banner 1000x350

Redaksi

849 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Bareskrim periksa admin kanal Youtube Pandji pragiwaksono terkait dugaan penghinaan suku Toraja

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri memeriksa seorang saksi berinisial SB terkait unggahan video di kanal YouTube milik Pandji Pragiwaksono yang diduga memuat unsur penghinaan terhadap suku Toraja.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan atas laporan masyarakat suku Toraja yang merasa adat istiadatnya dihina atau direndahkan dalam materi pertunjukan stand up comedy yang kemudian diunggah ke platform digital tersebut.

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rizki Prakoso, menjelaskan bahwa saksi SB diperiksa terkait perannya sebagai admin yang mengunggah konten video tersebut pada 8 Juni 2021.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saudara SB selaku admin kanal YouTube yang bersangkutan. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana penghinaan melalui media elektronik,” ujar Kombes Pol Rizki Prakoso.

Dalam pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, penyidik mengajukan sebanyak 33 pertanyaan kepada SB. Materi pemeriksaan mencakup proses pengeditan video, pemberian narasi dan deskripsi konten, hingga penentuan jadwal unggahan.

“Berdasarkan keterangan saksi, proses editing, penulisan narasi, deskripsi, serta waktu unggah dilakukan oleh yang bersangkutan atas perintah dan arahan dari pemilik kanal,” jelasnya.

Diketahui, SB telah bekerja dengan Pandji Pragiwaksono sejak 2010 sebagai editor video, dan sejak 2019 hingga saat ini berfokus sebagai admin kanal YouTube milik komika tersebut.

Kombes Pol Rizki menegaskan bahwa penyidik masih terus mendalami perkara ini dengan mengumpulkan alat bukti serta keterangan tambahan guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Proses penyidikan masih berjalan. Kami mengedepankan profesionalitas dan transparansi dalam menangani setiap laporan masyarakat,” tegasnya. rls

Buku rasa Bhayangkara nusantara hadir di Amerika serikat sebagai instrumen diplomasi kultural Presiden Prabowo

Washington DC — Buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris berjudul Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program resmi hadir di Amerika Serikat. Hari ini, Selasa (18 Februari 2026), buku tersebut diserahkan Dirgayuza setiawan Asisten Khusus Presiden RI di Washington D.C. sebagai bagian dari diplomasi kultural Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang mengedepankan budaya, kepedulian sosial, dan pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia di panggung global.

Buku ini disusun bersama oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, dan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.. Di sela pendampingan kunjungan Presiden RI ke Amerika Serikat, Dirgayuza Setiawan menyerahkan langsung buku tersebut di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Penyerahan diterima oleh Dwisuryo Indroyono Soesilo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.

Kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Washington D.C. melengkapi rangkaian diplomasi kultural Indonesia yang sebelumnya telah mendapat sorotan media massa nasional maupun internasional. Pada Januari 2026, Dirgayuza Setiawan menyerahkan buku yang disusun bersama Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo ini kepada Desra Percaya, Duta Besar RI untuk Inggris, di london 21 Januari 2026.

Tak lama berselang, buku tersebut diperkenalkan di forum global World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), sebagai bagian dari showcase diplomasi Indonesia. Sejumlah media menilai kehadiran buku ini di Davos sebagai pendekatan segar diplomasi Indonesia, yang memadukan kebijakan strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi yang mudah diterima komunitas global.

Dirgayuza Setiawan menegaskan bahwa buku ini kini telah berkembang menjadi instrumen diplomasi negara.

“Buku Rasa Bhayangkara Nusantara sekarang sudah menjadi bagian dari diplomasi kultural Indonesia, mengenalkan kearifan budaya kita dalam program paling monumental Pemerintahan Presiden Prabowo,” ujar Dirgayuza.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan kebanggaannya karena buku yang disusunnya bersama Dirgayuza Setiawan dapat menjangkau berbagai penjuru dunia.

“Alhamdulillah, di tengah kesibukan lawatan Presiden, buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang kami susun bersama dapat hadir di tempat-tempat yang strategis. Setelah diperkenalkan di Kedutaan Besar RI di London, kemudian di forum bergengsi dunia WEF Davos, Swiss, kini buku versi Bahasa Inggris tersebut dapat diakses di Washington D.C., Amerika Serikat. Semoga buku ini menjadi media diplomasi Indonesia, sekaligus semakin mengenalkan gastronomi dan keanekaragaman kuliner Nusantara serta program Asta Cita Presiden kepada dunia,” ujar Dedi Prasetyo di Jakarta, Selasa (18/2/2026).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh berbagai media massa, Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan pengabdian Polri dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG Polri yang tersebar di berbagai penjuru negeri, sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Di dalamnya tergambar keseharian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, mulai dari aktivitas dapur sejak sebelum matahari terbit hingga makanan bergizi diantarkan langsung kepada para penerima manfaat.

Badan Gizi Nasional memandang buku ini sebagai simbol cara baru membangun bangsa, melalui perhatian yang nyata, konkret, dan berkelanjutan terhadap kesehatan dan gizi masyarakat.

Melalui kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Amerika Serikat, Polri menegaskan dukungan penuhnya terhadap diplomasi kultural Presiden Republik Indonesia, memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia, serta menyampaikan pesan bahwa transformasi bangsa dapat dimulai dari nilai-nilai budaya, kepedulian sosial, dan pemenuhan gizi masyarakat. rls

Ketum HIPMI Bengkulu Yosia Yodan suarakan pandangan lanjutkan pembangunan tol di sidang pleno makassar

Ketua Umum BPD Hipmi Yosia yodan Menghadiri sidang dewan pleno badan pengurus pusat (BPP) di Makassar, Minggu 15/2/26

news-raflesia-indonesia, Makasar – Dalam sidang Dewan Pleno Badan pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) yang berlangsung di Makassar, Minggu (15/2), Ketua BPD Hipmi Bengkulu, yosia Yodan Menegaskan Hipmi bukan hanya organisasi Pengusaha Muda, namun juga mitra pemerintah dalam Percepatan Pembangunan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, “HIPMI memiliki peran Penting sebagai jembatan antara aspirasi pengusaha muda dengan arah kebijakan nasional, sehingga mampu menghadirkan gagasan yang memberikan dampak fositif demi kemajuan daerah, ungkap yosia.

Salah satu rekomendasi yang disampaikan Yosia adalah dorongan kepada pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan jalan tol di Provinsi Bengkulu; ia menyoroti bahwa jaringan Tol Trans Sumatera telah terhubung di banyak provinsi, namun Bengkulu baru memiliki satu ruas, yakni Bengkulu–Taba Penanjung dengan panjang sekitar 16,7–17,6 kilometer. Kondisi ini dinilai belum cukup untuk mendukung konektivitas daerah secara optimal.

Yosia menilai konektivitas bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan kunci pemerataan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah. Menurutnya, potensi besar Bengkulu di sektor perkebunan, pertanian, dan UMKM harus didukung akses transportasi yang terintegrasi agar distribusi lebih efisien dan pertumbuhan ekonomi semakin optimal.

“Potensi Bengkulu sangat besar, tetapi harus didukung dengan infrastruktur yang memadai agar produk daerah bisa menjangkau pasar nasional maupun internasional,” ujar Yosia. Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tol akan menjadi Pendorong dalam membuka akses ekonomi dan mempercepat pemerataan pembangunan di Provinsi Bengkulu.

Lebih lanjut, Yosia menegaskan komitmen HIPMI Bengkulu untuk terus menyuarakan kepentingan daerah secara konstruktif. “Kami akan terus menghadirkan gagasan dan menjadi jembatan antara aspirasi pengusaha muda dengan arah kebijakan nasional, demi Bengkulu yang lebih maju dan terhubung,” tutupnya. Pewarta: Man

Marliadi gelar reses perdana 2026, Warga Bengkulu sampaikan aspirasi soal BPJS, Lampu jalan

Foto: Reses pertama masa sidang tahun 2026 digelar oleh anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Marliadi pada Selasa 17/2/2026 di Kelurahan Bentiring Permai

News-raflesia-indonesia, Bengkulu – Reses pertama masa sidang tahun 2026 digelar oleh anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Marliadi. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (17/2) di Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu. Puluhan masyarakat dari Muara Bangkahulu dan Sungai Serut hadir untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Reses ini menjadi ajang dialog terbuka antara wakil rakyat dan warga. Sejumlah isu mencuat, mulai dari minimnya penerangan jalan umum, persoalan jaminan kesehatan melalui BPJS, hingga kebutuhan regulasi perlindungan guru. Aspirasi tersebut disampaikan secara lugas oleh masyarakat yang berharap adanya solusi nyata dari pemerintah daerah melalui peran DPRD.

Kegiatan reses perdana ini digelar pada 17 Februari 2026. Momentum ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan yang sudah lama mereka rasakan, terutama terkait layanan kesehatan dan fasilitas publik. Marliadi menegaskan bahwa reses merupakan wadah resmi untuk menyalurkan aspirasi masyarakat setiap masa sidang.

Acara berlangsung di Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Lokasi ini dipilih agar masyarakat dari dapil terkait dapat hadir dengan mudah dan menyampaikan langsung permasalahan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

Keluhan utama warga adalah layanan BPJS kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sering tidak aktif saat digunakan. Kondisi ini meresahkan karena menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Selain itu, warga juga menyoroti minimnya penerangan jalan yang rawan menimbulkan kecelakaan dan tindak kriminal, serta perlunya perlindungan hukum bagi guru agar lebih aman dalam menjalankan tugas.

Menanggapi hal tersebut, Marliadi menghadirkan pihak BPJS dalam kegiatan reses agar masyarakat mendapat edukasi langsung mengenai mekanisme kepesertaan. Ia juga berjanji menindaklanjuti aspirasi penerangan jalan dalam rapat DPRD serta mendorong percepatan pembahasan Perda perlindungan guru. Menurutnya, koordinasi intensif antara dinas terkait dan BPJS sangat penting agar tidak ada lagi warga yang dirugikan, sementara regulasi perlindungan guru diharapkan segera rampung demi kenyamanan para pendidik. Pewarta: Man.

 

 

Reses perdana 2026, Sudisman serap aspirasi infrastruktur dan lampu jalan di Bengkulu

Foto: Reses Sudisman, S. Sos. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor Camat Ratu Agung, Kota Bengkulu, pada 17 Februari 2026

news-raflesia-indonesia, Bengkulu – Reses pertama masa sidang DPRD Kota Bengkulu tahun 2026 digelar oleh anggota DPRD dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Sudisman, S. Sos. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor Camat Ratu Agung, Kota Bengkulu, pada 17 Februari 2026. Kehadiran Sudisman disambut antusias oleh warga dapil IV yang ingin menyampaikan keluhan dan harapan terkait pembangunan di lingkungan mereka.

Dalam reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, terutama mengenai kebutuhan lampu jalan dan perbaikan infrastruktur drainase. Abdula Ansori, warga RT 01 Kelurahan Sawah Lebar, mengingatkan kembali permintaan 20 titik lampu jalan yang sudah diajukan tiga bulan lalu. Warga berharap agar aspirasi ini segera ditindaklanjuti agar lingkungan lebih aman dan terang.

Reses ini merupakan agenda perdana DPRD Kota Bengkulu di tahun 2026. Sudisman menegaskan bahwa kegiatan reses menjadi wadah resmi untuk menyalurkan aspirasi masyarakat setiap masa sidang. Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut agar masyarakat tidak merasa hanya diberi janji tanpa realisasi.

Acara reses digelar di halaman kantor Camat Ratu Agung, yang menjadi titik kumpul warga dari berbagai kelurahan di dapil IV, termasuk Ratu Samban dan Sawah Lebar. Lokasi ini dipilih agar masyarakat lebih mudah hadir dan menyampaikan langsung permasalahan yang mereka hadapi.

Permasalahan utama yang diangkat warga adalah minimnya penerangan jalan dan buruknya kondisi drainase. Yosep Feri dari Dinas PUPR menegaskan bahwa masalah pendangkalan siring dan sedimentasi akan dimasukkan dalam kegiatan rutin. Warga seperti Jumira juga menyoroti banjir yang kerap terjadi di kawasan MT Bharyono, di mana hujan satu jam saja sudah membuat air masuk ke rumah setinggi betis.

Sudisman merespons Terkait Lampu jalan dan drainase, ia berjanji akan terus mengawal agar perbaikan segera dilakukan. Meski beberapa warga merasa reses sebelumnya hanya sebatas janji, Sudisman menegaskan komitmennya untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan aspirasi masyarakat benar-benar ditindaklanjuti. Pewarta: Man

 

Kapolres Bengkulu Utara tinjau titik rawan abrasi di jalur lintas barat Sumatra

BENGKULU UTARA – Dalam upaya memastikan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat pesisir, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Bengkulu Utara melaksanakan pengecekan langsung terhadap sejumlah titik rawan abrasi di sepanjang Jalan Lintas Barat Sumatra, khususnya di kawasan pesisir, pada hari ini.

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh personel Satuan Lalu Lintas dan Satuan Samapta sebagai bentuk kesiapsiagaan Polres Bengkulu Utara dalam menghadapi potensi gangguan keselamatan lalu lintas akibat abrasi pantai yang berdampak pada badan jalan. Adapun beberapa lokasi yang teridentifikasi rawan abrasi berada di ruas jalan Desa Bintunan, Desa Serangai, dan Desa Selolong di Kecamatan Batiknau, serta Desa Urai dan Dusun Air Sabu, Desa Pasar Ketahun, Kecamatan Ketahun.

Kapolres Bengkulu Utara menyampaikan bahwa pengecekan lapangan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi terkini di lokasi terdampak, sekaligus menentukan langkah cepat yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebagai tindakan preventif, personel Sat Lantas dan Sat Samapta telah melakukan pemasangan police line serta rambu-rambu peringatan di titik-titik yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat melintas di kawasan tersebut, khususnya pada kondisi cuaca ekstrem atau saat air laut pasang. Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen dalam memberikan rasa aman dan menjaga keselamatan bersama,” ucapnya.

Polres Bengkulu Utara juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di jalur pesisir yang berpotensi terdampak abrasi. Dengan sinergi dan kewaspadaan bersama, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

error: Content is protected !!