banner 1000x350

Redaksi

853 KIRIMAN 0 KOMENTAR

“Plt Gub Bengkulu menegaskan pada GM Pelindo agar action secepatnya”

Jumat 27/12 Plt Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, bersama sejumlah pihak seperti Kapolda, Danlanal, Basarnas, KSOP, dan Pelindo, meninjau langsung kondisi alur pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan, menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas ekspor-impor. Kedalaman alur yang sebelumnya berkisar antara 7–11,5 meter kini menyusut drastis menjadi hanya sekitar 1,5 meter, bahkan sebagian kolam breakwater sudah berubah menjadi daratan pasir.

Rosjonsyah menyampaikan bahwa kondisi ini membuat kapal-kapal besar tak lagi bisa memasuki pelabuhan. Akibatnya, tergangu distribusi jalur laut pasokan kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak terganggu, sementara ekspor seperti batubara, cangkang sawit, dan hasil laut turut terhambat. “Dulu ekspor batubara bisa mencapai 10 juta ton per tahun, tapi kini hanya 3 juta ton dan itu pun harus diangkut ke tengah laut menggunakan tongkang,” ungkap Rosjonsyah. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah setiap tahun.

Sebagai langkah konkret, Rosjonsyah menegaskan pada GM Pelindo agar action secepatnya. agar Januari 2025 sudah ada kegiatan pengerukan. Sebelum tinjauan ke lapangan, rapat koordinasi yang dihadiri berbagai pihak terkait telah digelar di kantor Pelindo untuk membahas solusi atas masalah ini.

Rosjonsyah menegaskan bahwa pemulihan alur pelabuhan Pulau Baai menjadi prioritas untuk mengembalikan aktivitas perdagangan expor impor ke Bengkulu. Ia juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, untuk bekerja sama demi mendukung pemulihan ekonomi daerah. ” tutupnya.

 

 

 

Wisuda STIA Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi: 425 Lulusan Didorong untuk Tidak Pilih-Pilih Kerja.

Pada tanggal 24 Desember 2024, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) menggelar acara wisuda di Hotel Horizon Bengkulu. Sebanyak 425 lulusan dari Program Studi Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis diwisuda pada acara yang penuh kebahagiaan ini. Dea Ananda, salah satu wisudawati, meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.96 tertinggi. Acara ini dihadiri oleh para wisudawan, keluarga, dan tamu undangan lainnya.

Gubernur Bengkulu memberikan sambutan melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Syarif. Dalam sambutannya, Syarif menekankan pentingnya bagi para wisudawan dan wisudawati untuk tidak terlalu memilih pekerjaan. “Jangan hanya menginginkan pekerjaan di ruangan ber-AC, gedung mewah, dengan gaji besar. Saat ini, Provinsi Bengkulu memiliki sekitar 9 ribu perusahaan dengan ekonomi yang didorong oleh sektor perkebunan, pertanian, dan pertambangan yang umumnya tidak menyediakan ruang ber-AC,” ujar Syarif.

Lebih lanjut, Syarif menjelaskan bahwa lowongan pekerjaan yang tersedia saat ini umumnya berada di lapangan. Dia berpesan agar para wisudawan memulai karier mereka dari yang biasa, dari nol, untuk mengejar pengalaman meskipun harus bekerja di lapangan. “Mudah-mudahan setelah mendapatkan pengalaman beberapa tahun, kalian bisa bekerja di ruangan ber-AC,” tambahnya.

Di luar ruangan wisuda, Syarif juga mengungkapkan bahwa rata-rata wisudawan yang menganggur adalah karena terlalu memilih pekerjaan. Pengangguran dipropinsi Bengkulu masih dibawah rata-rata Nasional, tingkat pengangguran tertinggi di Provinsi Bengkulu terdapat di Kota Bengkulu, karena jumlah penduduknya yang lebih banyak. “Kami berharap para lulusan ini dapat memanfaatkan peluang yang ada dan tidak terlalu memilih-milih dalam mencari pekerjaan,” ujarnya.

Acara wisuda ini diakhiri dengan pemindahan Samir toga kepada para lulusan dan sesi foto bersama dengan pihak akademik dan tamu undangan. Dengan harapan besar, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi positif bagi pembangunan dan kemajuan Provinsi Bengkulu.

Bank Bengkulu dan BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama Perluas Kanal Pembayaran Iuran

Bank Bengkulu resmi menjalin kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama. Langkah ini bertujuan untuk memperluas kanal pembayaran iuran, guna mempermudah akses pekerja dan pemberi kerja dalam menjalankan kewajiban mereka terkait jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kerjasama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Bengkulu, Beni Harjono, yang menjelaskan bahwa para peserta BPJS Ketenagakerjaan kini dapat melakukan pembayaran iuran dengan lebih mudah melalui berbagai saluran yang disediakan oleh Bank Bengkulu, seperti counter, teller, ATM, dan layanan mobile banking. Keberadaan kanal-kanal ini memberikan kemudahan bagi pekerja dan pemberi kerja untuk mengakses layanan BPJS secara efisien dan tepat waktu.

Menurut Beni Harjono, kehadiran beragam pilihan pembayaran melalui layanan Bank Bengkulu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pekerja dan pemberi kerja, untuk melakukan pembayaran iuran dengan tepat waktu. Ini juga diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kelancaran operasional BPJS Ketenagakerjaan serta pemerataan perlindungan jaminan sosial di Indonesia.

Lebih lanjut, Beni menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk dukungan nyata Bank Bengkulu terhadap program pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan solusi keuangan yang holistik bagi para pekerja. “Kami percaya bahwa kemudahan pembayaran iuran ini dapat mendorong lebih banyak pekerja dan pemberi kerja untuk memanfaatkan layanan jaminan sosial secara maksimal,” ujar Beni.

Selain itu, kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan menjadi inisiatif bisnis baru bagi Bank Bengkulu. Dengan adanya berbagai fasilitas yang memudahkan transaksi, Bank Bengkulu optimis bahwa kerja sama ini dapat menarik lebih banyak nasabah dan meningkatkan volume transaksi di masa depan.

Sebagai lembaga keuangan yang memiliki komitmen terhadap masyarakat, Bank Bengkulu juga mengungkapkan bahwa mendukung program pemerintah untuk memperluas jangkauan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan adalah salah satu prioritas mereka. Dengan kemitraan ini, Bank Bengkulu ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang bekerja di sektor informal.

Bank Bengkulu berharap agar kerjasama ini dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi perkembangan layanan BPJS Ketenagakerjaan dan juga masyarakat Indonesia.(adv), (RLS)

Partai Golkar Gelar Sarasehan untuk Penguatan Pemahaman Politik Kader

Senin 23 Desember 2024 Partai Golkar mengadakan Sarasehan dengan tema Penguatan Pemahaman Politik kader dan arah Kebijakan Partai di Hotel Pasir Putih Resort Kota Bengkulu, Turut Hadir ketua Golkar Kota Patriana Sosialinda, Anggota DPRD provinsi dari Partai Golkar Samsu Amanah, dan Kader-kader golkar, Acara berjalan dengan Lancar dan Sukses.

Acara Dibuka dengan Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Kader-kader Golkar antusias Menghadiri dan Mengikuti Acara Sarasehan Partai Golkar dengan Semangat.

“Plt Gubernur Bengkulu Serahkan Penghargaan ke 15 UMKM

Senin (23/12/2024), di Hotel Adeva, Bengkulu. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, menyerahkan penghargaan Sidhakarya dan Penghargaan K3 Terbaik Tahun 2024 dalam acara yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Rosjonsyah memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM dan IKM penerima penghargaan, sembari menekankan pentingnya kontribusi mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu di tahun 2025, dengan target peningkatan sebesar 8%.

“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada penerima penghargaan. Kita mengarahkan ekonomi Bengkulu, khususnya dari sektor UMKM, untuk tumbuh hingga 8% di tahun 2025. Mulai dari mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai ekonomi, hingga mendorong UMKM agar masuk ke era digitalisasi dan memanfaatkan platform elektronik. Pola seperti ini harus terus kita pertahankan,” ujar Rosjonsyah.

Sebanyak 15 UMKM dan IKM menerima penghargaan atas inovasi dan terobosan yang telah mereka lakukan, yang dinilai berhasil memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Syarifudin, menambahkan bahwa Bengkulu telah mendapatkan berbagai penghargaan nasional dalam kategori perusahaan kecil dan UMKM sejak tahun 2017.

“Sebagai informasi, sejak tahun 2017, 2019, 2021, 2023, dan Insyaallah 2025, kita selalu meraih penghargaan nasional berkat inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh UMKM kita,” kata Syarifudin menutup sambutannya.

Acara ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku UMKM dan IKM Bengkulu untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Provinsi Bengkulu Raih Dana Insentif Karbon Rp 11,8 Miliar

Perubahan iklim memengaruhi suhu bumi, ekosistem hingga sumber daya alam. Untuk itu berbagai upaya sterategis dilakukan dalam mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Implementasi perlindungan kawasan hutan melalui pengelolaan yang kolaboratif, integratif dan melibatkan peran aktif masyarakat lokal di tingkat tapak.

Melalui skema Results Based Payment (RBP) Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Green Climate Fund (GCF) atau dikenal juga sebagai Dana Iklim Hijau, menyetujui proposal pemerintah Indonesia untuk mengakses dana pembayaran berbasis hasil. Provinsi Bengkulu sendiri mendapatkan insentif karbon sebesar $ 757.255 atau sekitar Rp 11,8 miliar.

Dana tersebut dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Lembaga Perantara (Lemtara) guna memastikan transparansi, akuntabilitas pengelolaan dana, pemantauan pelaksanaan rencana kegiatan, serta evaluasi hasil program.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, saat membuka Kick Off Program RBP REDD+ For Result Period 2014-2016 Green Climate Fund, bertempat di Hotel Nala Sea Side, Senin (23/12/2024) mengatakan, program ini fokus pada upaya pengurangan deforestasi dan degradasi hutan. Peningkatan keanekaragaman hayati, serta penguatan penghidupan masyarakat secara berkelanjutan. Pelaksanaannya sendiri akan dilakukan oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu.

“Kita, Provinsi Bengkulu mendapatkan bantuan 11 miliar yang akan digunakan untuk reboisasi hutan-hutan yang rusak. Dan itu memang sangat dibutuhkan, karena cuaca ekstrem sehingga harus upaya pencegahan dan penanaman kembali area hutan untuk pengurangan emisi rumah kaca,” papar Rosjonsyah, Sementara itu Direktur KKI Warsi, Adi Junaedi mejelaskan, upaya wujudkan Nationally Determined Contributions (NDC) melalui tata kelola hutan yang berkelanjutan dan aksi kolaboratif bersama masyarakat.

“Posisi KKI Warsi di sini sebagai perantara antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kemudian Gubernur Bengkulu menunjuk DLHK sebagai leading sector, jadi kita intensif kerja sama dengan DLHK mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, sampai ke monitoring dan evaluasi,” demikian Adi”.

error: Content is protected !!