, diharapkan dokumen tersebut dapat menjadi acuan strategis bagi pihak-pihak terkait. Terutama dalam menyusun kebijakan operasional maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien demi memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dalam jangka panjang.

Dalam kegiatan Mini FGD tersebut, hasil kajian dipresentasikan langsung oleh perwakilan masing-masing kelompok, yakni Faqih dari Kelompok KKN 134 dan Adit dari Kelompok KKN 133. Proses pemaparan dan penyerahan ini turut didampingi oleh seluruh anggota kelompok yang sejak awal terlibat dalam pengumpulan data, observasi lapangan, hingga perumusan rekomendasi akhir.

Aksi taktis para mahasiswa KKN UNIB ini mendapat apresiasi positif dari jajaran pemerintah setempat saat menerima draf kajian tersebut. Langkah ini dinilai sebagai wujud kontribusi nyata akademisi dalam membantu instansi daerah memetakan masalah.

Momen penyerahan draf kajian ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam mendukung pemerintah daerah menyelesaikan persoalan riil di tengah masyarakat. Dokumen ini diharapkan tidak sekadar menjadi arsip, tetapi benar-benar diimplementasikan sebagai dasar SOP pengelolaan sampah yang konsisten dan berkelanjutan di Kecamatan Tanjung Kemuning.

rls ( Faqih )

error: Content is protected !!