banner 1000x350

Redaksi

854 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Helmy Yahya dan Sultan Najamudin puji inovasi Kraving Coffee: Ini bukan sekadar warung ngopi

Foto property: news-raflesia-indonesia.my.id

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – PT Yodan Land Group resmi membuka cabang terbaru mereka, Kraving Coffee Sukarami Jumat, 30 Mei 2025 jadi hari spesial buat pecinta kopi di Bengkulu. Setelah sukses dengan Kraving Coffee di Jalan Pangeran Natadirja, kali ini Kraving hadir lebih segar dan inovatif di kawasan Sukarami, Kota Bengkulu.

Acara peresmian berlangsung meriah. Ada momen penandatanganan prasasti oleh Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin sebagai simbol dimulainya babak baru. Tokoh nasional seperti Helmy Yahya, Sekjen BPP HIPMI Dr. Anggawira, serta Ketua Bidang V BPP HIPMI Dr. Anthony Leong turut hadir memberi dukungan penuh.

Tentu saja, tokoh utama dari balik layar, Yosia Yodan, hadir langsung sebagai Direktur Utama PT Yodan Land Group sekaligus Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu. Nggak cuma para pejabat, acara juga dihadiri keluarga besar PT Yodan Land Group: Lili Yodan, Mahmudi Janto, Jingga Markus, Winfrey Eveline, dr. Hadianto Gunawan, hingga anak muda Rio Zhou.

Kraving Coffee ini spesial Karena konsepnya beda dari yang lain: 100% lokal, tapi rasanya siap tanding di panggung global. Dari biji kopi arabika grade 1, gula aren, hingga buah-buahan khas seperti kalamansi, kelapa, dan tebu—semuanya dari kebun sendiri dan petani lokal Bengkulu.

Kolaborasi yang melahirkan Kraving Coffee Sukarami ini juga nggak main-main. Yosia bekerja bareng Anthony Leong dan Rio Zhou untuk membawa semangat baru di dunia kopi. “Kopi ini bukan cuma soal rasa, tapi identitas. Cara kita ngomong ke dunia kalau Bengkulu punya kualitas,” ujar Sultan Bachtiar Najamudin saat beri sambutan.

Foto: property news-raflesia-indonesia.my.id

Sultan juga memberikan pujian khusus untuk Yosia. Katanya, “Saya yakin dia punya potensi besar. Anak muda kayak gini yang kita butuhin.”Hal senada disampaikan Helmy Yahya. “Yosia itu visioner dan pembelajar cepat. Sosok pemimpin yang bakal bikin gebrakan di mana pun dia berada.”

Dijamin bikin jatuh cinta, Ada Sajang Kopi, Tebu Latte, Coconut Milk Latte, Durian Latte, sampai Butterscotch Sea Salt Latte.Semua minuman dikasih sentuhan spesial dengan sirup homemade dari lemon fermentasi, jeruk lokal, dan kalamansi. Rasanya unik dan otentik.

Tim bar Kraving Coffee juga keren banget. Mereka semua udah digembleng langsung oleh Dodi Samsura, juara dunia kopi asal Aceh. Kepala baristanya, Idham Khalik, punya jam terbang tinggi. Mulai dari Indonesia Coffee Academy sampai World of Coffee 2024 di Jakarta udah dilakoninya!

Yosia mengatakan, “Setiap gelas yang keluar dari sini harus punya cerita. Ini soal rasa, kebanggaan, dan identitas Bengkulu.” Kraving Coffee bukan sekadar tempat ngopi, tapi ruang kreatif buat anak muda Bengkulu unjuk karya dan inspirasi.

Para tokoh yang hadir juga sepakat bahwa inisiatif ini memperkuat ekosistem wirausaha muda dan ekonomi kreatif di daerah. PT Yodan Land Group menegaskan komitmen mereka untuk terus melahirkan karya dari tanah Bengkulu, memperkenalkan rasa lokal ke dunia.

Dengan semangat kolaborasi dan rasa bangga, Kraving Coffee Sukarami hadir jadi wajah baru Bengkulu yang siap menembus batas—dari secangkir kopi, untuk dunia.

 

Diresmikan tokoh nasional, Luma Kraving jadi simbol kreativitas anak muda Bengkulu

Foto: istimewa

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id- Jumat (30/5) jadi hari yang ditunggu-tunggu! PT Yodanland Group resmi membuka cabang terbaru Kraving Coffee, yaitu Luma Kraving, di Bengkulu. Grand opening ini menjadi bukti nyata bagaimana anak muda Bengkulu bisa unjuk gigi di industri kuliner dan kopi tanah air.

Peresmian berlangsung meriah dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin dan Ketua DPRD Provinsi Sumardi. Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, juga ikut serta dalam momen pemotongan pita yang menandai dimulainya babak baru ini.

Turut hadir juga Yosia Yodan, Direktur Utama PT Yodanland sekaligus motor utama dari kelahiran Luma Kraving. Tak ketinggalan keluarga besar Yodanland: Lili Yodan, Mahmudi Janto, Jingga Markus, Winfrey Eveline, dr. Hadianto Gunawan, dan Rio Zhou.

Foto Property: news-raflesia-indonesia.my.id

Dalam sesi media, Yosia mengungkapkan bahwa Luma Kraving lahir dari kolaborasi penuh cinta bersama sang istri, Fina, dan rekannya, Ica. “Kami punya talenta yang beda-beda, dan justru itu kekuatannya,” ungkap Yosia penuh semangat.

Sebelumnya, Kraving Coffee sudah lebih dulu hadir di Jalan Pangeran Natadirja dan kini berkembang lewat Luma Kraving di kawasan Sukarami. Kraving Coffee Sukarami juga hasil kerja bareng Yosia, Anthony Leong (BPP HIPMI), dan Rio Zhou. Tim solid, ide kreatif, hasil maksimal.

Luma Kraving dirancang sebagai tempat nongkrong kekinian yang tetap mengangkat kearifan lokal lewat produk kopi asli Bengkulu. Kopinya Arabika grade satu. Gula aren Dari petani lokal. Bahkan tebu, kalamansi, dan kelapa pun dipetik dari kebun sendiri.

“Kami ingin membawa Bengkulu bicara ke dunia lewat rasa,” ujar Sultan B. Najamudin dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan. Sultan juga menyebut Yosia sebagai pemimpin muda berkomitmen tinggi. “Saya yakin dia akan jadi sosok besar di masa depan,” tegasnya.

Tokoh nasional Helmy Yahya pun angkat bicara. “Yosia itu visioner, peniru yang baik, pembelajar cepat, pemimpin masa kini,” puji Helmy.

Signature menu Luma Kraving bukan main, Sajang Kopi, Tebu Latte, Coconut Milk Latte, Durian Latte, hingga Butterscotch Sea Salt Latte. Semua menu dilengkapi sirup homemade dari lemon fermentasi, jeruk kalamansi, hingga citrus lokal yang bikin rasa makin ngena.

Tim baristanya juga dilatih langsung oleh juara dunia kopi, Dodi Samsura. Jadi, rasa tiap cangkir nggak main-main, Head Bar Kraving Coffee, Idham Khalik, membawa pengalaman dari berbagai pelatihan nasional dan internasional ke meja seduhnya.

Yosia menegaskan, “Kami nggak cuma jual kopi, tapi cerita. Setiap tegukan harus punya makna dan rasa bangga jadi orang Bengkulu.”

Dengan semangat lokal, dukungan tokoh nasional, dan tim solid, Luma Kraving siap jadi ruang kreatif yang menyambungkan Bengkulu ke dunia.

 

Gandeng tokoh nasional, PT Yodanland resmikan sekolah bertaraf global di Bengkulu

Foto Property: news-raflesia-indonesia.my.id

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id – Suasana penuh semangat dan kemeriahan menyelimuti acara peresmian proyek strategis PT Yodanland Group di Bengkulu, Jumat pagi (30/5). Lokasinya berada di Jalan Kapuas Raya, tempat berdirinya Middle School HighScope Indonesia Bengkulu yang kini resmi diluncurkan.

 

Peresmian sekolah berstandar internasional ini dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPD RI, H. Sultan Bakhtiar Najamudin, lewat penandatanganan prasasti yang disambut tepuk tangan meriah para undangan.

 

“Momen ini menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan di Bengkulu, karena Middle School HighScope Indonesia merupakan sekolah pertama di provinsi tersebut yang mengusung kurikulum STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) dan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).”

 

acaranya dihadiri tokoh-tokoh penting, Mulai dari owner Luma Kraving: Winfrey Eveline, Icha Stevani, hingga Evina Aprilia Hova. Plus, ada juga tokoh nasional Helmy Yahya dan perwakilan dari HIPMI serta REDEA Institute.

 

Tamu kehormatan lainnya antara lain Bupati Bengkulu Tengah, unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, perwakilan Polda dan Polres, serta keluarga besar PT Yodanland Group yang tampil kompak dan penuh antusias.

Foto Property: news-raflesia-indonesia.my.id

sekolah ini mengusung sistem kelas klaster multi-usia, fokus pada pembentukan karakter, kolaborasi, dan kepemimpinan sejak dini.

Menurut Sultan B. Najamudin, pendidikan anak usia dini itu krusial. “Kalau mau Indonesia Emas 2045, kita harus mulai dari anak-anak sekarang. Gizi, pendidikan, dan stimulasi adalah kuncinya,” tegasnya dalam sambutan.

Yosia Yodan, Dirut PT Yodanland Group, menyampaikan bahwa sekolah ini lahir dari semangat kolaborasi. “Anak-anak Bengkulu butuh tempat untuk tumbuh dengan kepercayaan diri,” ujarnya penuh harapan.

Yosia juga menegaskan bahwa kolaborasi adalah DNA zaman sekarang. “Saya percaya kerja sama dengan teman-teman yang satu visi bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.

Helmy Yahya, tokoh nasional yang dikenal visioner, memuji langkah berani PT Yodanland. “Ini bukan sekadar investasi properti. Ini investasi masa depan bangsa,” katanya.

Helmy juga menyebut bahwa membangun sekolah internasional di daerah adalah langkah revolusioner. “Kualitas pendidikan menentukan kualitas hidup ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggawira dan Anthony Leong dari HIPMI menyoroti pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pendidikan. “Perlu lebih banyak pengusaha yang peduli dunia pendidikan,” ucap mereka.

Wahyuni Ratna Lingga dari REDEA Institute menambahkan bahwa kehadiran HighScope Bengkulu bisa membuka akses lebih luas untuk pendidikan berkelas di daerah.

Sekolah ini juga turut membuka lapangan pekerjaan. Yosia menyebut 90% dari 450 karyawan PT Yodanland Group adalah anak muda asli Bengkulu. “Ini kebanggaan dan tanggung jawab,” katanya.

Rezita Ayu Febriani, Kepala Sekolah Middle School HighScope, menyampaikan bahwa sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat tumbuh. “Kami mendampingi siswa berkembang sesuai potensi unik mereka,” jelasnya.

Rezita optimis lulusan pertama nanti akan siap lanjut ke jenjang yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.

Acara peresmian ini bukan hanya selebrasi, tapi simbol perubahan. Bengkulu kini punya harapan baru lewat pendidikan bertaraf global. Semua pihak berharap, ini jadi awal dari masa depan yang lebih cerah.

 

 

Kapolda Bengkulu salurkan 5.000 paket bantuan kemanusiaan dari Kapolri untuk korban gempa bumi

Foto: istimewa

Bengkulu, 29 Mei 2025 – Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., (tautan tidak tersedia), menyerahkan 5.000 paket bantuan kemanusiaan dari Kapolri kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Bengkulu. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di Perumahan Betungan Rafflesia Asri, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Foto: istimewa

Paket bantuan kemanusiaan yang diserahkan berisi berbagai kebutuhan pokok dan makanan ringan, seperti beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, susu kental manis 1 kaleng, mie instan 4 pcs, biskuit 1 pcs, dan teh celup 1 pcs. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa bumi dan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari pascabencana.

Bantuan ini secara simbolis diterima oleh Lurah Betungan, Bapak Nanto Sinarman, ST, yang mewakili masyarakat Perumahan Rafflesia Asri. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Nanto Sinarman, ST, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Kapolda Bengkulu menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bentuk nyata empati dan kepedulian Kapolri terhadap masyarakat Bengkulu yang terdampak gempa bumi. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan membantu proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat yang terdampak gempa bumi dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Penyerahan bantuan ini juga dihadiri oleh pejabat utama Polda Bengkulu, Ketua Bhayangkari Daerah Bengkulu, Kapolresta Bengkulu, dan tamu undangan lainnya. Kegiatan ini merupakan salah satu contoh kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan. RLS

HIPMI Bengkulu temui Wapres Gibran: Dorong sinergi pusat-daerah untuk ekonomi daerah

Foto: istimewa

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id-Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pertemuan yang berlangsung pada Rabu (28/5/2025) antara jajaran pengurus BPD HIPMI Bengkulu dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Pertemuan tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara organisasi pengusaha muda daerah dengan pemerintah pusat.

”Hari ini kami bersyukur jajaran pengurus BPD HIPMI Bengkulu dapat bertemu dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. BPD HIPMI Bengkulu mengapresiasi kedatangan Wapres, yang tentunya tidak terlepas dari peran penting Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Pertemuan ini bertujuan untuk kembali menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara BPD HIPMI Bengkulu dan pemerintah. Dengan kolaborasi yang solid, program-program dari pusat ke daerah dapat berjalan secara efektif,” ujar Yosia Yodan di Hotel Mercure, Bengkulu.

Foto: istimewa


‎Yosia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus HIPMI di tingkat pusat dan daerah agar pelaksanaan program dapat saling mendukung dan berkelanjutan. Menurutnya, HIPMI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Provinsi Bengkulu.

‎Selain pertemuan dengan Wapres Gibran, kehadiran Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bahtiar Najamudin, serta Anggota DPD RI, Destita Khairilisani, turut menjadi perhatian dalam kunjungan ke Bengkulu kali ini. Yosia menilai sinergi antara tokoh-tokoh nasional tersebut sangat penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah.

‎“Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Provinsi Bengkulu, bersama Ketua DPD RI Sultan Bahtiar Najamudin dan Anggota DPD RI Destita Khairilisani, diharapkan dapat memberikan dukungan konkret kepada Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan,” ungkap Yosia.

‎Salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah persoalan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bengkulu. Menurut Yosia, dengan dukungan dari pemerintah pusat dan anggota DPD RI, diharapkan kondisi pasokan BBM di Bengkulu dapat kembali stabil dan kondusif.

‎“Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan stok BBM di Provinsi Bengkulu dapat kembali terjaga. Hal ini penting untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” tutup Yosia.

‎Pertemuan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan yang merata, sekaligus menjadi motivasi bagi pengusaha muda di Bengkulu untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. Rls

Kisah kopi Lestari: UMKM binaan BI yang menginspirasi.

Rejang Lebong, news-raflesia-indonesia.my.id – Di balik harum secangkir kopi premium Coffee Lestari, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh semangat dan ketekunan.

Supriadi, pemilik usaha kopi asal Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, membuka kisah hidupnya di hadapan para wartawan ekonomi yang berkunjung dalam agenda capacity building Bank Indonesia, Minggu (25/5).

Kisahnya dimulai tahun 2012. Saat itu, Supriadi hanyalah buruh harian bangunan yang memutuskan banting setir mencoba usaha kopi meski tanpa pengalaman.

Awal usahanya tidak mudah. Menjual 10 kilogram bubuk kopi pun sulit. Ia bahkan harus rela meminum sendiri produk yang tak laku terjual.

Tak patah semangat, ia mulai menitipkan kopi ke warung-warung sekitar. Strateginya sederhana: jika rasanya cocok, pelanggan akan datang kembali.

Setelah tiga tahun menabung, Supriadi membeli alat roasting kayu sederhana seharga Rp40 juta. Alat itu jadi titik awal peningkatan kualitas dan produktivitas.

Tahun 2016 menjadi titik balik. Ia bertemu Anton, perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, saat kunjungan ke Curup. Pertemuan itu membuka jalan kemitraan.

Melihat potensi besar, Bank Indonesia mulai mendampingi Coffee Lestari sebagai UMKM binaan. Dukungan itu meliputi pelatihan, promosi, dan penguatan usaha.

Kini, Coffee Lestari memiliki 16 mitra petani yang rutin memasok biji kopi. Produknya berkembang menjadi tiga varian unggulan: Sintaro 1, Sintaro 2, dan Kopi Hensen.

Puncak pengakuan datang saat Coffee Lestari tampil di World of Coffee Jakarta 2025. Di sana, produknya meraih penilaian terbaik kedua dari seluruh peserta UMKM binaan BI.

Bagi Supriadi, kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah lambang perjuangan hidup dan simbol harapan yang diseduh dengan penuh cinta dan konsistensi.

“Saya percaya, selama kita bertahan dan jujur pada proses, hasil tak akan mengkhianati. Dari kopi, saya belajar hidup,” pungkas Supriadi dengan senyum penuh syukur.

error: Content is protected !!