banner 1000x350

Redaksi

855 KIRIMAN 0 KOMENTAR

Kapolda Bengkulu hadiri jalan sehat merah putih HUT ke-57 Provinsi Bengkulu

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, BENGKULU – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Jalan Sehat Merah Putih, Fun Bike, dan Senam Sehat yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-57 Provinsi Bengkulu. Acara tersebut digelar pada Sabtu, 15 November 2025, dimulai pukul 06.00 WIB bertempat di Balai Semarak Kota Bengkulu, dan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Sejak pagi hari, suasana di sekitar Balai Semarak telah dipadati peserta yang antusias mengikuti kegiatan olahraga massal ini. Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur, Forkopimda Provinsi Bengkulu, pelajar, serta masyarakat umum turut hadir memeriahkan rangkaian kegiatan yang digagas sebagai bentuk perayaan sekaligus ajakan untuk hidup sehat. Kehadiran Kapolda Bengkulu menjadi bentuk dukungan penuh institusi kepolisian terhadap kegiatan positif yang bersifat membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Kapolda Bengkulu bersama Gubernur dan jajaran Forkopimda secara resmi melepas peserta Jalan Sehat Merah Putih, yang menjadi acara utama pada pagi itu. Suasana semakin meriah dengan adanya Fun Bike yang diikuti oleh komunitas sepeda serta warga yang ingin menikmati rute santai mengelilingi kota. Sementara itu, Senam Sehat yang digelar setelahnya juga menarik minat banyak peserta sehingga suasana penuh energi positif dan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Mardiyono menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang telah mengadakan kegiatan terbuka dan inklusif bagi masyarakat luas. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, sekaligus mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran. rls

SMA Kemala Taruna Bhayangkara buka penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027, Pendaftaran gratis hingga 30 November 2025

Foto istimewa

news-raflesia-indonesia, –  SMA Kemala Taruna Bhayangkara resmi membuka Penerimaan Murid Baru (PMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

“Pendaftaran dilakukan secara online mulai 28 Oktober hingga 30 November 2025 melalui tautan s.id/SPMBKTB26-27, tanpa dipungut biaya,” ucap Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana, S.I.K., M.M., M.A.P., CPHR., CBA.,

Sebagai salah satu sekolah berasrama dengan standar pendidikan bertaraf internasional, SMA Kemala Taruna Bhayangkara menawarkan Kurikulum International Baccalaureate (IB) yang dikelola oleh tim manajemen berpengalaman. Sekolah ini mengusung visi untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat berlandaskan nilai-nilai Kebhayangkaraan.

Melalui kurikulum global dan pembinaan intensif di lingkungan berasrama, sekolah ini mempersiapkan para siswa untuk mampu bersaing dan berpeluang masuk ke 100 universitas terbaik di dunia. Tidak hanya fokus pada akademik, SMA Kemala Taruna Bhayangkara juga menekankan pembentukan disiplin, integritas, dan jiwa kepemimpinan.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah Beasiswa Penuh yang tersedia untuk seluruh murid, menjadikan kesempatan mengenyam pendidikan berkelas dunia menjadi lebih terbuka bagi semua kalangan.

SMA Kemala Taruna Bhayangkara berlokasi di Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di bawah naungan Akademi Kader Bangsa. Calon orang tua dan siswa dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui media sosial resmi sekolah @kemalatarunabhayangkara dan @akademikaderbangsa atau menghubungi nomor 0852-8222-7300.

Dengan fasilitas berstandar tinggi, kurikulum internasional, serta jaminan beasiswa penuh, SMA Kemala Taruna Bhayangkara berkomitmen mencetak generasi muda Indonesia yang siap menjadi pemimpin masa depan. Calon siswa diimbau segera mendaftar sebelum batas waktu pendaftaran berakhir. rls

Terkait dugaan pemalsuan dokumen akademik, Wakil Gubernur Babel jalani pemeriksaan di Bareskrim Polri

Foto: istimewa

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sdri. H, pada Kamis, 13 November 2025. Pemeriksaan berlangsung di Bareskrim Polri mulai pukul 12.30 hingga 17.50 WIB.

Pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/339/VII/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 21 Juli 2025, dengan pelapor Sdr. AS, serta Surat Perintah Penyidikan Nomor Sp Sidik/S-1.1/844.2a/X/2025/Dittipidum/Bareskrim tanggal 3 Oktober 2025.

Kasus yang disidik berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemalsuan surat, pemalsuan akta autentik, serta penggunaan gelar akademik yang diduga tidak benar, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP, Pasal 264 KUHP, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta Pasal 69 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ijazah yang menjadi objek penyidikan diketahui berasal dari sebuah universitas swasta di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, yang telah resmi ditutup pemerintah berdasarkan Keputusan Mendikbudristek Nomor 370/E/O/2024 tertanggal 27 Mei 2024.

Foto: istimewa

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, membenarkan rangkaian proses penyidikan tersebut.

“Benar, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saudari H sebagai saksi terkait laporan dimaksud. Pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan pemeriksaan materi perkara untuk kepentingan proses pembuktian,” ujarnya dalam keterangan resmi (14/11).

 

Ia menegaskan bahwa proses telah masuk pada tahapan penyidikan substantif, dan Polri tetap mengedepankan asas kehati-hatian.

“Kami memastikan setiap langkah penyidikan dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan apabila sudah ada hasil yang dapat dipublikasikan,” tambahnya. rls

Komitmen dan bukti nyata, Hutama Karya hadirkan pemerataan fasilitas kesehatan di 5 provinsi

news-raflesia-indonesia, JAKARTA – Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2024 dari Kementerian Kesehatan RI, Indonesia memiliki sekitar 3.216 rumah sakit yang terdiri atas rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Dengan populasi sekitar 281 juta jiwa, rasio ketersediaan rumah sakit nasional berada di kisaran 1,1 hingga 1,15 unit per 100.000 penduduk, masih jauh di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar tiga rumah sakit per 100.000 penduduk.

Masih dari sumber informasi yang sama, sebaran proyek pembangunan rumah sakit yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) diharapkan mampu berkontribusi terhadap program pemerataan fasilitas kesehatan di Indonesia. Ketimpangan ini nyata di wilayah kerja Hutama Karya, seperti:

* Bengkulu hanya memiliki sekitar 21 rumah sakit untuk melayani lebih dari dua juta penduduk.
* Maluku Utara mencatat 14 rumah sakit dengan jarak antarfasilitas yang bisa mencapai 50 kilometer.
* Kepulauan Nias dan Bima masih banyak bergantung pada puskesmas kecil akibat kendala geografis.

Di sinilah proyek Hutama Karya berperan strategis dalam mendukung peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, melalui pembangunan pusat pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil yang masih sangat minim, seperti di RSUD Sanana yang dibangun dengan standar Rumah Sakit tipe C.

Hutama Karya tengah mempercepat pembangunan rumah sakit strategis nasional, sebuah ikhtiar untuk menghadirkan pemerataan fasilitas kesehatan dari barat hingga timur Indonesia. Momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025 yang mengusung semangat “Kesehatan Merata, Indonesia Kuat.”

Lima Rumah Sakit, Satu Semangat Pemerataan

Hingga awal November 2025, progres pembangunan kelima proyek menunjukkan capaian menggembirakan:

* RS Kandau Manado di Sulawesi Utara progres struktur bangunan utama telah mencapai 49,88%. Di area ini, lebih dari 270 pekerja lokal terlibat setiap hari.
* RSUD Bengkulu Tengah telah mencapai 83,06%, dengan atap utama dan sebagian instalasi listrik sudah terpasang. Rumah sakit ini dirancang menjadi rujukan utama bagi tiga kabupaten sekitarnya.
* RSUD Tafaeri Nias Utara mencatat kemajuan pembangunan 52,44%, memanfaatkan sistem plat suspended di lantai dasar pada lahan eksisting yang kurang baik (kondisi tanah rawa).
* RSUD Kota Bima di Nusa Tenggara Barat telah menyelesaikan tahap struktur atas dengan progres 69,54% dan segera melanjutkan pekerjaan interior.
* RSUD Sanana di Maluku Utara mencapai progres 54,88%, dengan fokus pada penguatan fondasi serta sistem drainase yang tahan terhadap tanah pesisir.

Kelima proyek ini dibangun dengan standar efisiensi konstruksi modern, memadukan sistem modular dan material hemat energi. Pendekatan ini mempercepat waktu pelaksanaan dengan presisi dan keberlanjutan tanpa mengurangi kualitas pelayanan medis yang akan diberikan.

Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan harus menjadi prioritas. “Kami ingin seluruh masyarakat dapat menikmati fasilitas medis yang setara. Setiap infrastruktur yang kami bangun mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa,” ujarnya.

Sinergi Nasional untuk Indonesia Sehat

Kelima pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Hutama Karya dipercaya sebagai kontraktor utama dalam pelaksanaan pembangunan fisik karena rekam jejaknya dalam menghadirkan infrastruktur publik yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Selain proyek yang tengah berjalan, Hutama Karya juga telah menyelesaikan sejumlah pembangunan rumah sakit yang kini telah beroperasi, antara lain RS Sardjito, RS Mata Manado, RSUD Purworejo, RSKD Duren Sawit, RSUD Tarakan, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, RS Universitas Hasanuddin, RS UPT Vertikal Kupang, dan RSUD Pangandaran. Seluruh fasilitas tersebut kini menjadi pusat pelayanan kesehatan unggulan di berbagai daerah, menghadirkan infrastruktur yang lebih modern dan berorientasi pada nilai kemanusiaan

Dari Beton ke Kehidupan

Bagi Hutama Karya, pembangunan rumah sakit bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan perjalanan panjang dalam menghadirkan infrastruktur kemanusiaan yang menyatukan harapan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Setiap rumah sakit yang kami bangun merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses layanan medis yang layak bagi seluruh masyarakat. Kesehatan adalah hakd asar setiap warga negara, dan kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang dapat menunjang pemenuhan hak tersebut hingga ke pelosok negeri,” tutup Mardiansyah.

Pembangunan lima rumah sakit oleh Hutama Karya merupakan wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat. Melalui proyek-proyek rumah sakit ini, Hutama Karya berperan mendukung akses layanan kesehatan yang merata dan modern, menghadirkan fasilitas medis berstandar nasional di luar kota besar, serta memperkokoh fondasi ketahanan kesehatan bangsa sebagai bagian dari agenda pembangunan Indonesia Maju. rls

Wakapolri resmikan masjid An-Nahdah Suhanda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

news-raflesia-indonesia, Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda yang berlokasi di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor, sebagai wujud dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual di lingkungan sekolah.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakapolri, disaksikan oleh jajaran pejabat utama Polri, pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari, para guru, siswa, dan tokoh masyarakat setempat.

Masjid An-Nahdah Suhanda berdiri di atas lahan seluas 4.854 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.761 meter persegi, serta mampu menampung hingga 976 jamaah. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan masjid tersebut, yang dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda Polri.

“Masjid ini bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan silaturahmi antara siswa, guru, serta masyarakat sekitar,” ujar Wakapolri, Kamis (13/11/2025)

Kegiatan peresmian berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya Masjid An-Nahdah Suhanda. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat memperkuat nilai – nilai keimanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. rls

 

Kisah hidup Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono S.I.K, M.Si jadi teladan inspiratif

Foto: istimewa

news-raflesia-indonesia, BENGKULU, – Perjalanan hidup Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

Lahir dari keluarga sederhana, kini ia memimpin Kepolisian Daerah Bengkulu dan dikenal sebagai sosok inspiratif bagi banyak orang.
Sejak menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1991, Irjen Pol Mardiyono SIK, M.Si telah menorehkan banyak prestasi di dunia kepolisian.
Diketahui, ia merupakan rekan seangkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam program Podcast Inspirasi yang digelar di ruang kerjanya pada Rabu (12/11/2025), Kapolda Bengkulu berbagi kisah perjuangan masa kecil yang penuh lika-liku.
Ia bercerita kehilangan ibunda di usia empat tahun dan sejak itu harus hidup mandiri demi tetap bersekolah serta membantu keluarganya mencari nafkah.
Bersama empat adiknya, Mardiyono kecil tinggal bersama sang nenek di rumah berukuran hanya 3×5 meter.
Neneknya bekerja sebagai tukang cuci dengan upah harian Rp500.
“Dari uang itu, Rp150 untuk membeli deterjen, Rp150 untuk beras, sisanya dipakai kebutuhan harian. Kadang saat pulang sekolah tidak ada makanan, ya sekalian saja saya puasa Senin–Kamis,” kenangnya.
Sejak usia tujuh tahun, ia sudah membantu ekonomi keluarga dengan menjual bubur buatan nenek.
Tak berhenti di situ, ia juga pernah membersihkan rumah tetangga, menjual air bersih, hingga menjadi petugas kebersihan pasar dengan upah Rp700 per bulan.
Meski harus bekerja keras, Mardiyono kecil tak pernah mengabaikan pendidikan. Ia tak pernah bolos maupun tinggal kelas hingga menamatkan SMA.

“Saya sering dimarahi guru bukan karena malas, tapi karena menunggak uang sekolah. Wali kelas saya, Bu Heni, bahkan pernah datang ke rumah dan akhirnya membantu membayarkan biaya sekolah supaya saya bisa ikut ujian,” tuturnya.

Saat duduk di bangku SMA, ia mulai bercita-cita menjadi polisi setelah mendapat motivasi dari seniornya, Agus Andrianto yang kini menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Saya benar-benar menyiapkan diri, dari kesehatan, akademik, hingga fisik. Semua dijalani dengan tekad,” ujar Mardiyono.
Ia menegaskan bahwa menjadi anggota Polri tidak membutuhkan biaya apa pun. Pengalaman pribadinya menjadi bukti bahwa jalur kepolisian bisa ditempuh dengan kerja keras, bukan dengan uang.

Kini, sebagai Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono berkomitmen melanjutkan perjuangannya dengan membantu masyarakat melalui berbagai program sosial.
Salah satunya adalah Program SRIDURI (Setiap Hari Dua Ribu) — gerakan di mana setiap anggota Polri menyumbangkan Rp2.000 per hari.
Dana yang terkumpul digunakan untuk bedah rumah warga kurang mampu, pelayanan kesehatan gratis, dan kegiatan bakti sosial.

Hingga saat ini, program tersebut telah membangun 63 unit rumah layak huni di seluruh wilayah Bengkulu, dengan nilai bantuan Rp50 juta per unit, bekerja sama dengan Baznas, REI, dan Pelindo.
“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan perabotan agar siap dihuni,” jelasnya

Selain itu, Kapolda juga menggagas Program Sadesahe (Satu Desa Satu Hektare Jagung), yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Program tersebut kini tengah dalam tahap penilaian dan diharapkan dapat diadopsi oleh setiap desa maupun kelurahan di Bengkulu.

“Inisiatif ini sejalan dengan program Kapolri untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas jagung,” ujar Mardiyono.
Mengakhiri kisahnya, Irjen Pol Mardiyono memberikan pesan kepada seluruh anggota Polri di Bengkulu agar selalu menjaga integritas dan tetap dekat dengan masyarakat.
“Rawat tempat kamu bekerja, jaga nama baiknya. Mungkin itu tidak membuatmu kaya, tapi di situlah sumber kehidupanmu,” pungkasnya. rls

error: Content is protected !!