banner 1000x350

Redaksi

971 KIRIMAN 0 KOMENTAR

BPD HIPMI Bengkulu Gandeng BEI dan Phintraco Sekuritas, Dorong Pengusaha Lokal Go Public

Bengkulu, news-raflesia-indonesia.my.id  – Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, bersama jajaran pengurus menggelar audiensi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu serta PT Phintraco Sekuritas di HIPMI Corner, Sukarami, Kota Bengkulu. Pertemuan ini bertujuan membangun kolaborasi dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong pengusaha lokal untuk melantai di bursa saham melalui Initial Public Offering (IPO).

Dalam pertemuan tersebut, Yosia Yodan menyampaikan bahwa hasil audiensi ini menjadi peluang besar bagi para pengusaha muda di Bengkulu.

“Ketika ada momentum, kita harus bersama-sama melihatnya sebagai kesempatan yang berharga. Momentum seperti ini tidak datang dua atau tiga kali dalam hidup kita,” ujar Yosia, Kamis (20/3/2025).

Menurutnya, kerja sama antara BPD HIPMI Bengkulu, BEI, dan PT Phintraco Sekuritas akan diwujudkan dalam bentuk pendirian Galeri Investasi BEI. Selain itu, salah satu pengurus BPD HIPMI Bengkulu juga akan mendapat pembinaan untuk mempersiapkan perusahaannya melakukan IPO, mulai dari tahap awal hingga akhir.

“Ini adalah era kolaborasi. Jika nanti perusahaan dari Bengkulu berhasil IPO, hal ini bisa menjadi contoh bagaimana teman-teman pengusaha bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas. Pengusaha harus terus berjuang, membangun relasi, serta tetap semangat. HIPMI Bengkulu harus bersatu untuk kemajuan bersama,” tegas Yosia.

Kepala Kantor BEI Perwakilan Bengkulu, Marina Rasyada, menyambut baik audiensi ini dan menegaskan pentingnya kerja sama untuk memajukan perekonomian daerah.

“Kami berkolaborasi dengan BPD HIPMI Bengkulu dalam pendirian Galeri Investasi, yang nantinya diharapkan dapat menjadi pusat diskusi sekaligus wadah mencetak pengusaha-pengusaha baru yang paham pasar modal,” ujar Marina.

Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan sangat penting agar semakin banyak pengusaha yang memahami manfaat pasar modal. Hingga saat ini, belum ada perusahaan asli Bengkulu yang melantai di bursa saham. Oleh karena itu, BEI Bengkulu berharap ada perusahaan dari BPD HIPMI Bengkulu yang dapat menjadi pionir dalam melantai di bursa efek.

“Jika ada perusahaan Bengkulu yang berhasil IPO, ini akan menjadi langkah awal yang besar. Selain meningkatkan daya saing, hal ini juga akan menarik minat investor untuk menanamkan modal di perusahaan lokal,” tambahnya.

Phintraco Sekuritas Dorong Pengusaha Bengkulu Naik Kelas

Andre Mahardika Sinudarsono, Head of Sales PT Phintraco Sekuritas, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian Bengkulu. Ia sependapat dengan Ketua BPD HIPMI Bengkulu bahwa sudah saatnya pengusaha daerah naik kelas melalui pasar modal.

“Selain meningkatkan literasi keuangan, kami juga ingin memperkenalkan IPO sebagai pilihan strategis bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Pasar modal bukan hanya tentang jual beli saham, tetapi juga mencakup IPO, obligasi, reksadana, dan instrumen keuangan lainnya,” jelas Andre.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa edukasi mengenai pasar modal harus terus diperluas agar masyarakat, khususnya pengusaha muda, dapat memahami berbagai peluang investasi yang ada. Dengan adanya Galeri Investasi BEI yang akan didirikan, diharapkan minat dan pemahaman terhadap pasar modal di Bengkulu dapat semakin meningkat.

Kolaborasi antara BPD HIPMI Bengkulu, BEI, dan PT Phintraco Sekuritas ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan literasi keuangan serta membuka peluang bagi pengusaha Bengkulu untuk berkembang melalui pasar modal. Dengan adanya Galeri Investasi BEI dan dukungan bagi pengusaha yang ingin IPO, diharapkan semakin banyak perusahaan lokal yang dapat bersaing di tingkat nasional.

Melalui sinergi ini, HIPMI Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong para anggotanya agar berkembang dan naik kelas. Dengan semangat kolaborasi, para pengusaha di Bengkulu diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperluas bisnis dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

BI Bengkulu Gelar Sarasehan: Sinergi Moneter dan Fiskal untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menggelar sarasehan bertema “Sinergi Moneter dan Fiskal: Mewujudkan Transformasi Ekonomi Bengkulu untuk Stabilisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” pada 21 Maret 2025. Acara yang berlangsung di Two K azana style hotel km 6,5 Kota Bengkulu ini dihadiri Sarasehan ini dihadiri Kepala OJK, Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, Kepala BPS, BPKP, Pimpinan Perbankan, Akademisi, Forkopimda, HIPMI, OPD dan perwakilan mahasiswa.

Dalam forum ini, Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menekankan pentingnya kolaborasi antara kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar ekonomi Bengkulu tetap stabil dan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global maupun domestik,” ujar Wahyu.

Ia juga menyoroti bagaimana kebijakan fiskal yang tepat dapat membantu menekan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, strategi ekonomi yang inovatif terus dikembangkan untuk mendukung sektor usaha dan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bengkulu, RA Denny, menyampaikan bahwa perekonomian Bengkulu terus mengalami perkembangan yang positif. Salah satu pencapaian signifikan adalah tercapainya kesepakatan dalam pengelolaan Pelabuhan Pulau Baai, yang sebelumnya menghadapi berbagai tantangan dalam hal infrastruktur dan distribusi barang.

“Dulunya, banyak hambatan dalam pembahasan pengembangan Pelabuhan Pulau Baai. Namun, kini telah disepakati langkah-langkah revitalisasi, sehingga pelabuhan ini dapat menjadi pusat distribusi utama bagi komoditas unggulan seperti sawit dan batubara. Ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah,” jelasnya.

Topik lain yang menjadi sorotan dalam sarasehan ini adalah peran digitalisasi ekonomi dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM). Menurut Wahyu Yuwana Hidayat, transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan perekonomian Bengkulu semakin kuat dan berdaya saing. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memastikan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Bengkulu di masa depan.

 

RUPS Tahunan 2024: Bank Bengkulu laporkan kinerja positif dan perubahan susunan direksi

news-raflesia-indonesia.my.id – PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu terus menunjukan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Bank Bengkulu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2024 dan RUPS lainnya bertempat di Aula Moechtar Azehari Graha bank Bengkulu lantai 7 yang dihadiri oleh Pemegang saham yang terdiri dari Gubernur Bengkulu selaku PSP, Direktur bjb, seluruh kepala daerah Kabupaten dan Kota, dan Pemegang Saham seri B.

bank Bengkulu  membukukan kinerja keuangan positif Sepanjang tahun 2024 dengan total aset bank Bengkulu  tumbuh 14,54% (yoy) menjadi Rp. 10.35 Triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp. 9.042 Triliun dan bank Bengkulu  berhasil mencatatkan Laba Bersih audited Sebesar Rp.100,34 miliar. Kemudian dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun bank Bengkulu  meningkat 16,17% menjadi Rp. 8.20 Triliun dari periode 2023 yang berada di angka Rp. 7.06 Triliun. Performa kinerja bank bengkulu  tahun 2024 dicerminkan juga dengan nilai rasio ROA (Return on Asset) sebesar 1,29 % , nilai rasio ROE (Return On Equity) sebesar 7.39%, dan nilai rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 25,13% seiring dengan penguatan permodalan industri perbankan khususnya

bank Bengkulu  yang per 31 Desember 2024 total modal inti adalah sebesar Rp. 1.46 Triliun.

bank Bengkulu  terus berfokus pada transformasi yang melibatkan perbaikan dalam tata Kelola Perusahaan dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi landasan yang penting dalam meningkatkan governance structure, governance process, dan governance outcome. Hal ini tercermin dalam hasil penilaian Tingkat Kesehatan bank bengkulu  berada pada peringkat 2, yang mengindikasikan bahwa secara umum bank Bengkulu  berada dalam kondisi yang sangat sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negative yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan factor eksternal lain. Sedangkan pada sisi bisnis, bank Bengkulu  terus bersinergi untuk memperluas dan mengoptimalkan jaringan bisnis ke instansi vertikal, serta berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan inovasi layanan digitalisasi, mendorong peningkatan kredit yang berkualitas dan penghimpunan dana masyarakat serta berkomitmen untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang mendukung prinsip berkelanjutan.

Dalam hal penguatan permodalan dukungan stage holder dan sinergi kelompok usaha bank (KUB) bersama bank bjb telah berjalan secara efektif dalam berbagai aspek antara lain kolaborasi bisnis, integrasi IT Sistem, Sinergi Digitalisasi, kolaborasi produk syariah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyelarasan untuk penguatan kebijakan perbankan yang mendorong inovasi dan pertumbuhan kinerja bank. Berbagai layanan dan produk bank bengkulu  akan terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan keunggulan produk agar Masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan perbankan untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Dalam RUPS Tahun Buku 2024 ini disampaikan juga Laporan pertanggung jawaban kinerja bank Bengkulu  tahun buku 2024, sementara dalam materi RUPS lainnya terdapat perubahan anggaran dasar dan perubahan susunan pengurus bank bengkulu yang langsung disampaikan oleh Gubernur Bengkulu selaku Pemegang Saham Pengendali yang setelah RUPS ini jumlah anggota Direksi Bank Bengkulu yang seharusnya berjumlah empat orang yaitu Direktur Utama, Direktur Bisnis, Direktur Kepatuhan, dan Direktur Operasional dan berdasarkan RUPS hari ini hanya berisikan sdr. Iswahyudi selaku Direktur Bisnis dan Sdr. Mulkan selaku Direktur Operasional. Sedangkan kekosongan jabatan Direktur Utama dan Direktur kepatuhan dalam wawancara dengan media di lobby bank Bengkulu Pemegang Saham Pengendali menyebutkan pelaksana tugas Direktur Utama dirangkap oleh Sdr. Iswahyudi yang saat ini menjabat Direktur Bisnis. (ADV)

BPD HIPMI Bengkulu mendukung program hilirisasi Presiden Prabowo dan siap berkolaborasi bersama menteri Bahlil Lahadalia

Yosia yodan Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu bersama Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia.

News-raflesia-inonesia.my.id, Jakarta – Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan pentingnya kolaborasi dan hilirisasi dalam mendorong kesejahteraan bangsa.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Silaturahmi dan Buka Puasa Keluarga Besar HIPMI bersama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan BPP HIPMI (Ketua Umum HIPMI 2015-2019).
Acara ini mengusung tema “Energi & Hilirisasi untuk Kesejahteraan Bangsa” dan berlangsung di Kediaman Rumah Dinas Menteri ESDM, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Maret 2025.

Ia juga menekankan bahwa anak muda harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Ditambahkannya bahwa HIPMI memiliki visi dan misi yang selaras dengan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

“Kita harus bisa bersatu dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem yang positif. Anak-anak muda di seluruh provinsi, khususnya di Bengkulu, harus menjadi pelaku utama dalam memajukan ekonomi daerahnya,” kata Yosia di Bilangan Kuningan Jakarta Selatan.

Menurutnya, pengusaha muda harus memiliki semangat inovasi dan keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan, terutama dalam sektor hilirisasi dan energi.

Dengan adanya kepemimpinan yang solid di HIPMI, ia optimistis bahwa para pengusaha muda dapat berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Kendati demikian ia menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor, baik antara pengusaha dengan pemerintah, maupun sesama pengusaha muda. Menurutnya, ekosistem positif yang dibangun melalui kolaborasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Kami dari HIPMI Bengkulu hadir dengan 10 hingga 15 perwakilan kepengurusan. Ini menunjukkan bahwa pengusaha muda Bengkulu siap untuk berkolaborasi dan berkembang bersama. Dengan kerja sama antara daerah dan pusat, kita dapat menciptakan peluang-peluang baru yang lebih luas,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa anak muda harus percaya diri dalam mengambil peran di berbagai sektor industri. Dengan bekal pendidikan, pengalaman, dan jejaring yang kuat, mereka dapat bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Dikesempatan tersebut, Yosia mengajak seluruh pengusaha muda untuk terus bergerak maju dan bersinergi dalam membangun Indonesia. Ia percaya bahwa dengan semangat kebersamaan, tantangan yang ada dapat diatasi dan peluang baru dapat tercipta.

“Kita punya masa depan yang sama, dan kita harus bersatu untuk memajukan profesi yang kita cintai. Dengan semangat kolaborasi, anak muda Bengkulu dan Indonesia bisa menunjukkan bahwa kita mampu bersaing dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Dengan semakin banyaknya anak muda yang terlibat dalam dunia usaha dan sektor hilirisasi, harapan untuk menciptakan Indonesia yang lebih maju dan mandiri semakin nyata. HIPMI, sebagai wadah bagi para pengusaha muda, terus berperan dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berdaya saing tinggi. rls

 

Yosia yodan ketum BPD HIPMI Bengkulu dukung UMKM Indonesia tembus pasar china melalui road to CAEXPO 2025

Ketum umum BPD Hipmi Bengkulu Yosia yodan bersama pengurus terutama Ketua Bidang IV Perindustrian dan Perdagangan Azwar Anas menghadiri agenda Road to CAEXPO

Jakarta, news-raflesia-indonesia.my.id – Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu, Yosia Yodan, bersama pengurus terutama Ketua Bidang IV Perindustrian dan Perdagangan Azwar Anas menghadiri agenda Road to CAEXPO: UMKM Bisa Ekspor ke China! yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan tersebut, Yosia Yodan menyampaikan bahwa kesempatan untuk berpartisipasi dalam forum ini merupakan sebuah kehormatan bagi BPD HIPMI Bengkulu. Ia menegaskan komitmen HIPMI dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar terus berinovasi serta meningkatkan daya saing produk mereka di pasar global.

“Dalam kesempatan ini, kami turut mendorong semangat dan motivasi bagi para pelaku UMKM agar terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produk mereka, sehingga ke depan dapat menembus pasar ekspor. Dengan kerja keras, kreativitas, dan kolaborasi yang tepat, produk UMKM Indonesia, khususnya dari Provinsi Bengkulu, memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional,” ujar Yosia, Selasa (18/3/2025).

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara HIPMI di tingkat provinsi dan kota/kabupaten dalam menciptakan produk yang siap ekspor.

“Hari ini kami sama-sama berkolaborasi menimba ilmu, bagaimana suatu saat nanti UMKM-UMKM ini bisa go ekspor. Mudah-mudahan dengan kolaborasi BPD dan BPC-BPC HIPMI di Provinsi Bengkulu, kita bisa menciptakan produk yang langsung bisa diekspor ke China. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi semua pelaku usaha, dan mari kita terus bersinergi dalam semangat kebersamaan serta kolaborasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menegaskan bahwa HIPMI akan terus menjadi akselerator bagi UMKM Indonesia. Ia berharap Road to CAEXPO 2025 dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk menyampaikan aspirasi, membuka akses pasar, dan memperluas jaringan bisnis.

“HIPMI selalu siap menjadi akselerator bagi UMKM Indonesia, meningkatkan kapasitas, daya saing, serta jaringan bisnis bagi para pelaku usaha. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas UMKM, kita dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Akbar.

Menurutnya, CAEXPO merupakan platform strategis yang dapat membantu UMKM Indonesia menembus pasar China. Dengan jumlah penduduk yang besar serta permintaan tinggi terhadap produk berkualitas, China menjadi pasar potensial yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku UMKM.

Mendag: Optimistis Produk Indonesia Bisa Bersaing di China

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si., yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan optimisme bahwa produk Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar China.

“CAEXPO menjadi platform penting untuk memperdalam kemitraan Indonesia-Tiongkok sekaligus memberi kesempatan bagi pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar ekspor. Mari manfaatkan momen yang baik ini untuk memperkenalkan produk Bapak dan Ibu kepada perwakilan perdagangan, sehingga dapat difasilitasi dalam pencarian calon mitra buyer serta mendapatkan wawasan mengenai tren pasar Tiongkok,” ujar Budi Santoso.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan fasilitas bagi UMKM agar dapat meningkatkan daya saing produk mereka. Dengan strategi pemasaran yang tepat, kualitas produk yang baik, serta dukungan kebijakan yang mendukung ekspor, produk-produk Indonesia diyakini mampu bersaing di pasar global.

Kolaborasi Strategis untuk Mendorong UMKM ke Pasar Global

Acara Road to CAEXPO: UMKM Bisa Ekspor ke China terselenggara berkat kolaborasi antara Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan PT Pandu Arjuna Indonesia (PT PAR Indonesia).

Turut hadir dalam acara ini Ketua OKK BPP HIPMI Tri Febrianto, Wakil Sekretaris Jenderal HIPMI Anthony Leong, serta berbagai perwakilan dari dunia usaha dan komunitas UMKM. Kehadiran mereka semakin memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta membuka peluang yang lebih luas di pasar ekspor.

Road to CAEXPO 2025 diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Indonesia, khususnya dari Provinsi Bengkulu, untuk dapat bersaing di pasar internasional. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas UMKM, ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dapat tercipta.

“Mari kita terus semangat berkarya dan membawa produk-produk unggulan Indonesia, khususnya dari Bengkulu, ke panggung dunia,” tutup Yosia Yodan.

Deflasi terjadi di Bengkulu februari 2025: dampak diskon tarif listrik dan stabilitas pasokan memperbaiki tekanan Inflasi

Perkembangan Terkini, Outlook, dan Upaya Pengendalian Inflasi Disampaikan oleh Wahyu Yuwana  Hidayat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu High Level Meeting TPID Provinsi Bengkulu 18 Maret 2025 di Balai semarak Bengkulu, Perkembangan Inflasi Bengkulu Februari 2025 Provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2025 tercatat mengalami deflasi, Tekanan inflasi Bengkulu pada 2025 tercatat relatif lebih rendah dibandingkan dengan pola pada 2 tahun sebelumnya, dimana pada bulan Februari 2025 Provinsi Bengkulu mengalami deflasi. Berdasarkan data BPS, pada bulan Februari 2025 Provinsi Bengkulu tercatat mengalami deflasi sebesar 1,26% (yoy) atau berada dibawah tekanan inflasi di tahun 2024 yang sebesar 0,84% (yoy) dan tekanan inflasi pada tahun 2023 yang sebesar 3,09% (yoy).

Sumber Bank Indonesia Provinsi Bengkulu 18/03/2025

Lebih lanjut, realisasi deflasi Bengkulu disumbang oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dipicu pemberian diskon tarif Listrik sebesar 50% pada bulan Januari dan Februari 2025. Perkembangan Inflasi Bengkulu Februari 2025 Provinsi Bengkulu pada bulan Februari 2025.

Prospek Inflasi Provinsi Bengkulu 2025 Inflasi Tahun 2025 diprakirakan terjaga pada sasaran target nasional (2,5+1%)

Berdasarkan data rilis inflasi serta mencermati perkembangan harga dan kondisi pendorong inflasi ke depan, inflasi Provinsi Bengkulu diprakirakan mampu berada dalam sasaran nasional. Faktor pendukung diantaranya adalah normalisasi konsumsi dan mobilitas masyarakat uang didorong kondisi perekonomian yang semakin membaik, serta kondisi yang lebih stabil pasca pemilu dan pilkada. TPID terus melakukan pengendalian inflasi dalam kerangka 4K, yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Sumber Bank Indonesia Provinsi Bengkulu 18/3/2025

Upside Risk Inflasi atau Dorongan konsumsi masyarakat ketika masa HBKN dan libur sekolah, Normalisasi tarif listrik pasca subsidi yang diberikan pemerintah pada Januari dan Februari 2025, Kondisi produksi yang masih dalam masa tanam di beberapa sentra lokal, Risiko kerusakan panen akibat munculnya hama dan penyakit tanaman dampak curah hujan yang intensif, Gelombang laut tinggi berisiko menghambat produksi udang dan ikan, Tekanan geopolitik masih berpotensi mendorong harga emas perhiasan sebagai safe-haven dan energi khususnya harga bahan bakar, Kebijakan realokasi anggaran infrastruktur dan operasional memerlukan alternatif sumber anggaran lain untuk menjaga kontinuitas pelaksanaannya

Downside Risk Inflasi atau Pasokan yang terjaga seiring pasokan dari luar Provinsi yang cukup, Berbagai insentif yang diberikan pemerintah pada momen tertentu, seperti diskon berbagai barang di Hari Belanja Online Nasional dan Diskon Tarif Pesawat pada HBKN Ramadhan dan Idul Fitri, Berlanjutnya pompanisasi dan bantuan alsintan untuk mendukung produksi di sentra lokal, Minimnya rencana kenaikan tarif di daerah, Terjaganya ekspektasi masyarakat ditengah ketidakpastian kondisi global sepanjang tahun 2025.

Bupati Rejang Lebong, Fikri S.E., M.A.P, menyampaikan kepada awak media bahwa hampir semua kabupaten di Provinsi Bengkulu mengungkapkan hal serupa, yaitu kesulitan terkait harga gas 3 kg di lapangan, terutama menjelang bulan puasa. Menurutnya, situasi ini semakin sulit karena persiapan sahur dan buka puasa, serta mendekati Hari Raya Idulfitri, yang membuat ibu-ibu rumah tangga mulai resah.

Sementara itu, Wahyu Yuwana Hidayat mengungkapkan bahwa dana yang disiapkan untuk Provinsi Bengkulu selama Hari Besar Keagamaan dan Idulfitri mencapai sekitar 1,9 triliun rupiah, jauh lebih besar dari proyeksi awal sebesar 1,6 triliun. Dana ini sangat mencukupi, termasuk untuk kebutuhan tukar uang. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Pintar untuk memudahkan proses tukar uang, karena aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk menemukan lokasi terdekat dan jadwal tanpa harus mengantri.

error: Content is protected !!